
Akhirnya kapal yang ditumpangi oleh Xue Yunlei pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Kini Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin telah tiba dipintu masuk wilayah sekte Tongtian. Keduanya langsung di sambut oleh beberapa pendekar yang adalah anggota sekte itu.
"Selamat datang di wilayah sekte Tongtian. Apakah ada yang bisa kami bantu?." Tanya seorang pendekar.
"Iya tuan, kami berdua berasal dari kota Yin dan ingin bertemu dengan nona Shang Mingmei." Jawab Xiao Lin Meng.
"Kami berdua adalah orang terdekat tuan muda Xue Yunlei. Aku Xiao Lin Meng dan dia adalah Rui Lianjin...ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan nona Shang Mingmei dan itu tidak bisa aku ungkapkan kepada tuan sebab sifatnya sangat pribadi." Lanjutnya.
"Orang terdekat pendekar Xue? Baiklah, aku akan mengantarkan kalian berdua untuk bertemu dengan nona Shang Mingmei...akan tetapi sebelum kalian berdua bisa bertemu, aku terlebih dahulu akan meminta ijin kepadanya." Ujar pria itu menanggapi perkataan Xiao Lin Meng.
"Mari ikut aku." Ajak pria itu.
"Kalian semua tetap tinggal disini untuk berjaga." Perintah pria itu kepada anggota sekte yang lain.
Mereka bertiga segera pergi memasuki wilayah sekte Tongtian dan menuju ke tempat dimana Shang Mingmei berada.
Setelah sampai di alun-alun kediaman tetua penegak hukum, pria itu segera menyuruh Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin untuk menunggunya.
Keduanya pun mengikuti instruksi pendekar itu untuk tetap berada di tempat itu menunggu dirinya kembali.
Pria itu pun segera bergegas untuk memberitahukan hal itu kepada dua orang pendekar yang berjaga di pintu paviliun penegak hukum.
Saat pria itu mendekat, kedua penjaga langsung menyambutnya dan bertanya.
"Tetua Dong, ada urusan apa sehingga kau sendiri yang datang kesini?."
"Kalian lihat dua orang wanita itu...mereka adalah sahabat pendekar Xue Yunlei...dan saat ini mereka berdua ingin bertemu secara langsung dengan nona Shang Mingmei, sebab ada hal penting yang harus disampaikan kepada nona Shang Mingmei." Tutur pria itu menjelaskan.
"Apakah tetua Dong sudah mengetahui urusan penting apa yang akan mereka berdua sampaikan?." Tanya pendekar yang berjaga.
"Belum, sebab gadis itu berkata jika hal yang akan mereka bicarakan sifatnya sangat pribadi." Jawab Dong Bofang.
Penjaga itu terdiam dan terlihat sedikit berpikir dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Dong Bofang.
"Baiklah, aku akan menyampaikan hal ini kepada nona Shang Mingmei, jika dirinya setuju untuk bertemu dengan kedua wanita itu, aku akan mengijinkan mereka untuk masuk...mohon tetua Dong Bofang menunggu disini." Ujar sang penjaga dan langsung pergi memasuki paviliun penegak hukum.
Dong Bofang pun kembali mendekati Xiao Lin Meng dan juga Rui Lianjin untuk memberitahukan apa yang disampaikan oleh pendekar yang berjaga di gerbang paviliun.
"Terima kasih tuan atas bantuannya." Ucap Xiao Lin Meng kepada Dong Bofang.
__ADS_1
Di salah satu gazebo yang terletak di tengah-tengah sebuah taman bunga, terlihat seorang gadis cantik sedang duduk dengan sebuah kitab didepannya.
Tiba-tiba pendekar yang berjaga di depan gerbang paviliun penegak hukum datang dan menyapanya.
"Nona Shang, didepan ada dua orang wanita yang mengaku sebagai sahabat pendekar Xue... Mereka berdua ingin bertemu dengan anda karena ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan anda...bagaimana nona? Apakah nona ingin bertemu dengan mereka?." Tanya pendekar itu.
"Apakah menurut senior sikap mereka tidak terlihat mencurigakan?." Balas Shang Mingmei.
"Menurut penilaian ku, tidak nona...begitu juga dengan tetua Dong Bofang." Jawab pria itu.
"Apa hubungannya dengan tetua Dong Bofang?." Tanya Shang Mingmei lagi.
"Tetua Dong Bofang yang mengantarkan mereka berdua kesini." Jawab pria itu lagi.
"Baiklah, aku akan menemui mereka." Ucap Shang Mingmei sambil berdiri dan melangkah meninggalkan gazebo.
Pria itu pun segera berjalan di depan gadis itu untuk kembali ke depan.
Xiao Lin Meng yang melihat sosok Shang Mingmei keluar dari gerbang paviliun penegak hukum langsung terpaku karena keanggunan serta kecantikan yang terpancar dari gadis yang adalah saingannya itu.
"Ternyata gadis yang dijodohkan dengan Xue Yunlei benar-benar sangat cantik dan anggun." Puji Xiao Lin Meng.
"Nona, apakah kau akan mengurungkan niatmu?." Tanya Rui Lianjin yang merasa terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut tuannya itu.
"Apakah aku sudah salah membawa mereka kesini? Sebenarnya apa tujuan mereka berdua?." Pikir Dong Bofang.
Shang Mingmei pun berjalan mendekati tiga sosok tersebut dan langsung menyapa mereka.
"Shang Mingmei memberi hormat kepada tetua Dong Bofang!."
"Aku Shang Mingmei, apakah benar nona berdua ingin bertemu denganku?." Lanjutnya bertanya kepada Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin.
"Benar nona Shang...aku Xiao Lin Meng dan dia adalah Rui Lianjin...memang aku datang ke markas sekte Tongtian ini untuk bertemu dengan nona Shang, karena ada hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan." Jawab Xiao Lin Meng.
"Apakah anda berasal dari kota Yin?." Tanya Shang Mingmei.
"Kami berdua berangkat dari kota Yin untuk bisa kesini, tetapi sebenarnya kami berasal dari kota Chingli." Jawab Xiao Lin Meng.
"Oh...jadi seperti itu rupanya...terus bagaimana kalian bisa mengenali tuan muda Xue Yunlei?." Tanya Shang Mingmei lagi.
"Panjang ceritanya jika harus diceritakan... intinya, kami bertemu dengannya saat Xue Yunlei ingin pergi ke wilayah barat dan berpisah sebelum tiba di kota Shenmu." Terangnya.
__ADS_1
"Siapa saja yang bersama dengan kalian saat itu?." Tanya Shang Mingmei dengan tatapan penuh selidik.
"Kami berdua dan kakakku serta nona Xiangwei dan juga nona Huaxianzi." Jawab Xiao Lin Meng dengan lancar.
"Baiklah, aku percaya dengan kalian, sebab hal itu tidak diketahui oleh siapa pun...ayo ikut bersamaku, kita bicara ditaman saja." Ucap Shang Mingmei.
Mendengar perkataan Shang Mingmei, hati Dong Bofang pun langsung merasa lega, karena dia tidak melakukan kesalahan.
"Tetua Dong, terima kasih karena sudah mengantarkan mereka berdua." Lanjut Shang Mingmei sambil menangkupkan tangannya.
Meskipun Shang Mingmei memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar petapa dan lebih rendah dari tetua Dong Bofang, akan tetapi gadis itu sangat di hormati di sekte Tongtian karena hubungannya dengan Xue Yunlei.
Kendati Shang Mingmei tidak ingin memanfaatkan kedekatannya dengan Xue Yunlei, akan tetapi setiap anggota sekte Tongtian terus bersikap hormat kepadanya.
Mereka bertiga pun segera memasuki paviliun penegak hukum dan berjalan menuju ke gazebo di taman tempat yang selalu digunakan oleh Shang Mingmei untuk bersantai.
"Taman ini sangat indah dan cantik...tetapi keindahan serta kecantikannya belum mampu untuk mengalahkan kecantikan yang dimiliki oleh nona Shang." Ucap Xiao Lin Meng.
"Nona Xiao terlalu memuji...aku merasa sangat tersanjung." Balas Shang Mingmei.
"Pasti banyak pemuda yang mengejar cinta dari nona Shang."
"Didalam pikiranku saat ini, tidak ada waktu untuk memikirkan seorang pria, sebab aku hanya berfokus untuk meningkatkan basis kultivasiku saja." Balas Shang Mingmei.
"Nona Xiao, apakah kita sudah bisa membicarakan tentang tujuan utama dari kedatangan kalian berdua kesini?." Lanjutnya bertanya.
"Sepertinya nona Shang sangat menghargai waktu, sehingga tidak ingin menyia-nyiakan sedikitpun waktu untuk bersantai."
"Baiklah, aku akan menyampaikan tujuan kedatangan ku kali ini."
"Sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan, jika aku dan Xue Yunlei telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih sejak kita pergi bersama ke wilayah barat."
Wajah Shang Mingmei langsung berubah karena merasa terkejut setelah mendengar Xiao Lin Meng mengungkapkan apa yang ingin dia sampaikan kepadanya.
"Tetapi saat kita berpisah selama beberapa tahun ini, karena sudah sangat merindukannya, sehingga aku langsung menyusul dirinya ke kota Yin." Lanjut Xiao Lin Meng.
"Sebenarnya dia berjanji akan pergi untuk menemui diriku di kota Chingli setelah tugas dari gurunya telah selesai dia lakukan."
"Ternyata semua itu tidak berjalan sesuai dengan pembicaraan kita sebelumnya, sebab saat ini dirinya telah disibukkan dengan balas dendam atas kehilangan orang-orang yang dia sayangi."
"Namun ada hal yang membuat hubunganku dengannya terhambat...dan hambatan itu adalah dirimu yang telah dijodohkan dengannya."
__ADS_1
~Bersambung~