
Setelah menunjuk orang - orang yang akan menduduki posisi pengurus didalam Organisasi Awan Merah, Xue Yunlei segera memberikan uang untuk pembuatan atribut yang akan mereka gunakan bersama dengan anggota mereka.
Dan atribut itu berbentuk jubah dengan motif awan berwarna merah seperti jubah milik Xue Yunlei.
Duan Xingyu beserta lima belas tetua lainnya sangat senang dengan atribut yang akan mereka gunakan.
Karena jarak desa Tiejia ke kota Watlam berkisar 70 km, sehingga Xue Yunlei memerintahkan kepada Duan Xingyu bersama dengan seorang tetua yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar petapa yang tinggal selangkah lagi menerobos menjadi pendekar petapa suci untuk pergi memesan atribut tersebut.
Tidak hanya itu saja, Xue Yunlei juga memberikan sebuah cincin penyimpanan kepada Duan Xingyu agar pria tua itu tidak kesulitan untuk menyimpan barang dalam jumlah yang banyak.
Duan Xingyu sangat senang dengan pemberian Xue Yunlei, karena didalam cincin tersebut berisi sumber daya.
"Tetua Duan, didalam cincin penyimpanan itu terdapat sumber daya tingkat rendah dan tingkat menengah serta ada ribuan keping emas dan perak. Aku berharap tetua Duan bisa mengelola semua hal itu dan diberikan kepada anggota organisasi kita demi untuk meningkatkan basis kultivasi mereka serta bisa memberikan kesejahteraan".
"Aku akan membawa tetua Pi Chen dan juga tetua Mu Sha serta enam orang anggota yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar raja untuk pergi bersama denganku ke kota Rong Cheng".
" Oleh karena itu, aku berharap kepada tetua Duan Xingyu untuk mengurus semua kesiapan anggota kita ". Tutup Xue Yunlei.
" Duan Xingyu siap untuk melaksanakan perintah ketua! ". Balas pria tua itu dengan sikap hormat.
" Baiklah, jika sudah mengerti, aku akan beristirahat terlebih dahulu karena akan melanjutkan perjalanan pada besok pagi ".
" Apakah kediamanku telah disiapkan!? ". Tanya Xue Yunlei.
" Sudah siap Ketua, mari aku antarkan ". Jawab seorang tetua sambil mengantarkan Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling.
Xue Yunlei dan Bao Meng Ling segera mengikuti tetua tersebut ke kamar yang akan mereka tempati.
Bao Meng Ling langsung berkata saat tiba di salah satu kamar yang sangat besar.
" Terus aku tidur dimana? ". Tanya Bao Meng Ling bingung.
" Kamu tidur di mana? Tidur saja bersama denganku? ". Jawab Xue Yunlei iseng.
" Apa katamu? Tidur bersama denganmu? Apakah kamu sudah gila? ". Balas Bao Meng Ling.
" Apakah salah yang aku katakan itu? Menurutku tidak ada yang salah dengan apa yang aku katakan itu, jadi aku merasa itu adalah hal yang wajar dan bukan sesuatu yang gila ". Balas Xue Yunlei sambil tersenyum.
" Tidak mau, kamu harus menyuruh mereka untuk menyiapkan juga kamar untukku ". Ucap Bao Meng Ling dengan nada kesal.
" Bagaimana jika aku tidak mau!? ". Ujar Xue Yunlei iseng.
" Pokoknya kamu harus menyuruh mereka ". Ucap Bao Meng Ling dengan nada suara ketus.
__ADS_1
" Sudahlah, kamu tidur saja di kamar ini, aku akan mencari tempat yang tepat untuk bermeditasi ". Ucap Xue Yunlei serius dan langsung melangkah keluar dari kamar tersebut.
Xue Yunlei segera melesat dan mulai meningkatkan kekuatan jiwanya untuk bisa mendeteksi tempat yang tepat untuk bisa digunakan berkultivasi.
Beberapa saat kemudian akhirnya pemuda itu bisa menemukan tempat yang cocok dan memiliki energi alam yang sangat kuat.
Xue Yunlei segera menciptakan formasi pelindung agar saat dirinya berkultivasi tidak ada yang bisa mengganggu dirinya.
Pemuda itu berkultivasi sepanjang malam dan setelah fajar menyingsing Xue Yunlei pun segera menghentikan kegiatannya itu dan segera kembali ke Paviliun Tiejia dikamar Bao Meng Ling berada.
Setelah tiba di depan pintu kamar, Xue Yunlei segera memanggil nama gadis itu.
"Masuk saja". Ucap Bao Meng Ling.
Xue Yunlei segera memasuki kamar tersebut dan bersiap untuk membersihkan tubuhnya sehingga menyuruh gadis itu untuk keluar.
Setelah selesai, Xue Yunlei pun siap untuk melanjutkan perjalanannya ke kota Rong Cheng bersama sembilan orang lainnya.
Namun sebelum mereka pergi, pelayan telah mengantarkan makanan untuk keduanya.
Xue Yunlei dan Bao Meng Ling pun segera sarapan dan setelah selesai, keduanya segera pergi ke aula utama Paviliun Tiejia.
"Ketua". Seru semuanya saat Xue Yunlei memasuki ruangan tersebut.
" Silahkan duduk ". Ucap Xue Yunlei.
" Tetua Pi Chen, tetua Mu Sha, apakah enam orang anggota yang akan ikut bersama dengan kita sudah kalian pilih? ". Tanya Xue Yunlei.
" Sudah ketua, mereka sudah siap dan telah menunggu kita didepan ". Jawab tetua Mu Sha.
" Baiklah, saat aku pergi, semua urusan di sini aku serahkan kepada tetua Duan Xingyu untuk melakukannya ". Ucap Xue Yunlei.
" Pertemuan kita hari ini kita sudahi saja, aku akan melakukan perjalanan ke kota Rong Cheng, terima kasih untuk perhatiannya". Tutur Xue Yunlei dan kemudian segera berdiri dan berjalan keluar dari ruang aula utama itu.
Bao Meng Ling, tetua Pi Chen, tetua Mu Sha serta keenam pendekar raja segera mengikuti Xue Yunlei.
"Tetua Duan Xingyu, aku serahkan semua urusan Organisasi Awan Merah untuk sementara kepada tetua Duan".
" Jika aku telah selesai melakukan tugasku, aku akan segera kembali ke sini ".tutup Xue Yunlei dan segera pergi meninggalkan wilayah Paviliun Tiejia.
Kini Xue Yunlei telah memiliki pelat Organisasi Awan Merah yang terbuat dari emas. Pelat tersebut dibuat oleh tetua Duan Xingyu.
Sedangkan pelat untuk para tetua terbuat dari perak. Dan pelat untuk pendekar master dan pendekar raja terbuat dari perunggu.
__ADS_1
Untuk penduduk desa Tiejia sendiri yang tidak termasuk anggota organisasi, mereka diberikan pelat yang terbuat dari kayu.
Untuk menjadi anggota Organisasi Awan Merah, basis kultivasi paling rendah adalah seorang pendekar master.
Hal tersebut untuk meminimalisir korban jiwa saat menjalankan misi.
Dan sebagai anggota yang baru, mereka belum diijinkan untuk memasuki Paviliun Tiejia, sebab mereka harus melewati ujian terlebih dahulu.
Sebuah kereta kuda dan tujuh ekor kuda kini mulai meninggalkan desa Tiejia.
Didalam kereta tersebut, duduk Xue Yunlei dan Bao Meng Ling dengan tetua Mu Sha berkuda didepan dan tetua Pi Chen berkuda dibelakang.
Setelah memasuki sebuah desa, mereka pun segera singgah di salah satu kedai untuk makan sekalian untuk beristirahat.
"Siapa mereka? Sepertinya sosok yang menggunakan jubah bermotif awan merah itu adalah pimpinan mereka". Bisik seorang pria kepada rekannya.
" Iya, menurutku memang seperti itu. Tetapi apakah mereka memiliki banyak harta untuk kita rampok? ". Balas seorang lagi yang lanjut bertanya.
" Jika dilihat dari penampilan mereka, sepertinya mereka memiliki banyak harta ". Jawab pria yang awalnya membuka percakapan.
" Kalau begitu, ayo kita laporkan kepada ketua agar menghadang mereka saat tiba di tengah hutan ". Ajak seorang pria sambil berdiri meninggalkan kedai tersebut.
Saat tetua Mu Sha hendak berdiri untuk memberikan pelajaran kepada mereka, Xue Yunlei segera menghentikannya dan menggelengkan kepala.
Setelah mereka pergi, Xue Yunlei segera berkata.
" Jika kita menghajar mereka, bagaimana kita bisa membasmi ketua beserta kroni - kroninya? Oleh karena itu, biarkan mereka memberitahukan kepada ketua mereka agar kita bisa membasmi mereka".
Dan benar saja, setelah memasuki hutan, mereka pun segera dihadang oleh sekelompok perampok yang sering membuat masalah bagi setiap orang yang akan melewati hutan tersebut.
"Siapa kalian? Mengapa menghalangi jalan kami? ". tetua Mu Sha pura - pura melontarkan pertanyaan.
"Ha...ha...ha...ha...ha, jangan banyak tanya, cepat serahkan harta kalian, jika tidak, kami akan membuat kalian secepatnya untuk pergi ke tanah kuning". Balas seorang pria yang terlihat seperti pemimpin kelompok perampok tersebut.
Xue Yunlei segera turun dari kereta kuda dan menciptakan formasi pelindung untuk kereta kuda yang dia tumpangi.
Hal itu agar Bao Meng Ling tidak akan terluka saat mereka menyerang.
Xue Yunlei sendiri telah memperingatkan kepada gadis itu untuk tidak keluar dari kereta tersebut.
"Apakah kelompok kalian sudah semuanya datang kesini? ". Tanya Xue Yunlei sambil bersiap untuk menyerang ketua perampok yang adalah seorang pendekar petapa suci.
~Bersambung~
__ADS_1