PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 220. Peningkatan Basis Kultivasi


__ADS_3

Tubuh Huaxianzi langsung menjadi lemah setelah mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Nu Xiannu.


Dia tidak menyangka sosok sebaik leluhur agung hanya sebentar saja dia kenal kemudian sudah tidak bisa lagi bertemu dengannya.


Melihat sikap Huaxianzi yang merasa terpukul setelah mendengar apa yang disampaikannya, membuat hati Nu Xiannu yang awalnya merasa curiga, kini sudah tidak lagi.


"Mengapa aku bisa mencurigai mereka? Bukankah hal itu hanya bisa dilakukan oleh leluhur agung jika dia ingin melakukannya sendiri?" Pikir Nu Xiannu.


Nu Xiannu pun segera menjawab pertanyaan Huaxianzi dan menceritakan kronologinya bagaimana sehingga leluhur agung mereka bisa terbunuh.


Huaxianzi semakin terpukul dengan penjelasan Nu Xiannu meskipun dia mengetahui jika hal itu disebabkan oleh Nanxian.


Namun jika mereka tidak berlari kearah itu, mungkin Nanxian tidak akan melakukan hal bodoh sehingga mengakibatkan leluhur agung kehilangan nyawanya.


Setelah selesai mendengar penyampaian dari Nu Xiannu, Huaxianzi pun angkat bicara dan bertanya kepada Nu Xiannu "Saat ini, dimana Nanxian berada?"


"Dia telah dihukum mati oleh Raja kami." Jawab Nu Xiannu.


Huaxianzi pun langsung merasa lega setelah mendengar jawaban sosok wanita didepannya itu.


Setelah berpikir sejenak, akhirnya Nu Xiannu pun memperkenalkan dirinya "Aku Nu Xiannu, salah satu komandan pasukan di ras kami." Ucapnya sambil memberi hormat.


Huaxianzi menatap kearah Nu Xiannu dan membalas "Aku Huaxianzi, adalah peri bunga sebagai jenderal barat di wilayah Hutan Ilusi." Ucap Huaxianzi serta memberi hormat juga kepada Nu Xiannu.


"Nona Huaxianzi, karena leluhur agung telah mempercayakan sebagian energi yang dia miliki kepadamu, bolehkah aku menganggapmu sebagai saudaraku?" Ucap Nu Xiannu dengan tulus dan bertanya kepada Huaxianzi.


"Tentu saja, aku dengan senang hati menerimamu sebagai saudaraku." Jawab Huaxianzi.


"Tetapi karena aku memiliki usia sedikit lebih tua dari mu, aku akan menganggapmu sebagai adikku." Lanjut Huaxianzi.


"Terima kasih karena kakak telah menerimaku sebagai adikmu." Balas Nu Xiannu menanggapi ucapan Huaxianzi sambil tersenyum.


Kebahagiaan pun tergambar jelas di wajah kedua wanita cantik itu dan terlihat seperti sudah lama saling mengenal satu dengan yang lain.


Keduanya pun saling berpelukan, kemudian Nu Xiannu bertanya "Kakak, bagaimana jika Raja Iblis akan kembali datang menyerang kami? Apakah kakak akan membantu kami?" Dengan wajah yang terlihat penuh harap.


"Adik, jika Raja Iblis itu kembali kesini untuk menyerang kalian dan tuanku itu telah selesai berkultivasi, pasti dia akan membantu kalian juga untuk menghadapinya." Jawab Huaxianzi sambil menatap kearah Xue Yunlei.


"Tetapi jika tuanku itu belum selesai berkultivasi, aku sendiri tidak bisa melakukan apa-apa, sebab aku sudah terikat suatu perjanjian dengannya." Tutup Huaxianzi menjawab pertanyaan Nu Xiannu.


"Bagaimana jika bangsa kami dilenyapkan oleh Raja Iblis itu disaat tuanmu itu belum selesai berkultivasi?" Tanya Nu Xiannu lagi.

__ADS_1


"Adik tenang saja...menurutku leluhur agung telah menyerahkan juga sebagian energi miliknya kepada tuanku itu, sehingga energi yang akan diserap oleh Raja Iblis pasti tidak bisa meningkatkan basis kultivasinya melewati ranah Immortal."


"Sehingga dengan kekuatan yang kalian miliki, dengan kolaborasi yang kompak seperti sebelumnya, pasti kalian bisa mengalahkannya lagi." Huaxianzi menjelaskan untuk memberikan harapan kepada Nu Xiannu.


"Apakah kakak melihat sendiri jika leluhur agung kami telah memberikan sebagian energi miliknya kepada tuanmu itu?" Tanya Nu Xiannu penasaran.


"Menurut perhitungan ku, memang seperti itu, sebab leluhur agung terlebih dahulu memanggil tuanku itu untuk meningkatkan basis kultivasinya sebelum memanggil diriku."


"Sehingga energi yang telah disalurkan kepada tuanku itu, pasti lebih banyak dari energi yang diberikan kepada kita berdua."


"Hal itu karena untuk bisa meningkatkan basis kultivasi tuanku itu, saat ini membutuhkan sumber daya yang lebih baik kualitasnya dari buah persik abadi."


"Mengapa seperti itu?" Tanya Nu Xiannu.


"Itu karena tuanku itu telah menggunakan buah persik abadi untuk meningkatkan basis kultivasinya."


"Ohhh...jadi seperti itu yah!?"


"Sepertinya pemikiran kakak itu sangat masuk akal...berarti Raja Iblis itu hanya bisa meningkatkan basis kultivasinya hingga ke ranah Immortal saja."


"Dan jika tebakan kakak itu benar, pasti kami bisa mengalahkannya lagi." Tutur Nu Xiannu dengan wajah yang bersemangat.


"Kakak, aku harus kembali ke dunia peri yang berada didasar danau agar aku juga bisa membantu jika Raja Iblis itu kembali." Ucap Nu Xiannu.


"Kakak tenang saja, aku pasti akan menjaga rahasia kalian." Balas Nu Xiannu dan segera pergi meninggalkan Huaxianzi.


Di tempat lain didunia yang diciptakan oleh leluhur agung bangsa peri penguasa danau, basis kultivasi Zhuan Zhu kini telah meningkat menjadi pendekar dewa langit.


Zhuan Zhu segera memperbaiki pondasi kultivasinya setelah menerobos menjadi pendekar dewa langit.


Sedangkan ketiga raja siluman juga telah meningkatkan kekuatan mereka meskipun tidak terlalu signifikan.


Namun hal itu sudah menjadi suatu kepuasan tersendiri bagi mereka bertiga.


Ketiganya segera melihat jika Xue Yunlei dan Huaxianzi serta Zhuan Zhu telah menunggu mereka. Akan tetapi mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari.


Akhirnya mereka bertiga kembali melanjutkan kultivasinya untuk meningkatkan kekuatan mereka bertiga.


***


Di salah satu tempat di sekte Gunung Kepala Putih, setelah Raja Iblis menyerap inti jiwa serta darah kehidupan milik leluhur agung bangsa peri, kekecewaan pun tergambar diwajahnya.

__ADS_1


Hal itu karena dia telah menyadari jika energi yang terkandung didalamnya sudah tidak lagi sesuai dengan apa yang dia harapkan.


Namun karena dia sedang berkultivasi, sehingga leluhur agung sekte Gunung Kepala Putih itu melanjutkan kultivasinya.


"Meskipun aku hanya bisa menggunakan energi miliknya untuk bisa menerobos menjadi pendekar di ranah immortal tahap awal, tetapi menurutku itu sudah cukup. Karena tidak mudah untuk bisa menemukan sumber daya agar aku bisa menerobos menjadi pendekar di ranah immortal." Pikir Raja Iblis kemudian melanjutkan kultivasinya.


Selama enam bulan lebih, akhirnya Raja Iblis selesai berkultivasi dan telah menjadi pendekar di ranah immortal.


Sosok yang tidak bisa dianggap remeh oleh pendekar mana pun yang berada di wilayah timur dari negara Xin itu.


Leluhur agung suku bar-bar saja kini sudah bukan lagi lawan yang sepadan baginya.


Namun dia belum mengetahui jika kini kota Rehe telah dikuasai oleh para pendekar yang berasal dari suku bar-bar.


Sehingga dengan penuh percaya diri Raja Iblis itu menuju ke aula utama sekte Gunung Kepala Putih yang saat ini sedang menantikan kehadirannya untuk merayakan keberhasilan yang telah diraihnya.


Peningkatan kultivasinya diketahui oleh seluruh anggota sekte Gunung Kepala Putih, sebab mereka telah mengetahui jika leluhur agung mereka itu sedang berkultivasi.


Dan ledakan besar yang terjadi menandakan bahwa leluhur agung mereka telah menerobos menjadi seorang pendekar di ranah immortal.


Di dunia manusia saat ini, mungkin memiliki beberapa pendekar yang sudah mencapai kultivasi di ranah Saint, immortal dan juga di ranah Xian, namun mereka sudah tidak lagi menampakkan diri didunia persilatan, sebab mereka terus berkultivasi hingga mereka bisa menjadi dewa sejati dan mencapai keabadian.


Berbeda halnya dengan Raja Iblis dan leluhur agung Suku bar-bar, keduanya sering muncul di wilayah timur untuk membantu bawahan mereka.


Saat Raja Iblis menampakkan dirinya di ruang aula utama sekte, semua anggota sekte segera memberi hormat untuk menyambut kedatangannya.


"Semuanya berdiri." Perintah Raja Iblis karena semua anggota sekte Gunung Kepala Putih langsung berlutut saat dirinya tiba.


Yan Xu dan Yan Rui tidak bisa memberitahukan masalah yang terjadi di kota Rehe karena takut mengganggu acara perayaan tersebut.


Namun setelah beberapa saat kemudian, Raja Iblis pun menatap keduanya dan merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Mengapa mereka berdua tidak mengurus kota Rehe? Apakah ada yang salah dengan mereka?" Pikir Raja Iblis sambil melangkah menuju kearah kedua petinggi kota Rehe itu.


"Mengapa kalian berdua berada di tempat ini? Apakah kalian sudah tidak mengurus kota Rehe lagi?" Tanya Raja Iblis kepada Yan Xu dan Yan Rui.


Keduanya hanya bisa terdiam saat mendapatkan pertanyaan dari leluhur agung mereka.


"Apakah kalian berdua sudah tidak lagi menjadi penguasa dan jenderal di kota Rehe? Cepat katakan." Tutur Raja Iblis dengan penuh curiga.


Memang hal itu menjadi kerugian bagi sektenya jika Yan Xu tidak menjadi penguasa kota Rehe lagi, sebab penghasilan terbesar sekte mereka berasal dari kota Rehe.

__ADS_1


"Benar leluhur, tetapi kami takut untuk memberitahukan kepada leluhur terlebih dahulu, sebab kami tidak mau mengganggu acara perayaan ini." Jawab Yan Xu dengan gugup.


~Bersambung~


__ADS_2