PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 251. Keinginan Xue Zhao


__ADS_3

Di kota Yin, sebelum berangkat untuk menuju ke wilayah bagian barat negara Xin, kini Xue Zhao segera mengunjungi kediaman klan Shang untuk menemui Shang Mingmei setelah mendapatkan informasi mengenai pembatalan perjodohannya dengan Xue Yunlei.


Xue Zhao ingin memanfaatkan wanita itu agar bisa membuat Xue Yunlei tidak bisa lagi bertindak jauh kepadanya.


Tidak hanya itu saja, Xue Zhao juga telah mengetahui jika wanita yang diceritakan oleh Du Tiansang adalah kekasih Xue Yunlei.


Akan tetapi dia belum mengetahui berasal dari wanita itu.


Kedatangan Xue Zhao langsung disambut dengan baik oleh Shang Chiu.


"Tuan muda Xue Zhao, silahkan masuk." Ucap pria tua itu dengan sangat ramah.


"Terima kasih patriark Shang atas keramahannya." Ucap Xue Zhao.


"Tuan muda Xue Zhao, silahkan duduk." Lanjut Shang Chiu lagi.


Pemuda itu pun segera menuruti keinginan pria tua didepannya.


"Sepertinya ada hal penting yang ingin tuan muda sampaikan kepada pria tua ini sehingga datang sendiri kekediamanku yang sederhana ini." Ucap Shang Chiu.


"Patriark Shang tidak perlu merasa rendah seperti itu."


"Memang kedatangan ku kesini memiliki maksud yang mungkin itu bisa dipertimbangkan oleh patriark Shang Chiu."


"Tuan muda Xue Zhao, sekiranya hal itu bisa aku penuhi, pasti aku akan berusaha untuk bisa memenuhinya."


"Silahkan tuan muda Xue katakan, hal apa itu yang membuat tuan muda Xue Zhao hingga datang kesini?" Tanya Shang Chiu.


"Patriark Shang, kedatangan ku kesini untuk mempertanyakan rumor yang beredar mengenai perjodohan nona Shang Mingmei dengan Xue Yunlei."


"Apakah benar perjodohan mereka berdua telah dibatalkan?" Tanya Xue Zhao.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata urusan anak muda, aku yang sudah tua ini sebenarnya merasa malu untuk membicarakan tentang urusan anak muda."


"Tetapi karena aku juga adalah orang tua dari Ming'er, sehingga aku harus mengurusnya juga."


"Rumor yang tuan muda Xue Zhao dengar itu memang benar adanya...perjodohan mereka berdua telah di akhir oleh Ming'er sendiri."


"Awalnya aku merasa tidak percaya dengan hal itu, namun setelah aku secara langsung mengkonfirmasinya kepada Ming'er, dia pun membenarkan hal itu."


"Sepertinya rumor itu benar adanya." Ucap Xue Zhao menanggapi.


"Patriark Shang, seperti yang kau ketahui sebelumnya, aku sangat menyukai nona Shang Mingmei, namun karena aku menghormati perjodohan mereka berdua, sehingga aku hanya bisa mengalah untuk bisa mendapatkannya."


"Saat ini aku mohon bantuan Patriark Shang untuk bisa menyampaikan kepada nona Shang Mingmei, jika aku ingin mempersunting dirinya untuk bisa menjadi istriku."


"Apakah Patriark Shang Chiu bisa membantuku?" Tanya Xue Zhao.


Shang Chiu sedikit terdiam dan mengelus-elus janggutnya memikirkan perkataan Xue Zhao itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Shang Chiu pun berkata.


"Tuan muda Xue Zhao, selama ini aku memang tidak pernah untuk mencampuri urusan mengenai masa depan Ming'er, akan tetapi karena ini permintaan anda, aku akan mencoba untuk menyampaikannya."


"Namun aku tidak bisa menjanjikan kepada anda mengenai jawaban yang akan Ming'er berikan, sebab aku tidak bisa untuk menekannya mengenai hal itu."


"Aku bisa mengerti dengan kesulitan yang Patriark Shang Chiu rasakan, sebab basis kultivasi milik nona Shang Mingmei adalah yang paling tinggi diantara anggota klan Shang."


"Patriark Shang Chiu hanya menyampaikannya saja, mengenai jawabannya, tinggal Patriark sampaikan saja kepadaku, biar aku sendiri yang akan mengurus untuk kelanjutannya."


"Baik tuan muda Xue Zhao, aku akan menyampaikan kepadanya tawaran dari tuan muda itu." Balas Shang Chiu.


"Tuan muda Xue Zhao, silahkan dinikmati dahulu teh hangat yang telah disiapkan." Lanjut Shang Chiu.


Xue Zhao pun segera melakukan apa yang Shang Chiu sampaikan.


Setelah itu, pemuda itu pun segera pamit undur diri meninggalkan kediaman Shang Chiu untuk kembali ke balai kota Yin.


"Sepertinya aku harus segera pergi ke kediaman Ming'er." Pikir Shang Chiu dan segera pergi meninggalkan kediamannya.


"Hormat kepada Patriark Shang Chiu!" Seru dua orang penjaga yang bertugas menjaga pintu gerbang kediaman Shang Mingmei menyambut kedatangan Shang Chiu.


"Apakah nona Shang Mingmei sedang berada didalam?" Tanya Shang Chiu.


"Iya Patriark, nona Shang Mingmei saat ini berada didalam." Jawab seorang penjaga.


Keduanya segera membukakan gerbang dan mempersilahkan Shang Chiu untuk masuk.


Saat tiba didepan salah satu ruangan, seorang pelayan langsung menyambut kedatangan Shang Chiu.


"Hormat kepada Patriark Shang Chiu!" Tutur pelayan itu.


"Sampaikan kepada nona Shang Mingmei jika aku ingin bertemu dengannya." Perintah Shang Chiu.


"Baik Patriark!" Jawab pelayan itu dan segera memasuki ruangan dimana Shang Mingmei berada.


"Nona, Patriark Shang Chiu ingin bertemu dengan anda." Ucap pelayan itu.


"Baiklah, suruh Patriark Shang Chiu untuk masuk." Ucap Shang Mingmei.


"Baik nona!" Balas pelayan itu dan segera pergi meninggalkan Shang Mingmei.


"Patriark Shang Chiu, silahkan masuk." Ucap pelayan itu sambil mengantarkan pria tua itu.


"Kakek!" Ucap Shang Mingmei yang langsung menyambut kedatangan Shang Chiu dengan pelukan.


Shang Chiu segera melambaikan tangannya untuk memberikan isyarat kepada pelayan itu agar pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ming'er, bagaimana dengan keadaanmu?" Tanya Shang Chiu.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja kek."


"Kakek, kenapa tidak memanggilku saja agar aku bisa menemui dirimu...mengapa kakek yang datang sendiri kesini?" Ucap Shang Mingmei.


"Ming'er, ada hal penting yang ingin kakek bicarakan denganmu."


"Hal penting apa itu Kek?" Tanya Shang Mingmei penasaran.


"Saat ini kakek ingin membicarakan mengenai masa depanmu."


"Saat ini kau sudah berusia 22 tahun...diusiamu seperti ini, sudah waktunya kau menentukan pilihanmu untuk mendapatkan seorang pria yang akan menjadi pendamping hidupmu."


"Perjodohan mu dengan Xue Yunlei telah kau batalkan tanpa bisa aku ketahui apa penyebabnya."


"Namun kakek baru saja didatangi oleh tuan muda Xue Zhao...sebab dia telah mendengar rumor mengenai pembatalan perjodohan mu itu."


"Dia datang kepada ku agar aku bisa menyampaikan pesan darinya bilamana dirinya akan datang untuk melamar dirimu agar bisa menjadi istrinya."


"Ming'er, Apakah kau akan menerima lamarannya?" Tutup Shang Chiu dengan pertanyaan.


"Kakek, untuk beberapa tahun ini, aku tidak ingin untuk membicarakan mengenai hal itu, jadi tolong kakek sampaikan kepada tuan muda Xue Zhao, jika aku belum siap untuk menerima lamarannya." Jawab Shang Mingmei.


"Ming'er, tuan muda Xue Zhao memiliki sifat yang sangat baik, serta memiliki basis kultivasi yang sangat tinggi, hal itu bisa membuat klan kita akan sangat dihormati di seluruh wilayah negara Xin ini."


"Kakek, aku tidak berpikir untuk mengabaikan hal itu, setiap wanita cantik di negara ini, pasti akan sangat merindukan seseorang yang sama seperti tuan muda Xue Zhao, akan tetapi saat ini aku benar-benar tidak ingin memikirkan hal itu."


Shang Mingmei terus menolak untuk memberikan sedikitpun harapan kepada Xue Zhao.


Hal itu karena dirinya tidak ingin lagi berpikir untuk berumah tangga lagi.


Sebab didalam hatinya hanya ada Xue Yunlei seorang.


"Ming'er, jika itu sudah menjadi keputusanmu, kakek tidak bisa lagi memaksamu untuk menerima lamaran dari tuan muda Xue Zhao."


"Kakek akan pergi dan memberitahukan hal itu kepadanya, agar dia mengetahui akan penolakanmu ini."


"Ming'er, kakek pergi dulu...janga dirimu baik-baik." Ucap Shang Chiu dan segera pergi meninggalkan ruangan itu dan diantarkan oleh Shang Mingmei sampai ke pintu.


"Kakek harus menjaga kesehatan kakek juga." Ucap Shang Mingmei melepas kepergian kakeknya itu.


Shang Mingmei kini kembali menutup pintu kamarnya itu dan kembali duduk di kursi yang sudah tersedia.


"Siapa yang mau menikahinya? Sikapnya saja saat ini sangat berbeda dari sikap sebelumnya."


"Aku berpikir jika tuan muda Xue Zhao itu adalah sosok yang berbeda."


"Apa lagi dengan peningkatan basis kultivasinya yang sangat mengerikan sama seperti yang dicapai oleh tuan muda Chen Kaibo."


"Namun aku melihat sikap dari tuan muda Chen Kaibo masih terlihat sama seperti sebelum dia memiliki basis kultivasi seperti sekarang ini."

__ADS_1


Shang Mingmei terus memikirkan mengenai perubahan sikap Xue Zhao dan juga peningkatan basis kultivasinya sama seperti Chen Kaibo.


~Bersambung~


__ADS_2