Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Pergi ke Istana Wanshou?


__ADS_3

Sementara itu, Pangeran Li Xian akhir-akhir ini lebih sering merasa kesepian. Bahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya saat ini sedang merindukan suasana Kota Gu.


Lebih tepatnya, dia merindukan suasana di paviliun yang tidak pernah sepi karena adanya Xue Shan Shan.


"Apa saja yang dilakukan Xue Shan Shan akhir-akhir ini?"


Sejak terakhir kali membahas rencana bersama, Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan belum bertemu lagi.


"Menurut laporan Minglang, Putri Changning berhasil mendapatkan surat gugatan cerai dari Tuan Xue untuk Nyonya Diana dan membawa kembali mahar-mahar ibunya ke Kediaman Perdana Menteri. Selain itu, Putri juga membuat Selir Faye menanggung semua kesalahan Tuan dan Nyonya Tua Xue. Meski nyawa Selir Faye dapat diselamatkan berkat permohonan Tuan Xue dan Nona Kedua, Selir Faye tidak jadi diangkat menjadi istri sah."


Mendengar penjelasan singkat Wei Shu, Pangeran Li Xian tersenyum miring. "Dia memang tidak pernah gagal dalam misi-misinya."


"Namun, ...." Wei Shu berhenti, merasa ragu untuk mengatakan apa yang ada di benaknya kepada Pangeran Li Xian.


"Hamba dengar, Tuan Xue mengirim orang untuk membunuh satu-satunya saksi yang memegang bukti kuat kejahatannya. Putri Changning mencoba menghentikannya dan berhasil mendapatkan bukti itu."


Jemari Pangeran Li Xian dengan lembut mengetuk pada meja saat bertanya, "Apa dia terluka?"


Menyadari adanya sedikit kekhawatiran pada nada suara Pangeran Li Xian yang memasang wajah datar, Wei Shu langsung menjawab dengan tegas. "Tidak, Tuan. Putri Changning baik-baik saja."


Tanpa sadar, Pangeran Li Xian menghela nafas lega hingga diam-diam Wei Shu tersenyum tipis.


Melihat Pangeran Li Xian hanya diam, Wei Shu berinisiatif menceritakan tentang tugas yang diberikan secara dadakan oleh Pangeran Mahkota hingga Xue Yuwen tidak bisa bertemu dengan sang pangeran yang berangkat keluar kota.


Pangeran Li Xian menyipitkan matanya, dia mengabaikan informasi terakhir yang menurutnya tidaklah begitu penting.


Kemudian, Pangeran Li Xian berkata, "Besok suruh dia datang ke Kediaman, aku akan mengajarinya kungfu ."


"Biak, Yang Mulia."


Begitu saja, Wei Shu bergegas pergi hanya untuk menjalankan tugas dari Pangeran Li Xian.


Saat tiba di Kediaman Perdana Menteri, kebetulan Xue Shan Shan juga baru saja kembali dari mengurus masalah Yangtao.


"Putri Changning."


Suara Wei Shu menghentikan Xue Shan Shan yang baru saja hendak masuk ke dalam kamarnya.


Saat mendengar suara itu, Xue Shan Shan langsung berbalik dan melihat Wei Shu berdiri di belakangnya seperti sesosok roh hitam.


Sebelum adanya dekret pernikahan dari Kaisar dan berkembangnya hubungan antara Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan, Wei Shu selalu menatap gadis itu dengan tatapan dingin seolah-olah sedang melihat sesosok siluman wanita.

__ADS_1


Namun, pandangannya terhadap Xue Shan Shan sudah berbeda hingga dia tampak lebih ramah.


"Ada apa?" Alis Xue Shan Shan berkerut dengan ekspresi masam, dia tiba-tiba merasa kesal karena niatnya untuk segera tidur harus diurungkan hanya karena kedatangan Wei Shu.


"Yang Mulia meminta Anda pergi ke Istana Wanshou besok."


Pergi ke Istana Wanshou?


Saat mendengar dirinya diminta pergi ke Istana Wanshou, Xue Shan Shan tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


Namun, kerutan di alisnya semakin jelas terlihat pada detik selanjutnya. "Besok belum saatnya melakukan detoksifikasi, kenapa Yang Mulia memintaku datang ke Istana Wanshou?"


"Yang Mulia ingin mengajari Anda kungfu, Putri."


Kata-kata Wei Shu membuat Xue Shan Shan bersemangat hingga kekesalannya karena sudah diganggu oleh pria itu langsung sirna dalam sejenak.


Bahkan, rasanya dia sudah benar-benar tidak sabar untuk pergi ke Istana Wanshou dan berharap malam segera berlalu.


Bagaimanapun, Pangeran Li Xian sudah berjanji ingin mengajarinya ilmu bela diri.


Dengan demikian, dia bisa mendapatkan 500 poin dari Grenie!


Setelah memastikan Wei Shu menghilang dari Kediaman Perdana Menteri, Da Bingzhi bertanya pada Xue Shan Shan. "Nona, hamba sudah banyak mendengar rumor di luar tentang Pangeran Li Xian yang tidak tertarik pada wanita. Apa rumor itu salah atau kamu yang terlalu pandai menaklukannya?"


"Bagaimana kamu menaklukkannya?" tanya Da Bingzhi dengan rasa ingin tahu.


Xue Shan Shan melipat kedua tangannya dengan sombong, lalu berkata dengan tidak tahu malu. "Dengan kecantikanku!"


Lin Mei dan Qing Ke yang sejak awal ada di sana dan mendengar semua percakapan, langsung tercengang.


Mereka tahu Xue Shan Shan adalah orang yang narsis, tetapi tidak menduga kenarsisannnya sampai membuat gadis itu jadi tidak tahu malu.


Hari ini, Xue Shan Shan terlalu bersemangat datang hingga dia keluar dari Kediaman Perdana Menteri pagi-pagi sekali hanya untuk menumpang sarapan lezat yang tidak pernah bisa dia tolak dari Istana Wanshou.


Benar saja, saat dia tiba di Istana Wanshou, Pangeran Li Xian baru hendak menikmati sarapan yang dihidangkan oleh Kepala Pelayan.


"Putri Changning sudah datang?" Suara Kepala Pelayan Chen menyapa Xue Shan Shan.


"Iya," sahut Xue Shan Shan dengan senyum lebar.


"Putri, apa kamu sudah sarapan?" Kepala Pelayan Chen bertanya dan ketika melihat Xue Shan Shan menggeleng, dia pun berkata, "Baiklah, kalau begitu duduklah di sini. Hamba akan membawa sarapan untukmu."

__ADS_1


Xue Shan Shan tidak langsung mengiyakan tawaran baik Kepala Pelayan Chen, dia menatap Pangeran Li Xian seolah-olah meminta persetujuan dari pria itu.


Setelah melihat Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian merasa kekosongan hatinya karena tidak melihat gadis itu beberapa hari sudah kembali terisi.


"Duduklah." Sebuah senyuman yang jarang terlihat di wajah Pangeran Li Xian, muncul di sudut bibir pria itu.


Untuk pertama kalinya, Xue Shan Shan melihat senyuman indah Pangeran Li Xian yang mampu mencairkan gunung salju di musim dingin.


Seketika, Xue Shan Shan merasa dunia ini sangat tenang.


Kenapa dia memperlihatkan senyuman yang sangat menawan ini?


Setelah tertegun beberapa saat, Xue Shan Shan menundukkan kepalanya.


Saat ini, Pangeran Li Xian menyadari bulu mata Xue Shan Shan tampak bergetar. Dia pun bertanya dengan datar. "Kamu gugup?"


"Ah, tidak. Kenapa aku harus gugup?" Xue Shan Shan berpura-pura melihat ke sekeliling untuk mencoba menenangkan dirinya.


Entah kenapa, dia bisa gugup bertemu dengan Pangeran Li Xian, padahal biasanya tidak begini.


Bahkan, dirinya pernah berhadapan langsung dengan Pangeran Li Xian yang tidak mengenakan pakaian saat mencoba menetralisir racun di tubuh sang pangeran.


Namun, kenapa sekarang jantungnya berdetak kuat seolah-olah hendak menghancurkan rongga dadanya?


Kehadiran Kepala Pelayan Chen yang membawa nampan berisi sarapan, membuat suasana di antara Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian sedikit mencair.


Xue Shan Shan sudah jauh lebih tenang, dia pun memakan sarapannya tanpa sungkan.


Saat dia hendak memasukkan makanan lagi ke mulutnya, secangkir teh disodorkan ke hadapannya.


Xue Shan Shan terkejut.


Dia melihat Pangeran Li Xian memegang cangkir teh dengan wajah datar yang terlihat sangat tenang.


Seketika, Xue Shan Shan merasa sangat tersentuh.


Diterimanya cangkir teh itu dengan kedua tangan, lalu berkata dengan lembut. "Terima kasih, Yang Mulia."


"Tidak perlu berterima kasih. Seandainya kamu tersedak dan mati, bagaimana bisa aku mengajarimu kungfu?" Pangeran Li Xian berkata sembari memalingkan tatapannya dari Xue Shan Shan.


Seketika, wajah Xue Shan Shan berubah muram.

__ADS_1


Orang macam apa yang bicara seperti ini?!


__ADS_2