
Bao Meng Ling dan Feng Ya segera menggunakan teknik terkuat yang mereka miliki untuk bisa membalas serangan kedua pendekar diranah saint itu.
Sedangkan Chen Kaibo berfokus untuk melindungi mereka berdua.
Saat Lu Haisheng dan Sheng Dong berhenti menyerang dinding formasi pertahanan milik Chen Kaibo, Bao Meng Ling dan Feng Ya dengan cepat segera melepaskan serangan kearah keduanya.
Ribuan pisau yang terbuat dari energi qi milik Bao Meng Ling segera melesat untuk menerjang tubuh kedua pria sepuh itu.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Feng Ya, sebuah tombak energi melesat juga berbarengan dengan ribuan pisau Bao Meng Ling.
Ledakan pun kini bersahut-sahutan saat ribuan pisau energi milik Bao Meng Ling menerjang formasi pertahanan yang kedua pria sepuh itu ciptakan.
Melihat keduanya hanya bertahan, Chen Kaibo segera memanfaatkan situasi tersebut dan segera melepaskan serangan juga ke arah dinding formasi pertahanan itu.
Blaaarrr
Ledakan akibat serangan tinju energi milik Chen Kaibo langsung menciptakan keretakan didinding formasi pertahanan milik Lu Haisheng dan Sheng Dong.
"Bagaimana mungkin serangan seorang pendekar dewa surgawi puncak bisa membuat dinding formasi pertahanan kita retak seperti ini?" Ujar Lu Haisheng merasa terkejut.
Namun tinju energi milik Chen Kaibo kembali menerjang dinding formasi pertahanan mereka dan langsung menghancurkannya.
Tidak hanya kedua lawan mereka, namun Bao Meng Ling dan Feng Ya juga merasa terkejut dengan kekuatan yang Chen Kaibo miliki.
"Jika ingin seperti itu, kalian berdua harus bekerja sama dengan tuan muda Xue, agar bisa mempelajari teknik tingkat dewa yang dia miliki." Ujar Chen Kaibo yang mengetahui apa yang keduanya pikirkan.
Tubuh Lu Haisheng dan Sheng Dong langsung terhempas kebelakang setelah serangan Chen Kaibo menghancurkan dinding formasi pertahanan milik mereka berdua.
"Bagaimana mungkin dia bisa membuat kita seperti ini?" Gumam Lu Haisheng.
Karena kedua pendekar diranah saint itu terkena serangan Chen Kaibo, Bao Meng Ling dan Feng Ya ingin memanfaatkan situasi itu untuk menyerang keduanya.
Namun tindakan keduanya segera dihentikan oleh para pendekar yang berasal dari sekte Lembah Pengobatan dengan puluhan panah mereka yang sudah dibaluti oleh energi qi.
Fokus mereka bertiga akhirnya tertuju pada puluhan anak panah yang melesat ke arah mereka.
Chen Kaibo tidak sempat menciptakan formasi pertahanan untuk ketiganya, sehingga hanya bisa menangkis dan menghindari setiap anak panah yang melesat kearahnya.
"Nona Bao, sepertinya kita tidak bisa bertahan lagi...saat ini jalan satu-satunya adalah kita harus mundur." Tutur Chen Kaibo.
"Iya nona Bao, apa yang tuan muda Chen katakan itu adalah benar adanya." Feng Ya menambahkan.
"Baiklah, ayo kita pergi." Sambut Bao Meng Ling yang menyetujui saran Chen Kaibo.
Ketiganya segera melesat dengan cepat pergi meninggalkan tempat itu.
Saat delapan pendekar diranah pendekar dewa yang berniat untuk mengejar mereka bertiga, langsung dihentikan oleh Lu Haisheng.
__ADS_1
"Biarkan mereka pergi...kita harus membicarakan masalah ini terlebih dahulu dengan nona Xiao Ning Lan...karena apa yang membuat sehingga dirinya diserang oleh dua pendekar diranah saint itu." Tutur Lu Haisheng.
Kini paviliun dimana aula utama kediaman keluarga bangsawan Xiao terlihat tinggal puing-puing.
Hai Ruo dan seorang pelindung kota Chingli segera kembali bersama dengan Xiao Ning Lan setelah merasa sudah aman.
"Nona Xiao, sepertinya saat ini dirimu sudah tidak aman lagi, sehingga ada baiknya kau ikut bersama kami saja ke sekte Lembah Pengobatan." Tutur Lu Haisheng.
"Tetapi, bagaimana dengan usahaku?" Tanya Xiao Ning Lan.
"Biarkan orang kepercayaan mu saja yang mengurusnya." Jawab Lu Haisheng.
"Sedangkan semua pendekar yang berjaga dikediaman mu ini, biarkan mereka pergi menjaga usahamu." Lanjutnya.
"Cepat, kemasi saja barang-barang berharga milikmu agar kita bisa segera pergi ke sekte Lembah Pengobatan." Perintah Lu Haisheng kepada Xiao Ning Lan.
Wanita itu segera pergi melakukan apa yang Lu Haisheng perintahkan kepadanya.
Setelah selesai berkemas, akhirnya mereka segera berangkat menuju ke markas sekte Lembah Pengobatan.
Sesampainya disana, mereka langsung menuju ke aula utama sekte untuk membahas mengenai kejadian yang baru saja menimpa Xiao Ning Lan.
"Nona Xiao, saat ini silahkan kau jelaskan mengapa kau diserang oleh dua pendekar diranah saint itu?" Lu Haisheng membuka pembicaraan.
"Sebenarnya mereka berdua tidak datang untuk mencari ku, namun mereka datang untuk mencari Meng'er." Ucap Xiao Ning Lan.
"Jadi mereka bukan mencari nona Xiao Ning Lan? Terus apa yang mereka inginkan dari nona Xiao Lin Meng?" Ucap Lu Haisheng.
"Wanita itu berniat untuk menyakiti Meng'er." Jawab Xiao Ning Lan.
Ruangan aula utama sekte Lembah Pengobatan kini mulai bergemuruh setelah mendengar apa yang Xiao Ning Lan sampaikan.
"Apa kesalahan nona Xiao Lin Meng?"
"Katanya, dia ingin membalaskan dendam terhadap tuan muda Xue Yunlei dengan menyakiti adikku."
"Apa? Ingin membalaskan dendam kepada pendekar Xue Yunlei? Memangnya apa yang telah pendekar Xue Yunlei lakukan kepadanya?" Lu Haisheng menanggapi.
"Entahlah, aku juga tidak mengetahui hal itu."
Gemuruh didalam ruangan itu semakin bertambah setelah kembali mendengar penjelasan Xiao Ning Lan.
"Apakah wanita itu memiliki kedekatan dengan pendekar Xue Yunlei?" Tanya Sheng Dong.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Xiao Ning Lan.
"Terus, apakah nona Xiao Ning Lan mengetahui dimana saat nona Xiao Lin Meng berada?" Lanjut Lu Haisheng bertanya.
__ADS_1
"Memang Meng'er sempat datang dan telah memberitahukan kepadaku jika dirinya ingin bersembunyi untuk sementara waktu."
"Meng'er juga mengatakan jika itu diperintahkan oleh tuan muda Xue Yunlei, sebab situasi di kota Yin saat ini sedang tidak aman bagi Meng'er ataupun orang-orang terdekat lainnya."
"Itu karena beberapa pendekar yang pernah bersinggungan dengan tuan muda Xue Yunlei, kini sudah bersekutu untuk melawannya."
"Dan menurutku, kemungkinan salah satunya adalah nona Bao Meng Ling itu." Tutup Xiao Ning Lan.
"Jika benar seperti itu, sepertinya kita harus bisa untuk menghubungi pendekar Xue Yunlei, tetapi dimana kita harus menemukannya?" Tutur Lu Haisheng.
"Jika benar masalah itu berpusat di kota Yin, itu berarti kita tidak akan bisa menemukannya di kota itu."
"Sepertinya hanya nona Xiao Lin Meng yang bisa memberitahukan dimana kita bisa bertemu dengan pendekar Xue Yunlei." Tutup Lu Haisheng.
"Saudara Lu, setelah mendengar apa yang baru saja terjadi di kediamannya, pasti nona Xiao Lin Meng akan menunjukan dirinya...bukankah itu akan sangat berbahaya untuknya!?" Ujar Sheng Dong.
"Benar juga...saudara Sheng, mohon kau pergi untuk menunggu kedatangan nona Xiao Lin Meng, untuk mencegah agar mereka tidak lebih dulu menemukannya." Perintah Lu Haisheng menanggapi perkataan Sheng Dong.
"Baik saudara Lu, aku akan pergi untuk bisa lebih dulu menemukan nona Xiao Lin Meng." Ucap Sheng Dong selanjutnya pergi meninggalkan aula utama sekte.
"Aku harap saudara Sheng bisa lebih dulu menemukan nona Xiao Lin Meng, agar kita juga secepatnya bisa menemukan dimana pendekar Xue Yunlei berada." Ucap Lu Haisheng.
"Antarkan nona Xiao Ning Lan untuk beristirahat. Dan untuk kalian berlima, aku tugaskan agar bisa menjaga keamanannya." Perintah Lu Haisheng kepada kelima leluhur.
Kelima leluhur itu terdiri dari dua pendekar dewa surgawi dan tiga pendekar dewa langit.
Meskipun demikian, namun lima sosok tersebut bukanlah lawan yang sepadan dengan Bao Meng Ling dan Feng Ya.
"Baik!" Jawab mereka serentak selanjutnya mengantarkan Xiao Ning Lan ke salah satu paviliun yang memang telah di siapkan untuk setiap tamu yang datang ke sekte itu.
***
Di kota Chingli.
Apa yang Lu Haisheng pikirkan benar adanya, sebab keesokan harinya, kini sosok Xiao Lin Meng langsung terlihat di kediamannya dan sedang mencari keberadaan Xiao Ning Lan.
Sheng Dong yang melihat Xiao Lin Meng segera pergi untuk menemuinya yang juga saat itu didampingi oleh Rui Lianjin.
"Nano Xiao, sebaiknya saat ini anda ikut bersama dengan kami...itu karena nona Xiao Ning Lan saat ini berada di markas sekte kami." Terang Sheng Dong.
"Senior! Siapa yang melakukan hal ini?" Tanya Xiao Lin Meng.
"Sudahlah, nanti kami jelaskan saat sudah tiba nanti di markas sekte kami.
Xiao Lin Meng pun segera menatap Rui Lianjin dan memberi isyarat untuk ikut juga.
Akhirnya mereka bertiga segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
~Bersambung~