Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Rubah Cantik


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Xue Shan Shan masih tertidur di atas ranjangnya saat Lin Mei dan Qing Ke tampak menyibukkan diri mereka mencari pakaian dan perhiasan untuk dikenakan Xue Shan Shan.


Bahkan, Minglang dan Da Bingzhi yang tidak paham tentang riasan, sesekali memberi saran.


Sebelumnya, pakaian yang akan Xue Shan Shan kenakan untuk menghadiri perjamuan ulang tahun Putri Amber, tetapi dibatalkan oleh Lin Mei dan Qing Ke di detik-detik terakhir.


Beruntung, perjamuan tersebut diadakan saat malam hari sehingga mereka masih memiliki banyak waktu untuk bersiap-siap.


Saat Xue Shan Shan bangun, Lin Mei datang dengan tergesa-gesa. "Nona Besar, akhirnya kamu bangun. Hari ini kamu harus menghadiri ulang tahun Tuan Putri."


'Sial, aku melupakan hal ini.' Xue Shan Shan merutuk di dalam hatinya.


Detik berikutnya, Qing Ke juga datang sambil membawa baskom berisi air hangat untuk membersihkan tubuh Xue Shan Shan.


Sebelum kedua pelayan itu menyeretnya ke meja rias, Xue Shan Shan sudah lebih dulu buka suara. "Lin Mei, aku lapar."


Begitu saja, Qing Ke langsung ke dapur dan kembali dengan membawa beberapa jenis makanan untuk dimakan oleh Xue Shan Shan.


Ketika Xue Shan Shan makan, Lin Mei dan Qing Ke menanti dengan tidak sabar.


Begitu selesai, kedua pelayan itu tidak menunggu lebih lama lagi hingga langsung menyeret Xue Shan Shan ke meja rias. "Nona, sekarang sudah waktunya untuk berdandan. Empat jam lagi kita harus menghadiri perjamuan Putri Amber."


Xue Shan Shan sangat ingin menolak, tetapi setelah dipikir-pikir lagi, dia pun berkata, "Tidak idak perlu berdandan. Aku tidak mau pakai kosmetik, perhiasan juga tidak penting. Kalian pilihkan saja pakaian untukku. Entah warna merah, biru, hijau, sian, kuning, jingga atau ungu, apa saja boleh."


Setelah melihat-lihat pakaian-pakaian yang dipegang oleh kedua pelayannya, Xue Shan Shan kembali berkata, "Hmmm, aku pikir pakaian dengan jubah merah berbulu putih yang dipegang Qing Ke juga bagus."


"Nona, kita tidak boleh kalah dengan Nona Kedua, kan? Aku sudah cari tahu, dandanan Nona Kedua sangat mewah."


"Dia berdandan begitu mewah karena ingin menarik perhatian orang." Sudut bibir Xue Shan Shan terangkat sebelah saat mengingat tusuk konde yang Xue Yuwen minta dari ibunya. "Setelah menjadi tunangan Pangeran Li Xian, untuk apa lagi aku menarik perhatian orang-orang dengan berdandan mewah?"


"Meski begitu, kamu tidak boleh kalah dari Nona Kedua."


Lin Mei dan Qing Ke memaksa Xue Shan Shan berdandan.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan yang tidak tahan mendengar ceramah kedua pelayannya, terpaksa dengan patuh mengganti pakaian dan didandani.


Namun, Lin Mei tidak merias wajah Xue Shan Shan dengan cara yang berlebih-lebihan karena gadis itu memang sudah memiliki garis wajah dan kulit yang bagus.


Rambut Xue Shan Shan juga diikat setengah dan membiarkan setengahnya lagi terurai dengan dihiasi jepit rambut yang sederhana, tetapi tampak sangat elegan.


Setelah berdandan sambil makan kue dan mengobrol, waktu untuk pergi sudah hampir tiba.


Saat Xue Shan Shan hendak membawa Minglang menuju ke tempat tinggal ibunya di Kediaman Perdana Menteri untuk berpamitan, dia sudah lebih dulu melihat ibu dan kedua bibinya berjalan ke arahnya.


"Cantik sekali Shan Shan kita." Nyonya Ning memuji Xue Shan Shan dengan tulus, netranya tampak bersinar.


"Terima kasih, Bibi Kedua." Xue Shan Shan tersenyum.


Nyonya Cheng juga tersenyum lembut melihat kecantikan Xue Shan Shan yang tampak lembut. "Shan Shan, kamu sudah mau pergi?"


"Iya, Bibi Pertama." Xue Shan Shan mengangguk, dia menatap Nyonya Diana. "Ibu, Shan Shan pergi dulu, ya."


Kemudian, Xue Shan Shan juga berpamitan pada kedua bibinya dan dia diantarkan pergi oleh ketiga wanita itu sampai ke gerbang utama Kediaman Perdana Menteri.


Setelah berdiam diri di dalam kereta kuda, Xue Shan Shan pun turun saat Da Bingzhi yang berada di luar kereta mengatakan bahwa mereka sudah tiba di Kediaman Putri Amber.


Begitu turun, Xue Shan Shan tidak sengaja melihat Xue Yuwen yang baru saja sampai.


Melihat dandanan Xue Yuwen hari ini, Xue Shan Shan merasa matanya hampir saja buta.


Adiknya sangat bersinar!

__ADS_1


Xue Yuwen belum sepenuhnya melewati masa remaja, tetapi pakaian kuning yang dia kenakan membuatnya tampak lebih menawan.


Xue Yuwen juga merias wajahnya hingga terlihat jauh lebih cantik, sisirannya pun tampak lebih kompleks.


Hanya saja, dia terkesan lebih tua karena tusuk konde milik Nyonya Diana yang dipinjam beberapa hari lalu.


Jika berdiri di sisi Xue Shan Shan, orang pasti akan mengira Xue Yuwen adalah kakak, bukannya adik.


Xue Shan Shan mengerutkan keningnya, merasa dandanan Xue Yuwen tidak cocok untuk usia sang adik.


Kesan pertama saat melihat Xue Yuwen memang cantik, tetapi lama-kelamaan malah terlihat aneh.


Meski begitu, Xue Shan Shan tidak akan mencoba mengingatkan Xue Yuwen karena adiknya yang berbudi luhur itu pasti akan salah paham.


Alih-alih dianggap peduli, Xue Yuwen pasti akan mengira Xue Shan Shan iri dan cemburu pada kecantikannya.


Saat melihat wajah Xue Shan Shan, Xue Yuwen cemberut. Akan tetapi, dia tetap dengan patuh memberi hormat. "Yuwen memberi hormat pada Kakak."


Bagaimanapun, mereka saat ini sedang berada di luar. Jadi, dia harus tetap memiliki kesan gadis berbudi luhur.


Xue Yuwen sama sekali tidak melirik Xue Yuwen, dia bejalan melewati sang adik.


"Nona, lihatlah penampilannya yang arogan itu." Putao berbicara dengan wajah masam. "Suatu hari kesombongannya itu tidak akan berguna saat dia terjatuh dengan sangat menyedihkan."


Karena jaraknya tidak begitu jauh, Minglang masih bisa mendengar kata-kata Putao. Dia pun meliriknya dan berkata dengan dingin. "Tutup mulutmu, jika kau tidak ingin mati!"


Putao dikejutkan oleh tatapan tajam Minglang hinbgga dia segera menutup mulut dan tidak berani bicara lagi.


Melihat itu, Xue Yuwen memelototi Putao. "Dasar tidak berguna!"


Kemudian, Xue Yuwen menatap Minglang dan merasa pria itu sangat mengesankan.


Mereka memang sangat memalukan!


Dalam sekejap, Xue Yuwen bertekad ingin mengganti semua pelayanannya dengan yang lebih pintas dan kompeten setelah kembali dari Kediaman Putri Amber.


Saat itu, satu per satu kereta kuda berhenti di depan Kediaman Putri Amber.


Salah satunya adalah kereta kuda milik Kediaman Sekretariat Agung yang membawa Guo Yangyang.


Melihat Guo Yangyang turun dari kereta kuda dan bertatapan dengan Xue Shan Shan, Xue Yuwen langsung berinisiatif berjalan mendekatinya dan berkata, "Yangyang, senang bisa bertemu denganmu hari ini."


Setelah perjamuan istana, Xue Yuwen memang sengaja sengaja mendekati Guo Yangyang hanya untuk menjalin hubungan hingga mereka menjadi dekat.


Setelah melihat Xue Yuwen, Guo Yangyang pun tersenyum dan membalas sapaannya.


Kemudian, banyak nona muda lainnya juga mulai berkumpul dan tidak berhenti mengobrol sambil tertawa-tawa.


Xue Shan Shan yang mengenakan jubah merah berbulu putih hanya berdiri di samping dengan tangan disilangkan.


Meski penampilannya tampak sederhana, ada keindahan yang luar biasa terpancar dari Xue Shan Shan jika dibandingkan dengan nona-nona muda di sekitarnya.


Di mata orang lain yang melihatnya, ada perasaan yang sulit untuk dijelaskan karena Xue Shan Shan memang terkesan lebih menonjol.


Tentu saja, nona-nona muda itu juga tidak buruk.


Namun, bila dibandingkan dengan Xue Shan Shan, mereka selalu terlihat sedikit lebih buruk.


Hari ini, tidak tahu apakah sengaja atau tidak, mereka semua berkumpul bersama Xue Yuwen dan Guo Yangyang, tetapi tidak ada yang maju untuk berbicara dengan Xue Shan Shan.


Menyadari hal itu, Xue Shan Shan sebenarnya tidak peduli. Hanya saja, dia merasa dirinya sangat bodoh karena hanya berdiri di depan pintu gerbang dan menyaksikan para nona di hadapanku berbisik-bisik sambil menatapnya.

__ADS_1


Saat Xue Shan Shan hendak pergi, kereta berwarna lain berhenti di depan matanya, disertai dengan suara pengumuman ....


"Selir Agung Mei telah tiba!"


Semua orang tentu saja terkejut saat mengetahui Selir Agung Mei yang baru saja datang, mereka pun langsung berlutut untuk menyambutnya.


Xue Shan Shan pun terkejut, dia tidak menduga Selir Agung Mei akan datang kesana juga.


Die pernah mendengar bahwa Selir Agung Mei hanya mendatangi jamuan- jamuan penting istana dan jamuan kecil seperti ini tidak akan dihadiri olehnya.


Namun, kenapa dia datang hari ini?


Ketika Xue Shan Shan masih kebingungan, Selir Agung Mei sudah turun dari kereta. "Bangunlah, jangan berlutut." Dia berhenti, lalu menambahkan. "Ini bukan kediamanku, jadi jangan menganggapku terlalu serius."


Ketika Selir Agung Mei mengalihkan pandangannya dan melihat sekilas ada Xue Shan Shan yang sedang berlutut di antara kerumunan, matanya menjadi cerah.


Dia pun berjalan mendekat. "Shan Shan."


Mendengar namanya disebut oleh Selir Agung Mei, tiba-tiba saja Xue Shan Shan jadi gugup. Padahal, sebelumnya dia sudah duduk di meja yang sama dengan Selir Agung Mei untuk makan malam bersama.


Hanya saja, dia sengaja bersikap bar-bar untuk meninggalkan kesan yang buruk bagi Selir Agung Mei.


Seketika, Xue Shan Shan merasa agak bersalah.


Ketika Selir Agung Mei berjalan di depannya, kepala Xue Shan Shan meneamgang dan dia berkata dengan lemah. "Selir Agung Mei."


Dalam hitungan detik, Selir Agung Mei langsung mengerutkan keningnya. Tatapannya menatap Xue Shan Shan dengan tatapan tak senang seolah-olah dia ingin memakan gadis itu.


"Huh!" Selir Agung Mei mendengus, lalu meminta ibu pelayan di sisinya untuk membantunya pergi dari sana.


Menyadari Selir Agung Mei pergi begitu saja, Xue Shan Shan berpikir. 'Benar, seharusnya Selir Agung tidak akan menyukaiku.'


Di sisi lain, Guo Yangyang tidak bisa menahan diri untuk tertawa dan berbisik pada Xue Yuwen. "Lihatlah, apa gunanya Pangeran Kedua menikahinya kalau bibiku tidak menyukai menantu perempuannya itu. Dia tidak akan memiliki kehidupan yang baik jika menikah nanti."


Xu Miaohua yang juga berada di sisi Guo Yangyang ikut berkomentar dengan sinis. "Reputasi Xue Shan Shan sangat buruk. Mungkin, Pangeran Kedua ingin menikahinya karena kecantikannya, tapi bagaimana mungkin Selir Agung menyukai rubah cantik yang tidak punya moral dan otak sepertinya?"


Awalnya, Xue Shan Shan sangat marah mendengar nona-nona muda itu mengumpat dirinya secara terang-terangan. Akan tetapi, dia merasa cukup senang saat mendengar Xue Miaohua menyebutnya rubah cantik.


Nona muda dari keluarga lain ikut menimpali, "Aku yakin, dia pasti akan mengalami kesialan hari ini."


Sementara itu, Xue Yuwen yang tetap diam merasa senang di dalam hatinya. "Kalian tidak boleh bicara begitu tentang kakakku, dia ...."


"Pantasan saja aku dari tadi mencium bau busuk, ternyata mulut kalian yang berbau sampah!" Kata-kata kasar Fu Qingyue menghentikan apa yang ingin diucapkan oleh Xue Yuwen, dia pun menatap gadis itu dengan sinis.


Sebelumnya, Fu Qingyue memang berteman baik dengan Xue Yuwen.


Namun, begitu tahu watak asli Xue Yuwen saat mereka berbelanja dai Paviliun Yongle, Fu Qingyue memiliki pemikiran yang berbeda tentang gadis itu.


Xue Yuwen sangat licik dan manipulatif!


Di permukaan, dia memang terlihat sedang membela Xue Shan Shan. Akan tetapi, Fu Qingyue jelas tahu bahwa gadis itu berniat menjatuhkan Xue Shan Shan dengan kata-kata manisnya.


Melihat Fu Qingyue tiba-tiba berdiri di hadapan, Xue Shan Shan tiba-tiba menjadi linglung.


Pada saat bersamaan, suara Selir Agung Mei yang agak genit kembali terdengar. "Shan Shan, kamu membuatku marah. Aku sangat marah padamu!"


Xue Shan Shan mendongak danelihat Selir Agung Mei yang berdiri tidak jauh darinya.


Meski sudah menatapnya cukup lama, Xue Shan Shan merasa tatapan Selir Agung Mei sedikit agak ... aneh?


"Maaf, Selir Agung. Aku tidak bermaksud begitu." Xue Shan Shan berpikir bahwa Selir Agung Mei marah karena dia sengaja bersikap tidak tahu malu saat mereka makan bersama terakhir kali.

__ADS_1


__ADS_2