Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kehilangan Nyawa


__ADS_3

Xue Shan Shan diam-diam melirik Pangeran Li Xian.


Ternyata, saat dirinya terbangun di malam hari, memang Pangeran Li Xian orang pertama yang dilihatnya.


Tiba-tiba, Xue Shan Shan merasakan perasaan yang sulit untuk dijelaskan.


'Kalau begitu, Pangeran bukan orang yang tidak berperasaan.' Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan dalam, membuat pria itu semakin tidak nyaman.


"Jangan terlalu banyak berpikir. Kamu sakit saat bepergian denganku dan aku menjagamu hanya agar tidak disalahkan oleh keluargamu."


Suara dingin Pangeran Li Xian menghancurkan angan Xue Shan Shan tentang betapa lembutnya pria itu saat merawatnya kemarin malam.


Sekali lagi, Xue Shan Shan memasang wajah cemberut.


"Nona, ayo, makan." Suara Lin Mei membuat Xue Shan Shan tersadar dan semangat kembali.


Xue Shan Shan segera meraih semangkuk mi dari tangan Lin Mei, tetapi ketika dirinya hendak menjepit sumpit, dia baru menyadari bahwa tangan kanannya sedang dibalut yang membuatnya kesulitan mengambil sumpit.


Lin Mei yang menyadari hal itu buru-buru berkata, "Biarkan saya menyuapimu, Nona."


"Baiklah." Xue Shan Shan tidak menolak tawaran baik Lin Mei.


Dia tidak perlu merasa sungkan, apalagi di saat dirinya sedang kelaparan.


Lagipula, disuapi makan bukanlah hal buruk seolah-olah dia sudah mau mati sehingga tidak bisa makan sendiri.


Tepat saat hendak mengambil sumpit di nampan, Lin Mei tiba-tiba teringat sesuatu sehingga dia langsung meletakkan kembali sumpit di tangannya ke tempat semula.


"Aduh, tanganku kram, rasanya sakit sekali. Aku akan meminta Tuan Yan memijat tanganku."


Detik berikutnya, Lin Mei sudah berlari dan menghilang dari pandangan Xue Shan Shan yang cemberut.


Dia menatap bayang-bayang Lin Mei dengan marah, merasa dua hari ini pelayannya itu semakin keterlaluan.


"Semua yang dia lakukan sangat tidak normal!" Xue Shan Shan menggerutu sambil menatap ke tempat jejak Lin Mei yang menghilang.


Tidak punya pilihan, akhirnya Xue Shan Shan berniat mengambil sumpit dengan tangan kirinya.


Namun, karena tidak pernah menggunakan tangan kiri untuk makan, dia selalu gagal setiap kali ingin menjepit mi dengan sumpitnya.


Kemudian, Xue Shan Shan dengan marah membanting sumpitnya dan hendak beranjak pergi.


Hanya saja, dia tidak mengira tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang mengambil sumpit dan menjepit mi untuk diberikan padanya.


Seketika, Xue Shan Shan langsung menoleh ke samping. Dia terkejut saat melihat Pangeran Li Xian tengah memegang sumpit dengan wajah datar.


Saat hati Xue Shan Shan merasa tersentuh, dia mendengar suara dingin Pangeran Li Xian.

__ADS_1


"Makan sendiri!"


Xue Shan Shan langsung melotot galak pada Pangeran Li Xian. "Terima kasih!"


Meskj Xue Shan Shan ingin langsung menuangkan semangkuk mi ke kepala Pangeran Li Xian, tapi setelah memikirkannya, dia merasa ide itu agak keterlaluan.


Jelas-jelas Pangeran Li Xian berbaik hati membantunya.


Lagipula, orang berstatus terhormat seperti Pangeran Li Xian pasti belum pernah menyuapi orang lain makan.


Bagaimanapun, Pangeran Li Xian sudah berbaik hati mengambilkan mi untuknya.


Jadi, seharusnya dia bisa membedakan hal yang baik dan jahat!


Begitu memikirkannya, Xue Shan Shan merasa bisa menerima perlakuan Pangeran Li Xian.


Terlebih, perutnya memang sudah kelaparan.


Tanpa pikir panjang, Xue Shan Shan langsung mendekatkan kepalanya untuk memasukkan mi yang diberikan oleh Pangeran Li Xian.


Setelah menunggu sesuap dan menunggu Pangeran Li Xian mengambilkan siapa kedua untuknya, Xue Shan Shan melihat sumpit itu seperti sangat dekat dengannya.


Bahkan, tepat di samping mulutnya hingga dia bisa langsung makan hanya dengan membuka mulut.


Lihatlah, Yang Mulia ternyata baik juga.


Saat menyuapi mi, Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan manis karena teringat apa yang Liu Jili katakan padanya kemarin malam.


'Jangan khawatir, ini bukan kali pertama dia keracunan. Sebelumnya, dia bahkan dengan sadar memakan jamur beracun dan pulih hanya dengan istirahat dan banyak makan.'


Sepertinya, informasi itu memang tidak salah.


Buktinya, sekarang Xue Shan Shan sudah terlihat pulih setelah tidur semalaman dan makan pagi ini.


"Uhuk, uhuk, uhuk!"


Xue Shan Shan langsung tersedak mi begitu pertanyaan Pangeran Li Xian meluncur bebas tanpa beban.


Setelah mengambil sapu tangan untuk menyeka mulutnya, Xue Shan Shan menjalankan kejadian yang sebenarnya. "Sebagai seorang tabib, aku harus tahu bagaimana rasanya diracuni, jadi sekalian saja mencicipi rasa jamur beracun."


Selain itu, rasanya benar-benar enak.


Namun, perasaan setelah diracuni sangat menyakitkan. Jika tidak berhati-hati, bisa kehilangan nyawa.


"Apa kamu mengatakan hal yang sebaliknya?" Pangeran Li Xian mengangkat alisnya suaranya terdengar sedikit menggoda.


Siapa yang tidak tahu bahwa Xue Shan Shan adalah gadis pemakan segalanya, jadi bisa saja dia makan racun bukan untuk merasakan bagaimana rasanya diracuni, tetapi karena terlalu rakus.

__ADS_1


Xue Shan Shan mengembangkan pipinya. "Aku tidak mengatakan yang sebaliknya."


Pangeran Li Xian hanya tersenyum terpaksa.


Begitul maereka. Yang satu menyuapi mi, satunya lagi makan mi. Mereka terlihat sangat harmonis.


Sementara itu, Lin Mei, Yan Shu dan Wei Shu sedang duduk di pojokan hanya untuk menyaksikan mereka.


Lin Mei dan Yan Shu secara serentak mengulurkan tangan pada Wei Shu sambil berkata, "Berikan uangnya pada kami!"


Wei Shu dengan enggan mengeluarkan masing-masing tujuh ratus lima puluh tael kepada Lin Mei dan Yan Shu yang sudah berhasil menjalankan misi dari Selir Agung Mei.


Ya, membuat hubungan Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan berkembang sedemikian rupa adalah misi yang diberikan oleh Selir Agung Mei kepada Wei Shu, Yan Shu dan Lin Mei.


Setiap kali berhasil membuat interaksi manis antara Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan, ketiganya akan mendapatkan masing-masing lima ratus tael perak.


Namun, Wei Shu tidak yakin Pangeran Li Xian bersedia bersikap manis terhadap Xue Shan Shan.


Jadi, dia memutuskan untuk mengajak Yan Shu dan Lin Mei untuk bertaruh.


Jika Pangeran Li Xian bersedia bersikap manis dengan Xue Shan Shan, Wei Shu akan memberikan jatahnya kepada Yan Shu dan Lin Mei.


Namun, jika sebaliknya, maka Yan Shu dan Lin Mei-lah yang harus membayarnya.


Itu sebabnya, Lin Mei dan Yan Shu mendapatkan tujuh ratus lima puluh teal, padahal seharusnya hanya lima ratus teal saja.


"Tidak kusangka Yang Mulia akan menyuapi Putri Changning sendiri." Wei Shu menatap tak percaya pada Pangeran Li Xian, lalu beralih menatap uang yang saat ini sedang ditimang-timang oleh Lin Mei dan Yan Shu.


"Tentu saja, nonaku adalah calon istrinya!" Lin Mei menyahut dengan semangat empat lima, lalu melanjutkan dengan bijak. "Jangan hanya melihat wajah dingin Yang Mulia, siapa tahu cintanya justru membara seperti api."


Meskipun Lin Mei adalah gadis polos yang hampir tidak pernah berinteraksi dengan pria, tetapi dia sering kali ikut menyempil di samping Xue Shan Shan saat sang nona sedang sibuk membaca novel.


Jadi, tentu saja dia tahu kisah cinta yang manis seperti ini.


Wei Shu masih tampak kebingungan, dia menatap Lin Mei dan Yan Shu seolah-olah meminta penjelasan dari pertanyaannya.


"Namun, aku mendengar dari Yang Mulia bahwa dia membawa Putri Changning karena Putri Changning bisa membantunya. Selain itu, dia tidak memiliki maksud lain."


Itu yang dikatakan Pangeran Li Xian saat Wei Shu bertanya kenapa dia ingin membawa Xue Shan Shan pergi ke Kota Gu.


"Hah, dia sangat keras kepala." Yan Shu mengangkat bahunya saat mencibir dengan sinis, tetapi dia tidak berniat menjelaskan apa pun pada Wei Shu.


Bagaimanapun, tidak ada penjelasan ilmiah yang bisa dikatakan atas sikap Pangeran Li Xian.


Setelah terdiam untuk sesaat, Yan Shu tiba-tiba mengangkat kepalanya untuk menatap Lin Mei dan Wei Shu bergantian.


"Bagaimana kalau kita bertaruh lagi?"

__ADS_1


Lin Mei dan Wei Shu membalas tatapan Yan Shu dan bertanya dengan penuh minat. "Mau bertaruh apa?"


__ADS_2