PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 265. Perintah Huaxianzi


__ADS_3

Setelah selesai memberitahukan kepada Duan Xingyu, Huaxianzi pun langsung berpamitan untuk pergi ke kota Yenan agar bisa memberitahukan juga kepada anggota organisasi Awan Merah yang berada di kota tersebut.


Namun sebelum dirinya pergi, Huaxianzi terlebih dahulu memperkokoh formasi pelindung yang melindungi paviliun Tiejia.


Duan Xingyu dan petinggi lainnya di paviliun Tiejia hanya bisa mengantarkan Huaxianzi sampai didepan pintu masuk tempat tersebut.


Huaxianzi pun langsung melesat terbang meninggalkan tempat itu dan kemudian menghilang diudara menggunakan teknik teleportasi.


"Tidak ku sangka, ternyata basis kultivasi nona Huaxianzi kini telah berkembang sangat pesat." Gumam Duan Xingyu.


Hal itu karena sebagai seorang pendekar dewa bumi tahap akhir, dirinya tidak bisa melihat dengan mata telanjang kecepatan terbang Huaxianzi.


***


Akhirnya Huaxianzi pun tiba di kota Yenan tepat di sebuah paviliun yang menjadi markas organisasi Awan Merah di kota itu.


Karena tidak ingin bertele-tele, Huaxianzi langsung menunjukkan tanda pengenal miliknya kepada dua orang penjaga gerbang paviliun.


"Hormat kepada penatua!" Ucap kedua penjaga dan langsung mempersilahkan Huaxianzi.


"Apakah tetua Su Shao sedang berada di tempat?" Tanya Huaxianzi.


"Iya, mari aku antarkan." Jawab penjaga itu dan langsung menawarkan diri untuk mengantarkan Huaxianzi.


Saat sedang berjalan, Peng Reihai yang adalah mantan perampok dan telah diterima oleh Xue Yunlei untuk menjadi anggota organisasi Awan Merah langsung bisa mengenali Huaxianzi.


"Peng Reihai memberi hormat kepada pemimpin." Ucapnya sambil mengambil sikap hormat.


Hu bersaudara yang melihat apa yang dilakukan oleh Peng Reihai langsung menatap kearah wanita didepannya.


"Sepertinya dia adalah wanita yang bersama dengan ketua Xue Yunlei waktu lalu...ayo kita pergi untuk menyapanya." Ucap Hu Hanmin kepada kedua saudaranya yang lain.


"Benar yang dikatakan oleh kakak Hanmin...ayo kita pergi." Sambung Hu Tze.


Mereka bertiga segera pergi dan menghampiri Huaxianzi dan langsung mengambil sikap hormat.


Huaxianzi bisa dengan cepat mengenali keempat orang tersebut.


"Apakah kalian berempat merasa betah bekerja di oraganisasi ini?" Tanya Huaxianzi.


"Iya pemimpin, kami merasa keputusan kami untuk bergabung sangat tepat...terima kasih atas kebaikan pemimpin dan kebaikan ketua Xue Yunlei." Jawab Peng Reihai.


"Benar yang dikatakan oleh saudara Peng Reihai, kami juga merasa sangat berterima kasih." Sambung Hu Hanmin.


"Bagus jika kalian merasa senang...kalau begitu, aku lanjut dulu untuk menemui tetua Su Shao." Ucap Huaxianzi.

__ADS_1


"Kau kembali saja berjaga, biar kami yang akan mengantarkan pemimpin." Ucap Peng Reihai kepada penjaga yang awalnya mengantarkan Huaxianzi.


"Baik tetua." Jawab pendekar itu dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Mereka berlima kini segera berjalan untuk menuju ke tempat dimana Su Shao berada.


Dua orang penjaga hanya memberi hormat saat mereka berlima tiba di tempat dimana Su Shao berada.


Mereka bisa langsung melihat Su Shao yang sedang bekerja di meja kerjanya.


"Peng Reihai menghadap tetua Su Shao!" Ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya diikuti juga oleh tiga sosok lainnya.


Sontak saja Su Shao langsung menatap kearah sumber suara tersebut dan merasa sangat terkejut setelah melihat sosok wanita yang datang bersama dengan mereka berempat.


Su Shao langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjalan menyambut kedatangan Huaxianzi.


"Su Shao memberi hormat kepada nona Huaxianzi!" Ucapnya dengan mengambil sikap hormat.


Peng Reihai dan ketiga Hu bersaudara kini baru mengetahui nama Huaxianzi setelah mendengar Su Shao menyebutnya.


"Cepat perintahkan untuk memanggil semua tetua di ruangan ini...ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kalian." Ucap Huaxianzi.


"Baik nona!" Balas Su Shao.


"Baiklah ayo kalian panggil." Balas Su Shao.


Ketiga Hu bersaudara itu segera pergi untuk melakukan apa yang Huaxianzi perintahkan.


Satu persatu mulai datang ke ruangan Su Shao dan merasa terkejut setelah melihat Huaxianzi serta langsung memberi hormat kepada wanita itu.


Bo Xiang, Zhao Ning, Pi Chen, Mu Sha serta tetua yang lainnya segera memberi hormat kepada Huaxianzi saat mereka melihatnya.


Hal yang awalnya telah disampaikan kepada Duan Xingyu pun kembali disampaikan kepada petinggi organisasi Awan Merah yang berada di kota Yenan itu.


Setelah mendengar apa yang Huaxianzi sampaikan, semuanya menjadi gaduh untuk membahas hal tersebut.


Pembahasan mereka itu mengenai sikap nona Bao Meng Ling yang begitu tega menggunakan trik licik untuk bisa membalaskan dendamnya kepada Xue Yunlei.


Setelah beberapa saat kegaduhan itu berlangsung, Su Shao pun angkat bicara.


"Nona Huaxianzi, jadi apa yang akan kita lakukan saat ini?"


"Sebaiknya kalian berkemas dari tempat ini dan untuk sementara waktu menutup bisnis pengawalan kalian yang mengatasnamakan organisasi Awan Merah."


"Tetapi bagaimana kami mempertanggungjawabkan hal itu kepada ketua Xue Yunlei?" Tanya Su Shao.

__ADS_1


"Biar aku sendiri yang akan memberitahukan hal itu kepada ketua Xue Yunlei...sebab masalah ini berhubungan dengan keselamatan kalian semua."


"Tetapi aktivitas kalian untuk melakukan pengawalan bisa terus kalian lakukan tanpa menggunakan nama besar organisasi Awan Merah."


"Dan ada yang perlu kalian ingat, siapa pun yang nona Bao Meng Ling kenali, jangan pernah menunjukkan wajahnya." Tutup Huaxianzi.


"Baik nona Huaxianzi!" Jawab beberapa orang serentak.


"Sebelum kami kembali kesini untuk memberikan perintah agar bisa beraktivitas lagi seperti biasanya dengan menggunakan nama organisasi Awan Merah, aku harap kalian jangan pernah untuk melakukannya." Lanjut Huaxianzi.


"Baik nona Huaxianzi! Kami akan mengingat apa yang nona perintahkan." Balas mereka.


"Jika kalian telah mahami apa yang aku sampaikan, saat ini aku akan kembali untuk menjaga ketua Xue Yunlei dalam berkultivasi." Tutup Huaxianzi dan langsung menghilang dari pandangan mereka.


Semua yang hadir di ruangan itu merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat itu.


Beberapa saat mereka terdiam dan tidak ada seorang pun yang mengeluarkan kata-kata karena merasa tidak percaya.


Hingga Su Shao kembali membangunkan mereka dari keterdiaman tersebut dan berkata.


"Ayo kita segera berkemas dan pergi dari tempat ini...aku harap kita berpisah secara berkelompok agar tidak menarik perhatian banyak orang dikota ini."


"Aku sendiri akan pergi untuk menemui penguasa penguasa Bei Feiyan agar memberitahukan bubarnya organisasi Awan Merah di kota ini sekalian untuk menyerahkan kembali paviliun ini kepadanya."


"Kemana tujuan kami?" Tanya seorang pendekar petapa.


"Baiklah, sebelum kita berpisah, aku akan membagikan beberapa kelompok yang akan diketuai oleh tetua Bo Xiang, tetua Zhao Ning, tetua Pi Chen, tetua Mu Sha dan tetua Peng Reihai."


"Saat kita pergi dari kota ini, setiap enam bulan sekali, kita akan bertemu di kota Chang'an untuk melaporkan hasil dari kegiatan kita."


"Untuk itu, kita harus berpencar ke beberapa kota yang biasa menjadi pusat perdagangan negara-negara tetangga agar bisa menjalankan bisnis kita ini."


"Ada beberapa tetua yang akan tetap bersama denganku untuk memberitahukan kepada anggota yang saat ini sedang menjalankan misi pengawalan agar mereka untuk sementara waktu tidak menggunakan nama besar organisasi Awan Merah." Tutup Su Shao.


Tetua penerimaan anggota baru di organisasi Awan Merah itu kini mulai membagi anggota organisasi sesuai dengan yang dia inginkan kemudian segera pergi meninggalkan markas mereka.


Saat tersisa puluhan pendekar diranah pendekar master dan diranah pendekar raja serta lima orang pendekar langit. Akhirnya Su Shao pun segera memerintahkan mereka untuk menuju ke kota dimana anggota lainnya berada dan memberitahukan hal tersebut.


Sedangkan tetua Bo Xiang bersama dengan empat pendekar langit lainnya, kini langsung menuju ke desa Tiejia untuk mengantarkan harta benda yang adalah hasil bisnis mereka selama beberapa tahun untuk dibawah ke desa Tiejia yang semuanya telah tersimpan di sebuah cincin ruang yang diberikan oleh Xue Yunlei.


Setelah selesai, akhirnya Su Shao pun segera pergi ke balai kota Yenan untuk memberitahukan kepada Bei Feiyan mengenai pembubaran organisasi Awan Merah serta penyebabnya.


Bei Feiyan sendiri merasa sangat terkejut atas keputusan tersebut. Dirinya tidak menyangka jika hal itu bisa terjadi.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2