
Saat semua orang sibuk bertukar pendapat sembari menikmati tarian dan nyanyian yang ditampilkan di depan aula dengan penuh minat, Xue Shan Shan yang merasa bosan lebih memilih untuk menyantap makanan lezat di atas meja.
Bahkan, Fu Qingyue yang selama ini selalu bersikap lemah lembut seperti gadis bangsawan pada umumnya, sudah mulai mengikuti jejak Xue Shan Shan dengan bersikap apa adanya.
Dengan demikian, Fu Qingyue merasa lebih santai dan bisa menjadi dirinya sendiri.
Bersamaan dengan itu, Xue Yuwen justru berjalan menuju tempat duduk Putri Amber dan Permaisuri Xuan.
Tujuannya sangat jelas, masih berusaha menjalin hubungan yang baik dengan mereka.
Bahkan, dia menggunakan kematian Selir Faye demi mendapatkan perhatian dan simpati dari sang permaisuri yang baik hati.
"Kamu adalah anak yang baik, bisa dengan jelas membedakan yang mana benar dan salah." Permaisuri Xuan yang tidak tahu kejadian sebenarnya seperti apa, mengira tindakan Xue Yuwen sangat terpuji.
Terlepas dari hubungan darahnya dengan Selir Faye, Xue Yuwen hanya berusaha menangkap pelaku yang sudah dengan keji meracuni nenek dan saudarinya.
Lagipula, Xue Yuwen memberikan bukti kejahatan Selir Faye bukan ingin mendorongnya melakukan bunuh diri, tetapi untuk bertobat dan meminta pengampunan dari orang-orang yang sudah disakitinya.
Namun, siapa yang menduga bahwa Selir Faye akan memilih jalan pintas seperti itu sehingga membuat kehidupan Xue Yuwen sangat menyedihkan.
Gadis malang itu harus menanggung dosa ibunya dengan dikucilkan banyak orang.
Setidaknya, begitulah pemikiran Permaisuri Xuan dan beberapa nyonya, serta gadis bangsawan lainnya.
Sama seperti Xue Shan Shan, hanya Selir Agung Mei yang bisa melihat wujud asli Xue Yuwen.
"Melihat penampilanmu hari ini, aku sedikit terkejut." Permaisuri Xuan tersenyum pada Xue Yuwen yang berpenampilan sederhana, tidak seperti biasanya. "Apa kamu sudah memiliki janji pernikahan?"
Kata-kata Permaisuri Xuan membuat Xue Yuwen tersipu, dia pun menundukkan kepalanya dengan wajah memerah.
Putri Amber yang melihat itu segera berkata, "Ibunda, pertanyaanmu membuat Yuwen semakin malu."
Permaisuri Xuan juga tersenyum. "Usia Kakak Pertamamu sudah memasuki usia pernikahan, Pangeran Kecil juga membutuhkan sosok ibu. Bukankah posisi Selir Sanding Putra Mahkota cocok untuk Yuwen?"
Xue Yuwen diam-diam mencibir di dalam hati, merasa tidak puas dengan rekomendasi dari Permaisuri Xuan yang menginginkannya hanya menjadi seorang selir sanding.
Meski posisi selir sanding lebih tinggi dari selir biasa, bahkan itu tidak sebanding dengan Selir Agung.
__ADS_1
Meski demikian, dia tetap merasa senang karena setidakny, dia sudah berhasil mengambil hati Permaisuri Xuan.
Dan dengan ini, dia semakin bertekad untuk segera menaikkan statusnya walau harus dimulai dari posisi selir sanding.
Sementara Xue Yuwen sedang berada di atas angin karena pembicaraannya dengan Permaisuri Xuan dan Putri Amber, Xue Shan Shan dan Fu Qingyue justru tampak fokus pada makanan mereka sembari mengobrol dengan suara rendah.
Kedua gadis itu bersikap seolah-olah mereka sedang berada di dunia lain, di mana tidak ada orang lain di sekitar.
"Putri Changning, Nona Fu, ini adalah anggur dari Dapur Kerajaan. Apa Anda berdua ingin mencicipinya?" Seorang pelayan istana datang dan menawarkan dengan sopan.
Xue Shan Shan mendongakkan kepala dan melirik ke arah pelayan istana itu, lalu berkata, "Baiklah."
Mata Fu Qingyue menjadi cerah, dia menyesap minuman yang disuguhkan oleh pelayan, sebelum akhirnya berkata dengan penuh semangat. "Shan Shan, ini sangat enak!"
Tepat ketika Fu Qingyue hendak meletakkan gelas anggurnya di atas meja, sikunya tiba-tiba terasa sakit.
Detik berikutnya, anggur yang masih tersisa sedikit di dalam gelas langsung tumpah mengenai bajunya dan Xue Shan Shan.
"Putri Changning, Nona Fu, maafkan saya." Pelayan istana itu segera berlutut.
Jika Fu Qingyue berdiri di hadapannya saat ini adalah Fu Qingyue yang dulu, pelayan istana itu mungkin sudah menerima hukuman yang berat.
Namun, Fu Qingyue yang sekarang lebih bisa mengendalikan emosinya berkat berteman dengan Xue Shan Shan.
Baginya, tidak perlu mengamuk untuk masalah yang sepele.
Simpan tenaga untuk melakukan hal besar yang mungkin saja tersembunyi dari hal kecil!
Fu Qingyue menatap Xue Shan Shan sambil berkata, "Shan Shan, kamu juga harus mengganti pakaianmu."
Setelah si pelayan pergi, Xue Shan Shan melirik pakaian putihnya.
Kemudian, dia melangkah maju bersama Fu Qingyue untuk meminta izin pergi kepada Permaisuri Xuan.
"Aku tidak menyangka kamu semakin hari semakin cantik dan berbakat." Permaisuri Xuan tersenyum tulus pada Xue Shan Shan, tetapi nada bicaranya jelas mengandung penyesalan.
Seandainya ....
__ADS_1
Ah, sudahlah!
Tidak perlu berandai lagi!
Sekarang, Shan Shan sudah menjadi menantu Adik Mei.
Salahkan saja putraku yang bodoh itu!
"Pergilah, Shan Shan. Harus hati-hati." Permaisuri Xuan mengingatkan dengan tulus, dia tidak ingin Xue Shan Shan tersesat di istana yang besar dan megah.
Dengan alis dan mata yang melengkung, Xue Shan Shan menatap Permaisuri Xuan dan sedikit melirik Putri Amber yang berbisik dengan Xue Yuwen.
Dari tatapan lembut dan wajah imutnya, Xue Shan Shan terlihat seperti seorang yang tidak berbahaya.
"Terima kasih, Yang Mulia Permaisuri."
Setelah itu, Xue Shan Shan melirik Selir Agung Mei dan menunjukkan pakaiannya yang sedikit kotor sambil berbicara tanpa suara. "Ibu, aku pergi berganti pakaian sebentar."
Selir Agung Mei mengerutkan keningnya, merasa ada yang salah, tetapi tetap mengangguk dengan senyum ramah.
Begitu mendapatkan persetujuan dari Selir Agung Mei, Xue Shan Shan pergi bersama Fu Qingyue sambil bergandengan tangan.
Xue Shan Shan tidak hanya tidak melirik Pangeran Li Xian yang tidak sedikitpun mengalihkan tatapan darinya, dia juga terkesan mengabaikan pria itu.
Setelah Xue Shan Shan pergi, Putri Amber mendengus sinis. "Ibunda, orang akan berubah menjadi dewasa. Nona Xue bukanlah seorang yang ramah."
Dari kata-katanya, Putri Amber mengisyaratkan bahwa Xue Shan Shan sudah berubah dan bukan lagi gadis yang pernah ibunya kenal.
Mengetahui putrinya tidak memiliki hubungan yang baik dengan Xue Shan Shan, bahkan ketidaksukaannya pun tidak bisa disembunyikan, Permaisuri Xuan hanya tersenyum tipis dan tidak bicara apa-apa lagi.
Di samping, Xue Yuwen melirik punggung Xue Shan Shan yang berjalan menjauh, lalu membisikkan sesuatu ke telinga Putri Amber.
Begitu saja, Putri Amber pun meminta izin kepada Permaisuri Xuan, lalu pergi ke tempat yang tidak ada orang, sedangkan Xue Yuwen kembali ke mejanya sendiri.
Tidak lama kemudian, Luyao datang dan melapor kepada Xue Yuwen. "Nona, jangan khawatir, Putri Amber sudah mengatur segalanya."
Detik berikutnya, senyum jahat langsung muncul di wajah Xue Yuwen saat otaknya penuh dengan adegan memalukan Xue Shan Shan ....
__ADS_1