PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 188. Rintangan V


__ADS_3

Tubuh naga kayu milik Xue Yunlei yang terkena racun milik She Yaowang, kini tidak bisa lagi kembali ke bentuknya seperti semula.


Xue Yunlei segera melepaskan serangan formasi pertempuran miliknya untuk bisa melukai raja siluman ular itu.


"Rasakan ini!." Teriak Xue Yunlei.


She Yaowang melihat serangan formasi pertempuran milik Xue Yunlei hanya bisa tersenyum sinis dan berkata "Kamu pikir tipuan itu bisa digunakan untuk kedua kalinya? Benar-benar sangat naif."


She Yaowang berpikir serangan Xue Yunlei sama seperti yang digunakan oleh Huaxianzi sebelumnya. Itulah mengapa dirinya meremehkan serangan itu.


Semburan racun miliknya langsung menyambut formasi pertempuran itu. Dia berpikir serangannya tidak bisa dibendung oleh serangan Xue Yunlei.


Sreettt


Racun milik She Yaowang dalam sekejap mata langsung menghilang saat bertemu dengan formasi pertempuran milik Xue Yunlei.


"Sialan! Ternyata itu adalah formasi pertempuran yang sebenarnya!." She Yaowang mengumpat sambil menciptakan formasi pelindung bagi tubuhnya.


Namun tindakannya itu tidak sempat dia lakukan, sebab waktunya sudah sangat mendesak.


Booommm


Tubuh She Yaowang langsung terhempas ke belakang sejauh ratusan meter kemudian terjatuh ketanah.


Jika serangan itu diterima oleh seekor siluman yang kemampuannya dibawah She Yaowang, pasti hidupnya sudah berakhir.


"Uhuk...uhuk." She Yaowang terbatuk dan sudah tidak bisa bangkit lagi.


Tubuh raja siluman ular itu kini hanya bisa menggeliat kesakitan ditanah.


Di saat Langren melihat formasi pertempuran milik Xue Yunlei telah melukai rekannya dengan serius, dia langsung mengurungkan niatnya untuk melepaskan serangan kearah Huaxianzi.


"Saat ini mengalah adalah cara terbaik untuk bisa selamat, jika tetap memaksa untuk menyerang wanita itu, pasti hidupku akan berakhir dengan tragis." Gumam Langren kemudian segera menarik diri dari pertarungan itu dan melesat kembali ke tempatnya semula.


Raja peri dan juga seluruh pasukan siluman yang melihat formasi pertempuran milik Xue Yunlei menjadi ketakutan dengan hal itu.


Sebab mereka kini tinggal menunggu giliran selanjutnya untuk menjadi korban formasi pertempuran itu.


"Apakah hidup kita akan berakhir hari ini?."

__ADS_1


"Sepertinya yang akan tersisa dari diri kita, hanya inti jiwa kita saja yang akan mereka gunakan untuk meningkatkan basis kultivasi mereka."


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Ayo kita mencari cara untuk bisa melarikan diri dari tempat ini."


"Kita tidak bisa melarikan diri dari tempat ini, karena tidak ada cara untuk bisa menghancurkan formasi Penjara Dewa Langit ini." Tutur Jing Senlin.


Semua pasukan siluman menjadi semakin bingung setelah mendengar perkataan raja peri itu yang tidak memberikan solusi bagi mereka.


Di tempat yang lain yang berjarak ratusan meter dari tempat mereka, Yao Laohu yang sedang terbaring ditanah sempat melihat juga serangan Xue Yunlei yang membuat rekannya terluka sangat serius.


"Sepertinya aku sudah salah karena telah meremehkan bocah ini...dengan teknik yang dia miliki itu...kami semua bisa terluka serta yang lainnya akan kehilangan nyawa mereka." Yao Laohu membantin dengan rasa penyesalan yang kini sudah menguasai pikirannya.


Namun raja siluman harimau itu masih berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari lilitan benang sutra emas milik Xue Yunlei.


Wujudnya kini sudah kembali sebagai seekor Harimau berkepala tiga. Itu dilakukannya karena dia berpikir bisa memutuskan benang sutra emas yang melilit tubuhnya.


Akan tetapi hal itu tetap tidak terjadi, sehingga menambah keputusasaan didalam hatinya.


Sedangkan Gai Bian masih belum menyadari jika salah satu rekannya telah terluka parah serta rekan yang satunya lagi telah menarik diri dari pertarungan itu.


Raja siluman rubah itu terus melompat dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menghindari serangan tombak energi milik Zhuan Zhu.


Xue Yunlei hanya membiarkan Zhuan Zhu menyerang salah satu raja siluman yang menjadi lawan mereka.


Pemuda itu segera menghampiri Yao Laohu yang masih tergeletak di tanah dan langsung berkata "Bagaimana kucing besar? Apakah kau masih bisa bermulut besar lagi dihadapanku?." Sambil tersenyum merendahkan lawannya itu.


"Apa yang kau inginkan? Mengapa kau tidak langsung menyerang diriku dengan formasi pertempuran milikmu?." Tanya Yao Laohu dengan penasaran namun dengan nada suara yang sudah berbeda dari sebelumnya.


"Aku menginginkan inti jiwa milikmu." Ucap Xue Yunlei dengan santai.


"Silahkan kau ambil saja inti jiwa milikku, tetapi mohon kau lepaskan seluruh siluman harimau yang ada." Ucap harimau berkepala tiga itu.


"Sepertinya ada beberapa siluman harimau yang harus ku ambil inti jiwa mereka, oleh karena itu, aku tidak bisa mengiyakan apa yang kau katakan." Balas Xue Yunlei dengan nada suara yang dingin yang membuat siluman harimau itu semakin pasrah dengan hidupnya serta hidup para bawahannya.


"Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu...dan jika kau menjawabnya dengan jujur, mungkin aku akan mempertimbangkan lagi perkataanmu barusan." Ucap Xue Yunlei.


"Apa yang ingin kau tanyakan? Aku akan menjawabnya dengan jujur." Dengan cepat Yao Laohu menanggapi ucapan Xue Yunlei.


"Mengapa siluman ditempat ini memiliki jumlah yang banyak seperti ini?." Tanya Xue Yunlei.

__ADS_1


"Mereka semua berasal dari seluruh wilayah hutan yang ada di negara Xin...karena sering diburu oleh semua pendekar disana, sehingga mereka bermigrasi ke wilayah timur ini."


"Karena aku sebagai penguasa beberapa siluman yang ada di wilayah ini menjalin hubungan yang baik dengan raja peri penguasa hutan, gunung, goa dan sungai di wilayah ini, sehingga bangsa siluman merasa aman dan ingin untuk menetap di wilayah hutan ini."


Yao Laohu terus memberikan penjelasan kepada Xue Yunlei setiap informasi yang dia ketahui agar pemuda itu akan bersimpati kepadanya dan memikirkan kembali perkataannya sebelumnya.


Disaat yang bersamaan, setelah sudah puluh kali serangan berturut-turut yang dilepaskan oleh Zhuan Zhu, sosok Gai Bian langsung menghilang dari tempat terakhir dia melompat untuk menghindari serangan tombak itu.


"Mencoba untuk menyerang diriku dengan serangan kejutan? Baiklah, aku akan meladenimu." Pikir Zhuan Zhu yang langsung meningkatkan kesadaran spiritualnya untuk memindai keberadaan Gai Bian.


Siluman rubah itu langsung muncul di belakang tubuh Zhuan Zhu dan langsung menyerangnya dengan kedua cakar depannya.


Zhuan Zhu yang sudah siap dengan tombak energi di tangannya langsung menusukkan senjata itu kearah belakang bertepatan dengan kemunculan siluman rubah itu.


Duuuaaarrr


Tubuh Zhuan Zhu dan Gai Bian langsung terpental kedua arah yang berbeda saat serangan keduanya saling bertemu.


Namun Gai Bian langsung bisa memperbaiki posisi berdiri tubuhnya. Berbeda dengan Zhuan Zhu. Pria tua itu tidak bisa berdiri dengan baik.


Gai Bian merasa bingung dengan situasi saat itu karena sudah tidak melihat pertarungan yang lain.


Raja siluman rubah itu dengan cepat mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk bisa mengetahui situasi yang ada.


"Sial, mengapa Langren sudah berdiri di sana? Bukankah dia yang memberikan saran untuk bertarung?." Gai Bian mengumpat setelah melihat salah satu rekannya kini sudah tidak bertarung lagi.


Raja siluman rubah itu pun memalingkan pandangannya dan mendapati She Yaowang kini sudah terbaring ditanah dan sosok wanita sedang berada disampingnya.


"Apa yang telah terjadi? Mengapa Langren sudah tidak melanjutkan pertarungan dan She Yaowang sudah terluka seperti itu?." Pikir Gai Bian merasa heran.


Saat Gai Bian menatap kearah Yao Laohu, kini terlihat sudah tidak berdaya di tanah dalam keadaan terikat sambil menatap pemuda didepannya.


Sedangkan kondisi lawannya, cairan berwarna merah kini terlihat disudut bibir pria tua itu.


"Uhuk...uhuk." Zhuan Zhu terbatuk dan mencoba untuk bisa berdiri lagi.


Untung saja lawannya baru saja tersadar dengan perubahan situasi saat itu, jika tidak, pasti hidupnya akan berada dalam keadaan bahaya.


Huaxianzi yang melihat kondisi Zhuan Zhu langsung menghajar kepala She Yaowang hingga membuat raja siluman ular itu tidak berdaya lagi dan segera melesat kearah dimana pendekar dewa bumi itu berada.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2