
"Duduklah, jangan berdiri diam." Saat duduk, Kaisar memberi isyarat kepada Xue Shan Shan agar gadis itu duduk juga.
Pada akhirnya, Xue Shan Shan hanya bisa pasrah, dia duduk dan mengambil buku yang batu dia baca satu halaman, lalu mulai membaca dan memahami lagi.
Seiring membaca buku, Xue Shan Shan sedikit banyak mulai memahami gaya penulisan Kaisar.
Sama seperti banyak penulis, semuanya memiliki satu masalah yang umum, yaitu menumpuk beberapa retorika yang indah. Padahal, makna yang ingin diungkapkan sebenarnya sangat sederhana.
"Saya akan mengatakan pemahaman sendiri, jika salah, mohon Kaisar memaafkan saya." Xue Shan Shan memilih mencari aman dengan Kaisar.
"Baiklah, kamu katakan dulu. Biarkan aku melihat apakah kamu gadis berbakat nomor satu di ibukota ini dengan memiliki bakat nyata, atau hanya menggunakan beberapa trik untuk mendapatkan nama." Nada suara Kaisar terdengar santai, tetapi rasa penindasan di dalam kata-katanya membuat orang semakin tertekan.
Xue Shan Shan pun berkata dengan terpaksa. "Menurut saya, Kaisar memiliki perasaan terhadap perubahan musim baru-baru ini, maka ingin mengingatkan dunia untuk lebih menyayangi tubuh. Bagaimanapun, tubuh adalah modal. Dengan tubuh yang sehat, maka keberuntungan juga akan datang dengan sendirinyadengan sendirinya."
Xue Shan Shan menjelaskan dengan sederhana sambil membalikkan buku.
Mendengar itu, Kaisar menatap Xue Shan dengan takjub dan memujinya dengan tulus. "Pangeran Kedua, menantu ini sangat baik. Terakhir kali ketika kita bertemu, aku membiarkanmu untuk mengatakan makna dari buku itu. Namun, kamu malah mengatakannya dengan tidak hati-hati, sama sekali tidak menceritakan esensi bukuku. Kamu lihat calon istrimu, dia bisa menjadi saudara dengan orang yang berstatus tinggi."
"Ayah benar." Di depan ayahnya, Pangeran Li Xian memilih menjadi bayi kecil yang penurut.
Terutama, setelah lama tidak bertemu, dia merasa kata-kata sang ayah tampaknya menjadi lebih menyenangkan.
Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan tidak menyangka penjelasannya benar, bahkan mendapatkan pujian. Padahal, dia juga tidak yakin dengan apa yang dikatakannya.
Seperti kata pepatah, 'menemani raja seperti menemani harimau', memang benar adanya.
Baru duduk bersama Kaisar sebentar, Xue Shan Shan merasa dia tidak bisa tinggal lebih lama lagi. Kemudian, dia bangkit berdiri dan mengucapkan selamat tinggal. "Kaisar Agung dan Yang Mulia Pangeran Li Xian sudah lama tidak bertemu, pasti ada banyak hal yang ingin dibicarakan. Karena itu, saya izin pergi dulu."
Kaisar tidak berniat menghentikan Xue Shan Shan, dia hanya mengangguk sambil menatap Kasim Han. "Berikan hadiah kepada putri Changning satu set empat harta di ruang belajar Tian Baoxun, empat pasang cangkir teh kaca dan juga mutiara malam teratai. Oh, iya, tambah juga dengan seribu teal perak."
Mendengar semua hadiah yang disebut Kaisar, mata Xue Shan Shan langsung bercahaya.
__ADS_1
Seketika, dia menarik kembali kata-kata yang sebelumnya diucapkan bahwa bertemu Kaisar adalah hal sial.
Kali ini, dia merasa kebahagiaan datang terlalu tiba-tiba.
Sebagus apa fhengsui di Istana Wanshou ini? Mengapa setiap kali datang dia mendapatkan banyak uang?
Melihat Xue Shan seperti penggemar yang kecil, Pangeran Li Xian hanya tertawa ringan dan menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya.
Melihat itu, Kaisar diam-diam tersenyum puas.
Ternyata, Xue Shan Shan bisa meluluhkan hati Pangeran Kedua.
"Saya berterima kasih kepada Kaisar Agung atas hadiahnya." Xue Shan Shan segera memberi hormat besar kepada Kaisar.
Ketika Xue Shan Shan meninggalkan Istana Wanshou, dia merasa seperti akan terbang.
Dia merasa kebahagiaan karena uang yang didapatkan dengan mudah, membuat tubuhnya lebih ringan.
Senyuman di wajah Kaisar tampak menyempit saat melirik ke arah Pangeran Li Xian. "Kerajaan Qing akan mengirimkan utusan untuk menghadiri pesta ulang tahun ibumu. Negara kecil itu sangat berbahaya, jadi kamu harus menjaganya dengan baik. "
Berbicara tentang Negara Qing, Pangeran Li Xian tidak bisa tidak memikirkan berbagai hal dengan ekspresi yang semakin rumit.
"Selain itu, Pangeran Mahkota tidak terlalu bersih secara pribadi. Dia tidak hanya punya banyak skandal, tapi juga terlalu berambisi. Hanya kamu yang bisa mengatasinya. Jika ini adalah cara terakhir, kamu juga tidak perlu berbelas kasih." Kaisar berbicara dengan ekspresi tenang.
"Bagaimana dengan Permaisuri?" Pangeran Li Xian mengangkat alisnya.
"Siapa pun yang akan naik tahta nantinya, Permaisuri Xuan tetaplah Permaisuri Negara Yuzhou. Dia pasti bisa memahami alasan aku melengserkan posisi Pangeran Pertama dari posisi Putra Mahkota."
Ketika memutuskan untuk turun tahta nantinya, Kaisar sebenarnya berniat melantik Pangeran Li Xian sebagai Kaisar berikutnya.
Namun, Pangeran Li Xian dengan tegas menolak tanpa memberikan alasan yang pasti.
__ADS_1
Meski demikian, Kaisar juga tidak bisa memaksanya.
Saat Pangeran Li Xian menolak tahta, yang lainnya malah sangat berambisi, terutama Pangeran Mahkota yang memang merupakan kandidat paling kuat sebagai penerus tahta.
Tentu saja, Kaisar juga tidak akan membiarkannya naik tahta dengan pribadi yang tidak bersih seperti sekarang ini. Jadi, dia membutuhkan bantuan Pangeran Li Xian untuk mengatasi Pangeran Mahkota.
Setelah pembicaraan tentang politika selesai, Kaisar mengungkit beberapa hal ringan. "Sekarang, aku tidak lagi berniat mencarikanmu selir, cukup Xue Shan Shan saja yang menjadi istrimu."
Sebelumnya, Kaisar yang meragukan sosok Xue Shan Shan memang berniat hanya menjadikan gadis itu sebagai selir dan mencarikan istri yang lebih pantas untuk Pangeran Li Xian.
Namun, setelah dibujuk teru ole Selir Agung Mei, juga melihat langsung kemampuan Xue Shan Shan, niatnya itu tiba-tiba langsung sirna.
"Terima kasih, Ayah." Berbicara tentang Xue Shan Shan, bahkan membahas perihal tidak akan ada pengangkatan istri atau selir lain, ekspresi Pangeran Li Xian sedikit mereda.
Bagaimanapun, memiliki banyak wanita di sisinya pastilah sangat merepotkan.
"Pilihanmu benar-benar bagus, kamu tidak salah pilih. Bahkan, ibumu berkali-kali memujinya di depanku."
Pangeran Li Xian hanya tersenyum tipis, dia tahu sebangga apa ibunya memiliki Xue Shan Shan sebagai menantu.
Dia juga tidak tahu alasan yang pasti kenapa sang ibu begitu menyukai Xue Shan Shan, padahal gadis itu bukanlah satu-satunya gadis yang mengejar-ngejar dirinya.
Setelah beberapa saat, Kaisar seperti mengingat sesuatu. Dia pun melirik Pangeran Li Xian dan berkata lagi. "Lain kali, lebih berhati-hatilah saat akan melakukan sesuatu, terutama demi membela dan menegakkan keadilan untuk calon istrimu itu. Kamu tidak tahu sudah berapa banyak surat pengaduan yang ditulis oleh Xuanji kepadaku. Aku sangat sibuk menulis buku dan menangani urusan negara, tidak punya waktu untuk membalasnya."
Pangeran Li Xian terdiam sejenak, dia jelas tahu Kaisar sedang membicarakan beberapa hal yang dilakukannya kepada Li Xuanji demi mendapatkan keadilan untuk Xue Shan Shan.
Pangeran Li Xian tersenyum miring, dia bisa memahami bahwa Kaisar sama sekali tidak marah, bahkan tidak melarangnya untuk melakukan apa pun pada Li Xuanji.
Kaisar hanya tidak ingin direpotkan oleh surat-menyurat yang datang dari putri manja itu.
"Baik, aku mengerti."
__ADS_1