PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 36. Diselamatkan


__ADS_3

Ketiga wanita yang bersama dengan Xue Yunlei akhirnya tertangkap oleh para anggota perampok.


Sedangkan Xue Yunlei sendiri saat ini masih bertarung dengan pemimpin para perampok.


"Berhenti dan menyerahlah! Jika kamu tidak menyerah, kami akan membunuh mereka bertiga!". Teriak salah satu anggota perampok.


Mendengarkan suara teriakan tersebut, Xue Yunlei pun segera berpaling dan menatap kearah sumber suara dan mendapati bahwa nyawa ketiga wanita itu kini sudah berada ditangan para perampok.


Remaja itu pun segera berhenti untuk melawan sang pemimpin perampok.


Dengan cepat pemimpin perampok itu pun segera memukul kepala Xue Yunlei.


Tubuh remaja itu langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.


"Yunlei...Yunlei!". Teriak Xiao Lin Meng saat melihat tubuh Xue Yunlei kini sudah terkapar ditanah.


"Kalian benar - benar biadab, beraninya hanya keroyokan saja!". Teriak Xiao Lin Meng.


"Diam! Jika kamu tidak diam, tubuh indahmu itu akan menjadi yang pertama untuk dinikmati oleh seluruh bawahanku disini". Tutur sang pemimpin mengancam Xiao Lin Meng.


Mendengar ancaman yang dilontarkan oleh sang pemimpin, Xiao Lin Meng pun langsung terdiam dan mulai merasa ketakutan.


Gadis itu baru menyadari bahwa ada hal yang sangat buruk yang kemudian akan menimpa mereka bertiga.


"Kakak, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?". Tanya Xiao Lin Meng kepada Xiao Ning Lan.


"Nona, tetap bersikap tenang, jika kita tidak bersikap tenang, kita tidak bisa memikirkan jalan keluar untuk kita". Tutur Rui Lianjin.


"Kalian ikat dia, bawa mereka semua ke markas dan kurung mereka". Perintah sang pemimpin kepada para bawahannya.


"Untuk ketiga wanita itu, jangan ada yang berani menyentuhnya sebelum aku kembali".


"Jika ada yang berani menyentuh mereka, aku akan membunuhnya dengan perlahan". Ancaman sang pemimpin.


"Baik, Pemimpin!". Tutur bawahannya secara serentak.


"Yang lainnya segera membersihkan kekacauan yang terjadi, agar para pedagang yang akan melewati jalan ini, tidak mengetahui jika kita akan menyergap mereka". Lanjut sang pemimpin.


Sepuluh anggota perampok pun segera membawa Xue Yunlei dan juga tiga wanita lainnya untuk menuju ke markas mereka.


Sedangkan yang lainnya segera membersihkan bekas kekacauan yang terjadi di tempat itu.


Ditengah perjalanan untuk mengantarkan keempat orang yang baru saja mereka tangkap ke markas mereka, dengan cepat sekelebat bayangan hitam segera menyerang tiga anggota perampok yang mengawal dari belakang.


Dalam sekali serangan saja, nyawa tiga anggota perampok itu langsung melayang.


Sedangkan tujuh anggota perampok lainnya merasa sangat terkejut dengan kejadian tersebut.


Keempat anggota perampok yang membawa tubuh Xue Yunlei segera melepaskannya dan langsung menyerang ke sosok berbaju hitam yang baru saja membunuh ketiga rekan mereka.


Namun sebelum mereka bisa melepaskan serangan, gerakan mereka masih kalah jauh denigan kecepatan gerakan pria berbaju hitam itu.

__ADS_1


Empat buah senjata rahasia miliknya sudah tertancap di dahi keempat anggota perampok.


Dan serangan senjata rahasia itu juga, langsung mengakhiri kehidupan mereka.


Melihat rekan - rekan mereka sudah terbunuh, seorang diantara tiga orang yang tersisa ingin untuk melarikan diri dan hendak melaporkan kejadian itu.


Namun langkah kakinya kurang cepat untuk melarikan diri dari senjata rahasia milik pria berbaju hitam tersebut.


Sebilah pisau terbang langsung membuatnya terkapar ditanah setelah mengenai kepala bagian belakang.


Kedua anggota perampok yang tersisa langsung merasa sangat ketakutan.


"Jangan bunuh aku...jangan bunuh aku". Ucap salah satu anggota perampok.


"Kalian sangat pantas untuk dibunuh". Ucap pria berbaju hitam itu yang dengan cepat melesat ke arah kedua anggota perampok itu dan langsung menebas leher mereka.


Tubuh kedua anggota perampok itu pun langsung jatuh ke tanah.


Sedangkan pria berbaju hitam itu segera melepas kan tali yang mengikat tubuh ketiga gadis itu dan juga membuka jalan darah yang dihentikan oleh sang pemimpin perampok.


Ketiganya pun segera menghampiri tubuh Xue Yunlei dan segera membuka tali yang mengikat tubuh remaja itu.


Namun Xue Yunlei belum juga sadarkan diri.


"Cepat kalian tinggalkan tempat ini, sebelum anggota perampok yang lain mengetahui kejadian ini". Ucap pria berbaju hitam itu.


Dan pria itu adalah orang yang menemani Xue Yunlei saat menikmati arak di kedai semalam.


Meskipun dirinya tidak bisa mengimbangi kecepatan lari kuda yang ditunggangi oleh Xue Yunlei dan yang lainnya, namun dia bisa tiba tepat waktu ditempat dimana Xue Yunlei sedang diserang.


Pria itu hanya memperhatikan dari jauh pertarungan yang terjadi, hal itu karena dirinya juga berpikir akan sangat sulit untuk melakukan perlawanan sambil melindungi tiga orang wanita.


Dan itu akan berdampak buruk bagi mereka semua.


Dan dugaannya pun tidak meleset, sebab apa yang dialami oleh Xue Yunlei, itu karena ketiga wanita yang bersama dengannya telah tertangkap.


Dengan demikian, pria itu bisa membantu menyelamatkan mereka berempat dari tangan para perampok.


Xiao Lin Meng dan kakaknya segera memapah tubuh Xue Yunlei dan bergerak menuju kearah barat.


Rui Lianjin bertugas untuk menjadi penunjuk jalan didepan.


Sedangkan pria yang baru saja menolong mereka kini bergerak kearah selatan untuk mengawasi pergerakan para perampok.


Mereka berempat pun terus memasuki ke kedalaman hutan yang sangat lebat.


Cahaya matahari pun tidak bisa menembus ke permukaan tanah didalam hutan itu.


Sehingga situasi didalam hutan itu terasa seperti saat hari sudah petang, yang tidak lama lagi akan malam.


Setelah beberapa waktu mereka berjalan, Rui Lianjin mulai merasa aneh dengan tempat yang mereka lewati.

__ADS_1


"Sepertinya kita hanya berputar - putar saja di hutan ini, sebab pepohonan ini sudah beberapa kali kita lewati".


"Tidak hanya itu saja, aku juga sudah memberikan tanda disetiap jalan yang pernah kita lalui, dan jalan itu pula yang kita lalui kemudian".


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan hutan ini". Rui Lianjin menggerutu.


"Iya, aku juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kamu rasakan". Sambung Xiao Ning Lan dengan nada suara yang sedikit khawatir.


Mereka pun segera menghentikan langkah mereka kemudian beristirahat.


Xue Yunlei kini mulai tersadar dan perlahan - lahan mulai membuka matanya.


"Tuan muda Xue Yunlei telah siuman". Tutur Rui Lianjin.


"Tuan muda Xue! Bagamana keadaanmu, apakah sudah merasa lebih baik?". Tanya Xiao Lin Meng.


"Dimana kita?". Tanya Xue Yunlei.


"Kami juga tidak tahu saat ini kita berada dimana". Jawab Xiao Lin Meng jujur.


"Dimana para perampok itu? Mengapa kita bisa sampai kesini?". Tanya Xue Yunlei lagi.


Rui Lianjin pun menceritakan apa yang terjadi hingga mereka bisa sampai ditempat itu.


"Siapa sosok pria yang membantu kita itu?". Gumam Xue Yunlei seraya berpikir.


"Tuan muda Xue jangan memaksakan diri untuk berpikir, karena itu bisa membuat kepalamu sakit, karena pasti pukulan sang pemimpin perampok itu memiliki dampak yang serius bagi tuan muda". Tutur Rui Lianjin mengingatkan.


"Baiklah, aku akan bermeditasi dahulu untuk melancarkan peredaran darah di kepalaku, aku mohon kalian bisa menjagaku sebentar saja". Tutur Xue Yunlei.


Ketiganya menganggukkan kepala mereka menyanggupi apa yang di katakan oleh Xue Yunlei.


Remaja itu pun segera bermeditasi dan mulai mengolah sedikit energi qi miliknya untuk disalurkan ke arah kepalanya agar bisa mencairkan kembali darah yang mulai membeku akibat pukulan sang pemimpin perampok sehingga bisa melancarkan peredaran darah dan oksigen ke bagian kepalanya.


Saat Xue Yunlei sedang bermeditasi, tiba - tiba sosok seorang wanita cantik yang terlihat seperti berpakaian serba hijau namun tubuhnya terlihat melayang diudara dengan rambut yang terurai dan terlihat seperti sulur - sulur yang terlilit di dahan pohon yang berada disekitarnya.


Kemunculan sosok itu membuat terkejut ketiga wanita yang melihatnya.


"Siapa kalian? Mengapa begitu berani memasuki wilayah hutan ini?". Tanya sosok tersebut.


"Siapa anda?". Tanya Xiao Lin Meng penasaran.


"Siapa aku itu tidaklah penting bagimu, karena siapa pun yang memasuki wilayah hutan ini, sudah bisa dipastikan akan berhadapan denganku". Balas sosok tersebut.


"Mohon maaf atas kelancangan kami, akan tetapi kami bisa berada dihutan ini bukan karena kesengajaan, tetapi itu karena dalam keadaan terpaksa". Jawab Xiao Ning Lan ramah.


"Oh, jadi seperti itu?". Tanggapan sosok itu sambil menatap kearah Xue Yunlei.


"Baiklah, kalau begitu, kalian bertiga boleh pergi dan meninggalkan hutan ini, tetapi untuk pria itu, dia harus tetap tinggal sebagai bayaran atas kelancangan kalian karena telah memasuki hutan ini". Lanjut sosok tersebut sambil tersenyum sinis menatap ketiga wanita didepannya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2