PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 226. Berhasil Mencapai Tujuan


__ADS_3

Chen Kaibo langsung terkejut mendengar perkataan suara tersebut, hal itu karena pemilik suara itu bisa mengetahui pikirannya.


"Apakah pemilik suara ini adalah roh dewa yang dimaksudkan dalam surat itu?" Pikir Chen Kaibo lagi.


"Siapa yang memberikan kepadamu surat yang kau sebutkan itu dan mengungkapkan tempat dimana diriku berada?" Tanya roh dewa.


"Aku juga tidak mengenalinya...tetapi di dalam surat itu memerintahkan kepadaku untuk datang ke hutan terlarang ini agar bisa bertemu dengan roh dewa." Jawab Chen Kaibo dan sedikit menjelaskan.


"Apakah kau orang terdekat Xue Yunlei?" Tanya suara tersebut.


"Ti...tidak...kami berdua sering bertentangan dengan Xue Yunlei." Jawab Chen Kaibo dan menggiring Xue Zhao juga.


"Sialan...anak ini benar-benar sangat licik...mengapa dia ingin aku berada diposisi yang sama dengannya?" Gerutu Xue Zhao.


"Sepertinya kedua pemuda ini bermusuhan dengan Xue Yunlei...sebelum dia bisa meningkatkan basis kultivasinya, aku harus segera membunuhnya sebelum dia datang untuk menghancurkan rohku ini." Pikir roh dewa itu.


"Aku akan menempati tubuh saudaranya ini meskipun tubuhnya tidak seperti yang Xue Yunlei miliki dan akan memberikan sebagian kekuatanku kepada pemuda yang satunya lagi agar tubuhnya bisa aku tempati." Lanjutnya.


Akhirnya tekanan yang diberikan kepada kedua pemuda itu ditarik oleh roh dewa itu dan memerintahkan keduanya untuk memasuki goa yang roh dewa itu tempati.


Keduanya pun segera memasuki goa tersebut dengan perasaan waspada.


Tiba-tiba sosok yang terlihat tidak terlalu jelas itu menampakkan diri dihadapan keduanya dan berkata "Kalian berdua mendekatlah kesini."


Xue Zhao dan Chen Kaibo segera melangkah untuk mendekati sosok itu.


"Apakah kalian berdua benar-benar ingin meningkatkan basis kultivasi kalian?" Tanya roh dewa itu.


"Benar...kami berdua ingin meningkatkan basis kultivasi kami!" Jawab keduanya serentak.


"Baiklah...kau silahkan bermeditasi di atas batu itu dan bersiap untuk menerima sebagian dari energi yang aku miliki...ingat, jangan melakukannya dengan tergesa-gesa." Tutur roh dewa itu.


"Baik guru...!" Balas Chen Kaibo.


"Setelah kau memiliki sebagian dari kekuatan ku, kau harus selalu menjadi pengikutku."


"Baik guru...saya siap untuk selalu menjadi pengikutmu." Jawab Chen Kaibo tanpa ragu.


"Bagus...ayo kita mulai." Ucap roh dewa itu.


Chen Kaibo segera bermeditasi dan bersiap untuk menerima sebagian kekuatan yang dimiliki oleh roh dewa itu.


Roh dewa itu segera menciptakan formasi pembatas untuk melindungi goa tersebut dari setiap ledakan yang akan terjadi saat Chen Kaibo akan menerobos setiap tingkatan sebagai seorang pendekar.


Saat kekuatan miliknya mulai disalurkan, roh dewa itu mulai menuntun Chen Kaibo untuk menerobos menjadi seorang pendekar langit.


Xue Zhao hanya bisa memperhatikan apa yang keduanya lakukan dari jarak yang jauh.


Pemuda itu segera berinisiatif untuk berkultivasi berhubung energi alam di dalam goa itu sangat tebal sambil menunggu keduanya selesai.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu selama enam hari, akhirnya ledakan pun terjadi yang menandakan jika Chen Kaibo telah menerobos menjadi seorang pendekar langit.


Beberapa hari kemudian akhirnya Chen Kaibo kembali lagi menerobos ke tingkat yang lebih tinggi lagi.


Hal itu terjadi selama empat bulan penuh hingga Chen Kaibo kini telah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa surgawi puncak.


Jika tidak mendapatkan arahan langsung dari roh dewa itu, Chen Kaibo pasti akan menghabiskan waktu yang tidak singkat untuk bisa mengolah energi yang telah disalurkan serta membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa menerobos setiap tingkatan yang dia lewati.


"Sepertinya tubuh pemuda itu sudah bisa menampung kekuatan ku yang tersisa saat ini... Meskipun aku hanya akan memperoleh sebagian kekuatan sejatiku, yang terpenting aku sudah memiliki tubuh untuk bisa keluar dari tempat ini." Pikir roh dewa itu.


Akhirnya dia menghentikan untuk menyalurkan kekuatan yang dia miliki kepada Chen Kaibo.


Roh dewa itu segera memberitahukan kepada Chen Kaibo melalui kekuatan jiwanya bahwa dia telah selesai menyalurkan kekuatannya.


Chen Kaibo perlahan membuka matanya dengan perasaan yang sangat bahagia karena telah memiliki basis kultivasi sebagai pendekar dewa surgawi.


Pemuda itu langsung merubah dari posisinya bermeditasi ke posisi sujud memberi hormat kepada roh dewa tersebut.


"Terima kasih guru, karena telah memberiku sebagian kekuatan yang kau miliki sehingga basis kultivasi ku saat ini sudah menjadi seorang pendekar dewa surgawi." Ucap Chen Kaibo.


"Sudah, berdirilah...setelah ini kau pergi berjaga diluar goa saat aku akan mentransfer kekuatanku." Perintah roh dewa itu.


Xue Zhao segera menghentikan aktivitasnya untuk berkultivasi setelah mengetahui jika keduanya telah selesai dengan apa yang mereka lakukan.


Saat Chen Kaibo mulai berjalan keluar dari goa itu, roh dewa itu segera memanggil Xue Zhao agar segera mendekat ke arahnya.


Xue Zhao merasa terkejut dengan apa yang disampaikan oleh roh dewa itu sambil menatap heran ke arahnya.


"Kau tidak perlu merasa bingung dengan apa yang aku sampaikan, sebab waktuku sudah dekat untuk lenyap dari dunia ini...untuk itulah mengapa aku membagikan kepada kalian berdua sisa kekuatan yang aku miliki." Tutur roh dewa itu untuk mengelabui Xue Zhao.


Karena jika Xue Zhao mengetahui jika roh dewa itu ingin mengambil alih dan ingin menguasai tubuhnya, pasti Xue Zhao ingin melakukan perlawanan.


Dan jika roh dewa itu memaksakan kehendaknya untuk menguasai tubuh Xue Zhao, itu hanya akan sia-sia, sebab jiwa Xue Zhao pasti akan melakukan perlawanan.


Dan itu bisa membuat roh dewa itu akan mengalami kesulitan dan bisa berakibat pada rohnya sendiri yang tidak bisa keluar lagi dari tubuh Xue Zhao.


Namun meskipun demikian, Xue Zhao tidak akan berguna lagi, karena hidupnya akan menjadi seperti seorang idiot atau bahkan seperti mayat hidup.


Setelah selesai menjelaskan, roh dewa itu kembali bertanya untuk memastikan jika Xue Zhao telah siap untuk menerima kekuatan yang dia miliki.


"Apakah kau sudah siap untuk melakukannya?" Tanya roh dewa itu.


"Iya, aku sudah siap untuk melakukannya." Jawab Xue Zhao.


"Baiklah, kita akan memulainya...tetapi saat aku hendak membentuk untuk meningkatkan kualitas tulang serta ruang dantianmu, kau jangan melakukan perlawanan, biarkan aku yang mengatur semuanya."


"Apakah kau sudah mengerti?" Tanya roh dewa itu.


"Iya, aku sudah mengerti." Jawab Xue Zhao.

__ADS_1


Roh dewa itu pun perlahan mulai menyalurkan kekuatannya kedalam tubuh Xue Zhao untuk meningkatkan kualitas tulang pemuda itu.


Rasa sakit mulai bisa dirasakan oleh Xue Zhao saat pembentukan tulang miliknya oleh roh dewa itu.


Bunyi retakan tulang mulai terdengar dari dalam tubuh pemuda itu yang disertai dengan rasa sakit yang sangat.


Xue Zhao tetap bertahan sekuat yang dia bisa untuk menahan rasa sakit yang dia rasakan saat itu.


Karena kemampuan yang dimiliki oleh roh dewa itu, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk meningkatkan kualitas tulang milik Xue Zhao.


Setelah selesai, roh dewa itu kembali meningkatkan kualitas ruang dantian yang pemuda itu miliki agar bisa menampung energi dari kekuatan yang dia miliki.


Xue Zhao terus bertahan dengan rasa sakit yang dia rasakan, sebab satu penderitaan untuk bisa meningkatkan basis kultivasinya telah dia lalui.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya kualitas ruang dantian miliknya kini telah meningkat dan sudah bisa menampung kekuatan yang roh dewa itu miliki.


Akhirnya energi kekuatan yang dia miliki perlahan mulai memasuki ruang dantian milik Xue Zhao dan roh dewa itu langsung menuntunnya agar bisa menerobos menjadi seorang pendekar langit.


Hal yang sama dilakukan oleh roh dewa itu seperti yang telah dia lakukan kepada Chen Kaibo.


Namun yang berbeda dengan Xue Zhao, roh dewa itu akan mengambil alih tubuhnya setelah selesai melakukan pembentukan inti jiwa di dunia jiwa milik Xue Zhao.


Itulah yang menjadi hal yang paling sulit jika Xue Zhao tidak mau tubuhnya dikuasai oleh roh dewa itu.


Sebab jika kekuatan jiwa keduanya bertarung didalam dunia jiwa milik Xue Zhao, itu akan sedikit menguntungkan bagi pemuda itu.


Namun karena roh dewa itu akan mengambil alih tubuhnya disaat baru saja selesai membentuk dunia jiwa miliknya, kekuatan jiwa pemuda itu tidak akan mudah untuk bisa mengalahkan roh dewa itu, sehingga akan memberikan dampak yang buruk bagi keduanya.


Akhirnya waktu itu pun tiba, roh dewa itu mulai membentuk dunia jiwa didalam tubuh Xue Zhao.


Pemuda itu tidak menyadari jika tidak lama lagi tubuhnya akan diambil alih oleh roh dewa itu.


Merasa waktunya sudah tepat untuk menguasai tubuh Xue Zhao, roh dewa itu pun segera membuat jiwa Xue Zhao tertidur dan dikurung didunia jiwa miliknya sendiri dengan teknik yang dia miliki.


Xue Zhao tidak menyadari akan apa yang telah di lakukan oleh roh dewa itu yang kini segera menyatu dengan tubuhnya.


Setelah selesai menyatu dengan tubuhnya, roh dewa itu pun segera membentuk inti jiwa didalam dunia jiwa tersebut agar bisa melepaskan seluruh kekuatan yang dia miliki.


Akhirnya roh dewa itu pun kini sudah bisa menguasai sepenuhnya tubuh Xue Zhao meskipun ingatan pemuda itu masih tersimpan di otaknya.


Basis kultivasi yang dimiliki oleh Xue Zhao kini sudah berada di ranah immortal puncak.


"Sial, aku pikir kekuatan yang aku miliki masih bisa menerobos di ranah Xian...benar-benar tubuh yang tidak berguna."


"Untuk membentuknya hingga bisa menjadi pendekar di ranah Immortal saja telah menguras begitu banyak kekuatan yang aku miliki."


Roh dewa itu merasa kecewa karena tidak bisa menerobos menjadi pendekar di ranah Xian yang sudah siap untuk menjadi seorang dewa sejati.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2