PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 195. Kota Bangsa Kurcaci


__ADS_3

Keenam sosok yang berasal dari tiga bangsa yang berbeda itu kini seperti dimuntahkan keluar dari dalam portal ruang dan waktu yang mereka gunakan untuk memasuki dunia bangsa kurcaci.


Saat terlempar keluar dari portal ruang dan waktu, mereka segera menggunakan ilmu meringankan tubuh agar bisa mendarat dengan baik.


"Penguasa, sepertinya kita sudah memasuki dunia bangsa kurcaci, ayo kita pergi ke tempat kurcaci yang membuatkan senjata untuk ku." Ucap Yao Laohu.


"Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian tidak apa-apa?." Tanya Xue Yunlei kepada Huaxianzi dan yang lainnya.


"Iya penguasa, kami semua baik-baik saja." Jawab Gai Bian.


"Baiklah, kalau begitu, ayo kita berangkat." Perintah Xue Yunlei dan segera naik keatas punggung Yao Laohu.


Begitu juga dengan Huaxianzi dan Zhuan Zhu, keduanya segera naik keatas punggung tunggangan mereka masing-masing.


Ketiga ekor siluman itupun segera berlari menuju ke tempat yang Yao Laohu maksudkan yang saat itu memimpin didepan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka bisa tiba di salah satu kota bangsa kurcaci.


"Penguasa, meskipun mereka terlihat kecil, akan tetapi bangsa kurcaci memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh bangsa manusia, sehingga kita tidak boleh meremehkan mereka jika sudah memasuki kota itu." Yao Laohu memberitahukan kepada Xue Yunlei sedikit informasi tentang bangsa kurcaci.


"Mereka juga sangat rakus, sehingga mereka akan terus meminta sesuatu dari kita, untuk itu kita tidak boleh terlihat dermawan dihadapan mereka." Lanjutnya.


"Apakah kau mengetahui jalan untuk keluar dari dunia ini?." Tanya Xue Yunlei kepada Yao Laohu.


"Iya penguasa, aku tahu jalan keluar dari dunia ini, namun portalnya harus di aktifkan oleh bangsa kurcaci sendiri." Jawab Yao Laohu.


"Hmmmph...sepertinya sangat menarik juga, sehingga kita dipaksa untuk mengikuti setiap aturan yang ada didunia ini." Pikir Xue Yunlei.


Mereka pun akhirnya tiba di gerbang kota dan langsung di hadang oleh puluhan prajurit yang berjaga.


"Siapa dan dari mana asal kalian?." Tanya kurcaci yang bertugas di gerbang kota itu.


"Kami berasal dari dunia manusia dan sengaja datang ke sini untuk mengunjungi tuan Zagong untuk membuat senjata." Jawab Yao Laohu sambil menunjukkan identitasnya.


"Ternyata kau adalah seekor siluman harimau...terus siapa yang ada diatas punggungmu itu?."


"Dia adalah penguasa bangsa kami didunia manusia." Jawab Yao Laohu jujur.


"Apakah dia adalah seorang manusia?."


"Iya tuan, dia adalah seorang manusia." Jawab Yao Laohu lagi.


"Perkenalkan aku Xue Yunlei ingin berkunjung ke kota kalian ini untuk menemui tuan Zagong, aku harap tuan-tuan bisa untuk mengijinkan kami." Tutur Xue Yunlei.

__ADS_1


"Boleh saja...aku bisa membiarkan kalian untuk memasuki kota kami ini, tetapi kau harus memberikan kami sesuatu yang berharga." Balas kurcaci yang adalah komandan pasukan penjaga gerbang kota.


"Tuan, aku tidak memiliki banyak harta, sehingga aku kepada tuan untuk berbaik hati kepada kami...berapa yang harus aku berikan kepada tuan?."


"Cepat berikan kepadaku seribu keping emas...jika tuan bisa memberikannya kepada ku, aku akan membiarkan kalian untuk masuk."


Mendengar nominal yang dibutuhkan oleh sang komandan, Xue Yunlei pun segera memberikan jumlah yang sudah ditentukannya itu.


"Ternyata tuan tidak semiskin dugaanku, jumlah yang aku mintakan bisa langsung diberikan...sepertinya tuan harus menambahkan lima ratus keping emas lagi kepadaku."


"Tuan, jika aku memberikan lagi lima ratus keping emas kepadamu, bagaimana nantinya aku membayar kepada tuan Zagong?." Balas Xue Yunlei menanggapi permintaan sang komandan.


"Sepertinya tuan Xue sangat pintar bersilat lidah, aku sangat menghormati kepintaran tuan itu... namun kau tetap harus memberikan lima ratus keping emas lagi kepada kami." Tutur komandan kurcaci dengan senyuman yang penuh kelicikan.


"Tuan, maksud kedatangan kami kedunia ini, bukan bermaksud tidak baik, sehingga aku berharap tuan tidak mempersulit perjalanan kami." Balas Xue Yunlei dengan nada suara yang tinggi.


"Sepertinya anda terlihat sangat berkuasa didunia asalmu, sehingga anda lupa untuk merendahkan diri dihadapan orang lain."


"Apakah kau pikir ini dunia mu sehingga ingin mengancamku?."


"Para dewa saja tidak bersikap arogan seperti dirimu saat mengunjungi kota kami ini, tetapi kau hanya manusia terlalu merasa berkuasa dihadapan kami." Tutur sang komandan mulai terprovokasi dengan sikap dan kata-kata Xue Yunlei.


"Aku terlahir sebagai manusia...kalian terlahir sebagai kurcaci sehingga aku berpikir ada baiknya kita tidak saling menyinggung satu dengan yang lain." Balas Xue Yunlei.


"Apakah itu dipikirkan oleh tuan?." Ucap Xue Yunlei sambil bertanya kepada sang komandan.


"Apakah anda sedang mengancamku?." Balas sang komandan.


"Aku tidak sedang mengancammu, tetapi jika kau pintar pasti kau bisa mengerti apa yang aku maksudkan." Ucap Xue Yunlei.


"Mungkin aku tidak bisa memperoleh senjata pusaka yang aku inginkan, tetapi aku sudah tidak mau lagi diinjak-injak oleh siapa pun juga." Pikir Xue Yunlei.


Melihat sorot mata yang tajam Xue Yunlei, sang komandan pun mulai mempertimbangkan niatnya untuk mendapatkan emas lebih banyak lagi.


"Sepertinya emas ini sudah cukup...jika aku memaksanya untuk menambah 500 keping emas lagi...sepertinya manusia ini akan membuat masalah disini." Pikir sang komandan.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya sang komandan angkat suara "Baiklah, jika hanya ini yang bisa kau berikan kepada kami, tidak mengapa...silahkan kalian masuk."


"Cepat buka pintu gerbangnya!." Teriak sang komandan memberikan perintah kepada bawahannya.


Xue Yunlei kembali menunjukkan sikap yang tenang seperti tidak memiliki masalah dengan komandan itu.


"Terima kasih atas pengertian serta kebaikan hati tuan." Ucap Xue Yunlei sebelum pergi memasuki kota kurcaci itu.

__ADS_1


Sang komandan tidak menanggapi ucapan Xue Yunlei dan hanya menatap kelompok itu memasuki kota mereka.


Disepanjang perjalanan, mereka menjadi pusat perhatian. Berbagai macam hal yang dipikirkan oleh setiap kurcaci yang melihat mereka.


Namun Xue Yunlei tidak menghiraukan pikiran para kurcaci itu.


"Yao Laohu, apakah tempat tuan Zagong itu masih jauh?." Tanya Xue Yunlei.


"Tidak penguasa, sedikit lagi kita akan sampai di kediaman tuan Zagong." Jawab Yao Laohu.


Dan benar saja, tidak lama kemudian Yao Laohu langsung berbelok ke sisi kanan dari jalan utama dan langsung melihat sebuah bangunan besar yang terbuat dari batu yang dipahat.


Meskipun bangunan itu terlihat besar, namun pintunya hanya setinggi tubuh Xue Yunlei saja.


"Apakah tuan Zagong ada di kediamannya?." Tanya Yao Laohu yang saat itu sudah berwujud manusia.


Kini didepan kediaman Zagong terlihat sudah ada enam sosok manusia yang berdiri.


"Iya, tuan Zagong ada didalam...siapa kalian dan apa tujuan kedatangan kalian ini?." Tanya kurcaci yang berjaga.


"Katakan kepadanya jika Yao Laohu ingin bertemu dengannya." Jawab raja siluman harimau itu.


"Baik! Mohon kalian tunggu sebentar." Balas kurcaci itu dan pergi meninggalkan mereka.


Beberapa saat kemudian akhirnya Zagong keluar untuk menyambut kedatangan mereka.


"Tuan Yao Laohu...senang bisa bertemu lagi denganmu." Ucap Zagong dan langsung memeluk tubuh raja siluman harimau itu.


"Tuan Zagong, terima kasih atas penyambutannya...kenalkan, ini adalah penguasa bangsa kami didunia manusia." Ucap Yao Laohu dan langsung memperkenalkan Xue Yunlei.


"Aku Xue Yunlei merasa senang bisa bertemu dengan tuan Zagong." Ucapnya.


"Senang juga bisa bertemu dan mengenal tuan Xue Yunlei." Balas Zagong.


"Kalau begitu, mari kita masuk untuk melanjutkan pembicaraan kita didalam." Zagong mempersilahkan.


Mereka pun memasuki bangunan kediaman Zagong. Setelah tiba di ruang tamu bangunan itu, kurcaci itu langsung mempersilahkan mereka untuk duduk.


Karena dia sering dikunjungi oleh beberapa bangsa selain bangsa kurcaci, sehingga kursi yang ada diruangan itu telah dibuat sesuai dengan ukuran bangsa manusia.


"Bagaimana tuan Xue? Apa yang membuatmu sehingga datang ke kediaman ku ini?." Tanya Zagong.


"Kedatangan ku kesini untuk meminta bantuan tuan Zagong agar bisa membuatkan senjata pusaka untukku." Jawab Xue Yunlei.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2