
Kini kedua kelompok yang memiliki jumlah tidak seimbang itu sudah saling berhadapan dan siap untuk bertarung.
"Ternyata kalian memiliki nyali juga untuk menghadapi kami...aku merasa sangat senang dengan keberanian kalian." Ucap Xue Zhao menyambut kedatangan pasukan bangsa peri.
"Sepertinya kalian merasa terlalu percaya diri sehingga datang kesini...Apakah kau pikir bisa dengan mudah untuk mengalahkan kami?" Balas Gai Bian.
"Ha...ha...ha...ha...ha...rupanya hanya dirimu yang dipercayakan oleh Xue Yunlei untuk membantu mereka...jadi, bersiaplah untuk menjadi sumber daya kami." Ucap Xue Zhao sambil tersenyum merendahkan Gai Bian.
"Serang mereka!" Lanjut Xue Zhao.
"Du Tiansang! Yi Feng! Kalian berdua hadapi wanita itu." Ucap Xue Zhao sambil menunjuk kearah Shuhou.
"Sedangkan kau Tian Zhi dan kau Cha Hong, hadapi siluman itu." Sambil menunjuk ke arah Gai Bian.
"Dan kalian berempat hadapi ke lima wanita itu." Memberi perintah kepada Raja Iblis, Bao Meng Ling, Feng Ya dan Chen Kaibo sambil menunjuk ke arah Juanxu, Xiannu, Duxianzi, Duoci Zhiwu dan Caoyao.
Dan untuk lima belas pendekar dewa kini menghadapi para komandan pasukan bangsa peri.
"Lepaskan anak panah!" Teriak Shuhou memberi perintah kepada ratusan prajuritnya untuk menghalau datangnya 23 bawahan Xue Zhao yang sedang melesat kearah mereka.
Shuhou sendiri segera melepaskan juga anak panah miliknya dari busur panah spiritual yang telah muncul di genggamannya.
Du Tiansang dan Yi Feng yang sedang melesat kearah Shuhou mencoba untuk menghindari serangan anak panah yang dilepaskan oleh ratu peri itu.
Tetapi karena ada belasan anak panah yang datang, sehingga keduanya segera berhenti dan menciptakan formasi pertahanan untuk membendung serangan anak panah tersebut.
Disisi yang berbeda, kini Gai Bian telah kembali kewujud aslinya sebagai seekor rubah dan dengan cepat menghindari serangan bersamaan juga dengan melepaskan serangan ke arah dia sosok yang menyerangnya.
Sedangkan Bao Meng Ling, Raja Iblis, Feng Ya serta Chen Kaibo kini dalam posisi yang sangat diuntungkan. Karena menghadapi para jenderal bangsa peri yang tidak memiliki benang sutra emas.
Meskipun demikian, akan tetapi kecepatan mereka sangat terbantukan dengan serangan anak panah milik pasukan bangsa peri yang berdiri dibelakang mereka.
Sebuah asap berwarna hijau langsung memenuhi tempat dimana mereka bertarung saat itu.
Dan secara bersamaan begitu banyak sulur-sulur berukuran besar segera melesat kearah lawan untuk melilit mereka.
Asap hijau yang mengandung racun itu dilepaskan oleh Duxianzi dan diikuti oleh serangan sulur-sulur milik Juanxu.
__ADS_1
Tidak hanya serangan keduanya yang sedang menyerang para pendekar bawahan Xue Zhao, melainkan sebuah sulur-sulur berduri yang sangat tajam serta di ujungnya terlihat seperti seekor hewan buas dengan taring-taring yang panjang kini mulai memberikan kesulitan bagi lawan mereka.
Senjata milik semua bawahan Xue Zhao langsung di gunakan untuk bisa menebas sulur-sulur dan tanaman berduri yang akan melilit dan memakan mereka.
Saat terfokus untuk menebas sulur-sulur dan tanaman berduri itu, satu persatu pendekar dewa mulai terjatuh dan saling menyerang satu dengan yang lain karena terpengaruh asap berwarna hijau milik Duxianzi.
"Hmmmptt...trik rendahan seperti itu masih bisa membuat mereka kelabakan, benar-benar manusia-manusia tidak berguna." Xue Zhao menggerutu karena merasa kecewa dengan kemampuan para bawahannya.
Sedangkan pasukan bangsa peri kini mulai memberikan serangan dengan sebuah kerjasama yang sangat baik karena telah direncanakan sebelumnya.
Serangan dari Caoyao yang berupa pasak-pasak berukuran besar, kini langsung melesat kearah beberapa pendekar dewa yang telah terpengaruh dengan asap beracun berwarna hijau dan telah terlilit sulur-sulur milik Juanxu.
Sedangkan beberapa pendekar dewa lainnya, kini telah terlilit tanaman berduri milik Duoci Zhiwu yang mulai menyerap energi qi mereka.
Xiannu masih tetap menggunakan panah miliknya untuk menyerang Raja Iblis dan Bao Meng Ling serta kedua pendekar lainnya.
"Jika aku tidak membantu, tidak lama lagi pasti mereka akan kehilangan nyawa tanpa memberikan perlawanan sedikitpun." Gumam Xue Zhao sambil melepaskan formasi pertempuran untuk menghancurkan setiap serangan yang dilancarkan oleh pasukan bangsa peri.
Dan benar saja, semua serangan pasukan bangsa peri langsung lenyap tak berbekas serta melukai mereka.
Hanya Gai Bian dan Shuhou yang tidak terluka akibat serangan formasi pertempuran milik Xue Zhao.
Bao Meng Ling segera mencengkram leher Duxianzi dan langsung bertanya.
"Dimana pintu masuk untuk memasuki dunia kalian? Cepat tunjukkan atau aku tidak segan-segan untuk membunuhmu."
"Pintu masuk untuk memasuki dunia kami adalah melalui...terima ini!" Awalnya Duxianzi bersuara sedikit pelan, namun akhirnya berteriak sambil melepaskan semburan racun untuk membunuh Bao Meng Ling.
Tindakan Duxianzi itu masih bisa di gagalkan oleh Feng Ya dengan melepaskan serangan formasi pertempuran kearahnya.
Tubuh Duxianzi langsung terhempas dan terluka sangat parah.
Bao Meng Ling yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut segera melesat dan langsung menyerap energi qi yang Duxianzi miliki.
Begitu juga dengan Feng Ya, pria sepuh itu segera melesat kearah Xiannu untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Raja Iblis yang juga menginginkan sumber daya untuk meningkatkan basis kultivasinya, tidak tinggal diam saja, pria sepuh dan terlihat sangat menakutkan itu langsung menyerang Caoyao agar bisa mendapatkan inti jiwa serta darah kehidupannya.
__ADS_1
Saat para pendekar dewa dan Raja Iblis serta Chen Kaibo berniat untuk bisa mendapatkan dua harta berharga milik pasukan bangsa peri, mereka langsung dikejutkan dengan serangan dadakan yang dilakukan oleh Xue Yunlei dan tiga sosok lainnya.
Blaaarrr
Bunyi ledakan langsung terdengar dan membuat Raja Iblis, Bao Meng Ling, Feng Ya, Chen Kaibo serta para pendekar dewa yang sedang berusaha untuk bisa mendapatkan kedua harta berharga milik pasukan bangsa peri langsung terhenti dan terpukul jatuh.
Delapan orang pendekar dewa bumi yang berasal dari sekte Racun Surgawi dan sekte Gunung Kepala Putih langsung kehilangan nyawa mereka saat terkena serangan Xue Yunlei dan tiga sosok yang baru datang itu.
"Sepertinya mereka hanya berempat, itu berarti kita masih bisa untuk menghadapi mereka." Pikir Xue Zhao.
"Ternyata kau datang juga...aku pikir karena merasa takut, kau telah bersembunyi dan hanya bisa mengorbankan nyawa pasukan bangsa peri...sepertinya dugaanku telah keliru." Ucap Xue Zhao menyambut kedatangan Xue Yunlei.
Duxianzi dan yang lainnya langsung memulihkan tenaga mereka yang telah terkuras saat menggagalkan tindakan para pendekar yang memburu inti jiwa serta darah kehidupan mereka.
Sedangkan yang paling terburuk diantara mereka adalah Duxianzi dan Xiannu, sebab sebagian energi qi milik keduanya telah diserap oleh Bao Meng Ling dan Feng Ya.
Saat terkena serangan dari Xue Yunlei dan tiga sosok lainnya, Bao Meng Ling dan Feng Ya segera kembali kesamping Xue Zhao dan langsung memusatkan pikirannya untuk bisa menjadikan energi qi yang mereka serap, menjadi energi qi milik keduanya.
Xue Zhao yang mengerti dengan apa yang dilakukan oleh kedua pendekar itu segera menciptakan formasi pelindung untuk melindungi keduanya.
Sedangkan Raja Iblis, Chen Kaibo serta sembilan pendekar dewa yang tersisa kini telah berdiri disamping dan dibelakang Xue Zhao.
Disisi lain, Shuhou dan Gai Bian kini masih bertarung dengan dua lawan yang mengeroyok keduanya.
Delapan pendekar dewa bumi yang telah kehilangan nyawa mereka langsung diserap energi qi yang terkandung didalam inti jiwa mereka oleh Xue Yunlei.
Melihat tindakan Xue Yunlei, membuat Raja Iblis berkata untuk menanggapinya.
"Aku pikir hanya kami yang menggunakan cara kotor untuk bisa meningkatkan basis kultivasi kami, ternyata seorang pendekar yang katanya berada dijalan yang lurus menggunakan cara kotor juga untuk bisa meningkatkan basis kultivasinya."
"Siapa yang mengatakan bahwa aku adalah pendekar dari sekte aliran lurus? Kau tanyakan saja kepada pemimpin mu itu dari mana kekuatanku berasal." Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan Raja Iblis.
"Dan karena kalian telah datang untuk mengantarkan nyawa kalian, aku tidak segan-segan untuk mengabulkannya dan juga akan menyerap energi qi yang kalian miliki." Lanjut Xue Yunlei.
"Ha...ha...ha...ha...ha...apakah dengan jumlah kalian ini sanggup untuk bisa melakukannya? Benar-benar sangat naif." Balas Xue Zhao.
"Kau pikir kekuatanku ini tidak sanggup untuk menghadapi kalian? Baiklah, kita lihat saja nanti apakah kekuatanku ini bisa untuk menghadapi kalian." Tutur Xue Yunlei dan segera mengeluarkan pedang pusaka miliknya.
__ADS_1
~Bersambung~