PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 212. Situasi Di Wilayah Danau


__ADS_3

Setelah selesai menjelaskan, pria sepuh itu pun mengganti topik pembicaraan dan berkata "Sebagai seorang peri, kami tidak diperbolehkan untuk mencampuri urusan manusia selain itu atas permintaan dari manusia itu sendiri."


"Untuk itu, aku hanya menawarkan satu hal kepada kalian berdua untuk bisa membantu didalam meningkatkan basis kultivasi kalian berdua...bagaimana? Apakah kalian berdua mau menerima bantuanku?" Tanya pria sepuh itu sambil menatap kearah Xue Yunlei dan Zhuan Zhu karena hanya mereka berdua yang berasal dari bangsa manusia.


"Terima kasih atas kebaikan leluhur, aku tidak bisa menolak tawaran itu dan dengan senang hati menerimanya." Ucap Xue Yunlei sambil tersenyum bahagia.


"Aku juga menerima tawaran itu! Terima kasih atas kebaikannya." Ucap Zhuan Zhu.


"Baiklah, sebelum kalian berdua berkultivasi, aku ingin bertanya. Siapa yang sudah pernah menggunakan sumber daya tingkat tinggi untuk meningkatkan basis kultivasi kalian?."


"Aku telah menyerap esensi dari buah persik yang diberikan oleh ratu peri penguasa Hutan Ilusi serta inti jiwa dari Ulat Sutra Emas." Jawab Xue Yunlei jujur.


"Hmmmmphh...sepertinya kau akan sangat sulit untuk bisa kembali meningkatkan basis kultivasi mu lagi." Ucap pria sepuh itu.


"Mohon maaf sebelumnya, tetap aku baru saja meningkatkan basis kultivasi ku saat menyerap energi qi yang berasal dari inti jiwa dua orang pendekar dewa...meskipun aku akui jika aku telah menggunakan teknik terlarang yang tidak bisa digunakan oleh seorang pendekar aliran putih." Ungkap Xue Yunlei jujur.


"Jika demikian, itu akan menghabiskan waktu yang tidak singkat jika hanya dengan berkultivasi." Pria sepuh itu menanggapi.


"Akan tetapi, jika dengan menyerap energi qi dari inti jiwa seorang pendekar bisa membuat basis kultivasi mu meningkat...berarti itulah jalan satu-satunya yang bisa kau lakukan agar bisa secepatnya meningkatkan basis kultivasi mu." Lanjut pria sepuh itu.


"Namun memang teknik seperti itu sangat dilarang oleh siapapun...bangsa peri saja sangat melarang tindakan itu." Tutup pria sepuh itu yang terlihat seperti sedang berpikir.


Semuanya tidak bisa lagi berkata-kata. Suasana saat itu kini menjadi hening dan sangat terlihat canggung.


"Baiklah...aku akan memberimu sesuatu yang sangat berharga...jika itu bisa membantu meningkatkan basis kultivasi mu, berarti masalah mu sudah terpecahkan." Tutup leluhur bangsa peri sambil menyerahkan sebuah cincin spasial kepada Zhuan Zhu.


"Silahkan kau pergi untuk berkultivasi." Perintah pria itu kepada Zhuan Zhu.


Zhuan Zhu pun segera pergi untuk mencari tempat yang sangat cocok untuk berkultivasi.


"Kalian berempat masuklah kebangunan itu untuk bisa beristirahat dan menunggu mereka berdua kembali." Perintah pria sepuh itu kepada Huaxianzi dan ketiga siluman itu.


"Sedangkan kau, ayo ikut aku." Ucap pria sepuh itu kepada Xue Yunlei dan segera berjalan.


Xue Yunlei pun segera berjalan mengikuti pria sepuh itu dari belakang dan memasuki sebuah tempat yang terpisah dari bangunan dimana Huaxianzi dan yang lainnya pergi.


Pria sepuh itu melambaikan tangannya dan sebuah pintu masuk yang berada di dinding tebing langsung terlihat didepan mereka.


Leluhur bangsa peri itu segera melangkah untuk memasuki tempat tersebut yang terlihat seperti sebuah goa.

__ADS_1


Xue Yunlei juga tanpa ragu mengikuti pria sepuh itu dari belakang.


Setelah berjalan sekitar seratus meter, mereka berdua sampai disuatu ruangan yang terlihat sangat luas.


Terlihat sebuah batu berwarna merah dan berbentuk seperti sebuah meja terletak tepat di tengah-tengah ruangan tersebut.


Energi yang sangat besar sangat terasa merembes keluar dari batu itu.


"Kau akan tidur diatas batu itu dan menyerap energi yang ada dibatu itu...aku ingin melihat berapa waktu yang kau miliki untuk bisa meningkatkan basis kultivasi mu."


"Tetapi jika batu misterius ini tidak bisa memberikan perubahan pada kultivasi mu, kau harus menghentikannya."


"Ini beberapa inti jiwa dari seekor siluman yang sudah berusia lebih dari sepuluh ribu tahun serta sebuah pil emas untuk membantumu saat berkultivasi." Ucap leluhur bangsa peri itu sambil menyerah benda yang dia katakan.


Xue Yunlei segera menerima pemberiannya dengan senang hati, sebab inti jiwa dari siluman yang berusia lebih dari sepuluh ribu tahun sangat berharga.


"Mulailah untuk berkultivasi, aku akan selalu datang untuk melihatmu." Ucap pria sepuh itu kemudian langsung menghilang.


Xue Yunlei pun segera melakukan apa yang pria sepuh itu perintahkan.


Saat tubuhnya berbaring diatas batu merah itu, sebuah getaran yang sangat kuat langsung bisa dia rasakan.


Hal itu terus dilakukan oleh Xue Yunlei dengan sabar dan dengan penuh kehati-hatian hingga dia bisa merasakan ada peningkatan dalam basis kultivasinya.


"Sepertinya batu ini sangat berguna untuk meningkatkan basis kultivasi ku...tidak ku sangka ada benda seperti ini didunia yang leluhur itu ciptakan." Pikir Xue Yunlei sesaat setelah merasakan ada peningkatan dalam inti jiwanya.


Karena dunia jiwa miliknya telah penuh dengan energi qi miliknya, Xue Yunlei kini mencoba untuk memadatkan energi qi miliknya itu agar inti jiwa yang awalnya hanya sebesar sedikit lebih besar dari kelereng akan meningkat menjadi seperti bola kasti.


Dan jika Xue Yunlei sudah bisa melakukan hal itu, tentunya basis kultivasinya juga akan meningkat drastis, meskipun dia akan membutuhkan waktu lagi untuk berkultivasi agar kembali bisa memenuhi dunia jiwa miliknya dengan energi qi.


Kini Xue Yunlei terus menyerap energi yang terkandung didalam batu itu serta energi alam disekitarnya untuk di olah menjadi energi qi sampai siap untuk dipadatkan ke inti jiwa miliknya.


***


Di dunia manusia tepat dipinggir danau dimana kelompok Xue Yunlei bertemu dengan para Peri penguasa danau, terlihat sebelas sosok pendekar yang terlihat sudah lanjut usia kini sedang mengamati area itu.


"Sepertinya ada formasi pengabur yang dipasang oleh bangsa peri diarea sekitar sini, apakah kelompok mereka telah berada di dalam dunia peri?." Pikir Sang Raja Iblis.


"Leluhur Agung, apakah ada hal yang mencurigakan ditempat ini?." Tanya seorang pendekar dewa.

__ADS_1


"Iya, tempat ini telah dipasang formasi pengabur oleh bangsa peri, dan teknik yang mereka gunakan tidak bisa aku patahkan." Jawab Raja Iblis.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya pria sepuh yang lain.


"Sepertinya bangsa peri ditempat ini memiliki kekuatan yang harus diwaspadai, apa lagi ini adalah wilayah kekuasaan mereka, sehingga kita tidak boleh bertindak gegabah." Tutur Raja Iblis.


"Ayo kita ikuti jejak aura keberadaan mereka..." Ucap Raja Iblis.


"Leluhur Agung, menurutku ini terlalu mudah bagi kita mengetahui arah mereka pergi...jika dipikir-pikir, mereka sengaja meninggalkan jejak aura keberadaan agar kita terus mengikuti mereka." Ucap pria sepuh yang bersama dengan Raja Iblis.


Mereka pun kembali berhenti dan terlihat Raja Iblis sedang memikirkan perkataan seorang leluhur yang bersama dengannya.


"Benar juga...sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menjebak kita, jadi kita harus terus memperhatikan setiap langkah kita." Ucap Raja Iblis dan kembali melanjutkan perjalanan.


Sebuah danau membentang luas dihadapan mereka untuk menghentikan perjalanan sebelas anggota sekte Gunung Kepala Putih itu.


"Sial, sepertinya kita sedang diawasi oleh seseorang." Gerutu Raja Iblis karena mengetahui danau didepan mereka itu hanyalah sebuah ilusi.


"Leluhur Agung, ada apa?." Tanya seorang pria sepuh.


"Danau didepan kita ini hanyalah sebuah ilusi yang diciptakan oleh bangsa peri untuk menghalangi jalan kita." Jawab Raja Iblis.


"Aku akan menghancurkan siapa pun yang mencoba untuk menghalangi jalan kita." Tutur sang Raja Iblis sambil menggunakan teknik miliknya untuk menghancurkan ilusi tersebut.


Sebuah formasi pertempuran kini telah tercipta dan langsung melesat kearah danau yang berada didepan mereka.


Booommm


Bunyi ledakan pun terdengar memecahkan keheningan hutan itu sehingga membuat burung-burung serta makhluk yang menghuni hutan itu langsung berteriak ketakutan.


Danau yang awalnya terlihat kini sudah menghilang dari pandangan mereka. Yang terlihat saat itu kini hanyalah pepohonan yang berdiri tegak dihadapan mereka.


Pasukan peri yang menciptakan ilusi tersebut kini dalam keadaan terluka dan segera menyingkir dari jalan yang akan dilalui oleh kelompok itu.


Bagi manusia, pendekar yang sudah memiliki basis kultivasi diranah saint adalah seorang dewa bumi yang bisa menghancurkan sebuah bukit kecil dengan satu serangannya.


Tidak hanya itu saja, pendekar diranah saint bisa mengalahkan dengan mudah raja peri penguasa danau itu jika mereka bertarung didunia manusia.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2