PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 46. Perubahan Peringkat Jenius


__ADS_3

Di salah satu sekte terbesar di negara Xin, terlihat para anggota sekte sedang melakukan ujian untuk naik tingkat dan juga untuk mencari siapa yang paling jenius.


Para jenius muda di sekte tersebut mulai saling bertarung satu dengan yang lain untuk merubah posisi mereka di daftar anggota sekte yang paling jenius.


Hal tersebut akan memberikan manfaat bagi mereka.


Sebab pembagian sumber daya akan sangat berbeda jika memiliki peringkat yang terlemah dan akan dianggap sampah oleh anggota sekte yang lain.


Sehingga semua anggota sekte terus berusaha sebaik mungkin untuk dapat merubah peringkat mereka sebagai jenius muda.


Di sekte Tongtian sendiri, memiliki satu kitab yang menjadi andalan di sekte itu.


Kitab itu hanya bisa di pelajari oleh setiap jenius muda disekte tersebut.


Akan tetapi, meskipun sudah seratus tahun kitab itu dipelajari oleh setiap jenius muda yang di rekrut setiap tahunnya, belum ada yang sepenuhnya sanggup untuk menguasai seluruh teknik yang ada di dalam kitab itu.


Kekuatan utama sekte Tongtian sendiri adalah menggunakan daya prana halilintar sebagai tenaga dalam.


Atau bisa dikatakan bahwa para anggota disekte itu memiliki kemampuan dengan serangan halilintar.


Tingkat tertinggi dari jurus andalan mereka itu jika ada yang bisa menyerap halilintar dari langit ke-9 untuk digunakan sebagai tenaga yang bisa digunakan menyerang lawan mereka.


Yang berarti telah memiliki petir yang berwarna hitam, yaitu petir terkuat.


Di atas panggung pertarungan, terlihat seorang gadis remaja sedang berhadapan dengan seorang pria yang juga adalah salah seorang anggota sekte Tongtian.


"Apakah kamu sudah siap?". Tanya pria yang menjadi lawan gadis remaja itu.


"Sejak aku naik keatas panggung ini, aku telah siap untuk menghadapiMu". Jawab Zhang Mingmei dengan penuh percaya diri.


"Baiklah, kalau begitu, aku tidak akan menahan lagi seranganKu". Balas pria yang menjadi lawan Zhang Mingmei yang segera menyerangnya.


Tombak yang dibaluti dengan petir yang berwarna merah dan berderak - derak dengan cepat mengarah ke posisi dimana Zhang Mingmei berdiri.


Gadis itu dengan cepat segera menyalurkan juga energi qi miliknya dan mengaktifkan tektik petir yang sama dengan yang juga digunakan oleh lawannya.


Petir berwarna merah juga menyelimuti pedang milik Zhang Mingmei.


Duuaaarrr...duuaaarrr...duuaaarrr


Bunyi ledakan saat kedua senjata mereka saling bertemu.


Seorang wanita tua yang berada dipanggung utama hanya tersenyum saat melihat pertarungan itu.


Dia adalah Jia Yifan guru Zhang Mingmei yang juga adalah satu - satunya perempuan yang menjadi tetua utama di sekte itu.

__ADS_1


Wanita yang terlihat seperti berusia 50-an tahun itu adalah seorang pendekar di ranah langit, yaitu pendekar Suci tahap akhir, satu tingkat di bawah Weng Yuang, ketua sekte Tongtian yang adalah pendekar Spiritual tahap awal.


Jia Yifan sendiri menjabat sebagai tetua penegak hukum di sekte itu, sehingga dirinya sangat di hormati oleh anggota sekte Tongtian.


Pertarungan pun terus berlanjut, setelah sudah beberapa saat bertukar serangan dan memasuki seratus jurus, Zhang Mingmei pun meningkatkan tingkat kekuatan petir yang dia miliki.


Kini warna petir yang menyelimuti pedang Zhang Mingmei sudah berubah warna dan terlihat berwarna kuning.


Melihat perubahan tersebut, mata pria yang menjadi lawannya langsung terbelalak.


Dia tidak menyangka jika gadis di depan yang menjadi lawannya itu memiliki kemampuan yang berada diatasnya.


"Apa? Bagaimana mungkin dia telah mencapainya?". Pikir pria itu yang adalah seorang jenius yang menduduki posisi di peringkat tiga.


Dan memang petir yang berwarna kuning adalah petir terkuat ketiga selain yang berwarna putih di posisi kedua dan petir berwarna hitam di posisi yang paling terkuat.


Sedangkan para tetua utama, mereka tidak kalah terkejut juga setelah melihat apa yang ditunjukkan oleh Zhang Mingmei.


"Rupanya tetua Jia telah memiliki murid seorang jenius yang telah lama kita nantikan". Tutur Weng Yuang disamping wanita yang adalah guru Zhang Mingmei.


"Hmm...Ketua terlalu memuji, menurutKu, dia bukanlah muridKu sendiri, melainkan dia itu adalah murid kita semua, sebab dia adalah anggota di sekte kita ini". Balas Jia Yifan sambil tersenyum kecil.


"Mengapa kamu hanya diam? Jika aku menyerangMu, itu akan memberikan dampak yang sangat buruk bagiMu". Ujar Zhang Mingmei karena pria yang menjadi lawannya kini hanya diam.


Tersadar dari apa yang baru dia pikirkan, pria itu pun kembali bersiap dan ingin mencoba sedasyat apa kekuatan dari serangan petir yang berwarna kuning.


Teknik segel tangan untuk menciptakan perisai pertahanan pun digunakan oleh pria itu.


Zhang Mingmei pun segera melesat dan melepaskan serangan tusukan pedangnya yang sudah dibaluti petir berwarna kuning kearah perisai pertahanan lawannya itu.


Booommm


Bunyi ledakan yang kuat pun langsung terjadi saat serangan Zhang Mingmei membentur perisai pertahanan lawannya.


Tidak ada serangan lanjutan yang dilakukan oleh gadis itu.


Hal tersebut karena kini tubuh pria yang menjadi lawannya telah terjatuh dari atas panggung pertarungan.


Perbedaan kekuatan petir yang mereka miliki langsung terlihat.


Dan diantara jenius muda yang ada disekte itu, hanya Zhang Mingmei sendiri yang bisa mencapai tingkat petir tersebut.


Seorang tetua pun segera melompat ke atas panggung arena pertarungan dan menyatakan Zhang Mingmei sebagai pemenangnya, serta menggantikan posisi lawannya itu sebagai jenius ketiga terkuat di sekte tersebut.


Xue Zhao dan Chen Kaibo yang melihat kemampuan Zhang Mingmei merasa tidak senang dengan pencapaian gadis itu.

__ADS_1


Sebab keinginan keduanya untuk mendekati Zhang Mingmei akan lebih sulit lagi.


Sedangkan Xue Bang sendiri sangat senang dengan pencapaian sahabatnya itu.


"Nona Zhang, ternyata kejeniusanMu lebih jenius dari yang lain, para tetua utama saja merasa kagum dengan kemampuan yang telah kamu capai itu". Puji Xue Bang sambil tersenyum.


"Kamu terlalu memujiKu, jika saja tuan muda Xue bersama - sama dengan kita, serta bisa berkultivasi, kejeniusanKu ini tidak ada apa - apanya". Balas Zhang Mingmei.


"Iya, entah dimana saat ini dia berada!? Aku yakin, tuan muda Xue Yunlei masih hidup". Lanjut Xue Bang.


"Aku juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kamu rasakan". Zhang Mingmei menanggapi perkataan Xue Bang.


"Kamu harus berusaha untuk menunjukkan bahwa kamu juga adalah salah satu jenius diantara jenius muda di sekte ini". Lanjut Zhang Mingmei.


"Jangan mengecewakan Xue Yunlei karena telah memberikan petunjuk kepadaMu sehingga menjadi salah satu jenius dari kota Yin". Tutup gadis tersebut.


"Nona Zhang tidak perlu khawatir, aku pasti tidak akan mengecewakan tuan muda Xue Yunlei". Ujar Xue Bang sambil mengangkat golok miliknya.


"Siapa yang akan kamu tantang?". Tanya Zhang Mingmei penasaran.


"Aku akan menantang He Jing!". Jawab Xue Bang penuh percaya diri.


He Jing sendiri adalah jenius nomor satu di sekte tersebut, sehingga Zhang Mingmei langsung terkejut mendengar jawaban Xue Bang.


"Apakah kamu serius untuk menghadapinya?". Tanya Zhang Mingmei untuk memastikannya lagi.


"Iya, aku serius untuk menantangnya, dengan bimbingan serta petunjuk yang diberikan oleh tuan muda Xue Yunlei, itu adalah modal yang sangat berarti bagiku". Tutur Xue Bang dengan raut wajah serius.


"Baiklah, aku percaya dengan keputusanmu itu". Ucap Zhang Mingmei.


Setelah selesai satu partai pertarungan di atas arena, seorang tetua langsung melontarkan pertanyaan kepada semua anggota sekte yang adalah murid dalam.


"Siapa lagi yang akan bertarung? Dan siapa yang akan ditantangnya?".


"Aku!". Jawab Xue Bang yang langsung melompat ke atas panggung arena pertarungan.


Karena itu adalah untuk pertama kalinya mereka akan melihat Xue Bang, sehingga banyak diantara mereka meremehkan pria gendut itu.


"Siapa yang akan kamu tantang?". Tanya sang tetua yang memimpin acara tersebut.


"Aku ingin menantang He Jing!". Jawab Xue Bang dengan penuh percaya diri.


Semua yang hadir ditempat itu langsung terkejut mendengar nama sosok yang di tantang oleh Xue Bang.


Tidak terkecuali dengan He Jing sendiri.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2