Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Mengapa Terasa Ada Yang Salah?


__ADS_3

Seketika, seluruh ruangan menjadi hening.


Sama seperti yang lain, Xue Shan Shan juga sangat terkejut. Dia mendongak dan melihat tali ikat pinggangnya di tangan Pangeran Li Xian.


Itu memang benar miliknya.


Hanya saja ....


Mengapa terasa ada yang salah?


Benar, ini benar-benar salah!


Tali ikat pinggang di tangan Pangeran Li Xian bisa membuat siapa pun salah paham!


Xue Shan Shan menutup matanya dengan rasa frustasi, dia sudah susah payah memberikan alasan kepada keluarganya atas ketidakpulangannya kemarin malam dan berhasil bebas setelah diinterogasi lebih dari setengah jam.


Namun, dalam sekejap mata keraguan kembali muncul di benak semua orang hanya dengan kehadiran Pangeran Li Xian yang membawa tali ikat pinggangnya.


Berdiri di samping, Lee Wushang tiba-tiba melebarkan matanya melihat tali ikat pinggang itu, lalu menatap Pangeran Li Xian, sebelum akhirnya tatapannya beralih pada Xue Shan Shan.


Ini ....


Bagaimana bisa benda yang seharusnya menempel pada tubuh cucunya tertinggal di tempat Yang Mulia Pangeran Li Xian?


Jangan-jangan mereka ....


Pikiran Perdana Menteri langsung dipenuhi banyak hal dan kebanyakan dari yang terpikir olehnya lumayan memalukan.


Padahal, masih belum menikah, tapi sudah berani melakukan hal yang tidak pantas.


Memalukan!


Terlalu memalukan!


Namun, pihak lain adalah Pangeran Li Xian yang terkenal kejam dan berdarah dingin. Jadi, dia hanya bisa menahan keluhannya.


Jika orang itu bukan Pangeran Li Xian, Perdana Menteri akan bersikap seperti biasa, berani menyampaikan keluhan yang mengganggu hatinya.

__ADS_1


Kali ini, dia terpaksa menahan diri demi menjaga ratusan kepala Keluarga Lee agar tetap berada di tubuh masing-masing.


"Apa kamu ingin aku secara pribadi mengikatnya untukmu?" Melihat Xue Shan Shan tak kunjung mengambil tali ikat pinggang di tangannya, Pangeran Li Xian berbicara sambil menunduk dan mencondongkan tubuhnya ke arah gadis itu.


Diselimuti oleh aroma Aucuba Japonica, wajah Xue Shan Shan tiba-tiba memerah.


Dia pun mengulurkan tangannya untuk meraih tali ikat pinggangnya dan berbicara dengan gagap. "Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Pangeran Li Xian menarik kembali matanya dengan puas, sebelum akhirnya menyadari selurutan mata orang-orang di sekitar yang dipenuhi dengan berbagai macam prasangka.


Tiba-tiba, di wajahnya muncul sebuah senyuman kecil yang menyiratkan kesan menggoda.


"Tidak perlu berterima kasih, tapi lain kali ketika bangun, ingatlah untuk membangunkan aku terlebih dahulu sebelum kamu pergi."


Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan tak percaya, lalu memelototinya sambil mengumpat di dalam hati. 'Kurang ajar! Li Xian, sudah cukup! Untuk apa mengucapkan kata-kata yang bisa membuat orang semakin salah paham?!'


Benar saja, begitu melihat ke samping, wajah Perdana Menteri sudah pucat pasi.


Jika bukan karena adanya Pangeran Li Xian, dia pasti sudah dimarahi dan diinterogasi habis-habisan oleh sang kakek.


Meskipun sangat menyayangi Xue Shan Shan, Lee Wushang sangat menjunjung tinggi adab dan etika.


"Aku pergi dulu." Senyuman Pangeran Li Xian sirna, dia tidak berniat memberikan penjelasan apa pun atas kesalahpahaman yang terjadi.


Bahkan, dia dengan sengaja mengulurkan tangan dan menarik seuntai rambut dari bahu Xue Shan Shan ke belakang.


Merasakan ujung jemari Pangeran Li Xian menyentuh pipinya, wajah Xue Shan Shan terasa begitu panas hingga hampir meledak.


"Dengan hormat, hamba mengantarkan Yang Mulia Pangeran Li Xian." Perdana Menteri membungkuk ke arah sang pangeran.


Pangeran Li Xian melirik Perdana Menteri, bibir tipisnya yang terbuka sedikit bergerak saat dirinya berbicara dengan tenang. "Gadis ini selalu membuatku khawatir, mohon bantuan Perdana Menteri untuk mengurusnya dengan baik."


Hanya dengan satu kalimat, keinginan di hati semua orang yang ingin memarahi Xue Shan Shan langsung sirna dalam sekelip mata.


Awalnya, begitu Pangeran Li Xian pergi, mereka semua berniat menceramahi Xue Shan Shan sampai gadis itu bertobat dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.


Sekarang, setelah Pangeran Li Xian berbicara begitu, mereka mana berani lagi dan tidak punya pilihan selain menelan kembali amarah masing-masing.

__ADS_1


Setidaknya, Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian sebentar lagi akan menikah.


Setelah Pangeran Li Xian pergi, semua orang di aula memandang Xue Shan Shan.


Menyadari tatapan semua orang tertuju padanya, Xue Shan Shan segera menyembunyikan tangannya yang memegang tali ikat pinggang ke belakang tubuhnya.


"Shan Shan, bukankah kamu bilang kamu tidur di Paviliun Yongle? Kenapa tali ikat pinggangmu ada di Kediaman Yang Mulia Pangeran Li Xian? Apa juga maksudnya bicara begitu?"


Pembicaraan Pangeran Li Xian yang dimaksud oleh Lee Zhejiang adalah perihal meminta Xue Shan Shan membangunkannya sebelum pergi.


Kata-kata itu menyiratkan bahwa Xue Shan Shan telah bermalam di Istana Wanshou.


Terang saja, di benak semua orang sudah dipenuhi dengan makna yang tersirat itu, tidak terkecuali Lee Zhejiang.


Nyonya Diana yang sejak awal hanya diam dan menatap Xue Shan Shan dengan khawatir, berjalan mendekati sang putri. "Shan Shan, kamu dan Yang Mulia Pangeran Li Xian ...."


"Ibu, jangan khawatir. Tali ikat pinggang ini hanyalah sebuah kecerobohan." Xue Shan Shan mencoba meyakinkan Nyonya Diana, lalu menatap paman dan semua orang yang sepertinya tidak ingin melepas dirinya begitu saja.


Yah, meskipun tidak bisa marah, mereka tidak mungkin hanya diam saja ketika anak gadis satu-satunya di keluarga mereka terlibat skandal yang memalukan seperti itu.


"Paman Pertama, di pagi hari aku berlatih kungfu bersama Yang Mulia Pangeran Li Xian, tapi aku tidak sengaja tertidur ketika sang pangeran pergi untuk menyelesaikan urusannya. Mungkin, ikat pinggang itu tidak sengaja tertinggal ketika aku bangun di sore hari dan langsung pergi ke Paviliun Yongle untuk lanjut belajar bersama Guru Liu."


Penjelasan Xue Shan Shan tidak hanya ditujukan kepada Lee Zhejiang, tetapi semua orang di Kediaman Perdana Menteri, termasuk sang Perdana Menteri—Lee Wushang.


Mendengar penjelasan Xue Shan Shan, Nyonya Diana merasa sedikit lega. Dia memegang tangan Xue Shan Shan sambil berkata, "Ibu dan kami semua takut dan khawatir kamu akan dirugikan. Kamu harus melindungi diri sendiri, mengerti?"


Xue Shan Shan mengangguk.


Begitu saja, interogasi untuk Xue Shan Shan dari anggota keluarganya usai dalam sekejap.


Hanya saja, kabar tentang Pangeran Li Xian pergi ke Kediaman Perdana Menteri secara pribadi untuk mengembalikan tali ikat pinggang milik Xue Shan Shan telah menyebar secara meluas.


Bahkan, berita tentang Xue Shan Shan yang menghabiskan malam di Istana Wanshou juga sudah tersebar di seluruh penjuru ibukota.


Bahkan, telinga Xue Yuwen juga tidak bisa lepas dari berita-berita tentang Xue Shan Shan yang menyebar luas.


Xue Yuwen tidak menyangka Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan sudah menjadi semakin dekat, kecemburuan pun memenuhi rongga dadanya hingga rasanya hampir meledak.

__ADS_1


Xue Shan Shan benar-benar beruntung.


Xue Yuwen mengepalkan kedua tangannya. "Kenapa takdir sangat berpihak padanya? Apa hanya karena dia anak istri sah?"


__ADS_2