
Setelah terhempas sejauh puluhan meter karena terkena serangan pedang giok milik Zhen Ji, kini Xue Yunlei sudah bisa memperbaiki posisi berdirinya lagi.
Namun tidak ada perubahan sedikit pun yang terlihat pada tubuh pemuda itu meskipun baru terkena serangan pedang giok milik Zhen Ji.
Dari wajah Xue Yunlei terlihat hanya senyuman sinis yang merendahkan kekuatan serangan wanita tua itu.
"Apa hanya sekuat itu kekuatan serangan seorang pendekar dewa bumi? ". Tanya Xue Yunlei berniat untuk merendahkan Zhen Ji.
" Sial, mengapa serangan pedang giok milikku tidak bisa melukainya? ". Zhen Ji membantin.
Wanita tua itu kembali menyiapkan serangan susulan untuk melukai Xue Yunlei. Akan tetapi masih dengan teknik serangan yang sama, yaitu serangan teknik pedang gadis giok.
Ribuan pedang giok terlihat seperti sedang menari - nari diatas udara untuk mencari momentum yang tepat menyerang Xue Yunlei.
Kini Zhen Ji mulai menajamkan persepsinya agar bisa menemukan titik lemah yang ada pada lawannya dengan aura yang penuh kebencian.
"Hmm, sepertinya ini adalah tingkat puncak dari teknik sebelumnya yang dia gunakan, kecepatannya sangat sulit untuk bisa diikuti oleh pandangan ku, aku harus bersiap dengan serangan kejutan". Pikir Xue Yunlei.
Pemuda itu pun kini telah mempersiapkan formasi pelindung miliknya serta akan menggunakan dua serangan secara bersamaan.
Itu adalah upaya terakhir miliknya untuk bisa mengalahkan Zhen Ji selain menggunakan seluruh energi qi miliknya agar teknik serangan Naga Logam Api menjadi semakin mematikan.
Namun dua serangan yang akan dia lancarkan kali ini juga dapat menyebabkan dirinya tidak bisa lagi melakukan serangan untuk yang kedua kalinya, sebab energi qi miliknya akan banyak terkuras.
Kedua serangan tersebut adalah serangan Naga Logam Api yang telah dibaluti juga dengan energi elemen petir dengan benang sutra emas yang menjadi serangan kejutannya serta serangan elemen kayu yang juga berbentuk seekor naga sebagai serangan pengalihan.
Selama ini tidak ada yang bisa mengunakan beberapa teknik serangan yang mengendalikan beberapa elemen alam secara bersamaan, itulah yang membuat Xue Yunlei sangat berbeda.
Zhen Ji belum mengetahui rencana lawannya tersebut yang akan menggunakan serangan pengalihan untuk bisa melumpuhkan dirinya dengan benang sutra emas.
Setelah Zhen Ji sudah memantapkan serangannya, ribuan pedang giok yang awalnya beterbangan secara berkelompok kini telah membentuk seperti sebuah kelopak bunga palm dengan mata pedang semuanya mengarah ketubuh Xue Yunlei.
"Pedang Gadis Giok! ". Teriak Zhen Ji saat melepaskan serangan ke arah Xue Yunlei.
Xue Yunlei segera menciptakan formasi pelindung untuk membendung serangan ribuan pedang giok milik Zhen Ji.
Booommm...booommm...booommm
Bunyi ledakan secara berentetan saat ribuan pedang giok milik Zhen Ji menerjang formasi pelindung milik Xue Yunlei.
Akan tetapi karena teknik formasi pelindung milik Xue Yunlei adalah teknik tingkat dewa, sehingga serangan Zhen Ji itu tidak bisa menghancurkannya.
Xue Yunlei segera membalas serangan Zhen Ji dengan serangan pengalihan yang telah dia siapkan secara diam-diam.
Seekor naga kayu langsung melesat kearah dimana Zhen Ji berada dan langsung melepaskan pasak - pasak berukuran besar dari mulutnya.
__ADS_1
Zhen Ji merasa terkejut karena ada serangan yang datang dari arah bawah tubuhnya.
"Keparat, siapa yang telah berani melakukan serangan secara diam-diam kepadaku? Hanya seorang pengecut yang berani melakukan serangan seperti ini". Ujar Zhen Ji mengutuk sosok yang melakukan serangan tersebut.
Wanita tua itu berpikir seperti itu karena Naga Logam Api milik Xue Yunlei masih berada di depannya dan siap untuk melakukan serangan.
Hal itulah yang membuatnya berpikir bahwa ada orang lain yang melakukan serangan secara diam-diam kepadanya.
Serangan Naga Kayu milik Xue Yunlei langsung mengganggu konsentrasi Zhen Ji, sehingga serangan pedang giok miliknya kini tidak bisa dilanjutkan lagi karena dirinya telah berfokus untuk membendung serangan pasak - pasak kayu yang berukuran besar.
Duuaarrr...duuaarrr...duuaarrr
Zhen Ji menggunakan pedang giok miliknya untuk menghancurkan setiap serangan pasak kayu yang menyerang dirinya.
Naga Kayu itu kini mengibaskan ekornya untuk menghantam tubuh wanita tua itu.
Mendapatkan serangan tersebut, Zhen Ji segera menciptakan formasi pelindung untuk membendung kibasan ekor Naga Kayu itu.
Blaarrr
Ekor Naga Kayu itu langsung hancur saat membentur formasi pelindung milik Zhen Ji.
Serangan tersebut tidak bisa menghancurkan formasi pelindung milik Zhen Ji.
Api yang bercampur energi petir langsung menerjang kearah Zhen Ji bersamaan dengan kibasan ekor Naga Kayu.
Slaass
Blaarrr
Bunyi ledakan serangan api yang bercampur energi petir saat mengenai dinding formasi pelindung milik Zhen Ji sesaat setelah ekor Naga Kayu menghantamnya.
Retakan kecil langsung terlihat setelah serangan kedua tersebut.
Xue Yunlei tidak menyia - nyiakan kesempatan, pemuda itu langsung melepaskan benang sutra emas yang telah dipersiapkannya untuk melilit tubuh Zhen Ji.
Dan apa yang dia rencanakan itu langsung memberikan hasil yang sesuai dengan harapannya, benang sutra emas yang memiliki pola seperti jaring dia lepaskan itu langsung mengikat tubuh Zhen Ji.
Tidak sampai disitu saja, Xue Yunlei juga kembali menyerang dengan mengibaskan ekor Naga Logam Api ketubuh Zhen Ji yang saat itu telah terikat oleh benang sutra emas.
Booommm
Bunyi ledakan yang terjadi saat ekor Naga Logam Api menghantam formasi pelindung milik Zhen Ji.
Serangan tersebut membuat formasi pelindung milik wanita tua itu yang sebelumnya baru tercipta retakan kecil, kini hancur berkeping-keping dan membuat tubuhnya terjatuh ke tanah.
__ADS_1
Blaarrr
Ledakan yang terjadi di saat tubuh Zhen Ji membentur permukaan tanah sehingga menciptakan lobang yang terlihat seperti jaring Laba-laba.
"Ketua!".
"Ketua! ".
Suara yang keluar dari mulut anggota sekte Makam Kuno saat melihat ketua sekte mereka telah terhempas jatuh ke tanah dengan penuh kekhawatiran.
Saat mereka hendak membantu, Huaxianzi segera menghentikan mereka.
" Jika kalian ingin membantu, jangan salahkan kami bertindak tidak sopan kepada kalian ". Ujar Huaxianzi memberikan ancaman.
Memang kekuatan kesepuluh peri itu bukanlah tandingan anggota sekte Makam Kuno, sebab saat itu mereka sedang berada ditengah hutan, itu akan memberikan keuntungan yang besar bagi ras bangsa peri penguasa hutan.
Akhirnya anggota sekte Makam Kuno tidak melanjutkan niat mereka untuk membantu Zhen Ji.
"Uhuk...uhuk...uhuk, puih". Suara Zhen Ji setelah tubuhnya terbenam di dasar lobang yang tercipta.
Darah segar mulai terlihat keluar dari mulutnya, namun semangat wanita tua itu tidak kendor meskipun dirinya telah terluka oleh serangan Xue Yunlei serta dalam keadaan terikat.
Sorot matanya masih terlihat tajam dan penuh dengan kebencian saat menatap Xue Yunlei.
Wanita tua itu masih berpikir bahwa ada orang lain yang telah membantu Xue Yunlei untuk mengalahkan dirinya.
Saat Xue Yunlei berada di dekatnya, Zhen Ji langsung berkata.
"Keparat! Jika tanpa bantuan dari pihak lain, kamu tak akan bisa mengalahkan diriku! ". Teriak Zhen Ji membentak Xue Yunlei.
" Apa katamu? Ada orang lain yang membantuku? Benar - benar sangat naif". Balas Xue Yunlei sambil menggelengkan kepalanya.
"Apakah kau pikir kemampuanku sama seperti seorang pendekar agung pada umumnya? Sungguh sangat memalukan". Lanjut Xue Yunlei sambil menggerakkan kedua tangannya yang mengendalikan Naga Logam Api serta Naga Kayu dikedua sisinya namun hanya berukuran kecil.
Sorot mata Zhen Ji yang awalnya penuh dengan kebencian, kini telah berganti dengan keterkejutan saat melihat kemampuan sosok bertopeng didepannya itu.
"Bagaimana mungkin dia bisa menggunakan energi qi dengan kekuatan beberapa elemen alam dalam waktu bersamaan? Sebenarnya siapa orang ini!? ". Pikir Zhen Ji yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Pikiran yang awalnya merendahkan Xue Yunlei kini telah berganti dengan rasa kagum karena kemampuan sosok yang mengalahkan dirinya.
Saat wanita tua itu tersadar, dirinya juga baru merasakan bahwa benang sutra emas yang melihatnya, tidak bisa dia putuskan.
Semakin dia berpikir untuk melepaskan diri, semakin erat lilitan benang sutra emas itu ditubuhnya.
~Bersambung~
__ADS_1