
Tidak lama kemudian, seorang pendekar dewa bumi bersama dengan beberapa pendekar langit tiba ditempat dimana rekan mereka terbunuh.
"Ketua, sepertinya belasan rekanku, semuanya telah terbunuh ditempat ini." Tutur pendekar petapa yang sebelumnya bersama dengan belasan pendekar yang terbunuh.
"Dilihat dari cara mereka terbunuh, sepertinya mereka memiliki kemampuan yang berada diatas kita, sebab hanya dengan sekali serang saja, enam pendekar langit dan sepuluh pendekar raja langsung terbunuh dengan sangat mengerikan." Tutur Ketua sekte Racun Surgawi.
"Jika seperti itu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang tetua yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar agung.
Pria sepuh itu tidak ingin bertindak gegabah setelah mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh pendekar yang membunuh anggota sektenya itu.
Sang Ketua sekte segera menatap kearah dimana pendekar petapa itu berada dan bertanya "Menurut pengamatanmu, dari arah mana mereka datang?"
"Sepertinya mereka datang dari arah timur laut dan akan menuju ke arah barat daya." Jawab pendekar petapa itu.
"Hmmmphh...apakah mereka berasal dari sekte Shaolin?" Pikir Ketua sekte Racun Surgawi.
"Sepertinya untuk sementara ini kita harus bersabar terlebih dahulu, sebab para leluhur dan leluhur agung masih berkultivasi." Ucap sang Ketua.
"Saat ini di sekte kita hanya memiliki tiga orang pendekar dewa bumi, sedangkan kekuatan yang membunuh mereka itu lebih kuat dari seorang pendekar dewa bumi...itulah alasannya hingga kita harus menunda untuk mengejar mereka." Lanjutnya.
"Tetapi untuk bisa mengidentifikasi siapa yang telah membunuh mereka, aku sendiri yang akan pergi untuk menyelidikinya jika mereka itu berasal dari sekte Shaolin."
"Dan untuk menyelidiki ke kota-kota terdekat, kalian berdua aku tugaskan untuk itu...dan kita akan bertemu saat sudah berada di kota Yin untuk melanjutkan penyelidikan jika kita belum dapat mengidentifikasi mereka." Sambil menunjuk ke arah dua pendekar agung.
"Baik Ketua!" Jawab keduanya serentak.
"Yang lainnya saat ini segera kembali ke sekte... Sedangkan urusan sekte aku serahkan kepada tetua agung untuk mengurusnya...jika kami bertiga telah selesai mengidentifikasi siapa yang telah membunuh anggota sekte kita, kami akan segera kembali ke sekte." Tutup sang Ketua.
Ketua sekte bersama dua pendekar agung segera pergi untuk menyusul kelompok Xue Yunlei.
Dan anggota sekte yang lain segera kembali ke sekte mereka untuk menunggu perkembangan selanjutnya.
***
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan, akhirnya Xue Yunlei dan yang lainnya kembali melihat sebuah dinding formasi pembatas lima mil jauhnya dari sebuah gunung.
"Huaxianzi, apakah disini ada sekte juga?" Tanya Xue Yunlei untuk memastikan.
__ADS_1
"Iya tuan, disini adalah wilayah dari sekte Shaolin." Jawab Huaxianzi.
"Meskipun aku sudah dikenal dalam dunia persilatan, tetapi masih ada banyak hal yang belum aku ketahui, salah satunya adalah letak dari sekte-sekte serta perguruan ilmu bela diri yang berada di wilayah negara Xin maupun diluar wilayah negara Xin ini."
"Jika aku sudah selesai membalaskan dendam ku kepada roh dewa itu serta kepada para pendekar yang membunuh Xiangwei, aku akan berkeliling untuk mengunjungi setiap sekte dan perguruan ilmu bela diri yang ada."
"Jika seperti itu, apakah kami bertiga ikut serta juga?" Tanya Yao Laohu.
"Ha...ha...ha...ha...ha...apakah diusia mu yang sudah ribuan tahun itu masih belum mengunjungi setiap tempat didunia ini?"
"Mana mungkin aku bisa mengunjungi setiap tempat di dunia ini? Aku terlalu fokus untuk berkultivasi agar kemampuan ku bisa untuk melindungi diriku sendiri dari buruan bangsa manusia." Jawab Yao Laohu.
"Ohhh...ternyata sosok raja siluman harimau masih takut juga dengan manusia?" Tanya Xue Yunlei sambil tersenyum.
Yao Laohu menjadi salah tingkah setelah mendapatkan pertanyaan dari Xue Yunlei lagi.
Sedangkan yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Yao Laohu.
Mereka terus melakukan perjalanan tanpa menghiraukan sekte Shaolin yang mereka lewati.
Para murid dari sekte Shaolin yang melihat kelompok Xue Yunlei segera melaporkan hal itu kepada seorang guru.
Para murid merasa terkejut dengan apa yang disampaikan oleh guru mereka itu.
"Siapa sosok yang guru maksudkan itu?" Tanya seorang murid.
"Kalian lihat saja, mereka adalah kenalan sejak ratusan tahun yang lalu...sepertinya dia sedang mengejar kelompok yang kalian lihat itu." Ucap sang guru menjawab pertanyaan murid-Nya.
"Jika itu kenalan guru, lebih baik kita hentikan saja kelompok itu agar kenalan guru bisa menemukan mereka." Ujar seorang murid.
"Biarkan takdir yang menentukan apakah mereka bisa bertemu atau tidak...kita tidak boleh mencoba untuk merubah takdir langit." Balas sang guru.
"Keinginan adalah suatu rasa yang bisa memberikan kebahagiaan dan juga sebaliknya bisa mendatangkan kehancuran." Tutup sang guru menasehati para murid
Biksu itu adalah salah satu pendekar dewa langit di sekte Shaolin tersebut. Karena pengetahuan serta kekuatan spiritualnya yang kuat, sehingga ia bisa merasakan kedatang Ketua sekte Racun Surgawi.
Sedangkan untuk kelompok Xue Yunlei, dirinya telah mengetahui siapa keempat sosok yang bersama dengan pemuda itu serta bisa mengenal Zhuan Zhu.
__ADS_1
Namun dia tidak mengenal sosok Xue Yunlei, sebab biksu itu belum pernah bertemu dengan pemuda itu.
Tetapi biksu itu merasa penasaran dengan sosok pemuda tersebut, karena dirinya belum pernah bertemu dengan seorang pendekar muda dengan basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa.
Karena seperti biasa, basis kultivasi yang dimiliki oleh seorang pendekar yang baru memiliki usia tulang murni yang tidak lama lagi berusia dua puluh tahun pasti hanya sebagai seorang pendekar raja. Itu pun adalah seorang jenius.
"Rahasia langit benar-benar tidak bisa diselami, pemuda itu telah ditakdirkan oleh langit untuk menjadi penguasa dunia persilatan." Gumam sang biksu.
Tidak lama kemudian akhirnya Ketua sekte Racun Surgawi tiba di perbatasan wilayah sekte Shaolin.
Pria sepuh itu segera meningkatkan kekuatan spiritualnya untuk memindai area sekitar perbatasan sekte Shaolin.
Saat dirinya sedang mendeteksi keberadaan para murid sekte Shaolin, pria sepuh itu langsung dikejutkan oleh suara yang berasal dari pria sepuh namun terdengar bijaksana.
"Rupanya teman lama telah mampir di sekte kami ini, apakah anda mau mampir untuk minum teh denganku?" Sambut seorang biksu yang telah menunggu kedatangan sang Ketua sekte Racun Surgawi.
"Aku tidak menyangka jika kedatangan ku langsung disambut oleh guru Gee Sin... Senang bisa bertemu lagi denganmu." Ucap Ketua sekte Racun Surgawi sambil memberi hormat.
"Amitabha...kita telah digariskan untuk berjodoh oleh langit sehingga bisa bertemu lagi." Balas sang biksu.
"Guru Gee, maafkan jika kedatangan ku terlihat seperti seorang pencuri...namun aku tahu guru Gee memiliki pengetahuan yang sangat luas, sehingga guru Gee pasti telah mengetahui maksud kedatanganku." Tutur Siu Lum.
"Amitabha...Pendekar Siu Lum terlalu memuji, pengetahuanku belumlah pantas untuk menerima pujian dari mu...hal itu karena setiap manusia masih memiliki keterbatasan didalam dirinya." Balas Gee Sin merendah.
"Baiklah...guru Gee, maksud kedatanganku untuk memastikan apakah kalian baru saja menerima tamu yang datang dari arah markas sekte kami?" Siu Lum langsung ke pokok pembicaraan.
"Amitabha...jika kami baru saja menerima seorang tamu, apakah aku masih sempat untuk menyambut kedatangan pendekar Siu Lum?" Balas Gee Sin.
"Guru Gee, terima kasih atas jawabannya... Maafkan karena aku tidak bisa menemanimu untuk minum teh terbaik di sektemu...aku pamit undur diri." Tutup Siu Lum.
"Amitabha...pendekar Siu Lum, terima kasih karena telah mampir di sekte kami." Balas Gee Sin mengantarkan pergi ketua sekte Racun Surgawi.
Dengan cepat Siu Lum segera melesat terbang untuk menuju ke arah barat daya dimana arah yang diambil oleh kelompok yang membunuh belasan anggota sektenya.
Sedangkan Gee Sin segera kembali ke tempat semula dimana dia berada untuk melanjutkan meditasinya.
"Jika dia memiliki basis kultivasi yang setara denganku...sudah aku serang dia dengan racun yang aku miliki." Pikir Siu Lum setelah sudah berada di tempat yang menurutnya aman.
__ADS_1
~Bersambung~