PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 287. Pertarungan Terakhir Roh Dewa III


__ADS_3

Mendapatkan pertanyaan dari Qingsu Daode, Roh Dewa itu pun menjawab.


"Saat ini kita pikirkan terlebih dahulu untuk bisa mengalahkan mereka, mengenai hal itu kita bahas nanti saja."


"Bagaimana caranya kita akan bertarung bersama?" Tanya Qingsu Daode.


"Aku akan menyalurkan energi yang aku miliki untuk menambah kekuatan serangan energi qi milikmu." Jawab Roh Dewa itu.


Saat keduanya sedang membahas untuk bekerja sama, Xue Yunlei segera memberi perintah kepada Huaxianzi dan Yao Laohu.


"Ayo kita serang! Jangan biarkan mereka berdua menggabungkan kekuatan mereka!"


Naga Logam Api Petir segera menerjang kearah Qingsu Daode diikuti juga dengan sebuah kelopak bunga yang berukuran besar milik Huaxianzi.


Yao Laohu juga tidak tinggal diam, raja siluman harimau itu segera melepaskan serangan cakar berukuran besar untuk menyerang Qingsu Daode.


Prajurit dengan baju zirah langsung berdiri menyelimuti tubuh Qingsu Daode yang tidak lain adalah milik Roh Dewa untuk melindungi leluhur agung suku Tangut itu.


Booommm...booommm...booommm


Tiga ledakan besar secara beruntun terjadi saat serangan Xue Yunlei, Huaxianzi dan Yao Laohu membentur baju zirah prajurit energi milik Roh Dewa itu.


"Sial! Sepertinya tubuh prajurit energi ini lebih kokoh dari sebelumnya...kita harus segera membuat Roh Dewa itu tidak bisa leluasa untuk menggunakan kekuatannya." Pikir Xue Yunlei yang terus menggempur prajurit energi itu.


"Cepat kau bergerak untuk menyerang mereka, biar aku yang akan membantumu juga untuk menyerang." Ucap Roh Dewa itu.


Qingsu Daode segera melakukan apa yang disarankan oleh Roh Dewa itu.


Dengan cepat Qingsu Daode berpindah dari tempatnya berdiri ketempat dimana ketiga lawannya itu berada.


Pergerakan Qingsu Daode itu langsung dibarengi dengan tebasan pedang energi milik Roh Dewa itu.


Ketiganya tidak sempat menghindari tebasan pedang tersebut dan membuat tubuh ketiganya langsung terhempas kebelakang.


"Sangat cepat! Aku hampir tidak bisa melihat serangannya...untung saja benang sutra emas ini bisa melindungiku dari serangan tebasan pedang miliknya" Xue Yunlei membantin dan kembali memperbaiki posisi berdirinya untuk bersiap bertarung.


"Sangat kuat! Untung saja apa yang penguasa berikan bisa membendung serangan pedang itu, jika tidak, sudah pasti aku akan terluka serius." Huaxianzi membantin setelah terkena serangan tebasan pedang milik Roh Dewa itu.


Hal yang sama juga di rasakan oleh Yao Laohu yang terkena serangan tebasan pedang energi milik Roh Dewa itu.


Mereka bertiga segera berpencar dan langsung melepaskan serangan kearah Qingsu Daode.


Xue Yunlei kembali meminjam kekuatan pedang pusaka miliknya untuk meningkatkan kekuatan serangannya.


"Jika aku bisa menyelipkan benang sutra emas ini untuk memasuki tubuh pria sepuh itu, pertarungan ini akan segera berakhir. Jika tidak, pertarungan ini akan berlangsung lama." Pikir Xue Yunlei yang kembali merencanakan trik untuk bisa menyelesaikan pertarungan saat itu.

__ADS_1


Ditempat sisi yang lain dihutan ilusi, perlawanan Du Tiansang, Raja Iblis dan yang lainnya kini terlihat sudah tidak seimbang lagi.


Setelah kedatangan Huaxianzi dan Gai Bian, secara kuantitas, pasukan yang bertarung dari pihak Xue Yunlei lebih banyak dari kelompok yang datang bersama Roh Dewa itu.


Hal itulah yang membuat mereka mulai tersudut menghadapi lawan mereka.


Zhuan Zhu sendiri dengan pengalaman yang dia miliki, mampu membuat Feng Ya kelabakan menghadapinya.


Bao Meng Ling sendiri kini sedang menghadapi tiga komandan pasukan peri penguasa hutan ilusi dan situasinya mulai tersudut.


"Sebaiknya kita membantu yang lain, sebab aku melihat saat ini posisi mereka semua sedang tersudut." Ucap Roh Dewa itu kepada Qingsu Daode.


Saat Qingsu Daode memalingkan pandangannya kearah yang lain, dia langsung melihat kebenaran apa yang disampaikan oleh Roh Dewa itu.


"Bagaimana dengan mereka bertiga?" Tanya Qingsu Daode.


"Kita abaikan saja mereka bertiga sambil menghindari serangan, kita pergi ke tempat dimana rekan-rekan kita berada." Jawab Roh Dewa itu.


Qingsu Daode pun segera melakukan saran yang disampaikan oleh Roh Dewa itu.


Qingsu Daode segera menghindari serangan Xue Yunlei dan kedua sosok lainnya serta terus bergerak kearah dimana rekan-rekannya berada.


"Penguasa! Sepertinya mereka bermaksud untuk membantu teman mereka yang sudah dalam situasi tersudut." Tutur Yao Laohu.


Tebasan pedang energi milik Roh Dewa itu langsung mengarah ke tubuh para peri yang berasal dari wilayah Jicheng.


Meskipun tebasan pedang energi itu tidak melukai tubuh bagian luar pasukan bangsa peri dan juga pasukan bangsa siluman, namun serangan itu sanggup membuat mereka terluka dalam.


Hanya dalam sekali serangan saja, Qingsu Daode dengan bantuan Roh Dewa itu sudah bisa melukai lima pasukan bangsa peri penguasa hutan wilayah Jicheng serta tiga pasukan bangsa siluman dari tempat yang sama.


Jing Senlin yang melihat hal itu langsung merasa geram dan segera melesat kearah Qingsu Daode sambil melepaskan serangan.


"Hmmmphh...kau pikir mudah untuk membokongku?" Pikir Roh Dewa itu.


Dengan cepat pedang energi milik Roh Dewa itu langsung menyambut serangan Jing Senlin yang telah melepaskan anak panah miliknya yang juga adalah senjata pusaka bangsa peri.


Satu anak panah yang dilepaskan oleh Jing Senlin langsung berubah menjadi puluhan anak panah untuk menghujam prajurit energi milik Roh Dewa.


"Serangan seperti ini tidak bisa melukai kita." Ucap Roh Dewa itu kepada Qingsu Daode.


Qingsu Daode yang mendengar perkataan Roh Dewa itu langsung menjadi lebih percaya diri dan terus bergerak untuk membantu rekan-rekannya.


Akan tetapi pergerakannya langsung dihentikan oleh Xue Yunlei dengan serangan Naga Logam Api Petir yang dia kendalikan.


Dengan cepat Naga milik Xue Yunlei segera menyemburkan api yang diselimuti petir untuk memberikan serangan pengalihan.

__ADS_1


Huaxianzi dan Yao Laohu pun tidak tinggal diam, kini keduanya juga melepaskan serangan terkuat mereka kearah prajurit energi milik Roh Dewa itu.


"Sial, mereka bertiga terus berusaha untuk menggagalkan rencana kita." Ucap Roh Dewa itu.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Qingsu Daode.


"Sepertinya kita harus melayani mereka bertiga dan harus bisa melumpuhkan salah satu dari mereka." Ucap Roh Dewa itu.


"Menurutmu, siapa yang terlemah diantara mereka bertiga?" Lanjut Qingsu Daode bertanya.


"Sepertinya siluman harimau berkepala tiga itu adalah yang terlemah diantara mereka bertiga...kita berdua harus mencari momentum yang tepat untuk bisa melepaskan serangan terkuat kita kepada siluman harimau itu." Jawab Roh Dewa itu.


Karena Langren telah membuat Du Tiansang tersudut, dia segera memerintahkan beberapa siluman untuk bertarung dengan pria sepuh itu.


Sedangkan dirinya sendiri akan pergi membantu Xue Yunlei dan dua sosok lainnya untuk bisa mengalahkan Qingsu Daode.


"Penguasa! Apa yang bisa saya lakukan?" Tanya Langren setelah berada disisi Xue Yunlei.


"Ajak Gai Bian untuk bisa menjaga tubuhku, sebab aku akan menggunakan kekuatan jiwaku untuk bisa menyerang Roh Dewa yang ada didalam tubuh pria sepuh itu." Jawab Xue Yunlei.


"Baik penguasa!" Balas Langren dan segera pergi ke tempat dimana Gai Bian berada dan sedang bertarung dengan salah satu leluhur suku Tangut.


"Kau biarkan komandan Nu Xiannu saja yang menghadapinya, sebab kau ada tugas yang akan penguasa berikan." Tutur Langren kepada Gai Bian.


Gai Bian pun segera melakukan apa yang Langren sampaikan kepadanya.


Keduanya pun segera menuju ke tempat dimana Xue Yunlei bertarung.


"Penguasa, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Gai Bian setelah tiba di dekat Xue Yunlei.


"Kau berjaga disekitarku, sebab aku akan menggunakan kekuatan jiwaku untuk bisa mengalahkan Roh Dewa itu." Tutur Xue Yunlei.


"Baik Penguasa!" Balas Gai Bian.


"Sedangkan kau, bantu Yao Laohu dan Huaxianzi untuk menghadapi pria sepuh itu." Lanjut Xue Yunlei memberi perintah kepada Langren.


"Baik Penguasa!" Jawab Langren dan segera melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.


Xue Yunlei sendiri kini segera menciptakan formasi pelindung yang diselimuti juga dengan benang sutra emas untuk melindungi tubuhnya.


Selanjutnya pemuda itu segera memusatkan konsentrasinya untuk bisa menggunakan kekuatan jiwanya.


"Kali ini, aku benar-benar akan melenyapkan dirimu untuk selama-lamanya." Xue Yunlei membantin.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2