PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 159. Serangan Xue Yunlei


__ADS_3

Serangan Xue Yunlei yang menghancurkan paviliun utama partai Qing Ceng suara ledakannya terdengar sampai ke telinga para petinggi kelima kekuatan dan juga seluruh pendekar yang hadir.


Yu Fei yang mendengar suara ledakan itu hanya tersenyum tipis karena dirinya merasa sangat yakin jika Xue Yunlei mampu mengatasi formasi segel itu.


"Suara ledakan apa itu? Pengemis Tua, mengapa kamu tersenyum setelah mendengar ledakan itu?." Tanya Ming Chuan heran dengan sikap Yu Fei.


"Kau tunggu saja, sedikit lagi akan ada pertunjukan yang lebih menarik dari sebelumnya." Jawab Yu Fei sambil tersenyum.


Dan benar saja, tidak lama kemudian akhirnya kelompok Xue Yunlei pun telah tiba di tempat itu.


Xue Yunlei yang pikirannya telah diselimuti dengan emosi langsung mengaktifkan pelindung sutra emas miliknya serta pedang yang diciptakan dari tiga energi elemen alam yaitu elemen bumi, petir dan elemen api.


Tidak hanya Xue Yunlei saja yang telah bersiap untuk bertarung, akan tetapi dia belas sosok yang bersama dengannya telah siap juga untuk bertarung.


Pemandangan itu langsung membuat Guan Renfu setta seluruh bawahannya merasa sangat terkejut.


"Guan Renfu! Ayo kita bertarung! Aku akan membunuh semua muridmu itu serta seluruh murid serta anggota dari kelima muridmu itu!." Teriak Xue Yunlei sambil melesat menyerang Guan Renfu.


Sedangkan kedua pendekar dewa bumi yang bersama dengannya langsung menyerang keenam leluhur yang adalah pendekar agung.


Sedangkan sepuluh bangsa peri segera menyerang para pendekar yang memiliki basis kultivasi dibawah pendekar agung.


Duxianzi segera melepaskan serangan teknik ilusi yang dia miliki sehingga membuat para pendekar spiritual dan juga para pendekar yang memiliki basis kultivasi dibawah mereka terpengaruh dengan asap beracun yang dia tebarkan sehingga membuat mereka terpengaruh dengan ilusi yang diciptakan oleh peri itu.


Para pendekar langsung saling menyerang satu sama lain. Namun Duxianzi tidak tinggal diam, peri racun itu segera melanjutkan tindakannya dengan menebas setiap pendekar yang adalah bawahan dari Guan Renfu.


Huaxianzi bersama delapan peri lainnya segera memanfaatkan situasi tersebut dengan melepaskan serangan dari setiap teknik yang mereka miliki.


Serangan yang tiba-tiba itu membuat bawahan Guan Renfu menjadi kelabakan.


Hanya para pendekar yang tidak terpengaruh dengan teknik ilusi milik Duxianzi yang bisa melakukan perlawanan terhadap kesepuluh bangsa peri itu.


Ditempat yang tidak jauh dari pertarungan tersebut, para pendekar yang berkumpul hanya bisa menjadi penonton dan satu persatu mulai mengeluarkan tanggapan serta penilaian mereka terhadap kelompok Xue Yunlei.


Hal itu dikarenakan mereka saat ini berdiri di luar formasi pelindung yang diciptakan oleh para leluhur partai Qing Ceng.


"Sepertinya apa yang pemuda itu ucapkan telah dibuktikannya dihadapan kita."


"Aku tidak menyangka jika Xue Yunlei ini begitu arogan sehingga tidak memberikan waktu kepada Guan Renfu dan yang lain untuk mengklarifikasi setiap tuduhan terhadap partai Qing Ceng."


"Siapa pemuda itu? Mengapa kekuatannya begitu mengerikan?." Gumam Meng Lijun.

__ADS_1


"Dia adalah tuan muda dari klan Xue yang berasal dari kota Yin. Basis kultivasinya saat ini adalah pendekar agung." Jawab Wenren Yu.


Yu Fei dan Ming Chuan yang melihat situasi itu langsung melesat juga untuk menyerang bawahan Guan Renfu.


Ke lima tetua yang adalah pendekar suci segera mengaktifkan formasi bintang penghancur yang mereka kuasai untuk menghadapi Zhuan Zhu.


Zhuan Zhu yang melihat pergerakan ke lima pendekar suci itu segera bergerak keluar dari formasi yang mereka ciptakan.


Namun tindakannya sedikit terlambat, sebab formasi bintang penghancur telah diaktifkan terlebih dahulu, sehingga dirinya tidak bisa keluar dari formasi itu.


Melihat Zhuan Zhu telah terpengkap di tengah-tengah formasi bintang penghancur ke lima tetua partai Qing Ceng, Huaxianzi langsung menyerang salah satu tetua yang mengaktifkan formasi itu.


Serangan kelopak bunga milik Huaxianzi langsung meledak tepat di tubuh seorang tetua dan membuat pria paruh baya itu terhempas dari tempatnya berdiri.


Formasi bintang penghancur pun langsung hilang dan Zhuan Zhu langsung terbebas serta dengan cepat segera menyerang kearah salah satu tetua lainnya.


Kecepatan serangan Zhuan Zhu tidak bisa diantisipasi oleh pendekar suci itu dan membuat dirinya langsung kehilangan nyawanya.


Di tempat yang sedikit jauh dari pertarungan yang begitu kacau itu, kini terlihat Xue Yunlei sedang bertarung dengan Guan Renfu.


Pendekar dewa bumi itu tidak menyangka jika Xue Yunlei memiliki teknik tingkat dewa untuk menghadapinya. Sehingga pria sepuh itu begitu percaya diri untuk bisa mengalahkan lawan yang bertarung dengannya.


Serangan pedang yang terbuat dari elemen bumi dan di selimuti dengan dua energi elemen alam lainnya tidak bisa menghancurkan baju zirah yang digunakan oleh Guan Renfu untuk melindungi tubuhnya.


"Apakah hanya sekuat itu serangan yang kau miliki? Sangat memalukan!." Ucap Guan Renfu merendahkan lawannya.


"Ternyata kekuatan yang kau miliki tidak sehebat mulut besarmu itu." Lanjutnya menghina Xue Yunlei sambil menyerang dengan tongkat yang memiliki sebuah golok besar disalah satu ujungnya.


"Naga membelah samudera!." Teriak Guan Renfu sambil melepaskan serangan miliknya secara vertikal.


Suara seekor naga langsung bergemuruh diudara bersamaan dengan serangan yang dilancarkan oleh Guan Renfu.


Kecepatan serangan itu tidak bisa dihindari oleh Xue Yunlei, sehingga pemuda itu hanya bisa menciptakan formasi pertahanan untuk membendung serangan tersebut.


Booommm


Ledakan besar pun langsung tercipta diudara saat serangan Guan Renfu menghantam formasi pertahanan milik Xue Yunlei.


Formasi pertahanan miliknya tidak bisa dihancurkan. Namun dorongan kuat serangan Guan Renfu mampu membuat tubuh Xue Yunlei terjatuh ke tanah dan menciptakan lobang besar dipermukaan tanah tempatnya terjatuh.


Xue Yunlei tidak tinggal diam saja setelah mendapatkan serangan tersebut, pemuda itu segera melesat ke arah samping untuk menghindari serangan susulan milik lawannya.

__ADS_1


Dan benar saja, dengan cepat serangan susulan Guan Renfu kembali menerjang permukaan tanah tepat tubuh Xue Yunlei terjatuh.


Namun serangan tersebut tidak mengenai sasarannya, sebab tubuh Xue Yunlei kini sudah tidak berada di tempat itu dan telah bersiap dengan serangan balasan.


Ratusan pedang yang diciptakan oleh Xue Yunlei langsung melesat dengan cepat ke arah tubuh Guan Renfu.


Serangan tersebut mampu membuat pendekar dewa bumi itu merasa terkejut, sebab dirinya baru saja melepaskan serangan susulan ke arah dimana tubuh Xue Yunlei terjatuh.


Dengan cepat Guan Renfu menciptakan formasi pertahanan untuk membendung serangan Xue Yunlei tersebut.


Booommm...booommm...booommm


Ledakan secara beruntun kembali terjadi di udara membuat formasi pertahanan milik Guan Renfu hancur berkeping-keping.


Akan tetapi serangan ratusan pedang milik Xue Yunlei belum bisa melukai tubuh Guan Renfu, sebab masih ada baju zirah miliknya yang melindungi tubuh pendekar dewa bumi itu.


"Sepertinya baju zirah miliknya itu tidak mudah untuk dihancurkan, aku harus menggunakan teknik terkuat milikku, tetapi mungkin ini bisa membuat ku tidak sadarkan diri selama beberapa waktu kedepan." Pikir Xue Yunlei sambil menyiapkan serangan terkuat yang dia miliki.


"Aku tidak menyangka jika pertarungan kita akan semenarik ini."


"Sebagai seorang pendekar agung, kau memang adalah pendekar agung terkuat yang aku hadapi." Ujar Guan Renfu sambil melepaskan kembali serangannya.


Kini serangan Guan Renfu telah berbentuk seekor naga yang sangat besar melesat ke arah Xue Yunlei.


Suara naga itu bergemuruh dan berbarengan dengan api putih menyembur keluar dari mulutnya.


Gelombang suara naga itu menerjang tubuh Xue Yunlei dan diikuti juga dengan api putih yang keluar dari mulutnya.


Xue Yunlei yang sudah mengantisipasi serangan Guan Renfu, kini dengan cepat sudah bisa menghindari serangan gelombang suara serta api putih yang dikeluarkan dari mulut naga itu.


Akan tetapi serangan Guan Renfu tidak sampai disitu saja, sebab naga yang tercipta dari serangan Guan Renfu kini dengan cepat menyerang pemuda itu.


Booommm


Bunyi ledakan yang terjadi saat serangan naga itu mengenai tubuh Xue Yunlei.


Tubuh pemuda itu langsung terhempas sejauh ratusan meter dan menabrak serta menumbangkan puluhan pepohonan setelah terkena serangan Guan Renfu.


"Uhuk...uhuk.." Xue Yunlei terbatuk setelah tubuhnya tersandar disebuah baru besar dengan darah segar yang mulai keluar dari mulutnya.


"Ha...ha...ha...ha...ha...rupanya hidupmu akan berakhir di tanganku pada hari ini."

__ADS_1


"Cepat katakan, apakah kau ingin mengatakan kata-kata terakhir sebelum hidupmu berakhir?." Ucap Guan Renfu mencibir Xue Yunlei.


~Bersambung~


__ADS_2