
Mendengar suara yang berteriak untuk menghentikan tindakan bawahannya, Xue Zhao segera menatap kearah datangnya suara tersebut.
"Apakah kau adalah leluhur agung suku Tangut?" Tanya Xue Zhao mencoba untuk menebak.
Pria sepuh itu tidak menjawab pertanyaan Xue Zhao dan hanya memperhatikan kelompok yang telah membuat kekacauan di kota Sungai Perak itu.
"Itu benar, dialah leluhur agung suku Tangut ini." Ucap Huanglong membenarkan tebakan Xue Zhao.
"Saudara Huanglong! Apa yang sedang terjadi denganmu?"
"Siapa mereka ini?"
"Mengapa mereka membuat kekacauan di kota Sungai Perak ini?"
"Apakah kau sedang di tawan oleh mereka?"
Huanglong langsung di berondong dengan beberapa pertanyaan sekaligus dari leluhur agung suku Tangut yang langsung bisa mengenali dirinya.
Penguasa kota Sungai Perak langsung terkejut setelah mendengar apa yang Qingsu Daode ucapkan.
Karena itu pertanda jika leluhur agung sukunya mengenal pria sepuh yang terlihat sedang dalam keadaan terluka itu.
"Sepertinya pria sepuh itu memang benar adalah leluhur agung suku Hushi...ternyata kita telah salah paham dengan mereka." Pikir penguasa kota.
"Apakah kau telah menyesali dengan keputusanmu sebelumnya?" Tanya Du Tiansang sambil berbisik.
Penguasa kota Sungai Perak hanya bisa terdiam setelah mendengar bisikan dari Du Tiansang, sebab sosok yang melumpuhkan dirinya itu bisa mengetahui apa yang dia pikirkan.
"Saudara Qingsu, apa yang kau pikirkan itu tidak sesuai dengan apa yang kau lihat." Tutur Huanglong ingin menjelaskan.
"Apa maksud dari perkataanmu itu?" Tanya Qingsu Daode menanggapi ucapan Huanglong.
"Sebenarnya kekacauan ini tidak akan terjadi jika penguasa kota ini mengijinkan kami untuk masuk agar dapat bertemu denganmu." Jawab Huanglong.
"Namun dia tidak mengijinkan kami untuk memasuki kota ini...malahan komandan pasukan penjaga gerbang kota mengusir kami."
"Tetapi karena mereka merasa tersinggung dengan sikap yang ditunjukkan oleh komandan pasukan penjaga gerbang kota, sehingga mereka berpikir itu juga adalah perintah dari penguasa kota ini dan membuat mereka sangat tersinggung."
"Itulah mengapa mereka membuat kekacauan di kota Sungai Perak ini agar bisa membuat saudara Qingsu datang untuk menemuiku."
"Mereka ini hanya membantu mengantarkanku ke gunung Kongtong untuk bisa bertemu dengan guru agar dapat menyembuhkanku." Tutup Huanglong menjelaskan.
__ADS_1
"Saudara Cui Huanglong, akan tetapi tindakan mereka ini sudah sangat keterlaluan, sebab mereka telah membunuh ratusan prajurit yang juga adalah anggota suku Tangut." Balas Qingsu Daode tidak senang.
"Oleh karena itu, aku ingin meminta pertanggungjawaban kepada mereka dengan apa yang telah mereka lakukan itu." Lanjut Qingsu Daode.
"Ha...ha...ha...ha...ha...pendekar Huanglong, sepertinya saudara seperguruan mu ini tidak memperdulikan keadaanmu...apakah dia sangat senang melihatmu menderita seperti ini!?" Xue Zhao menanggapi.
"Anak muda, ternyata kau tidak bisa melihat tingginya langit dan dalamnya lautan...apakah kau butuh aku mengajarimu untuk bisa mengetahui hal itu!?" Balas Qingsu Daode.
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya pepatah itu pantas dikatakan kepadamu agar kau bisa merenungkan kembali kemampuanmu itu." Ujar Xue Zhao menanggapi.
Mendengar perkataan pemuda disamping Huanglong, membuat leluhur agung suku Tangut itu kembali berpikir.
"Apakah basis kultivasinya lebih tinggi dariku?"
"Tidak mungkin! Hal itu sangat mustahil bisa terjadi! Jika dilihat dari perawakannya, dia terlihat seperti baru berusia dua puluh tahun lebih. Dan diusianya seperti itu, jika dia seorang pendekar yang sangat jenius, basis kultivasinya pasti baru berada di tingkat pendekar langit."
Saat Qingsu Daode sedang berpikir, Huanglong pun kembali memaksakan dirinya untuk berbicara.
"Saudara Qingsu, lebih baik kau jangan membuat tuan muda ini merasa tersinggung, sebab nantinya kau akan menyesali apa yang akan kau perbuat."
"Saudara Huanglong, sebenarnya trik apa yang telah mereka pakai untuk bisa membuatmu seperti itu?" Tanya Qingsu Daode penasaran.
"Awalnya aku ingin datang kesini untuk meminta bantuan darimu, namun karena situasinya sudah seperti ini, lebih baik aku pergi saja dan melanjutkan perjalanan untuk menuju ke gunung Kongtong." Ucap Huanglong.
Tindakannya tersebut untuk bisa menghindari tindakan yang akan dilakukan oleh kelompok Xue Zhao kepada adik seperguruannya itu dan terhadap kota Sungai Perak.
"Nona Bao, pendekar Feng, cepat selesaikan tugas kalian berdua agar bisa secepatnya memulihkan kekuatan kalian." Perintah Xue Zhao dan tidak menanggapi ajakan Huanglong.
"Tuan muda, mohon ampuni mereka! Aku pikir semua yang telah dilakukan sebelumnya itu, sudah cukup untuk membayar sikap penguasa kota Sungai Perak itu." Ucap Huanglong.
"Jangan pernah merendahkan dirimu dihadapan pemuda itu, sebab aku pasti bisa menyelamatkan dirimu dari tangan mereka." Qingsu Daode merasa sangat geram melihat Huanglong memaksakan dirinya untuk bersujud dihadapan Xue Zhao.
Bao Meng Ling segera mendekati tubuh salah satu pelindung kota Sungai Perak dan langsung menyerap energi qi milik pria sepuh itu.
Sedangkan Feng Ya segera menyerap energi qi dari pelindung kota yang lainnya.
"Kalian benar-benar sangat biadap, aku harus membunuh kalian semua!" Teriak Qingsu Daode dan langsung menghilang dari tempatnya berada.
Melihat tindakan Qingsu Daode, Xue Zhao yang sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, segera menghilang juga dari tempatnya berdiri.
Tidak hanya Qingsu Daode, melainkan empat sosok yang telah datang bersama dengannya menghilang juga dari tempatnya masing-masing.
__ADS_1
Du Tiansang, Raja Iblis, Tian Zhi serta Cha Hong segera menyambut kedatangan lawan-lawan mereka.
"Aku tidak menyangka jika nasib adik Qingsu Daode bisa berakhir ditangan mereka." Pikir Huanglong yang menyayangkan tindakan adik seperguruannya itu.
Xue Zhao segera menyambut Qingsu Daode yang muncul di dekat Bao Meng Ling dan berniat untuk menyerang wanita tersebut.
Bao Meng Ling yang sudah mengetahui niat Qingsu Daode segera mengantisipasi tindakan pria sepuh itu dan langsung berpindah sambil menyerap energi qi pelindung kota Sungai Perak.
Begitu juga dengan Feng Ya, dia langsung pergi untuk menghindari serangan para leluhur suku Tangut sambil menyerap energi qi korbannya.
Beberapa ledakan pun kini mulai terdengar diatas udara kota Sungai Perak yang disebabkan oleh benturan energi qi dari dua kekuatan yang saling bertarung.
Seekor naga emas yang diciptakan dari energi qi milik Xue Zhao segera melesat kearah macan tutul energi qi milik Qingsu Daode.
Kedua makhluk energi qi itu saling bertarung satu sama lain yang dikendalikan oleh masing-masing pemiliknya.
"Sial, sepertinya pemuda ini memiliki basis kultivasi yang sangat kuat, apa lagi kemampuannya bisa mengimbangi kemampuan yang aku miliki." Pikir Qingsu Daode setelah merasakan serangan Xue Zhao.
Keduanya terus mengendalikan makhluk yang mereka ciptakan itu.
Namun Qingsu Daode mulai merasa kelabakan, sebab kekuatannya mulai menurun karena terlalu memaksakan dirinya untuk bisa mengimbangi kekuatan Xue Zhao.
"Sial, apakah aku akan dikalahkan oleh pemuda ini?" Pikir Qingsu Daode lagi.
"Kenapa? Apakah kau sudah merasa menyesal karena telah menganggap remeh diriku?" Tutur Xue Zhao.
Mendengar perkataan Xue Zhao, konsentrasi Qingsu Daode langsung terganggu dan terkena serangan cakar naga emas milik Xue Zhao.
Blaaarrr
Tubuh Qingsu Daode langsung terhempas kebelakang dan terjatuh ke tanah.
Salah seorang leluhur yang melihatnya, segera meninggalkan lawannya dan langsung melesat untuk bisa menyelamatkan Qingsu Daode.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku." Ucap Xue Zhao dan langsung melesat dengan cepat untuk kembali menyerang lawannya itu.
Naga emas miliknya segera melesat untuk kembali menyerang Qingsu Daode.
Selain Naga Emas, kini pedang pusaka milik Xue Zhao sudah dia keluarkan dan sedang menuju kearah dimana tubuh Qingsu Daode terhempas.
"Aku akan membuatmu bertekuk lutut kepadaku untuk bisa menjadi bawahanku." Pikir Xue Zhao.
__ADS_1
"Apakah hidupku akan berakhir hari ini?" Pikir Qingsu Daode yang sudah pasrah.
~Bersambung~