
Di wilayah padang gurun, Xue Yunlei dan juga Xiangwei terus melesat terbang untuk mencari tempat dimana pohon Tin atau biasa disebut juga dengan pohon Ara untuk bisa menemukan batu permata buah Tin.
" Tuan, disana terlihat ada beberapa tanaman, sebaiknya kita pergi kesana untuk melihatnya ". Tutur Xiangwei sambil menunjuk ke salah satu arah.
" Baiklah, ayo kita kesana untuk memeriksa apakah ada pohon Tin di tempat itu ". Xue Yunlei menyetujui perkataan Xiangwei.
Mereka berdua segera menuju ke tempat yang dimaksudkan oleh Xiangwei.
Setelah tiba di tempat yang mereka berdua tuju, keduanya tidak melihat pohon Tin ditempat tersebut.
Mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari di tempat yang lain.
Akan tetapi, saat keduanya hendak pergi, ada sesuatu yang bergerak dari bawah gundukan pasir.
Itu adalah beberapa makhluk yang terlihat seperti Kalajengking dengan ukuran yang besar ingin menyerang mereka berdua.
Kesadaran spiritual keduanya segera mendeteksi ancaman tersebut dan segera bergerak naik ke udara agar terhindar dari serangan makhluk itu.
" Tuan, hati-hati! Makhluk ini sangat berbisa serta sangat berbahaya, jangan sampai tersengat oleh ekornya atau kedua capitnya ". Teriak Xiangwei memperingatkan Xue Yunlei.
Di dahi makhluk itu terlihat sebuah benda yang bercahaya saat terkena sinar matahari.
" Xiangwei, apakah benda di dahinya itu adalah batu permata miliknya? ". Tanya Xue Yunlei ingin memastikan apa yang dilihatnya.
" Iya Tuan, sepertinya makhluk ini sudah berusia lebih dari seribu tahun, sehingga ukurannya sudah sebesar ini ". Jawab Xiangwei dengan pasti.
" Untuk membunuhnya itu akan sangat sulit, sebab cangkangnya sangat kokoh untuk bisa dihancurkan ". Lanjut Xiangwei menjelaskan.
" Terus, bagaimana cara kita untuk bisa mengalahkannya? ". Tanya Xue Yunlei lagi.
" Lebih baik kita fokus saja untuk mencari dimana pohon Tin tumbuh, agar kita bisa secepatnya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru tuan ". Tutur Xiangwei untuk memantapkan hati Xue Yunlei agar tetap melanjutkan pencarian mereka.
Xue Yunlei hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Baiklah, ayo kita lanjutkan pencarian kita ". Xue Yunlei mengiyakan saran Xiangwei.
Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan mereka meskipun Xue Yunlei merasa berat untuk membiarkan harta berharga yang dimiliki makhluk yang baru saja menyerang mereka berdua.
Melihat raut wajah Xue Yunlei yang terlihat berat untuk meninggalkan makhluk itu tanpa mengambil harta berharga yang makhluk itu miliki, Xiangwei langsung membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Apakah tuan merasa menyesal karena tidak memiliki harta berharga yang dimiliki oleh makhluk itu? ". Tanya Xiangwei menggoda Xue Yunlei.
" Tidur.. Tidak, aku tidak berfikir seperti itu ". Jawab Xue Yunlei terdengar gelagapan.
" Jika kita telah menemukan batu permata buah Tin, kita akan kembali lagi ketempat itu untuk mengambil apa yang dimiliki oleh makhluk itu ". Ujar Xiangwei untuk membuat tuanya merasa senang.
Setelah mengatakan hal tersebut, Xiangwei pun tersenyum kecil sambil menajamkan penglihatannya agar bisa melihat tempat dimana tumbuh pepohonan.
Setelah satu jam kemudian, akhirnya mereka berdua kembali melihat sebuah oasis yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan.
"Sepertinya tempat itu bisa menjadi tempat kita untuk beristirahat, agar kita bisa memulihkan energi qi kita yang sudah banyak terkuras". Tutur Xue Yunlei.
Xiangwei menanggapi perkataan Xue Yunlei dengan menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.
Setelah mereka tiba, terlihat Xue Yunlei sangat berhati-hati untuk memasuki wilayah tersebut.
Hal itu karena pengalaman yang baru saja dia alami saat meninggalkan tempat sebelumnya yang mereka kunjungi.
Tidak hanya Xue Yunlei, Xiangwei juga melakukan hal yang sama dengan apa yang Xue Yunlei lakukan.
Setelah merasa aman, keduanya segera memperhatikan setiap tanaman yang ada di area tersebut.
"Xiangwei, sepertinya, area ini sering di kunjungi oleh manusia, sebab setiap sudut tempat ini terlihat sangat bersih dan terurus". Ucap Xue Yunlei mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya.
Setelah tidak menemukan apa yang mereka cari, akhirnya mereka berdua langsung beristirahat dengan mengambil sikap meditasi.
Keduanya pun segera menelan pil milik Xiangwei agar bisa secepatnya memulihkan energi qi yang telah banyak hilang.
Saat mereka sedang berkultivasi, tiba-tiba sejumlah orang dengan senjata lengkap yang berada ditangan, segera mengepung mereka berdua.
Xue Yunlei segera menghentikan kegiatannya dan langsung melihat kesegala arah agar bisa memastikan siapa sosok yang telah mengganggu meditasinya.
"Siapa kalian, mengapa kalian mengepung kami? Apakah ada hal yang kalian inginkan? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
" Kami adalah penguasa wilayah ini, siapapun yang masuk kesini tanpa seijin kami, mereka harus mati". Jawab sosok pria yang terlihat seperti seorang pemimpin.
"Serang! Jika tidak bisa menangkap mereka hidup - hidup, bunuh saja pria itu, dan bawa wanita itu untukku". Perintah sang pemimpin kepada para bawahannya.
Ratusan anak panah dengan cepat melesat ke arah dimana Xue Yunlei dan Xiangwei berada.
__ADS_1
Pendekar muda itu segera menggunakan teknik pengendali elemen bumi untuk menghalau semua serangan anak panah lawan dengan menciptakan sebuah pelindung yang berbentuk seperti kuba untuk melindungi mereka berdua.
Anak panah milik para penyerang tidak sanggup untuk menembus dinding kubah yang terbuat dari pasir yang telah dipadatkan dengan energi qi milik Xue Yunlei.
Melihat serangan yang telah mereka lancarkan tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan, sang pemimpin pun segera berpikir untuk merubah strategi agar serangan mereka bisa berhasil.
" Sepertinya pendekar muda itu bisa menggunakan teknik untuk mengendalikan elemen bumi, kita juga harus menggunakan teknik tersebut ". Pikiran sang pemimpin.
" Gunakan teknik pengendali elemen bumi dan serang mereka berdua dari jarak dekat ". Perintah sang pemimpin lagi.
Bagaikan sekawanan serigala yang ganas dengan cepat melesat ke arah dimana Xue Yunlei dan Xiangwei berada.
Berbagai macam bentuk serangan yang menggunakan teknik pengendali elemen bumi segera mereka lepaskan kearah dimana Xue Yunlei dan Xiangwei berada.
Sebagian pasukan yang lain menggunakan teknik tersebut untuk bisa membuka celah didinding kubah yang Xue Yunlei ciptakan agar serangan pasukan yang lain bisa mengenai tubuh kedua orang yang berada di dalam kubah tersebut.
Xiangwei pun segera menghentikan kegiatannya saat itu dan segera bergabung dengan Xue Yunlei untuk menghadapi lawan yang ingin menyerang mereka.
Xiangwei menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk menggunakan teknik pengendali elemen kayu dari dalam kubah.
Pepohonan yang berada di tempat itu segera bergetar hebat dan kemudian tercabut dari tempat dimana pohon itu tumbuh.
Pemandangan itu membuat sang pemimpin semakin geram, sebab tempat yang selalu mereka jaga selama ini, telah dihancurkan oleh lawan mereka.
"Brengsek, aku harus membunuh kalian karena telah menghancurkan tempat ini". Ujar sang pemimpin sambil mengerahkan energi qi miliknya.
Sang pemimpin segera menggunakan kekuatan puncaknya sebagai seorang pendekar raja tingkat puncak untuk melindungi para bawahannya yang saat itu akan di serang oleh pepohonan yang dikendalikan oleh Xiangwei serta untuk menyerang kubah tersebut.
Sebuah tembok pun segera tercipta untuk menghalangi serangan Xiangwei.
Secara bersamaan serangan para bawahannya dan juga serangan Xiangwei membentur dinding kubah milik Xue Yunlei dan juga dinding tembok milik sang pemimpin.
Duuaaarrr... Duuaaarrr... Duuaaarrr
Ledakan - ledakan pun terjadi saat setiap serangan membentur dinding penghalang.
Akan tetapi para bawahan yang bertugas untuk membuka sedikit celah didinding kubah, tidak berhasil. Sehingga serangan mereka pun gagal total.
Sama halnya dengan serangan Xiangwei, meskipun ada keretakan didinding tembok tersebut.
__ADS_1
"Sial, ternyata mereka memiliki kekuatan diatas kita, hal ini harus disampaikan kepada para tetua". Pikir sang pemimpin yang langsung memerintahkan seorang bawahannya untuk melaporkan hal itu kepada para tetua.
~Bersambung~