
Seluruh petinggi bangsa peri penguasa danau langsung diperintahkan untuk berkumpul di aula utama istana dunia bawah air untuk segera memutuskan apa yang akan mereka lakukan jika masalah yang baru dilaporkan itu benar terjadi.
Setelah semuanya berkumpul, sang raja peri segera membuka pembicaraan untuk membahas permasalahan itu "Aku memanggil kalian semua untuk berkumpul karena akan membahas satu masalah yang baru saja dilaporkan."
"Aku berharap kalian bisa memberikan masukan mengenai apa yang harus kita lakukan nanti."
"Sebelum kalian memberikan tanggapan serta masukan, Nu Xiannu terlebih dahulu akan memberikan penyampaian tentang masalah tersebut...silahkan!." Tutup sang raja.
Nu Xiannu pun segera berdiri dan kembali menyampaikan serta menjelaskan apa yang dia ketahui, sedangkan pria yang adalah komandan pasukan peri itu merasa lebih geram lagi kepada wanita itu.
"Tunggu saja...aku akan memberimu pelajaran jika kesempatan itu tiba." Pikir pria itu.
Setelah mendengar penyampaian dari Nu Xiannu, semua petinggi bangsa peri saling berbisik satu dengan yang lain.
Sang raja pun kembali berdiri dan berkata "Jika ada yang ingin menanggapinya...silahkan ditanggapi."
"Dan jika ada yang ingin memberikan saran serta pendapat yang lain, silahkan kalian ajukan." Ucap sang raja dan kembali duduk.
Sosok yang terlihat sepuh langsung berdiri dan berkata "Aku sangat setuju dengan saran dari peri yang berasal dari hutan ilusi itu jika kita tidak ingin meladeni mereka...tetapi aku merasa ada masalah lain yang akan kita rasakan untuk kedepannya..."
"Masalah apa yang petua maksudkan itu?" Tanya sang raja merasa penasaran.
"Masalahnya adalah dua manusia dan tiga siluman yang telah mengetahui letak markas kita serta makhluk yang melindungi kita...itulah masalahnya menurutku." Jawab pria sepuh itu.
"Itulah yang aku maksudkan sebelumnya, sehingga aku berniat untuk menghabisi mereka, namun keinginanku itu ditentang oleh komandan Nu Xiannu." Nanxian menambahkan.
"Jangan memotong penjelasan para petua...jika kau melakukannya lagi, aku akan mengusirmu dari ruangan ini." Bentak sang raja.
Nanxian kembali duduk dan membungkam mulutnya namun terus mengerutu didalam hatinya karena merasa apa yang selalu dia katakan tidak pernah didengar.
Sosok pria sepuh langsung berdiri dan ditangannya menggenggam sebuah tongkat berkepala naga.
Pria sepuh itu adalah leluhur dari beberapa peri yang menguasai sembilan danau besar yang berada di dalam dan diluar wilayah negara Xin, sebab pria sepuh itu adalah ayah dari sembilan putranya yang menjadi raja atau penguasa di sembilan danau besar tersebut.
Itulah mengapa mereka sangat menghormatinya dan tidak akan pernah membantah setiap apa yang akan dia katakan.
"Apa yang kalian katakan, itu tidak salah, namun jika kalian ingin memulai permusuhan dengan bangsa manusia, itu akan menjadi suatu kesalahan terbesar yang akan kalian lakukan."
__ADS_1
"Sejak dahulu kala, bangsa kita tidak lebih baik dari bangsa mereka, meskipun kelihatannya kita jauh lebih kuat dari mereka."
"Bangsa Peri, Bangsa Siluman, bangsa para dewa serta makhluk yang lainnya terlihat sangat kuat dari pada mereka, akan tetapi takdir surgawi telah menentukan bahwa akan ada satu diantara mereka yang bisa mengalahkan sebesar apa kekuatan kita..."
"Setiap makhluk hidup diberikan kuasa untuk melakukan setiap tugas mereka, namun bangsa manusia memiliki tugas yang lebih besar dari kita meskipun mereka terlihat lemah."
"Untuk itu, lebih baik kita tetap menjalankan tugas kita untuk menjaga danau ini agar dunia kita tetap terjaga dengan baik."
"Dan jika memang apa yang kalian risaukan itu terjadi, maka kita berikan hukuman kepada mereka sesuai dengan kemampuan kita."
"Apakah kalian semua sudah memahami apa yang aku katakan?." Tutup leluhur itu.
Semuanya langsung berseru dengan serentak untuk menjawab pertanyaan pria sepuh itu.
"Berarti kita aktifkan saja formasi ilusi untuk mengaburkan pandangan mereka agar tidak bisa menemukan danau ini." Ucap sang raja sambil menatap leluhur itu yang adalah ayahnya.
Leluhur itu hanya menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan sang raja dan langsung menghilang dari pandangan semua orang.
***
Di tengah perjalanan Xue Yunlei dan lima sosok lainnya dikejutkan dengan penampakan seorang pria sepuh yang berdiri menghalangi jalan yang akan mereka lalui.
"Jika kami boleh tahu, siapa senior ini? Dan mengapa menghalangi jalan kami?." Tanya Xue Yunlei.
"Apakah tujuan kalian benar-benar ingin menuju kearah utara?." Balas pria sepuh itu tidak menjawab pertanyaan Xue Yunlei namun balik melontarkan pertanyaan.
"Sepertinya anda adalah leluhur dari bangsa peri penguasa sembilan danau di wilayah negara Xin dan sekitarnya...apakah tebakan ku itu benar?" Ucap Huaxianzi menebak siapa sosok didepan mereka itu dan bertanya untuk memastikannya.
"Sepertinya wawasan peri yang berasal dari Hutan Ilusi sangat luas, sehingga bisa mengenali ku...tebakanmu itu benar, aku adalah leluhur bangsa peri penguasa sembilan danau." Ucap pria sepuh itu menjawab pertanyaan Huaxianzi.
"Hormat kepada leluhur! Senang bisa bertemu dengan mu." Ucap Huaxianzi, Xue Yunlei dan yang lainnya.
"Aku sangat penasaran dengan kalian...sepertinya pemandangan seperti ini baru pertama kalinya seumur hidupku...dimana ada tiba bangsa yang berbeda bisa berjalan bersama." Ucap pria sepuh itu.
"Apakah kau yang membuatnya sehingga bisa seperti ini?." Tanya pria sepuh itu sambil menatap kearah Xue Yunlei.
Hal itu karena Xue Yunlei menunggangi siluman terkuat diantara dua siluman lainnya.
__ADS_1
"Iya leluhur...namun itu hanya kebetulan saja." Jawab Xue Yunlei merendah.
"Ha...ha...ha...ha...ha...anak muda, kau tidak perlu merendahkan diri dihadapanku, sebab aku bisa melihat semua yang kau miliki."
"Meskipun kau memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa langit awal, tetapi apa yang kau miliki itu bisa membuat tubuhmu tidak terluka meskipun diserang oleh seorang pendekar dewa surgawi."
"Itu karena di tubuhmu terdapat benang sutra emas milik seekor makhluk yang berasal dari langit yang memiliki kemampuan hampir setara dengan makhluk surgawi."
"Leluhur terlalu memujiku." Xue Yunlei menanggapi perkataan pria sepuh itu.
"Leluhur, sebenarnya kami bergerak ke utara hanya untuk mengelabui orang-orang yang mengejar kami agar mereka tidak akan membuat kekacauan di wilayah negara Xin untuk menemukan kami." Lanjut Xue Yunlei jujur.
"Hmmmphh...sepertinya itu tujuan kalian...aku bisa memahami kekhawatiran kalian terhadap kekuatan orang yang mengejar kalian...apa lagi dinegara Xin, para pendekar hanya memiliki basis kultivasi tertinggi sebagai seorang pendekar dewa bumi."
"Mereka Tentunya bukanlah lawan yang sepadan dengan seorang pendekar diranah saint."
"Niat kalian untuk menghindarkan bangsaku dari masalah besar aku sangat menghargainya, dan sebagai rasa terima kasihku, aku akan membawa kalian untuk pergi ke dunia yang aku ciptakan sendiri."
"Bagaimana? Apakah kalian bersedia untuk ikut bersama dengan ku?" Tutup pria sepuh itu dengan melontarkan pertanyaan.
Tanpa berpikir panjang, Xue Yunlei segera menyetujuinya.
Pria sepuh itu segera mengibaskan tangannya dan dalam sekejap semuanya langsung menghilang dari tempat itu.
Disaat mereka tersadar, kini mereka sudah berada di suatu tempat yang sangat indah dengan dengan energi alam yang sangat tebal.
"Tempat ini sangat indah dan memiliki energi alam yang sangat kuat...apakah tempat ini diciptakan oleh leluhur?." Tanya Xue Yunlei penasaran.
Pria sepuh itu menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Jika demikian, berarti leluhur memiliki kekuatan yang sudah setara dengan seorang pendekar diranah Xian...apa benar seperti itu?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Ha...ha...ha...ha...ha...anak muda, itu tingkatan bagi seorang manusia yang ingin menjadi seorang dewa sejati...hal itu sama sekali berbeda dengan kami bangsa peri...meskipun kami tidak sekuat bangsa para dewa, namun kekuatan yang aku miliki hampir setara dengan mereka."
"Peri penguasa Hutan Ilusi saja pasti sudah bisa membuat dunia mereka sendiri meskipun kekuatannya masih berada jauh dibawah ku...itu karena kami memang sudah memiliki kemampuan itu jika sudah hidup selama seribu tahun."
Xue Yunlei terus mendengar dengan seksama setiap apa yang disampaikan oleh pria sepuh itu untuk bisa menambah wawasannya.
__ADS_1
~Bersambung~