
Setelah selesai memberikan sebagian besar hasil kultivasinya selama beberapa ribu tahun, akhirnya leluhur agung bangsa peri itu segera memberitahukan kepada Xue Yunlei untuk menjaga setiap bangsa peri penguasa danau maupun bangsa peri penguasa hutan.
Xue Yunlei segera mengiyakan apa yang pria sepuh itu minta kepadanya.
Awalnya Xue Yunlei merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh leluhur agung bangsa peri itu, namun rasa penasarannya itu langsung di tekan oleh leluhur agung itu "Kau tidak perlu memikirkan mengapa aku melakukan hal ini, cukup kau terus berkultivasi untuk bisa meningkatkan basis kultivasi mu itu."
"Cepat kelola semua energi yang telah aku salurkan agar bisa membuat inti jiwa milikmu lebih kuat lagi serta bisa dengan cepat meningkatkan basis kultivasi mu itu."
"Jika kau sudah selesai meningkatkan basis kultivasimu, energi yang ada didalam tongkat ini, kau salurkan ke pedang milikmu itu."
"Baik..." Jawab Xue Yunlei.
Sang leluhur agung segera menciptakan formasi pelindung bagi Xue Yunlei agar disaat dia menerobos setiap tingkat kultivasi, itu tidak akan berpengaruh bagi kedua peri yang berada didekatnya.
Setelah itu sosok pria sepuh itu segera pergi meninggalkan mereka bertiga untuk menyerahkan dirinya kepada raja iblis.
Di tempat dimana raja iblis dan raja peri berada, mereka semua terlihat sangat cemas menantikan sang leluhur agung.
Pria sepuh itu tidak bisa menyalurkan hasil kultivasinya kepada raja peri, sebab dirinya tidak ingin membuat raja iblis menjadi curiga dengan apa yang akan mereka rencanakan jika keduanya pergi secara bersama-sama.
Akhirnya kecemasan yang tergambar disetiap wajah mereka pun menghilang setelah sosok yang mereka nantikan telah terlihat.
"Ayah...apakah pengorbanan yang kau lakukan ini tidak terlalu berlebihan?" Ucap raja peri menyambut kedatangan sang leluhur agung.
"Aku sudah memperhitungkan dengan matang keputusan yang aku ambil saat ini...yang perlu kau ingat, jangan pernah sekalipun kalian menyerang bangsa manusia, sebab hal itu bisa membuat bangsa kita akan lenyap dari dunia ini." Balas Sang leluhur agung bangsa peri itu.
"Jika mereka tidak menepati janji setelah aku bertukar dengan sepuluh peri itu, kalian harus segera pergi memasuki dunia kita." Lanjut sang leluhur agung.
"Baik..." Jawab raja peri.
"Bagaimana? Apakah kau sudah siap untuk melakukan pertukaran dengan mereka?" Tanya raja iblis.
"Iya...aku sudah siap...cepat lepaskan mereka." Ucap sang leluhur agung sambil berjalan mendekati kelompok raja iblis.
"Leluhur! Jangan pergi!" Teriak para peri yang ada.
Saat sosok pria sepuh itu sudah dekat, raja iblis segera melepaskan Tali Pengikat Dewa yang melilit tubuh sepuluh peri yang tersisa serta langsung mengikat tubuh sang leluhur agung.
Nanxian bersama sembilan peri lainnya segera melesat memasuki pembatas yang memisahkan kelompok para peri dan kelompok raja iblis.
__ADS_1
Namun para pendekar dewa yang datang bersama dengan raja iblis langsung melepaskan serangan kearah sepuluh peri yang baru saja mereka lepaskan.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Sepuluh ledakan langsung terjadi disaat serangan yang sepuluh pendekar dewa lepaskan mengenai tubuh lima peri dan dinding formasi pelindung.
"Ternyata kau tidak menepati janjimu...aku tidak menyangka jika kalian sangat licik." Ucap leluhur agung bangsa peri dengan penuh kekecewaan.
Kelima peri yang terkena serangan dua orang pendekar dewa surgawi dan tiga orang pendekar dewa langit langsung ditangkap kembali oleh mereka.
Sedangkan lima serangan yang membentur dinding formasi pelindung itu adalah milik lima pendekar dewa bumi.
"Ha...ha...ha...ha...ha...siapa bilang aku tidak menepati janjiku? Aku telah menepati janjiku dengan melepaskan mereka...mengenai serangan yang mereka lakukan itu, bukan menjadi tanggung jawabku, sebab mereka tidak berjanji kepadamu." Balas raja iblis.
Setelah menangkap lima peri itu, mereka kembali melancarkan serangan untuk menghancurkan dinding formasi pelindung milik bangsa peri untuk menangkap mereka semua.
"Ayo kita pergi." Ucap sang raja peri dan langsung menghilang dari atas permukaan air danau serta diikuti oleh yang lainnya.
Bunyi ledakan sahut menyahut saat dinding formasi pelindung bangsa peri terus diserang oleh sepuluh pendekar dewa.
"Sepertinya kita harus menyerap terlebih dahulu darah kehidupan serta inti jiwa mereka agar bisa menghancurkan dinding formasi pelindung ini." Ucap sang raja iblis.
Satu pendekar dewa surgawi, tiga pendekar dewa langit dan seorang pendekar dewa bumi segera menyerap darah kehidupan dan inti jiwa dari lima peri yang mereka tangkap.
Sedangkan seorang pendekar dewa surgawi yang satunya lagi mendapatkan inti jiwa serta darah kehidupan milik peri yang awalnya terbunuh.
Dua pendekar dewa bumi kini berjaga-jaga menemani raja iblis saat ke-enam rekan mereka berkultivasi.
Sang raja iblis segera mengambil inti jiwa milik leluhur agung bangsa peri penguasa danau serta darah kehidupan miliknya dan langsung disimpan dalam cincin spasial miliknya.
Nyawa leluhur agung bangsa peri kini sudah tidak ada lagi. Sedangkan tubuhnya langsung menguap diudara setelah darah kehidupan serta inti jiwanya sudah tidak ada lagi.
Hal yang sama juga dialami oleh lima peri lainnya setelah kelima pendekar dewa itu telah selesai menyerap darah kehidupan dan mengambil inti jiwa mereka.
Ke enam pendekar dewa itu segera mengolah energi inti jiwa tersebut serta sesensi dari darah kehidupan milik bangsa peri.
***
Di istana bangsa peri Nanxian bersama dengan empat peri lainnya sedang berlutut di tengah-tengah ruangan aula utama istana itu.
__ADS_1
"Mengapa kau melakukan hal yang begitu bodoh sehingga bangsa kita kehilangan leluhur agung yang selalu melindungi kita? Sebenarnya apa yang ada didalam otakmu itu?"
"Cepat katakan, apa yang kau pikirkan sehingga menemui raja iblis itu?"
Sang raja peri memarahi Nanxian dan melontarkan pertanyaan kepadanya.
"Ampun Yang Mulia...hamba hanya bermaksud untuk menjauhkan masalah bagi bangsa kita dan memberitahukan kemana arah kelompok yang mereka kejar itu berlari." Jawab Nanxian seperti merasa benar dengan tindakannya itu.
"Sepertinya kau masih merasa benar dengan tindakan mu itu...aku tidak bisa memaafkanmu karena telah menyebabkan kita kehilangan leluhur agung." Ucap raja peri sambil melepaskan serangan kearah Nanxian.
Duuuaaarrr
Tubuh komandan pasukan peri itu langsung terhempas kebelakang saat terkena serangan raja peri.
Nanxian kembali mengambil sikap bersujud dan kembali berkata "Yang Mulia...ampuni hamba karena telah memberitahukan arah perginya kelompok itu...aku tidak akan melakukannya lagi."
Duuuaaarrr
Tubuh Nanxian kembali terhempas kebelakang saat terkena serangan raja peri.
"Sepertinya tidak ada gunanya nyawamu diselamatkan oleh leluhur agung...sebagai hukuman atas perbuatanmu itu, aku harus membunuhmu." Ucap raja peri dan langsung melepaskan sebuah serangan seperti jarum yang terbentuk dari energi qi yang dia miliki.
Nanxian tidak sempat menyadari serangan itu hingga sesaat kemudian tubuhnya langsung terdiam dan tidak bernyawa lagi.
Esensi darah kehidupan serta inti jiwa miliknya langsung diambil oleh raja peri sehingga tubuhnya menguap begitu saja diudara.
"Kalian berempat, pergi dari sini dan jangan pernah sekali pun melakukan kesalahan yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Nanxian." Tutur sang raja peri.
"Terima kasih Yang Mulia atas kebaikanmu." Ucap keempat peri itu lalu pergi meninggalkan ruang aula utama istana tersebut.
Beberapa saat kemudian, seorang komandan pasukan peri segera berlari memasuki aula utama.
"Yang Mulia, sepertinya mereka belum pergi dari sini dan sedang berkultivasi untuk meningkatkan basis kultivasi mereka...apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang komandan pasukan peri.
Sang raja peri semakin merasa tidak tenang dengan situasi yang saat ini sedang terjadi. Mereka terus dibayang-bayangi dengan rasa takut atas tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh raja iblis itu.
"Jika sudah meningkatkan basis kultivasi mereka, itu pasti membuat kita tidak akan berdaya lagi dihadapan mereka...apakah kita harus menyerang mereka?" Gumam raja peri dan didengar oleh petinggi yang ada.
~Bersambung~
__ADS_1