PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 298. Menerima Keputusan


__ADS_3

Setelah keduanya sepakat untuk memutuskan hubungan sebagai sepasang kekasih, Xiao Lin Meng pun diajak oleh Xue Yunlei kembali ke tempat dimana Xiao Ning Lan dan Rui Lianjin berada yang saat itu juga sedang di dampingi oleh Huaxianzi dan ketiga raja siluman.


Saat Xue Yunlei dan Xiao Lin Meng tiba, semuanya langsung berdiri untuk menyambut kedatangan keduanya.


Akan tetapi pandangan mereka langsung tertuju ke arah Xiao Lin Meng, sebab raut wajah wanita itu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.


"Ada apa dengan Meng'er? Mengapa wajahnya terlihat seperti itu?" Pikir Xiao Ning Lan setelah melihat perubahan wajah adiknya.


"Sepertinya ada sesuatu hal yang terjadi di antara keduanya, sehingga wajah nona terlihat seperti itu." Pikir Rui Lianjin.


Hal yang sama juga dipikirkan oleh yang lainnya, namun mereka hanya bisa diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Ada apa dengan kalian? Mengapa semuanya terdiam dan tidak ada yang berkata?" Tanya Xue Yunlei setelah melihat sikap semua sosok yang ada ditempat itu.


"Mohon maaf penguasa, karena kami tidak menyambut kedatangan mu." Jawab Huaxianzi dan diikuti oleh ketiga raja siluman.


Sedangkan Zhuan Zhu langsung menebak perubahan sikap keduanya itu.


Dirinya kini berpikir, perubahan wajah Xiao Lin Meng itu berhubungan dengan status keduanya sebagai sepasang kekasih.


Sebab sebelumnya, Xue Yunlei juga pernah menanyakan hal itu kepada dirinya dan juga Feng Ya, sehingga ia bisa memastikan bahwa itulah yang membuat sikap keduanya berubah.


Namun pria sepuh itu tidak ingin berkomentar dengan apa yang dilihatnya itu.


"Apakah ada yang mengganjal didalam pikiran kalian saat ini?" Tanya Xue Yunlei lagi.


"Iya, memang menurutku ada yang ganjal." Jawab Xiao Ning Lan datar.


"Apa itu? Apakah aku boleh mengetahuinya?" Xue Yunlei bertanya lagi.


"Aku merasa sangat ganjal dengan sikap Meng'er! Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?" Tanya Xiao Ning Lan penasaran.


"Ohh, ternyata hal itu? Sebaiknya nona Xiao Ning Lan tanyakan saja sendiri kepadanya, sebab aku tidak bisa untuk memberitahukan hal itu." Jawab Xue Yunlei sekenanya saja.


"Pendekar Xue, jawaban anda itu akan membuat nona Xiao Ning Lan tidak akan senang jika dirinya mengetahui sebenarnya apa yang telah terjadi." Zhuan Zhu segera memberitahukan kepada Xue Yunlei melalui kekuatan spiritualnya.


Hal itu juga diketahui oleh empat sosok lainnya selain Xiao Ning Lan, Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin.


"Senior Zhuan, memangnya kenapa? Menurutku apa yang aku katakan itu sudah tepat." Balas Xue Yunlei merasa tidak bersalah.

__ADS_1


"Meng'er, ayo ikut aku, kita harus bicara sebentar." Ucap Xiao Ning Lan mengajak adiknya untuk menjauh dari tempat itu.


Xiao Lin Meng pun hanya bisa mengangguk dan mengikuti keinginan kakaknya itu.


Setelah keduanya pergi, Rui Lianjin pun segera angkat bicara.


"Mohon maaf jika aku lancang, namun menurut penilaian ku, sepertinya cara tuan muda Xue Yunlei menyampaikan sesuatu kepada nona Xiao Lin Meng telah keliru, sehingga membuatnya seperti itu." Ucapan Rui Lianjin terdengar sangat tenang.


"Apakah nona Rui Lianjin mengetahui hal apa yang aku sampaikan kepadanya?" Tanya Xue Yunlei menanggapi perkataan Rui Lianjin.


"Memang aku tidak mengetahuinya secara pasti, namun jika dilihat dari raut wajah nona Xiao Lin Meng, hal yang bisa membuatnya seperti itu hanyalah tentang hubungannya dengan tuan muda Xue Yunlei saja." Jawab Rui Lianjin.


"Sial, mengapa mereka selalu bisa dengan mudah mengetahui permasalahan seperti itu? Sedangkan diriku ini begitu sulit untuk bisa memahami masalah hubunganku dengan para gadis... Apakah aku ini benar-benar bodoh dalam percintaan!?" Pikir Xue Yunlei.


Jika apa yang dia pikirkan bisa diketahui oleh orang lain yang berada di tempat itu, mungkin saat itu dirinya sudah mendapatkan tanggapan yang bisa merendahkan dirinya.


Akan tetapi hal itu sudah pasti tidak akan terjadi, sebab dia adalah sosok yang sangat mereka hormati.


"Mengapa kau bisa menebak apa yang telah aku sampaikan kepada nona Xiao Lin Meng?" Xue Yunlei mencoba bertanya agar bisa mendapatkan petunjuk dari Rui Lianjin.


"Itu karena aku telah bersama dengannya sejak dia kecil, sehingga aku sangat mengetahui apa yang bisa membuatnya bahagia dan apa yang bisa membuatnya bersedih." Jawab Rui Lianjin.


"Memang apa yang kau katakan itu benar adanya, akan tetapi jalan hidupku bukankah aku sendiri yang harus memutuskannya?" Balas Xue Yunlei menanggapi jawaban Rui Lianjin.


"Bagaimana jika aku ingin memiliki setiap wanita yang menyukai diriku? Bukankah hal itu terlihat sangat egois?" Lanjut Xue Yunlei.


"Menurutku, jika tindakanku seperti itu, pasti setiap wanita yang menyukai diriku akan merasa tidak bahagia. Dan hal itu juga pasti akan dirasakan oleh nona Xiao Lin Meng."


"Apakah kau tahu mengapa nona Bao Meng Ling ingin melawan dan membunuhku? Itu karena dia sangat mencintaiku dan tidak ingin ada wanita lain yang bisa memiliki diriku."


"Apakah tindakannya itu benar menurutmu?"


"Memang aku akui, pengetahuanku dalam ilmu bela diri lebih baik dari kalian, namun pengetahuanku serta pengalaman ku dalam percintaan masih sangat dangkal, sehingga aku juga tidak mengetahui apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi setiap wanita yang menyukai dan ingin memiliki diriku."


Rui Lianjin hanya bisa terdiam setelah mendengar apa yang Xue Yunlei katakan meskipun nada suaranya tidak menekan.


Akan tetapi Rui Lianjin juga kini mulai bisa memahami apa yang Xue Yunlei rasakan serta yang dia pikirkan.


Memang didunia bela diri, setiap senius muda, pasti akan ada banyak wanita yang ingin untuk bisa menjadi kekasihnya, itulah yang Xue Yunlei rasakan.

__ADS_1


Meskipun ada juga yang bisa memiliki banyak wanita, namun Xue Yunlei tidak seperti itu, sebab saat ini Xue Yunlei telah menyadari jika didalam hatinya hanya Shang Mingmei yang selalu dia rindukan.


Setelah selesai dia berkata-kata untuk menjelaskan apa yang pikirkan, akhirnya Xue Yunlei pun kembali bertanya kepada Rui Lianjin.


"Nona Rui Lianjin, bagaimana menurutmu setelah mendengar apa yang aku sampaikan itu?"


"Tuan muda Xue Yunlei, mohon maafkan aku karena hanya memikirkan kebaikan nona Xiao Lin Meng tetapi tidak memikirkan kebaikan tuan muda." Jawab Rui Lianjin.


"Terima kasih karena kau telah memahami apa yang aku rasakan, aku juga harus memberitahukan hal itu kepada nona Xiao Ning Lan, agar dirinya juga bisa memahami situasi ini." Ucap Xue Yunlei menanggapi jawaban Rui Lianjin.


Mereka pun menunggu kedatangan kakak beradik tersebut untuk bisa mengetahui hasil pembicaraan mereka berdua.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya keduanya pun kembali.


Xue Yunlei langsung melihat ke arah wajah Xiao Ning Lan agar bisa mengetahui apa yang wanita itu pikirkan.


Namun wajah Xiao Ning Lan tidak berubah seperti saat keduanya pergi.


"Bagaimana nona? Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Rui Lianjin menyambut kedatangan keduanya dan langsung memegang kedua tangan Xiao Lin Meng.


Xiao Lin Meng hanya bisa menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Rui Lianjin.


"Baguslah jika nona baik-baik saja." Ucap Rui Lianjin lagi.


"Tuan muda Xue Yunlei, terima kasih atas semua yang kami rasakan selama ini... Mohon maaf juga jika keluarga kami selalu membuatmu berada dalam situasi yang sulit." Ucap Xiao Ning Lan.


"Karena masalah kami dengan nona Bao Meng Ling telah selesai, kami saat ini akan kembali ke kota Chingli lagi." Lanjut Xiao Ning Lan.


"Apakah tuan muda Xue Yunlei bisa membantu kami bertiga untuk bisa secepatnya tiba di kota Chingli?" Tutup Xiao Ning Lan dengan pertanyaan.


Karena Xiao Ning Lan tidak terlihat marah, sehingga Xue Yunlei tidak ingin lagi bertanya mengenai pembicaraan keduanya meskipun dirinya sangat penasaran dengan hasil pembicaraan tersebut.


"Tentu saja, aku akan memerintahkan Huaxianzi dan Yao Laohu serta Langren untuk mengantarkan kalian bertiga kekota Chingli." Jawab Xue Yunlei.


Mendengar perkataan Xue Yunlei, ketiga sosok itu tidak ingin lagi mendapatkan perintah, mereka langsung mempersilahkan Xiao Lin Meng dan dua wanita yang lain untuk ikut bersama dengan mereka bertiga.


Huaxianzi segera membuka pintu keluar dari dalam dunia bangsa peri, setelah itu membuka dinding formasi pelindung wilayah mereka, kemudian keenam sosok tersebut langsung menghilang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2