PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 59. Naga Logam Api


__ADS_3

Xue Yunlei dan juga Xiangwei terus melesat terbang ke arah timur untuk kembali ke hutan ilusi.


Setelah mendekati perbatasan wilayah padang gurun, keduanya pun merasa senang, karena para tetua suku Hushi tidak bisa mengejar keduanya.


Namun rasa itu tidak bertahan lama, sebab kini keduanya sudah di kepung oleh belasan tetua Suku Hushi.


"Apakah kalian pikir bisa melarikan diri dari kami? Kalian berdua terlalu menganggap remeh kemampuan kami".


Xue Yunlei dan Xiangwei merasa terkejut disaat keduanya telah dikepung oleh para tetua Suku Hushi.


" Kami menghindari kalian bukan karena kami merasa takut dengan kalian, akan tetapi kami tidak ingin untuk mengotori tangan kami dengan membunuh kalian ". Balas Xue Yunlei dengan tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun.


" Anak muda, kamu terlalu merasa percaya diri dengan kemampuan yang kamu miliki, akan tetapi kamu tidak menyadari jika kuantitas juga merupakan suatu keuntungan yang didalam suatu pertarungan ". Ujar Sang Tetua Agung sambil menyeringai seraya memberikan isyarat kepada yang lain untuk segera menyerang dua sosok yang yang kini berada tepat ditengah - tengah mereka.


Enam orang tetua segera membentuk formasi untuk menyerang Xue Yunlei dan Xiangwei.


Pilar - pilar besar mulai bermunculan dari bumi dan tidak lama kemudian, satu persatu dari pilar-pilar tersebut melesat terbang ke arah keduanya.


Xue Yunlei kembali lagi membuat kubah untuk melindungi mereka berdua dari serangan tersebut.


Tetapi langkah tersebut sudah diantisipasi oleh para tetua suku Hushi, enam orang tetua lainnya segera menghentakkan kaki mereka secara serentak, pasak - pasak dengan berukuran besar bermunculan dari dalam tanah menyerang Xue Yunlei dan juga Xiangwei.


Xue Yunlei dan juga Xiangwei merasa sangat kerepotan menghadapi serangan yang di lancarkan oleh belasan tetua itu.


Konsentrasi Xue Yunlei pun langsung terganggu untuk mempertahankan kekuatan pertahanan dari kubah yang dia ciptakan.


Serangan pilar-pilar besar itu kini telah menciptakan keretakan disetiap sisi dinding kubah.


Melihat situasi tersebut, Xiangwei segera berkata.


"Tuan, sepertinya aku harus menggunakan kembali kekuatan yang aku miliki untuk bisa melarikan diri dari tempat ini".


" Baiklah, cepat kamu lakukan sekarang ". Ujar Xue Yunlei mengiyakan sekaligus menyuruh wanita itu untuk melakukan hal itu.


Tubuh Xiangwei segera memancarkan cahaya keemasan dan kembali terlihat sepasang sayap mengembang di punggungnya.


Energi besar pun mulai merembes keluar dari dalam tubuh Xiangwei.


Wanita itu segera membungkus tubuh Xue Yunlei untuk membawa keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Namun upaya yang dilakukan oleh Xiangwei hanya sia-sia, karena para tetua sudah memperhitungkan hal itu.


Tubuh Xiangwei dan Xue Yunlei terpental saat menabrak dinding formasi pembatas yang di ciptakan oleh para tetua Suku Hushi.


Saat tubuh keduanya tergeletak di tanah, dengan cepat mereka berdua segera bangkit.


"Tuan, sepertinya kita harus bertarung dengan mereka, tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan, sebab saat ini kita sudah terjebak di dalam formasi pembatas yang mereka ciptakan". Ujar Xiangwei.


" Tidak, kita masih memiliki cara untuk bisa keluar dari formasi pembatas ini, cepat lindungi aku, karena aku akan menghancurkan formasi pembatas ini ". Ujar Xue Yunlei.


" Baik tuan! ". Jawab Xiangwei.


Xue Yunlei mulai memperhatikan rune - rune yang ada di dinding formasi pembatas itu dengan teliti agar bisa menemukan dimana letak kelemahan agar bisa menghancurkan formasi tersebut.


Tetua Agung tidak ingin memberikan waktu untuk berpikir bagi kedua buruan mereka.


Pria tua itu segera memerintahkan para tetua yang ada untuk kembali menyerang dua sosok yang ada ditengah - tengah mereka.


Bongkahan sekeras batu serta yang berbentuk tombak mau pun seperti gada mulai menghujam kearah Xue Yunlei dan juga Xiangwei.


Xiangwei segera mengerahkan seluruh kekuatan yang dia miliki untuk membendung serangan dan juga sekalian untuk memberikan serangan balik ke arah para tetua.


Energi berwarna kuning keemasan bergerak ke arah dimana datangnya serangan para tetua Suku Hushi.


Ledakan demi ledakan kembali terjadi yang tercipta akibat benturan serangan Xiangwei dengan serangan para tetua.


"Terus serang! Sepertinya kekuatan wanita itu sudah mulai berkurang". Teriak tetua Agung.


Para tetua pun makin bersemangat untuk melancarkan serangan kepada kedua orang yang berada tepat ditengah - tengah mereka.


"Fokuskan serangan kepada pemuda itu, sepertinya dia ingin menghancurkan formasi pembatas kita". Perintah tetua Agung lagi.


Mendengar perintah dari tetua Agung, sebagian tetua menyerang Xiangwei dan sebagian lagi menyerang Xue Yunlei.


Konsentrasi pendekar muda itu kini mulai terganggu akibat dari serangan yang dilancarkan ke arahnya.


"Sial, sepertinya kekuatan nona Xiangwei sudah sangat menurun sehingga mereka sudah bisa menyerang diriku". Gerutunya sambil membalas serangan para tetua.


" Aku harus secepatnya memecahkan titik lemah dari formasi ini, jika tidak, kita berdua bisa tertangkap dan hal yang terburuk bisa saja terbunuh oleh mereka ". Gumamnya sambil terus memusatkan fokus ke dua arah, yaitu memecahkan formasi pembatas dan menghadapi serangan.

__ADS_1


Kondisi Xiangwei kini semakin melemah, cahaya keemasan yang terpancar dari dalam tubuhnya kini mulai meredup.


" Aku harus bertahan, agar bisa menyelamatkan tuan dari situasi yang sulit ini, jika tidak, usaha yang telah kita lakukan akan menjadi sia-sia ". Pikir Xiangwei sambil terus berusaha untuk menghadapi serangan lawan.


Gempuran serangan para tetua secara terus menerus membuat kedua lawan mereka semakin kelabakan.


Sebuah pilar besar menghantam tubuh Xiangwei, membuat tubuh Xiangwei terhempas dan tergeletak di tanah.


"Xiangwei!". Teriak Xue Yunlei saat melihat tubuh rekannya kini telah


Darah berwarna kuning keemasan terlihat mulai keluar dari mulut peri cantik itu.


" Brengsek! Kalian akan membayar perbuatan kalian ini, aku akan membunuh kalian semua ". Teriak Xue Yunlei sambil mengerahkan energi qi miliknya dan mulai menggunakan teknik tingkat dewa yang dia miliki.


Energi qi miliknya kini mulai berevolusi dan perlahan membentuk menjadi seekor naga besar yang memiliki baju besi dan diselimuti oleh api berwarna putih.


Mata para tetua langsung terbelalak melihat kekuatan pendekar muda didepan mereka.


Mereka merasa tidak percaya jika pemuda yang menjadi lawan mereka itu bisa mengeluarkan teknik tersebut.


Naga logam api segera mengamuk menghancurkan setiap pilar-pilar yang diciptakan oleh belasan tetua Suku Hushi.


Sang tetua Agung pun segera mengerahkan serangannya yang berbentuk ular piton batu untuk menghadapi naga logam api.


Naga logam api langsung menyemburkan api putih dari mulutnya.


Blaaarrr


Kekuatan api putih itu mampu menghancurkan ular piton batu milik tetua Agung.


"Apa? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi!? ". Kata - kata yang keluar dari mulut tetua Agung tanpa dia sadari.


Melihat kejadian tersebut, sang tetua Agung merasa saat itu mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkan pendekar muda itu.


" Sepertinya kita harus mundur, jika tidak, kita bisa terbunuh di tangannya ". Pikir tetua Agung.


" Ayo kita mundur terlebih dahulu". Teriak tetua Agung memberikan komando kepada para tetua lainnya.


Mendengar teriakan Sang pemimpin, belasan tetua segera melakukan hal itu.

__ADS_1


Belasan sosok melesat terbang dari tempat itu, formasi pembatas yang ada langsung lenyap seiring dengan perginya belasan tetua Suku Hushi.


~Bersambung~


__ADS_2