
Mendengar pertanyaan dari Xue Yunlei membuat peri cantik itu merasa dilema.
Xiangwei tidak bisa menjawab pertanyaan itu, sebab keputusannya ada ditangan Xue Yunlei, karena dirinya adalah bawahan pendekar muda itu.
Peri cantik itu tetap diam dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Xue Yunlei.
Melihat sikap wanita itu, Xue Yunlei pun kembali berkata untuk mencairkan kembali suasana saat itu.
"Jika kamu tidak ingin untuk bermasalah dengan salah satu ras bangsa peri, aku juga tidak akan melakukan hal itu". Ucap Xue Yunlei.
Wanita itu segera menatap kearah wajah pria di depannya dan berkata.
" Apa benar yang tuan katakan itu? ".
" Iya, itu benar, kenapa? Apakah ada yang salah dengan perkataanku? ".
" Tidak tuan, tidak ada yang salah dengan apa yang baru saja Tuan katakan, akan tetapi hal itu membuat beban yang ada didalam hatiku merasa hilang ". Jawab XiangweiXiangwei jujur.
" Itu berarti, kamu tidak ingin untuk berselisih dengan ras bangsa peri yang lain? '.
"Iya Tuan!". Jawab Xiangwei singkat.
" Jika demikian, ayo kita kembali ke hutan ilusi untuk menemui mereka berempat disana ". Ucap Xue Yunlei mengajak Xiangwei.
" Jadi, apakah Tuan tidak ingin melaksanakan perintah yang diberikan oleh guru Tuan? ". Tanya Xiangwei.
" Iya, aku tidak ingin lagi melakukan hal itu ". Jawab Xue Yunlei dengan penuh ketegasan.
" Bukankah itu adalah tindakan pembangkangan terhadap perintah seorang guru!? ". Ujar Xiangwei.
" Iya, aku tau itu adalah suatu tindakan pembangkangan, akan tetapi, apakah aku harus mengorbankan salah satu ras bangsa peri demi untuk meningkatkan kualitas tulangku? ". Xue Yunlei menjawab serta memberikan alasannya.
Xiangwei pun berpikir sejenak sebelum menanggapi perkataan Xue Yunlei.
" Tuan, jika untuk meningkatkan kualitas tulang, bagaimana jika kita kembali saja ke markas ras kami, sepertinya ratu kami memiliki solusi untuk hal itu ". Xiangwei mengusulkan.
" Sudahlah, aku tidak ingin lagi untuk mempersulit kalian, biar aku sendiri saja yang mencari solusinya ". Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan Xiangwei.
" Tuan, Yang Mulia Ratu pasti tidak akan merasa dipersulit untuk bisa membantumu, jadi tuan tidak perlu berpikir seperti itu ". Tanggapan yang diberikan oleh Xiangwei.
__ADS_1
" Tidak, mulai saat ini, aku harus mencapai setiap apa yang aku inginkan dengan usaha serta kerja kerasku sendiri ". Balas Xue Yunlei.
" Sepertinya tuan tidak ingin lagi untuk menerima bantuan dari kami, apa yang harus aku lakukan agar tuan bisa menerima bantuan kami lagi!? ". Pikir Xiangwei.
" Ayo kita pergi dari tempat ini ". Ajak Xue Yunlei lagi.
Xiangwei hanya menganggukan kepalanya untuk menyetujui ajakan Xue Yunlei.
Kedua sosok itu pun segera pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke goa di hutan ilusi dimana Xiao Lin Meng serta tiga wanita lainnya berada juga ditempat tersebut.
Tiba-tiba sebuah serangan mengejutkan mereka berdua.
Benda seperti bola dengan ukuran yang sangat besar menghujam tubuh keduanya.
Xue Yunlei dan Xiangwei segera menampik serangan tersebut dengan energi qi yang dimiliki oleh mereka berdua.
"Brengsek, beraninya menyerang kami secara diam-diam, aku akan membuat kalian menyesali apa yang telah kalian lakukan". Tutur Xue Yunlei dengan geram sambil mengerahkan kekuatan yang dia miliki.
Pemuda itu segera menggunakan teknik pengendali elemen logam dan juga elemen api untuk menghadapi penyerang yang merupakan seorang pengendali elemen bumi.
Tindakan Xue Yunlei membuat sosok yang menyerang mereka merasa sangat ketakutan.
Pria tua itu tidak menyangka jika Xue Yunlei bisa menggunakan teknik pengendali elemen logam dan elemen api.
"Soal, siapa pria ini? Mengapa dia bisa mengendalikan elemen logam dan elemen api!? Sepertinya mereka bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata, aku harus pergi untuk memberitahukan hal ini kepada tetua agung dan juga kepada para tetua lainnya". Gumamnya yang dengan cepat segera meninggalkan tempat persembunyiannya.
Xue Yunlei yang melihat pergerakan sosok yang menyerang mereka berdua langsung melepaskan serangannya kearah dimana pria tua itu berada.
Ternyata area tersebut memiliki kandungan logam yang sangat tinggi, sehingga hasil yang dia miliki tidak mengecewakan, karena sebuah tombak besi yang diselimuti oleh api berwarna putih kini sudah terbentuk.
Tombak itu pun segera melesat terbang ke arah sosok itu berada.
Pria tua itu pun menyempatkan dirinya mengerahkan energi qi miliknya untuk membentuk tembok pertahanan yang terbuat dari pasir yang dipadatkan agar bisa membendung serangan Xue Yunlei.
Setelah selesai membentuk tembok pertahanan, pria tua itu dengan cepat meninggalkan tempat itu.
Booommm
Bunyi ledakan saat serangan tombak milik Xue Yunlei menghujam tembok pertahanan pria tua itu.
__ADS_1
Hujaman tombak milik Xue Yunlei, menciptakan sebuah lobang besar di dinding tembok pertahanan itu.
Saat Xue Yunlei berniat untuk mengejar, Xiangwei segera mencegahnya, hal itu agar mereka berdua bisa memiliki waktu yang banyak untuk melarikan diri.
Karena mereka tidak bisa menuju ke arah timur, sehingga Xiangwei mengajak Xue Yunlei untuk pergi ke arah selatan agar tidak bertemu dengan para tetua yang sedang mencari mereka berdua.
Dengan menggunakan kecepatan tertinggi yang mereka berdua miliki, keduanya terus melesat terbang menuju ke arah selatan.
Sedangkan tetua yang baru saja diserang oleh Xue Yunlei terus menuju ke arah dimana tetua lainnya berada.
Setelah satu jam melakukan perjalanan, Xue Yunlei melihat ada satu area yang terdapat banyak pepohonan yang tumbuh.
Hati Xue Yunlei merasa tergerak untuk singgah di tempat tersebut.
Namun Xiangwei dengan cepat bisa memahami apa yang Xue Yunlei pikirkan, sehingga wanita itu segera mengingatkan kepada pendekar muda itu untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Akhirnya Xue Yunlei pun mengikuti saran Xiangwei dan mengurungkan niatnya.
Setelah merasa sudah cukup jauh pergi ke arah selatan, keduanya pun kemudian merubah arah dan bergerak ke arah timur.
Hal itu dilakukan agar bisa menghindari pengejaran para tetua dari salah satu suku nomaden yang hidup di padang gurun.
"Xiangwei, sebaiknya kita menghemat energi Qi yang kita miliki agar supaya, disaat kita mendapatkan masalah, kita memiliki energi Qi yang cukup untuk menghadapi mereka". Saran Xue Yunlei.
" Tuan, kecepatan seorang pendekar langit, akan bisa menemukan kita jika kita beristirahat, oleh karena itu, lebih baik kita tetap melanjutkan perjalanan kita ".
Xiangwei tidak setuju dengan usulan Xue Yunlei, wanita itu tetap mempertahankan kecepatan terbangnya.
Xue Yunlei hanya bisa mengikuti wanita itu dari belakang.
Namun usaha mereka berdua masih bisa di ketahui oleh para tetua yang mengejar mereka.
Ternyata pria tua yang diserang oleh Xue Yunlei, telah mendengar semua pembicaraan mereka, sehingga para tetua segera pergi menuju ke arah perbatasan wilayah padang gurun.
Kini kedatangan Xue Yunlei dan juga Xiangwei telah dinantikan oleh belasan tetua anak suku Hushi.
Mereka telah bersiap dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki untuk menangkap Xiangwei dan membunuh Xue Yunlei.
~Bersambung~
__ADS_1