PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 79. Melepaskan Rasa Ego


__ADS_3

Sosok yang awalnya mengendalikan siluman itu, kini sedang memperhatikan perdebatan yang terjadi diantara kedua kubu.


Pria itu hanya tersenyum penuh dengan kemenangan karena bisa melarikan diri, serta tanpa disengaja, para petinggi kota Watlam telah membantunya karena tidak dikejar oleh Xue Yunlei.


Kini pria itu kembali merencanakan untuk menciptakan kekacauan lagi di bagian kota yang lain untuk membuat para petinggi kota Watlam menjadi bingung.


Apa lagi pria itu berpikir bahwa Xue Yunlei tidak akan membantu mereka lagi karena telah menyinggung dirinya.


Sedangkan kini penguasa kota Watlam segera meminta maaf kepada pendekar bertopeng atas tindakannya serta ketidaknyamanan yang dialami oleh Xue Yunlei.


"Aku memaafkan kalian, akan tetapi aku merasa kota ini tidak pantas bagiku untuk beristirahat sambil menikmati keindahannya".


" Aku akan segera meninggalkan kota ini ". Tutup Xue Yunlei segera merangkul Bao Meng Ling.


" Tuan, jika kami boleh tahu, siapa nama tuan? Serta dari mana dirimu berasal!? ". Tanya penguasa kota Watlam.


" Aku berasal dari kota Yin! ". Jawab Xue Yunlei singkat dan langsung melesat pergi meninggalkan kota Watlam.


Saat dirinya baru saja ingin meninggalkan kota Watlam, dia melewati ada seekor siluman yang sedang membuat kekacauankekacauan dikota itu.


" Hmm, sepertinya dia sedang memanfaatkan kesalahpahaman yang terjadi, sebenarnya apa tujuannya sehingga terus melakukan kekacauan di kota ini!? ". Pikir Xue Yunlei namun tetap melanjutkan perjalanan.


" Apakah kamu akan membiarkan siluman itu menghancurkan kota itu!? ". Ujar Bao Meng Ling.


Xue Yunlei tidak menanggapi pertanyaan gadis itu, dirinya menganggap apa yang Bao Meng Ling katakan hanyalah angin lalu.


" Aku pikir kamu adalah pria yang sangat peduli dengan kesulitan orang lain dan akan selalu menolong mereka saat mereka menghadapi masalah, ternyata hanyalah seorang pria pendendam yang mementingkan rasa egonya dibandingkan keselamatan orang banyak". Ucap Bao Meng Ling menyindir Xue Yunlei.


Xue Yunlei segera turun dan hinggap diatas dahan salah satu pohon besar dan segera melepaskan tubuh Bao Meng Ling untuk berdiri juga di dahan pohon tersebut.


"Apakah dirimu senang mendapatkan hinaan? Lihat penampilanmu itu, apakah perlakuan mereka terhadap dirimu itu bisa dengan mudahnya kamu lupakan? ". Ujar Xue Yunlei membentak Bao Meng Ling.


" Apakah kamu juga ingin memisahkan seorang anak dari orang tuanya seperti apa yang kamu lakukan terhadap aku dengan ayahku? ". Balas Bao Meng Ling menentang Xue Yunlei.


Mendengar perkataan gadis didepannya membuat Xue Yunlei hanya bisa terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Bao Meng Ling.


Sesaat kemudian Xue Yunlei pun berkata.

__ADS_1


" Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarmu kembali kepada ayahmu".


"Siapa juga yang mau kembali? Jika aku merindukan ayahku, pasti aku akan menyuruhmu untuk mengantarku kembali". Balas Bao Meng Ling dengan nada ketus.


" Apakah kamu pikir aku akan melakukannya? ". Tanya Xue Yunlei.


" Iya, pasti kamu akan melakukannya, barusan apa yang kamu katakan kepadaku?". Jawab Bao Meng Ling.


"Ternyata gadis ini galak dan cerewet juga, aku pikir dia seperti nona Xiao Ning Lan, ternyata sama seperti nona Xiao Lin Meng, namanya hampir mirip tetapi sifat mereka sepertinya tidak jauh berbeda juga". Gumam Xue Yunlei dalam hatinya dan langsung tersenyum setelah memikirkan hal itu.


Bao Meng Ling bisa melihat senyuman Xue Yunlei, sebab topeng yang dia pakai hanya menutupi bagian hidung sampai keningnya saja.


"Mengapa kamu senyum? Apakah ada hal yang lucu dari apa yang aku katakan? ". Ujar Bao Meng Ling mencecar Xue Yunlei.


" Tidak, aku hanya mengingat sosok gadis yang aku rindukan saat ini ". Balas Xue Yunlei menanggapi cercaan gadis didepannya.


" Apakah gadis yang kau maksudkan itu adalah kekasihmu? ". Tanya Bao Meng Ling penasaran.


" Tidak, dia bukan kekasihku, aku sebenarnya sudah memiliki gadis pilihanku sendiri sebelum aku bertemu dengan nona Xiao Lin Meng ". Terang Xue Yunlei.


" Oh, jadi itu gadis yang kau maksudkan yang namanya hampir mirip denganku!? ". Sambung gadis itu.


" Sepertinya kamu adalah seorang pria yang baik hati, sehingga tidak pantas kamu membiarkan kota itu diserang oleh siluman ". Bao Meng Ling kembali mengingatkan Xue Yunlei tentang situasi di kota Watlam.


" Ling'er, situasi itu sangat berbahaya, dan aku tidak ingin keselamatanmu terancam seperti sebelumnya ".


" Jadi aku tidak ingin lagi membantu mereka itu, aku sangat muak dengan mereka, jika pendekar Nan Xun sedikit terlambat untuk menghentikanku, pasti saat ini nyawa mereka sudah melayang ".


" Sebenarnya apa tujuanmu berlatih ilmu bela diri? ". Tanya Bao Meng Ling.


" Pertanyaanmu itu hanya bisa ditanyakan kepada anak kecil saja, mengapa menanyakan kepadaku? ". Balas Xue Yunlei.


" Itu karena kamu terlihat seperti seorang anak kecil, sehingga aku harus kembali mempertanyakan hal itu lagi kepadamu ".


" Apakah kamu tidak melihat bahwa mereka itu terlihat sangat kuat? Jadi tidak ada gunanya kita mengkhawatirkan mereka ". Tutup Xue Yunlei.


" Oke, jika kamu merasa mereka bisa mengatasi siluman itu, bagaimana jika kita peri untuk melihatnya saja!? ". Pinta Bao Meng Ling lagi.

__ADS_1


" Baiklah, karena kamu terus memaksa, ayo kita pergi". Xue Yunlei langsung mengalah dan langsung mengikuti kemauan gadis itu.


Keduanya pun segera kembali ke kota Watlam untuk melihat apakah penduduk kota itu bisa menghadapi dan bisa untuk mengatasi siluman ituitu atau tidak.


Setelah tiba, Xue Yunlei segera mendarat di salah satu atap bangunan yang tinggi dan menjadi penonton bagi penguasa kota Watlam bersama dengan sembilan orang pria tua lainnya yang sedang menghadapi seekor siluman yang sudah berusia seribu tahun.


Dan dengan kekuatan tertinggi mereka sebagai seorang pendekar langit yang berada di tingkat pendekar suci, sudah bisa dipastikan bahwa mereka akan sulit untuk mengalahkan siluman itu.


Siluman itu kini telah membuat babak belur keempat komandan pasukan yang memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar petapa.


Sedangkan sang Jenderal dan penguasa kota sebagai seorang pendekar petapa suci sudah mulai terluka bersama dengan empat pelindung kota yang adalah seorang pendekar suci.


Xue Yunlei yang melihat hal tersebut hanya sedikit menunjukkan sikap nyinyirannya kepada kelompok pria tua itu.


Kemudian dirinya kembali menggunakan kekuatan jiwanya untuk menemukan keberadaan sosok yang mengendalikan siluman itu.


Sedangkan sosok yang mengendalikan siluman itu tidak menyangka jika Xue Yunlei telah kembali untuk membantu sepuluh orang tersebut.


Sebelum mereka bertarung dengan siluman itu, Nan Xun telah memperingatkan kepada mereka untuk mencari keberadaan sosok yang mengendalikan siluman itu agar mereka bisa mengalahkan siluman itu.


Namun karena mereka ingin meminimalisir kehancuran yang diakibatkan oleh siluman itu, sehingga mereka langsung menghadapinya.


Akan tetapi mereka tidak menyangka jika kekuatan siluman itu lebih kuat dari siluman sebelumnya.


Dan akibatnya mereka kini telah terluka dan energi qi yang mereka miliki mulai terluras karena sudah terlalu banyak menggunakannya.


Disaat mereka mulai merasa putus asa, seorang diantara mereka kini melihat Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling diatas atap bangunan yang tinggi.


Setelah beberapa saat akhirnya Xue Yunlei bisa menemukan keberadaan sosok yang mengendalikan siluman itu.


Dengan segera kekuatan jiwanya langsung menyerang pria itu dengan belasan pohon besar karena pria itu sedang berada di atas pohon besar.


Tindakannya itu untuk menghindari agar Xue Yunlei tidak dapat menyerang dirinya.


Tetapi itu menjadi suatu kesalahan yang besar bagi dirinya, sebab Xue Yunlei sering mengunakan teknik untuk mengendalikan elemen kayu, sehingga pemuda itu dengan mudah bisa menyerang pria itu.


Sontak saja pria itu sangat terkejut saat dirinya diserang oleh belasan pohon besar yang kini telah berbentuk tajam.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2