
Xiao Lin Meng kini sudah selesai berkultivasi bersama dengan Xiao Ning Lan dan juga Rui Lianjin.
Setelah selesai berkultivasi, mereka pun segera pergi menuju ke istana bangsa peri penguasa hutan ilusi untuk bisa bertemu dengan Xue Yunlei dan yang lainnya.
"Apakah tuan muda Xue Yunlei sedang berada di dalam?" Tanya Xiao Lin Meng kepada prajurit peri yang berjaga.
"Hormat kepada penguasa putri!" Sambut para prajurit peri yang berjaga.
"Penguasa Putri, silahkan masuk! Penguasa sedang berada di dalam." Ucap prajurit peri tersebut mempersilahkan.
Ketiga wanita itu pun segera memasuki aula utama istana bangsa peri penguasa hutan ilusi.
Shuhou bersama para petinggi bangsa peri penguasa Hutan Ilusi lainnya, Yao Laohu, Langren dan Gai Bian yang melihat kedatangan Xiao Lin Meng bersama dua wanita lainnya segera menyambut dengan memberi hormat.
Melihat tindakan petinggi peri dan ketiga raja siluman itu, membuat yang lainnya yang hadir di dalam ruangan itu segera ikut memberi hormat kepada ketiganya.
Shuhou yang adalah pemilik istana itu, segera menyambut Xiao Lin Meng dan mengantarkannya untuk duduk disamping Xue Yunlei.
Xue Yunlei sendiri hanya bisa tersenyum dengan situasi yang terjadi saat itu.
Setelah ketiganya telah duduk ditempat yang sudah disiapkan, Xue Yunlei pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka saat itu.
"Karena hal yang belum aku tahu telah kalian beritahukan kepadaku, untuk itu, kalian sudah bisa kembali ke tempat kalian masing-masing."
"Baik Penguasa!" Jawab mereka serentak.
Para petinggi bangsa peri penguasa danau serta peri dan siluman penguasa hutan wilayah kota Jicheng segera pergi untuk meninggalkan istana tersebut dan diantarkan oleh para petinggi bangsa peri penguasa hutan ilusi hingga sampai ke luar wilayah mereka.
Sedangkan Xue Yunlei sendiri, kini pergi bersama dengan Xiao Lin Meng untuk mencari tempat yang tepat bagi keduanya.
"Kenapa kau mengajakku kesini? Apakah ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" Tanya Xiao Lin Meng merasa penasaran.
"Iya, memang ada hal penting yang ingin aku bicarakan secara pribadi denganmu...dan hal itu mengenai hubungan kita." Jawab Xue Yunlei.
"Kenapa dengan hubungan kita?" Tanya Xiao Lin Meng dengan nada suara yang meninggi.
__ADS_1
"Nona Xiao, sepertinya hubungan kita ini terjalin karena keinginanmu saja... Sedangkan diriku sendiri tidak ingin menjalani hubungan kita jika itu sebagai sepasang kekasih."
"Apa maksudmu? Apakah saat ini ada yang salah dengan pikiranmu itu? Mengapa kau berkata seperti itu?"
Xiao Lin Meng langsung melontarkan pertanyaan berturut-turut kepada Xue Yunlei untuk menanggapi perkataannya.
Kini raut wajah wanita itu terlihat sangat tidak percaya menatap pemuda didepannya setelah mendengar perkataannya.
"Nona Xiao, kau harus tenang dan dengarkan dahulu apa yang akan aku jelaskan kepadamu, jika kau bersikap seperti ini, bagaimana aku bisa menjelaskan kepadamu!?" Xue Yunlei ingin menenangkan hati dan pikiran Xiao Lin Meng agar dirinya bisa melanjutkan penjelasannya.
"Bagaimana bisa aku tenang jika perkataanmu seperti itu!? Wanita manapun yang berada diposisi ku saat ini, pasti akan merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan." Xiao Lin Meng tetap mempertahankan sikapnya.
"Mungkin benar apa yang nona Xiao katakan itu, akan tetapi hal itu juga belum tentu benar bagi setiap pria yang berada di posisiku saat ini." Tanggapan yang Xue Yunlei berikan.
"Sepertinya setelah beberapa kali bertarung, otakmu mulai berubah...mengapa sebelumnya kau tidak mengatakan hal ini kepadaku?" Xiao Lin Meng dengan tatapan yang tidak bersahabat.
"Sebelumnya aku hanya berpikir untuk membalaskan dendamku saja, sehingga apa yang kau utarakan kepadaku saat itu, aku hanya mengiyakan saja."
"Apakah saat ini kau sedang mempermainkanku?" Tanya Xiao Lin Meng dengan nada suara yang semakin emosi.
"Apakah saat ini kau juga mengerti dengan isi hatiku? Tidak! Kau tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini."
"Aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini, akan tetapi aku juga harus memberitahukan kepada mu apa yang sebenarnya aku pikirkan." Balas Xue Yunlei.
"Aku baru saja selesai berkultivasi, aku pikir pencapaian ku ini akan mendapatkan hadiah yang bisa membuatku lebih bahagia, nyatanya hal yang aku terima adalah rasa sakit yang sulit untuk bisa aku lupakan seumur hidupku." Ucap Xiao Lin Meng dengan nada suara yang lirih sambil meneteskan air matanya.
"Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk membuatmu tersakiti, namun aku juga tidak ingin hidup dalam kebohongan." Balas Xue Yunlei.
"Coba kau pikirkan, jika ada seorang pria yang bersih kukuh ingin memiliki mu, apa yang ingin kau lakukan jika kau tidak ingin menjadikan dia pendamping hidupmu? Apakah kau akan tetap menerimanya?" Lanjut Xue Yunlei bertanya.
Xiao Lin Meng tidak langsung menjawab pertanyaan Xue Yunlei, kini dirinya hanya bisa terdiam sambil meneteskan air matanya.
Meskipun demikian, wanita itu kini mulai berpikir mengenai apa yang Xue Yunlei tanyakan kepadanya.
"Mengapa pertanyaannya itu sulit untuk ku jawab? Apakah ini pertanyaan untuk menjebakku?" Pikir Xiao Lin Meng.
__ADS_1
Meskipun Xue Yunlei mengetahui apa yang Xiao Lin Meng pikirkan, namun dirinya tidak ingin untuk mengungkapkan hal itu agar tidak semakin memperumit situasi saat itu.
"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Ayo kau jawab... Jika kau menjawabnya aku akan menanggapi jawaban yang kau berikan." Lanjut Xue Yunlei.
"Sial, mengapa dia membuatku semakin tersudut? Apa yang harus aku katakan kepadanya?" Xiao Lin Meng menggerutu dalam hatinya.
"Jika aku mengatakan bahwa aku akan menerima pria itu, apa yang akan dia katakan kepadaku?" Lanjutnya.
"Dan jika aku mengatakan bahwa aku tidak akan menerima pria itu, pasti dia juga akan menjadikan jawabanku itu sebagai alasannya."
Kini Xiao Lin Meng mulai menjadi dilema dengan jawaban yang harus dia berikan kepada Xue Yunlei.
Xue Yunlei sendiri meskipun sudah mengetahui apa yang Xiao Lin Meng pikirkan, namun dirinya juga merasa bingung jika wanita didepannya itu memberikan jawaban bahwa dia akan menerima pria yang sangat menyukai dirinya.
"Jika itu terjadi, aku akan menerima pria itu, sebab dia pasti akan menjagaku dengan cara apapun agar tidak ada pria lain yang bisa memiliki diriku, apa lagi akan menggangguku." Jawab Xiao Lin Meng.
"Sepertinya dia benar-benar memilih jawaban itu, jadi saat ini apa yang harus aku katakan kepadanya!?" Xue Yunlei kembali berpikir.
"Ayo, katakan tanggapanmu!? Kenapa hanya diam!?" Lanjut Xiao Lin Meng karena melihat Xue Yunlei tidak segera menanggapi perkataannya.
Karena Xiao Lin Meng mendesaknya, akhirnya Xue Yunlei pun langsung memberikan tanggapan atas jawaban yang dia berikan.
"Jika begitu, aku tidak bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang kau katakan itu, sebab aku pasti akan merelakan dirimu kepada pria yang benar-benar mencintaimu, karena pasti dia bisa membuatmu bahagia, tidak seperti diriku."
"Mengapa kau begitu keras kepala seperti ini? Apakah menurutmu aku ini kurang cantik?" Balas Xiao Lin Meng tidak terima dengan apa yang Xue Yunlei sampaikan.
"Nona Xiao, saat ini saja aku sudah membuatmu terluka, bagaimana mungkin kau mau menjadikan diriku sebagai pendamping hidupmu?" Xue Yunlei tetap membuat agar Xiao Lin Meng menerima keputusannya saat itu.
"Aku tahu, meskipun saat ini kau membuatku terluka, namun sebenarnya kau tidak ingin melukai hati dan perasaanku." Xiao Lin Meng mencoba untuk menghibur dirinya sendiri.
"Nona Xiao, biarkan hubungan kita kembali seperti saat pertama kali kita bertemu, sebab aku merasa lebih nyaman dengan hubungan kita saat itu, berbeda dengan apa yang aku rasakan disaat kau ingin menjadi kekasihku." Xue Yunlei mencoba membuat Xiao Lin Meng mengerti dengan apa yang dia rasakan.
Keduanya terus membahas mengenai hubungan keduanya hingga akhirnya Xiao Lin Meng pun menerima keputusan yang diambil oleh Xue Yunlei saat itu meskipun hatinya merasa sangat terluka.
~Bersambung~
__ADS_1