PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 37. Bangsa Peri


__ADS_3

Xiao Lin Meng yang mendengar perkataan sosok wanita didepannya lansung naik darah.


"Kami akan meninggalkan hutan ini, tetapi tidak ada satu pun dari kita yang akan tinggal ditempat ini". Tutur Xiao Lin Meng dengan nada suara yang penuh dengan penekanan.


"Siapa kamu yang berani mengatur diriku dihutan ini?". Bentak sosok tersebut


"Apakah kamu sudah bosan hidup?". Ujarnya lagi sambil menggerakkan sulur - sulur yang berada di hutan itu.


Terlihat ujung sulur - sulur tersebut begitu tajam dan bisa melukai mereka bertiga.


Sedangkan tubuh Xue Yunlei sudah dililit oleh sulur - sulur yang lain.


Mendapatkan ancaman tersebut, Rui Lianjin pun berkata.


"Baiklah, kami bertiga akan meninggalkan hutan ini, akan tetapi jika nantinya pria itu terluka dan tidak bisa bertemu dengan kami di kota yang akan kami tuju, kami akan kembali untuk membakar hutan ini". Ujar Rui Lianjin yang sedikit memberikan ancaman kepada sosok didepannya.


"Sepertinya mulut manismu itu bisa juga digunakan untuk menusukku, ternyata kamu begitu menarik juga". Balas sosok wanita itu menanggapi perkataan Rui Lianjin.


Memang perkataan Rui Lianjin itu adalah suatu ancaman yang sangat serius bagi sosok wanita itu, sebab dia adalah makhluk penjaga hutan tersebut dan kehidupannya tidak bisa terpisah dari pohon besar yang tubuh ditengah - tengah hutan tersebut.


Tidak hanya itu, kehidupan mereka juga akan berakhir jika pohon besar itu mati.


Itulah mengapa perkataan Rui Lianjin membuat sosok wanita itu menanggapinya dengan serius.


"Kenapa, apakah kamu takut dengan ancamanku?".


"Kamu pikir aku tidak mengetahui siapa kamu sebenarnya!?".


"Kamu ini hanyalah makhluk penjaga pohon yang tidak bisa kemana - mana dan akan mati bersama - sama dengan pohon dimana rasmu hidup".


"Dan bagi kami sebagai manusia, ras kalian itu tidak ada apa - apanya".


Perkataan Rui Lianjin membuat Xiao bersaudara merasa sangat terkejut, karena sikap wanita yang selalu menjaga keduanya itu, tidak pernah sekalipun menunjukkan sikap arogan seperti itu.


Dan sikap Rui Lianjin itu membuat Xiao Ning Lan merasa sangat khawatir karena telah menyinggung sosok penguasa hutan itu.


Berbeda halnya dengan Xiao Lin Meng, keberanian gadis itu kini kembali bangkit dan bersiap untuk menyerang dengan pedang yang berada ditangannya.


"Besar juga nyalimu, tetapi menurutku sikapmu itu sangatlah bodoh".


"Apakah kamu pikir manusia bisa dengan muda untuk bisa memasuki hutan ini? Sungguh sangat naif". Balas sosok tersebut.


"Untuk bisa membakar hutan ini, kami hanya perlu memulainya dari pinggiran hutan sampai ke pohon dimana kehidupan ras kalian hidup, jadi menurutku dirimulah yang sangat bodoh dan terlalu percaya diri dengan kemampuan kalian". Balas Rui Lianjin sambil tersenyum sinis menatap ke arah sosok wanita itu.


"Hal itu tidak akan terjadi jika aku membunuh kalian semua dihutan ini". Ujar sosok wanita itu sambil menggerakkan sulur - sulur untuk menyerang ketiga wanita didepannya.


Rui Lianjin, Xiao Ning Lan dan juga Xiao Lin Meng pun segera mencabut pedang mereka masing - masing dan mulai menebas setiap sulur - sulur yang akan menyerang mereka.


"Hentikan!". Teriak sosok wanita lain.


Mendengar suara teriakan tersebut, membuat mereka berempat menghentikan tindakan mereka.


"Kakak pertama". Ucap sosok yang menyerang Rui Lianjin dan dua lainnya.

__ADS_1


"Jangan bertindak ceroboh, karena tindakanmu itu bisa mendatangkan bencana bagi ketenangan kehidupan ras kita dihutan ini". Tutur sosok yang dipanggil kakak pertama tersebut.


"Tetapi mereka telah memasuki wilayah hutan ini tanpa ijin, sehingga mereka layak untuk diberikan hukuman". Balas sosok yang menyerang Rui Lianjin.


"Diam! Jangan mencoba untuk mencari pembenaran". Bentak sosok yang baru saja tiba itu.


"Maafkan atas sambutan yang di tunjukkan oleh adik ketujuhKu".


"Untuk membayar kesalahannya, bagaimana jika kalian mampir ke kediaman kami". Sosok itu menawarkan dengan nada suara yang sangat ramah.


"Kami bisa menerima undanganmu itu, tetapi bagaimana bisa kami membiarkan teman kami yang masih terlilit sulur - sulur itu!?". Balas Rui Lianjin sambil menunjuk kearah dimana tubuh Xue Yunlei berada.


Sosok yang baru saja tiba itu pun segera menatap ke arah yang ditunjuk oleh Rui Lianjin.


"Biarlah tetap seperti itu, karena kami juga akan membawanya agar bisa bersama - sama untuk kita jamu". Jawab sosok tersebut.


"Bagaimana, apakah kita boleh berangkat sekarang?". Tanya sosok itu lagi.


"Baiklah, ayo kita pergi". Balas Rui Lianjin.


Mereka pun akhirnya pergi menuju ke tempat dimana kedua sosok itu tinggal.


Kedua sosok itu berasal dari Bangsa Peri dan sebagai salah satu ras yang hidup untuk menjaga hutan, namun yang terpenting bagi mereka adalah untuk menjaga pohon yang menjadi sumber kehidupan mereka.


Hal itu diketahui oleh Rui Lianjin saat dirinya belajar di akademi diklannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa tiba di kediaman kedua sosok itu.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh anggota ras yang lain dengan tatapan yang penuh kebencian.


Namun karena keempat sosok itu datang bersama sosok wanita yang adalah sosok terkuat kedua di dalam ras mereka, sehingga mereka tidak berani untuk menyerang keempat sosok yang berasal dari bangsa manusia itu.


Tetapi ada pemandangan yang aneh, dimana dari keempat sosok manusia yang datang, salah satunya adalah seorang pria dan dalam keadaan tubuhnya sedang terlilit oleh sulur - sulur milik putri ke tujuh dari ratu mereka.


Kini mereka memasuki suatu tempat yang terbuat dari sulur - sulur yang berukuran besar yang dirajut sehingga terlihat seperti sebuah bangunan, akan tetapi tidak tertutup seperti bangunan yang di diami oleh manusia.


Saat mereka memasuki tempat itu, langsung terlihat sosok seorang wanita yang sedang duduk di kursi yang juga terbuat dari rajutan sulur - sulur yang berbunga.


"Xiangwei menghadap Ibu Ratu!".


"Juanxu menghadap Ibu Ratu".


Kata - kata yang keluar dari mulut kedua sosok tersebut sambil memberi hormat kepada sosok yang duduk di depan mereka.


"Mengapa kalian membawa mereka kesini?". Tanggapan yang diberikan oleh sosok wanita yang adalah ratu peri.


Terlihat raut wajah sang ratu peri seperti tidak bersahabat saat melihat kehadiran para manusia itu.


"Maafkan atas kelancangan hamba, akan tetapi hamba melakukan hal ini karena untuk membayar sikap arogan yang ditunjukkan oleh adik ketujuh kepada mereka". Ucap Xiangwei sambil menatap ke arah sang ratu yang juga adalah ibunya.


Mimik sang ratu langsung berubah menjadi ramah setelah mendapatkan penjelasan dari putri tertuanya itu.


Wanita itu langsung tersenyum menatap ke arah Rui Lianjin dan dua gadis lainnya.

__ADS_1


"Terus, kenapa dengan pria itu? Mengapa dia masih dililit oleh sulur - sulur milikmu?". Tanya sang ratu kepada Juanxu.


"Pria ini sedang bermeditasi, jadi aku membawanya kemari dengan cara seperti ini". Jawab Juanxu.


"Lepaskan dia dan mari kita jamu mereka". Ucap sang ratu senang.


Juanxu pun segera melepaskan Xue Yunlei dan ditempatkan di posisi tempat duduk para tamu.


Mereka pun segera menyiapkan jamuan untuk menjamu keempat manusia itu.


Tidak lama kemudian Xue Yunlei pun telah selesai bermeditasi.


Remaja itu pun segera membuka matanya.


Saat membuka matanya, Xue Yunlei pun kembali dikejutkan dengan pemandangan yang ada di depannya.


Ada banyak wanita cantik sedang duduk di hadapannya.


Xue Yunlei pun memalingkan wajahnya ke samping dan mendapati ketiga wanita yang bersamanya sedang duduk.


Xiao Lin Meng duduk tepat disamping Xue Yunlei.


"Nona Meng, saat ini kita berada dimana?". Tanya Xue Yunlei yang membuat Xiao Lin Meng terkejut namun dengan cepat berubah menjadi senang.


"Kamu sudah selesai bermeditasi? Bagaimana kondisi kesehatanmu, apakah merasa sudah lebih baik?". Tanya Xiao Lin Meng balik bertanya.


Xue Yunlei pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan gadis disampingnya.


"Saat ini kita berada di tempat salah satu ras bangsa peri". Ungkap Xiao Lin Meng menjawab pertanyaan Xue Yunlei sebelumnya.


Pikiran remaja pria itu pun langsung bekerja dan dengan cepat dirinya bisa mengingat apa yang gurunya sampaikan mengenai bangsa peri.


Saat Xue Yunlei sudah selesai bermeditasi dan berbicara dengan Xiao Lin Meng, semua tatapan mata para wanita di ruangan itu langsung tertuju kearahnya.


Tatapan mereka yang awalnya penuh makna, dengan cepat berubah menebarkan senyuman.


"Bangsa peri sangat membenci bangsa manusia, sehingga mereka selalu melakukan hal yang licik untuk membunuh para manusia, aku harus berhati - hati dengan keramahan yang mereka tunjukkan". Pikir Xue Yunlei.


"Sepertinya tuan telah selesai bermeditasi, perkenalkan, saya ratu disini". Tutur sang ratu dengan ramah.


"Bisakah aku mengetahui siapa tuan ini?". Lanjut sang ratu bertanya kepada Xue Yunlei.


"Aku Xue Yunlei, aku berasal dari kota Yin". Jawab Xue Yunlei jujur.


"Tuan Xue, mari kita bersulang". Tutur sang ratu.


Ketiga wanita yang selalu bersama dengannya langsung menatap ke arah Xue Yunlei.


Pendekar muda itu pun segera berkata.


"Mohon maaf sebelumnya, bukannya aku ingin menolak keramahan ratu, akan tetapi aku telah dibawa ke tempat ini tanpa sepengetahuan serta persetujuanku".


"Sehingga menurutku hal ini tidak bisa aku terima". Tutur Xue Yunlei menanggapi keramahan sang ratu.

__ADS_1


"Lancang! Manusia rendah sepertimu berani - beraninya menolak keramahanku ini!". Kata - kata yang keluar dari mulut sang ratu.


~Bersambung~


__ADS_2