PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 288. Kekalahan Roh Dewa


__ADS_3

Kekuatan jiwa Xue Yunlei kini langsung menerobos tubuh prajurit energi milik Roh Dewa itu dan segera memasuki tubuh Qingsu Daode untuk bisa menemukan keberadaan Roh Dewa tersebut.


Tiba-tiba prajurit energi yang menyelimuti tubuh Qingsu Daode pun menghilang disebabkan kekuatan jiwa Xue Yunlei telah menyerang Roh Dewa tersebut.


Melihat situasi itu, Langren, Yao Laohu dan Huaxianzi tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk bisa melumpuhkan Qingsu Daode.


Sedangkan pria sepuh yang adalah leluhur agung suku Tangut itu, kini tidak bisa berkonsentrasi lagi.


Hal itu disebabkan oleh pertarungan antara kekuatan jiwa Xue Yunlei dan Roh Dewa yang berada di dalam tubuhnya.


"Sial! Mengapa energi qi milikku tidak bisa tersalurkan dengan baik!?" Qingsu Daode menggerutu.


Kelompak bunga berukuran besar langsung menghantam tubuh Qingsu Daode.


Booommm


"Uhuk...uhuk." Cairan berwarna merah langsung keluar dari mulut pria sepuh itu.


Tidak sampai disitu saja, cakar seekor Harimau berukuran sangat besar kembali menghujam tubuh Qingsu Daode yang saat itu sudah terluka.


Blaaarrr


Tubuh Qingsu Daode pun langsung terhempas kebelakang sejauh ratusan meter dan diikuti juga oleh serangan cakar milik Langren.


"Sepertinya hidupku akan berakhir hari ini." Pikir Qingsu Daode yang tidak bisa lagi menghindari serangan ketiga yang dilancarkan oleh lawannya.


Blaaarrr


Bunyi ledakan kembali terjadi saat cakar milik Langren mengenai tubuhnya.


Sedangkan kekuatan jiwa Xue Yunlei yang dibantu oleh benang sutra emas yang telah meningkat kekuatannya langsung bisa melukai Roh Dewa itu.


"Sepertinya kau harus menepati janjimu untuk menyerahkan semua kekuatan serta pengetahuanmu kepadaku, sebab saat ini aku sudah mengalahkan dirimu." Tutur Xue Yunlei kepada Roh Dewa itu.


"Baiklah, aku mengaku kalah...silahkan kau ambil saja kekuatan serta pengetahuan yang aku miliki saat ini." Balas Roh Dewa itu dengan pasrah.


Kekuatan jiwa Xue Yunlei segera mencengkram kepala Roh Dewa itu dan menyerap pengetahuan yang dia miliki.


Setelah selesai, kekuatan jiwa Xue Yunlei segera menyerap kekuatan yang dia miliki.


Sedangkan tubuh Qingsu Daode saat ini telah tersungkur di tanah tidak berdaya.


Kekuatan jiwa Xue Yunlei segera keluar dan kembali menyatu dengan raganya.


Setelah itu, Xue Yunlei segera mengolah kekuatan Roh Dewa itu untuk meningkatkan kekuatannya.


Sedangkan Qingsu Daode langsung ditangkap oleh Yao Laohu, Huaxianzi dan Langren


Tidak hanya Qingsu Daode, melainkan seluruh pendekar yang datang bersama dengan Xue Zhao dan Chen Kaibo juga ditahan oleh pasukan bangsa peri penguasa hutan ilusi dan juga pasukan bangsa peri penguasa danau serta pasukan bangsa siluman.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Biarkan aku bertemu dengan Xue Yunlei!" Teriak Bao Meng Ling.


Xiannu dan Duxianzi tidak menghiraukan tetiakan Bao Meng Ling.


Jenderal bangsa peri itu hanya menunggu perintah dari Xue Yunlei atau setidaknya perintah dari Huaxianzi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan.


"Apakah kalian tidak tahu siapa diriku ini? Aku adalah orang terdekat Xue Yunlei yang adalah penguasa kalian itu!" Teriak Bao Meng Ling lagi agar dilepaskan oleh para jenderal bangsa peri penguasa hutan ilusi.


"Semuanya, kurung mereka secara terpisah untuk menunggu perintah dari penguasa apa yang akan kita lakukan kepada mereka." Tutur Huaxianzi.


Semuanya segera melakukan apa yang Huaxianzi perintahkan.


Dua belas pendekar yang datang bersama dengan Xue Zhao, kini telah dikurung dan dijaga oleh pasukan bangsa peri dan pasukan bangsa siluman untuk menunggu perintah selanjutnya dari Xue Yunlei yang saat itu sedang berkultivasi.


***


Di gunung Kongtong, terlihat dua sosok sedang mencari jalan agar bisa menerobos formasi pelindung yang terpasang di gunung itu.


Kedua sosok tersebut adalah Ming Chuan dan Hong Ye.


Niat keduanya adalah untuk mengikuti Cui Zhiyu dan juga Huanglong yang sedang terlilit oleh benang sutra emas milik Xue Yunlei.


Mereka berdua tidak mengetahui jika kedua sosok itu kini telah kehilangan nyawanya.


Aktivitas keduanya membuat salah satu saudara seperguruan Huanglong dan Qingsu Daode keluar untuk menyamperi.


"Senior, mohon maaf atas kelancangan kami berdua, akan tetapi kedatangan kami kesini untuk menyusul leluhur agung suku Hushi Huanglong." Ucap Ming Chuan memberi alasan.


"Ada hubungan apa kau dengan Huanglong?" Tanya pria sepuh itu.


"Aku adalah sahabat dari Cui Zhiyu, putra leluhur agung Huanglong." Jawab Ming Chuan.


"Terus, mengapa kalian berdua datang kesini untuk mencari Huanglong?"


"Itu karena markas suku Hushi bagian timur telah diserang oleh sekelompok orang dan membuat leluhur agung Huanglong terluka." Jawab Ming Chuan.


"Dan kami kesini karena telah mendengar jika leluhur agung Huanglong akan menuju kesini untuk bertemu dengan gurunya." Lanjut Ming Chuan.


"Apa katamu? Huanglong terluka?" Tanya pria sepuh itu merasa terkejut.


"Iya senior! Leluhur agung Huanglong saat meninggalkan markas suku Hushi bagian timur dalam keadaan terluka." Jawab Ming Chuan untuk meyakinkan.


"Siapa yang telah membuatnya terluka?" Tanya pria sepuh itu lagi.


"Seorang pendekar muda yang berasal dari wilayah negara Xin." Jawab Ming Chuan.


"Apa katamu? Seorang pendekar muda? Mana mungkin bisa seperti itu?" Pria sepuh itu merasa tidak percaya dengan apa yang Ming Chuan sampaikan.


"Benar senior, pemuda itu sepertinya memiliki basis kultivasi lebih diatas dari leluhur agung Huanglong." Lanjut Ming Chuan.

__ADS_1


"Tidak mungkin! Mana ada seorang pendekar muda bisa memiliki basis kultivasi lebih diatas dari Huanglong yang telah memiliki basis kultivasi sebagai pendekar diranah Xian?"


"Seorang jenius muda saja sudah untung jika memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar langit."


"Sehingga sangat mustahil jika mereka bisa memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa, apa lagi bisa mencapai diranah Xian."


"Jangan kau mencoba untuk mendustaiku, sebab aku bisa membuatmu menjadi kabut darah dengan satu serangan saja."


"Mohon ampun senior, tetapi apa yang aku katakan itu memang benar adanya." Tutur Ming Chuan lagi.


"Aku pikir senior memiliki kemampuan untuk bisa menuju ke markas suku Hushi bagian timur dalam sekejap mata...jika senior mau, silahkan senior buktikan sendiri apa yang aku katakan."


"Apakah kau sedang menguji kemampuanku?"


"Tidak senior, tetapi selain hal itu, tidak ada hal yang lain lagi yang bisa membuktikan apa yang aku katakan itu."


"Baiklah, aku akan membuktikan apa yang kau katakan itu, jika tidak sesuai, kau harus siap menerima konsekuensinya."


"Pasti senior, aku siap menerima konsekuensinya."


Pria sepuh itu langsung menghilang dari pandangan Ming Chuan dan Hong Ye.


Hanya dalam hitungan menit saja, pria sepuh itu telah muncul kembali dihadapan keduanya.


"Ternyata benar apa yang kau sampaikan itu...apakah kau mengenal pemuda yang telah melakukan hal itu?"


"Iya, aku tahu pemuda itu berasal dari mana, dia berasal dari kota Yin dan memiliki marga Xue." Tutur Xue Yunlei.


"Apa katamu? Pemuda itu bermarga Xue?"


"Iya senior, dia itu adalah salah satu jenius muda yang sangat berbakat, sebab dia beberapa tahun yang lalu sempat mengalahkan seorang pendekar dewa yang sangat berpengaruh di wilayah negara Xin."


"Hmmmphh...itu mungkin bisa dia lakukan, namun saudara Huanglong adalah seorang pendekar diranah Xian awal, sehingga tidak mungkin bisa dia kalahkan."


"Kemungkinan besar dia itu sudah berusia lanjut, namun menggunakan teknik penyamaran agar masih terlihat muda."


"Tidak senior, menurut apa yang aku ketahui, dia itu memang masih berusia kurang lebih dua puluh dua tahun saat ini."


"Tidak mungkin! Itu tidak mungkin! Mana ada pendekar seusia itu sudah menerobos menjadi seorang pendekar diranah Xian? Kau itu terlalu melebih-lebihkan."


"Senior, aku juga sempat mendengar jika mereka ingin meminta bantuan terlebih dahulu kepada leluhur agung suku Tangut, senior Qingsu Daode untuk bisa melindungi anggota suku Hushi yang melarikan diri, akan tetapi aku tidak mengetahui perkembangan mengenai hal itu."


"Tunggu, aku akan pergi ke kota Sungai Perak untuk menemui Qingsu Daode, mungkin aku bisa mendapatkan informasi darinya."


"Baik senior."


Pria sepuh itu segera menghilang untuk menuju ke kota Sungai Perak agar bisa bertemu dengan Qingsu Daode.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2