
Qin Luoran menggigit bibirnya dengan sedikit enggan, tetapi kakak pertamanya sudah buka suara. Jadi, dia tidak berani membantah.
Sebelum mereka datang ke Negara Yuzhou, Qin Lang—kakak pertamanya sudah berpesan kepadanya agar tidak bertindak gegabah.
Namun, Qin Luoran tidak bisa mengendalikan dirinya
Sekarang, Qin Luoran barulah merasakan yang namanya penyesalan.
Namun, apa yang sudah dia ucapkan tidak bisa ditarik kembali.
Setelah berpikir sejenak, Qin Luoran pun berlutut sembari meminta maaf kepada Xue Shan Shan. "Putri Changning, tadi saya sudah bicara tidak suka terhadap Anda. Tolong maafkan saya."
Saat Qin Zigui mendengar Qin Luoran memanggil Xue Shan Shan dengan sebutan Putri Changning, dia langsung mendongak untuk menatap gadis itu.
Setelah melihat Xue Shan Shan, sorot matanya terlihat terkejut sekaligus tidak percaya.
Xue Shan Shan?
Wajahnya secantik ini?
Sebelum mengalami peristiwa mengerikan di masa lalu, Xue Shan Shan selalu saja berdandan berlebihan hingga terlihat menor.
Jadi, dia agak tertegun dan tak percaya saat melihat Xue Shan Shan yang sekarang.
Dia juga merupakan istri Pangeran Li Xian?
Bukankah ... bagaimana dengan Putra Mahkota?
Karena sebelumnya terjadi kekacauan di Kerajaan Qin, ditambah dengan kesibukan Putra Mahkota yang mengurus skandalnya, Qin Zigui dan Li Chenyuan tidak saling berkomunikasi untuk waktu yang lama.
Itulah sebabnya, dia ketinggalan banyak informasi penting.
Kedatangannya kali ini, tentu saja juga bertujuan untuk menemui Putra Mahkota secara diam-diam.
Jika mengikuti rencana awal, Putra Mahkota akan menjadi calon suami Xue Shan Shan, sementara Qin Zigui yang merupakan sahabat sang pangeran akan menganggap gadis itu seperti adiknya sendiri.
Dia dan Putra Mahkota berniat menghasut Xue Shan Shan untuk membunuh Pangeran Li Xian.
Namun, tidak disangka ....
__ADS_1
Xue Shan Shan menatap Qin Zigui sembari mengangkat alisnya dengan main-main, kedua matanya pun seolah-olah berkata, 'Hahaha, dasar idiot! Akhirnya kamu menyesal, kan?'
Melihat Xue Shan Shan menatap Qin Zigui sedemikian rupa, api cemburu langsung menggelora di dalam diri Pangeran Li Xian.
Sebagai sesama pria, Pangeran Li Xian tahu bahwa Qin Zigui pastilah sangat terpesona pada kecantikan Xue Shan Shan.
Karena itu, dia berjalan dua langkah ke depan untuk menghalangi pandangan Qin Zigui dari Xue Shan Shan.
Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian yang tiba-tiba berdiri di depannya dengan alis berkerut, dia pun baru sadar bahwa pria itu mengenakan pakaian putih juga.
Kemudian, Xue Shan Shan menunduk untuk melihat pakaiannya.
'Astaga, kenapa warna pakaian kami sama lagi?' batin Xue Shan Shan.
Untung saja, Pangeran Li Xian bukan wanita. Jika tidak, mereka mungkin akan berkelahi.
Menyadari Qin Luoran masih berlutut di hadapannya, Xue Shan Shan pun mengalihkan tatapannya pada gadis itu. "Kalau meminta maaf ada gunanya, untuk apa ada Menteri Biro Investigasi?" Xue Shan Shan mencebikkan bibirnya sembari memutar bola matanya.
Melihat Xue Shan Shan tidak ingin memaafkan Qin Luoran, Qin Lang kembali menatap gadis itu dengan sorot mata yang penuh dengan makna mendalam. "Putri Changning, saya tidak mengatur adik saya dengan baik. Silahkan Putri Changning menghukum saya saja."
Xue Shan Shan bisa melihat ketulusan Qin Lang dan kalau dirinya terus mempermasalahkan masalah ini, dia akan terkesan seperti orang yang suka memperpanjang masalah.
Akan tetapi, Xue Shan Shan sangat ingin melampiaskan amarahnya.
Di saat orang-orang dari Kerajaan Qin merasa lega, Xue Shan Shan lanjut berkata, "Kalau begitu, kita lanjutkan besok saja. Besok aku akan datang langsung ke tempat tinggal urusan Kerajaan Qin untuk mematahkan kaki Qin Luoran."
Begitu Xue Shan Shan selesai bicara, suasana di sekitar langsung hening.
Hanya Pangeran Li Xian yang tampak lega.
Awalnya, dia mengira Xue Shan Shan Shan benar-benar akan memaafkan dan melepaskan Qin Luoran.
Jika itu terjadi, maka dia yang akan mengambil alih untuk memberi pelajaran pada orang-orang sombong Kerajaan Qin.
Namun, tidak diduga Xue Shan Shan hanya menunda waktu sehari saja.
Pangeran Li Xian hampir saja lupa bahwa Xue Shan Shan adalah tipe orang pendendam, jadi mana mungkin dia rela melepaskan musuhnya begitu saja.
Saat ini, Xue Shan Shan memang sangat membenci Qin Luoran. Akan tetapi, hukuman yang sangat ingin dia berikan kepada gadis itu adalah murni demi membalaskan amarah Selir Agung Mei.
__ADS_1
Qin Lang terkejut, tetapi merasa tenang saat mendengar Xue Shan Shan mengubah hari hingga sebuah senyuman merekah di bibir tipisnya.
Siapa yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi besok?
Qin Lang pun berterima kasih dengan tulus. "Terima kasih banyak atas kebaikan hati Putri Changning."
Ketika Qin Luoran ingin mengatakan sesuatu, dia sudah lebih dulu dibawa pergi oleh pengawal yang datang bersama Qin Lang.
Sebelum pergi menyusul kakak dan adiknya, Qin Zigui kembali menatap Xue Shan Shan.
Namun, tak lama kemudian, Qin Zigui langsung dipelototi dengan galak dan dingin oleh Pangeran Li Xian.
'Berani-beraninua baji ngan ini melirik istriku di hadapanku, apa dia sudah bosan hidup?!'
Setelah orang-orang dari Kerajaan Qin pergi, Xue Shan Shan merasa udara di Istana Bunga Persik telah membaik.
Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan, lalu tiba-tiba berkata, "Shan Shan."
Di samping, Li Guizhou mendengar panggilan Pangeran Li Xian, langsung menatapnya dengan gembira.
Kakak keduanya ini selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh sehingga dia tidak menyangka hari ini sang kakak akan memanggil Xue Shan Shan dengan panggilan yang sangat akrab.
Pada saat bersamaan, Xue Shan Shan merasa agak terkejut dan aneh.
Ada apa dengan pangeran? Kenapa dia tiba-tiba memanggilku dengan panggilan yang seakrab ini?
Xue Shan Shan tiba-tiba merasa hatinya sedikit kebas, tetapi dia juga sangat bahagia.
Ini bukan hanya perasaanku saja, kan?
Setelah berpikir sejenak, Xue Shan Shan untuk menatap Pangeran Li Xian dan menunggu apa yang akan pria itu katakan selanjutnya.
"Tarianmu sangat indah" puji Pangeran Li Xian dengan suara yang rendah dan lembut, di balik nada suaranya bahkan tersirat rasa kasih sayang yang tidak dia sadari.
Xue Shan Shan tersenyum tipis, lalu menggerak-gerakkan tubuhnya seperti anak kucing. "Kalau begitu, apakah aku akan mendapat hadiah?"
"Ada," sahut Pangeran Li Xian yang membuat Xue Shan Shan langsung tersenyum bahagia.
Namun, senyuman di wajah Xue Shan Shan langsung membeku saat Pangeran Li Xian berkata, "Sebelum itu, aku ingin tahu, apa kamu berubah pikiran dan mengganti hadiah untuk Ibu?"
__ADS_1
"Mengganti hadiah?" Selir Agung Mei yang sejak tadi hanya berdiri diam memperhatikan interaksi mereka, akhirnya membuka suara dengan heran. "Memangnya, apa yang kamu persiapkan untuk Ibu? Kenapa harus diganti? Ibu akan menerima apa pun pemberianmu."
Seketika, Xue Shan Shan langsung kelabakan seolah-olah sudah tertangkap basah. Dia menatap Pangeran Li Xian dengan galak dan bergumam, 'Jangan katakan!'