Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Mengajakku Berkencan ?


__ADS_3

Mendengar ajakan bertemu dari Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan tersenyum. "Yang Mulia, apa kamu sedang mengajakku berkencan?"


"Terserah saja kamu mau bilang apa." Telinga Pangeran Li Xian memera, dia mengulurkan tangan untuk menyentuh kepala Xue Shan Shan. "Istirahatlah lebih awal."


"Astaga, hatiku ... ahhhh!" Xue Shan Shan menatap kepergian Pangeran Li Xian sambil meraung di dalam hatinya.


"Shan Shan, jangan berteriak lagi ... aku mendengarnya." Suara Grenie terdengar di benak Xue Shan Shan. "Sebaiknya, kamu beritahu aku, apa kamu menyukai Yang Mulia Pangeran Li Xian?"


Pertanyaan Grenie sontak saja membangunkan Xue Shan Shan, dia terbatuk dengan tatapan yang tampak panik.


Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah berlari masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas ranjang.


Setelah tenang, barulah Xue Shan Shan berkata, "Dalam kehidupan sebelumnya, aku hanya tahu bahwa aku terikat janji pernikahan dengan Putra Mahkota. Jadi, mengklasifikasikan Putra Mahkota sebagai duniaku. Setelah hidup kembali dan bertemu dengan banyak pria dan salah satunya adalah Pangeran Li Xian, aku baru menyadari bahwa ternyata rasa yang aku miliki untuk Putra Mahkota bukanlah rasa suka."


"Tentu saja bukan! Saat itu, hanya Putra Mahkota yang mengelilingi, dia bahkan sengaja menyebar rumor buruk tentangmu untuk menghalangi pria lain yang mencoba mendekatimu." Suara Grenie menyahut dengan cepat.


Mendengar itu, Xue Shan Shan hanya mendengus sinis dan tidak mengatakan apa-apa.


Di dalam kehidupan sebelumnya, dia bukan tidak tahu kalau Putra Mahkota menyebarkan rumor buruk tentang dirinya atas saran dari Xue Yuwen.


Hanya saja, kala itu dia berpikir mereka melakukannya karena sangat menyayangi dirinya hingga menginginkan yang terbaik untuknya.


Ternyata ....


Putra Mahkota berniat meminim dirinya, sementara Xue Yuwen ingin membuat reputasi Xue Shan Shan buruk demi menjadi satu-satunya primadona di Negara Yuzhou.


"Shan Shan, jika kamu benar-benar menyukai Pangeran Li Xian, kamu harus mengejarnya." Suara Grenie terdengar lagi, kali ini dia memberikan saran yang harus Xue Shan Shan pikirkan dengan baik.


Xue Shan Shan memutar bola matanya, "Kenapa aku harus mengejarnya? Dia memang adalah calon suami yang sudah aku pesan sejak hidup kembali!"


Grenie terdiam, dia merasa kata-kata Xue Shan ycukuo masuk akal.


"Namun, bagaimana kalau ada orang yang mencoba merebutnya?"


Xue Shan Shan langsung membuka matanya. "Kamu benar, lalat selalu suka mencuri makanan di sekitar mulut kita!"

__ADS_1


"Makanya, kamu perlu mempelajari trik untuk membuat Pangeran Li Xian jatuh cinta padamu. Dengan begitu, hehehe ...."


"Tidak perlu, dia memang sudah jatuh cinta padaku," sahut Xue Shan Shan dengan penuh percaya diri.


Grenie terdiam lagi, dia cukup shock mendengar kenyataan bahwa Pangeran Li Xian benar-benar mencintai Xue Shan Shan.


"Shan Shan, dari mana kamu tahu Pangeran Li Xian mencintaimu? Bukankah sikapnya sama seperti dulu? Kamu tidak sedang berhalusinasi, kan?" Grenie mengajukan pertanyaan beruntun yang mengandung keraguan.


Saat Pangeran Li Xian mabuk dan menyatakan cinta pada Xue Shan Shan, Grenie sedang tidak aktif karena mengalami pembaruan sistem.


Xue Shan Shan tersenyum tipis atas ketidaktahuan Grenie, dia juga tidak berniat menjelaskan apa pun.


Lagipula, dia juga tidak begitu yakin apakah semalam ....


Apa jangan-jangan Yang Mulia mempermainkan aku?


Mungkinkah aku yang terlalu banyak berpikir?


Xue Shan Shan memiliki begitu banyak pertanyaan di kepala yang meragukan dirinya sendiri, tetapi dia memilih bersikap tak acuh dengan menguap dan berbalik. "Jika tidak, aku hanya perlu mencari waktu untuk tidur dengannya."


Sekali lagi, Xue Shan Shan berhasil membuat Grenie tercengang. Dia benar-benar tidak menduga bahwa gadis itu memiliki niat untuk tidur dengan Pangeran Li Xian sebelum waktu yang tepat tiba.


Meski bukan Xue Shan Shan yang mematahkan kaki Putri Qin, tetapi orang-orang Kerajaan Qin hanya tahu bahwa hal itu pasti dilakukan olehnya.


Bagaimanapun, hanya dia yang memiliki pertaruhan dengan Qin Luoran.


"Takutnya, mereka akan mencari cara untuk membalaskan dendam mereka padamu sebelum kembali ke Kerajaan Qin."


"Tidak perlu takut, jika aku mati, setidaknya dendamku dan misiku sudah hampir selesai." Xue Shan Shan bicara dengan tak acuh.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan yang sudah mengantuk berat meninggalkan Grenie sendirian, dia tidak lagi menghiraukan sistemnya yang berteriak keras di dalam benaknya.


Keesokan harinya, Xue Shan Shan sudah ditunggu oleh Wei Shu dan Pangeran Li Xian beserta kereta kuda cendana ungu-emas di depan Kediaman Perdana Menteri.


Setelah berpamitan kepada anggota keluarganya, Xue Shan Shan berjalan ke ke gerbang bersama Lin Mei.

__ADS_1


"Selamat siang, Putri Pangeran Li Xian." Wei Shu menyapa Xue Shan dengan gelar yang lain, tetapi memiliki makna sama dengan Putri Changning.


Setelah resmi menerima Dekrit Pernikahan dari Kaisar, Xue Shan Shan juga mendapatkan gelar sebagai Putri Pangeran Li Xian.


Namun, orang-orang lebih sering menyebutnya sebagai Putri Changning alih-alih Putri Pangeran Li Xian.


Meski memiliki makna yang sama, Xue Shan Shan tetap saja tidak terbiasa dengan gelar selain Putri Changning.


Terlebih, dia merasa bahwa gelar Putri Pangeran Li Xian seperti membuatnya benar-benar telah resmi menjadi istri pangeran.


Saat ini, Grenie yang ada di dalam benak Xue Shan Shan berkomentar. "Bahkan, panggilan pun sudah berubah. Sepertinya, rasa suka Pangeran Li Xian terhadapmu bukan hanya imajinasi kamu ...."


Karena perubahan panggilan dari Wei Shu, Grenie juga merubah pemikirannya yang sempat mengira Xue Shan Shan telah berhalusinasi mengenai pengakuan cinta Pangeran Li Xian.


"Baiklah, aku tidak akan menjadi nyamuk. Aku pergi dulu." Tanpa persetujuan dari Xue Shan Shan, Grenie langsung mematikan sistemnya untuk memutus kontak dengan gadis itu.


Xue Shan Shan mendengus kesal pada Grenie yang sudah menghilang.


Mengingat kata-kata Grenie bahwa dia tidak berimajinasi, Xue Shan Shan tiba-tiba teringat ciyuman hangat dan panas Pangeran Li Xian waktu itu.


Seketika, rona merah langsung menyelinap muncul di kedua pipinya.


Xue Shan Shan ingin melarikan diri, tetapi ujung pakaiannya dipegang erat oleh Lin Mei sehingga dia hanya bisa berdiam diri di tempat.


Saat ini, Pangeran Li Xian telah membuka tirai kereta dan tersenyum simpul ketika melihat Rina merah di wajah Xue Shan Shan.


"Masuklah."


Setelah itu, Pangeran Li Xian menutup tirai kereta.


Namun, Xue Shan Shan tidak kunjung masuk setelah beberapa saat berlalu.


"Xue Shan Shan, aku punya hadiah untukmu."


Mendengar itu, Xue Shan Shan yang awalnya ragu-ragu langsung melompat naik ke kereta kuda dan duduk di sisi Pangeran Li Xian. "Benarkah? Hadiah apa?"

__ADS_1


***


Terima kasih untuk dukungan kalian, terutama komentar yang positif dan membangun. Namun, maaf sekali karena gak bisa balas satu², semoga kalian semua sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin


__ADS_2