PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 93. Bermain Licik


__ADS_3

Mendengar perkataan penguasa kota Yungho, Xue Yunlei segera memeriksa apakah hal itu mempengaruhi kemampuannya atau tidak.


Tetapi karena apa yang dikatakan oleh penguasa kota Yungho tidak terjadi pada dirinya,membuat Xue Yunlei makin percaya diri untuk memuluskan rencananya.


Melihat senyuman yang penuh kemenangan dari pria tua didepannya, membuat Xue Yunlei berpikir bertambah lagi orang bodoh yang dia temui.


"Hei pak tua! Sebenarnya apa yang kamu inginkan!? ". Tanya Xue Yunlei sambil menarik kembali aura intimidasi miliknya agar pria tua didepannya itu merasa bahwa kini Xue Yunlei tidak bisa lagi menyerangnya.


" Ha...ha...ha...ha...ha, kamu terlalu sombong dengan kekuatan yang kamu miliki, akan tetapi yang perlu kamu tau bahwa, tidak sedikit pendekar langit yang telah aku bunuh dengan caraku ini ". Balas penguasa kota Yungho sambil tersenyum licik.


" Kamu benar-benar tidak tahu malu, karena telah menggunakan cara kotormu ini untuk mengalahkan para pendekar yang lebih kuat, sungguh sangat memalukan! ". Ujar Xue Yunlei.


" Bagi kami sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas sebuah kota, tidak pernah berpikir cara baik ataupun cara kotor, yang terpenting adalah kami bisa untuk mengalahkan setiap lawan kami".


"Jadi, untuk apa aku merasa malu dengan tindakanku ini!? ". Tutup pria tua itu sambil mengelus - elus janggutnya.


Memang awalnya Xue Yunlei hanya bisa terhindar dari pengaruh serangan ilusi yang akan menyerangnya, namun setelah dirinya menyerap kekuatan Ulat Sutra Emas, tubuhnya tidak akan terpengaruh lagi dengan berbagai jenis racun yang mematikan sekalipun.


Setelah mendengar perkataan pria tua didepannya, Xue Yunlei hanya bisa diam dengan menunjukkan sikap penuh penyesalan.


"Ha...ha...ha...ha...ha, sepertinya kamu mulai merasa bersalah atas kebodohanmu itu".


" Aku merasa tidak enak melihat sikapmu itu ".


" Bagaimana jika kamu bekerja untukku? Jika kamu menyetujuinya, aku akan memberikan penawarnya untukmu, tetapi tidak dengan gadis itu, karena dia akan menjadi jaminan agar kau tak akan mengkhianatiku ". Penguasa kota Yungho memberikan penawaran kepada Xue Yunlei.


" Bagaimana jika aku tetap menolaknya? ". Xue Yunlei balas bertanya menanggapi tawaran pria tua didepannya.


" Jika kamu tidak mau menerima tawaran ku, sudah pasti nyawamu skan melayang. Dan untuk kekuatanmu, itu akan ku serap untuk meningkatkan basis kultivasi ku". Ucap penguasa kota Yungho menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Ternyata kamu memiliki teknik terlarang. Apakah kamu berasal dari sekte aliran hitam!? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Kalian para pendekar selalu membedakan setiap aliran ilmu bela diri, sungguh terlalu naif".


"Bagi kami sebagai penguasa, kami tidak pernah membedakan aliran putih atau aliran hitam, yang terpenting adalah kami bisa tetap menjadi penguasa kota dengan bantuan para pendekar yang ingin dibayar oleh kami".


" Oh, jadi selicik itu dirimu, aku pasti akan memberikan pelajaran kepadamu bagaimana menghormati setiap pendekar yang dengan susah payah telah berkultivasi dan dengan seenaknya energi qi milik mereka diserap olehmu ". Xue Yunlei menanggapi.


" Apakah kamu tahu bahwa tidak semua pendekar langit yang bisa terpengaruh oleh pengaruh asapmu itu? ". Lanjut Xue Yunlei sambil menatap tajam kearah pria tua didepannya.


" Ha...ha...ha...ha...ha...ha, itu sudah terbukti dengan pasti, karena sudah ada empat orang pendekar langit yang merasakan hal tersebut ". Jawab penguasa kota Yungho.


" Pria tua bodoh, kamu pikir itu bisa mempengaruhi diriku? Kamu terlalu sombong dan terlalu merasa percaya diri ". Balas Xue Yunlei dan langsung melepaskan serangan benag sutra emas miliknya.

__ADS_1


Pria tua itu langsung tertawa lepas melihat tingkah Xue Yunlei.


" Ha...ha...ha...ha...ha, ternyata kamu terlalu bodoh. Kamu pikir apa yang aku katakan itu semuanya adalah bohong!? Lihatlah, apakah kamu bisa menggunakan kemampuanmu!? ".


Penguasa kota Yungho tidak merasakan efek dari serangan yang dilancarkan oleh Xue Yunlei yang saat ini telah mengancam nyawanya.


Benang sutra emas milik Xue Yunlei kini telah melingkar dijantung pria tua itu dan siap menghancurkan jantung pria tua tersebut.


Xue Yunlei hanya tersenyum mendengar perkataan pria tua tersebut dan langsung mengendalikan benang sutra emas.


"Apakah kamu mulai merasakan ada sesuatu yang terjadi dengan jantungmu? ". Tanya Xue Yunlei dengan senyuman licik.


Mendengar perkataan Xue Yunlei, pria tua itu mulai merasakan apa yang dikatakan oleh pendekar bertopeng didepannya.


" Sial, ternyata asap beracun itu tidak memberikan efek kepada pendekar ini". Gerutu penguasa kota Yungho.


Xue Yunlei perlahan mulai mengeratkan ikatan benang sutra emas yang melingkar dijantung pria tua tersebut.


"Achk, sakit! Hentikan, ampuni nyawaku". Ucap penguasa kota Yungho sambil menahan rasa sakit di jantungnya.


" Apa yang akan aku peroleh jika mengampuni nyawamu? ". Tanya Xue Yunlei.


" Apa pun yang kamu minta, pasti akan aku kabulkan". Jawab pria tua itu.


"Baiklah, aku memintamu untuk memberikan kitab teknik penyerap kekuatan, resep asap beracun serta penawarnya dan juga harus menjadi bawahanku untuk melakukan setiap apa yang aku perintahkan".


" Tetapi apa yang akan aku dapatkan? ". Pria tua itu balik bertanya.


" Kamu hanya dapat mempertahankan nyawamu saja". Jawab Xue Yunlei santai.


Mendengar Jawaban Xue Yunlei, penguasa kota Yungho hanya bisa terdiam.


"Bagaimana? Apakah kamu merasa keberatan dengan penawaranku itu!? Sebenarnya menurutku dirimu itu tidak ada artinya bagiku, sehingga aku bisa membunuhmu saat ini juga".


" Dan untuk orang yang akan menjadi penguasa dikota ini, tinggal aku yang akan memilihnya".


"Tetapi untuk seluruh keluargamu, aku akan melihat mana yang bisa menghasilkan uang dan mana yang harus aku bunuh".


Ancaman Xue Yunlei seakan menyadarkan pria tua itu dari apa yang dia pikirkan.


" Baiklah, aku menerima tawaranmu itu! ". Ucap penguasa kota Yungho sambil berlutut dan memberi hormat kepada Xue Yunlei.


"Ju Yuanpei memberi hormat kepada junjungannya tuan...tuan...". Pria tua itu tidak bisa melanjutkan kata - katanya.

__ADS_1


" Xue Yunlei, itulah nama-Ku ! ". Ujarnya menyambung perkataan pria tua didepannya.


" Ju Yuanpei memberi hormat kepada junjunganku tuan muda Xue Yunlei! ". Seru pria tua itu.


" Apakah kamu akan berjanji kepada langit dan bumi untuk tidak menghianati diriku? ". Tanya Xue Yunlei.


" Ju Yuanpei bersumpah atas nama langit dan bumi, jika aku mengkhianati junjunganku tuan muda Xue Yunlei, aku siap dikutuk dan tidak bisa bereinkarnasi lagi serta terus disiksa dalam jurang neraka yang paling dalam ". Ucapnya dengan sungguh - sungguh.


" Baiklah, ayo bangkit dan berikan penawar untuk gadis ini". Ucap Xue Yunlei.


Ju Yuanpei segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Xue Yunlei.


Pria tua itu segera memberikan sebuah pil kepada Xue Yunlei untuk diberikan kepada Bao Meng Ling.


Setelah menerima pemberian Ju Yuanpei, Xue Yunlei segera memberikan pil tersebut untuk ditelan oleh Bao Meng Ling.


Setelah ditelan oleh Bao Meng Ling, Xue Yunlei segera menyalurkan energi qi miliknya agar khasiat pil itu bisa secepatnya tersebar keseluruh tubuh gadis itu.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian gadis itu pun siuman.


Bao Meng Ling pun membuka matanya dan merasa bingung karena tubuhnya kini sudah berada di dalam pelukan Xue Yunlei.


"Apa yang kau lakukan kepadaku!? ". Kata - kata pertama yang keluar dari mulut gadis itu dan dengan cepat segera melepaskan dirinya dari dalam pelukan Xue Yunlei.


Tatapan matanya kepada Xue Yunlei penuh dengan rasa curiga.


" Hei gadis tengik! Kenapa dengan tatapanmu itu? Apakah kamu menuduhku telah melakukan sesuatu kepadamu? Kamu sendiri yang tertidur didalam pelukanku. Tanyakan saja kepada pria tua itu! ". Tutur Xue Yunlei sambil tersenyum licik.


" Sepertinya ada sesuatu yang kalian berdua telah sembunyikan dariku jika aku melihat dari perubahan wajah tua bangka ini". Bao Meng Ling merasa curiga dengan perubahan sikap Ju Yuanpei.


"Apa yang telah kamu lakukan sehingga aku bisa berada di dalam pelukannya? ". Lanjut Bao Meng Ling bertanya kepada Ju Yuanpei.


" Ampuni pria tua ini yang telah ceroboh, sehingga membuat nona tidak sadarkan diri! ". Jawab Ju Yuanpei sambil memberi hormat kepada Bao Meng Ling.


" Oh, jadi kamu dalangnya sehingga aku bisa berada di dalam pelukannya!? Aku akan membunuhmu! ". Teriak Bao Meng Ling sambil melepaskan serangan ke arah pria tua didepannya.


Xue Yunlei yang melihat tindakan gadis itu langsung mencegahnya.


" Sudahlah, jangan bersikap seperti itu padanya. Dia itu adalah penguasa kota Yungho ini, jadi sangat tidak sopan jika kamu memukulinya ". Xue Yunlei menasihati gadis disampingnya.


" Apakah kamu masih marah kepadaku? Jika sudah tidak marah, mari bersandar didadaku, biar aku memelukmu ". Ucap Xue Yunlei menggoda.


" Apa katamu? Apakah kamu ingin aku hajar juga!? ". Balas Bao Meng Ling merasa malu.

__ADS_1


" Sudahlah, tadi saat kamu tak sadarkan diri, aku merasakan kamu sangat menikmati kehangatan pelukanku, mengapa saat ini kau merasa malu untuk mengakuinya!? ". Lanjut Xue Yunlei menggoda Bao Meng Ling sambil tersenyum.


~Bersambung~


__ADS_2