Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Menganggu Kehidupan Mereka


__ADS_3

Xue Jinggou dengan cepat berbalik, dia langsung menghindari kedua tangan yang terukur ke arahnya dan mencoba menendang salah satu dari mereka.


Namun, pria berbaju hitam itu langsung menangkis tendangan Xue Jinggou.


Bagaimanapun, pria berbaju hitam berdua, sementara dirinya hanya seorang diri sehingga sudah jelas kalah jumlah.


Xue Jinggou terkejut, dia menyadari titik nadinya telah ditotok. Kemudian, kedua pria berbaju hitam itu secara kompak memukul Xue Jinggou sampai pingsan. Detik berikutnya, mereka melompat keluar dari jendela sambil menggotong Xue Jinggou di kedua kaki dan tangan.


Begitu tiba di tepi sungai daerah pinggiran sungai, pria berbaju hitam langsung melemparkan Xue Jinggou ke tanah.


Rasa sakit membuat Xue Jinggou tersadar, dia pun meringis kesakitan.


Detik berikutnya, setelah tahu di mana dia berada, Xue Jinggou segera berdiri dan menatap orang di depannya dengan hati-hati.


Xue Jinggou melihat sekeliling dan melihat pria berbaju hitam mengatakan sesuatu kepada seorang pria berbaju putih dengan penuh hormat.


Saat ini, dia tahu bahwa pria berbaju putih adalah dalangnya.


Xue Jinggou menarik nafas dalam-dalam dan memaksa untuk menenangkan diri, dia berkata dengan perlahan-lahan. "Yang Mulia, apakah aku pernah menyinggung Anda?"


Pria berbaju putih itu berbalik, wajah tampan tak tertandingi di bawah sinar bulan itu tidak lain adalah Pangeran Li Xian.


"Sepertinya, Tuan Xue masih mengenaliku." Nada bicara Pangeran Li Xian datar dan tidak ada sedikit pun emosi di matanya.


Xue Jinggou berpikir keras untuk mengingat kembali, dia sepertinya tidak menyinggung Pangeran Li Xian. Ketika memikirkannya, perasaannya menjadi sedikit rileks. "Apakah saya boleh tahu mengapa Yang Mulia Pangeran Li Xian membawa saya kemari?"


Saat ini, Xue Jinggou masih belum tahu bahwa bukan hanya Pangeran Li Xian yang mengincarnya, tetapi juga Pangeran Li An Xie.


"Tuan Xue sudah bercerai dengan Nyonya Lee, tapi kenapa masih mengganggunya?"


Sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li An Xie juga menggunakan alasan yang sama ketika menginginkan nyawa Xue Jinggou.


Saat ini, Pangeran Li An Xie sudah tahu bahwa Pangeran Li Xian turun tangan sendiri untuk mengurus Xue Jinggou, jadi dia tidak ikut pergi. Terlebih, dia juga sedang menemani Diana Lee.


Xue Jinggou tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu segera membalas, "Apa maksud ucapan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Saya tidak mengerti. Selain itu, saya telah kehilangan jabatan. Jadi, Anda bisa memanggil nama saya saja."


"Tidak apa-apa jika Tuan Xue tidak ingin mengatakannya, tapi aku jelas memiliki bukti. Jika tidak, mana mungkin aku menegur Tuan Xue."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah mencabut pedang di pinggang Wei Shu. Cahaya yang dipantulkan oleh pisang itu menyilaukan mata Xue Jinggou.


Pria itu segera melangkah mundur sembari menatap Pangeran Li Xian , dia bertanya-tanya seberapa besar pulangnya untuk melarikan diri.


Namun, Xue Jinggou malah sudah merasakan dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi.


Kecepatan Pangeran Li Xian terlalu cepat!


Xue Jinggou bahkan tidak melihat dengan jelas kapan Pangeran Li Xian menghunuskan pedang hingga lehernya tiba-tiba telah terasa dingin, dia pun menyadari dirinya tidak bisa bergerak lagi.


Saat ini, Xue Jinggou mengerti bahwa Pangeran Li Xian benar-benar menginginkan hidupnya.


Namun, kenapa?


"Yang Mulia Pangeran Li Xian, kita tidak memiliki dendam, mengapa kamu ingin membunuhku?" Xue Jinggou berusaha bertanya dengan sisa nafas yang dia miliki, dia pun menatap dengan mata terbelalak, raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan dan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Dia hanya bisa menelan ludah sambil menatap Pangeran Li Xian, seolah-olah ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan keberanian pada dirinya sendiri.


Xue Jinggou terkejut. "Memangnya karena Diana Lee? Yang Mulia Pangeran Li Xian melakukan ini demi dia?"


Xue Jinggou tidak berpikir, bahkan tidak percaya bahwa Pangeran Li Xian begitu haus darah terhadapnya hanya karena Diana Lee.


Padahal, pikirannya itu memang benar. Pangeran Li Xian sangat ingin membunuh dirinya karena dia itu telah mengganggu Diana Lee.


Lebih tepatnya, tindakan Pangeran Li Xian ini mewakili Xue Shan Shan yang sangat ingin membunuh Xue Jinggou, tetapi sesekali masih terpikirkan hubungan darah mereka.


Raut wajah Xue Jinggou menjadi suram karena kata-kata Xue Jinggou, jejak kemarahan melintas di sorot matanya.


Bruk!


Xue Jinggou terduduk di tanah dan merayap mundur, dia berusaha untuk menghindari pedang di tangan Pangeran Li Xian.


Sang pangeran mengangkat alisnya dan berkata dengan datar. "Aku melakukan ini memang demi Nyonya Diana, tapi lebih tepatnya, demi putrimu —calon istriku!"


Setelah berterus terang, Pangeran Li Xian langsung menusuk dada Xue Jinggou dengan kejam.


Rasa sakit menyebabkan Xue Jinggou berteriak keras, darah mengalir di pedang dan menetes ke tanah.


Xue Jinggou ketakutan dan berteriak, "Yang Mulia Pangeran Li Xian, jika putriku adalah calon istrimu, kenapa kamu membunuhku? Aku adalah calon ayah mertuamu!"


"Jika demikian, aku harus bertanya pada Tuan Xue ... apa yang sudah kamu lakukan pada Shan Shan .... " Pangeran Li Xian mencabut pedangnya dan menusuknya sekali lagi ke dada Xue Jinggou.


"Jika Shan Shan saja tidak sudi memiliki ayah sepertimu, maka aku juga tidak ingin Tuan Xue menjadi ayah mertuaku."


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya menatap Xue Jinggou yang sudah tinggal menghembuskan nafas terakhir, dia bergumam, "Awalnya, aku ingin membiarkanmu tetap hidup. Namun, sayang sekali, seharusnya kamu tidak mengganggu kehidupan mereka."


"Shan Shan memang putrimu, jadi lebih baik tanganku saja yang ternoda oleh darah ini."


Pangeran Li Xian membuang pedang di tangannya, lalu menyeka darah di tangannya. Dia membelakangi cahaya bulan dan berkata dengan datar. "Bersihkan semua ini."


"Baik." Wei Shu menatap punggung Pangeran Li Xian, matanya penuh dengan kekaguman.


Tuan yang dingin dan kejam seperti ini adalah tuan yang sebenarnya!


Xue Jinggou dengan cepat berbalik, dia langsung menghindari kedua tangan yang terukur ke arahnya dan mencoba menendang salah satu dari mereka.


Namun, pria berbaju hitam itu langsung menangkis tendangan Xue Jinggou.


Bagaimanapun, pria berbaju hitam berdua, sementara dirinya hanya seorang diri sehingga sudah jelas kalah jumlah.


Xue Jinggou terkejut, dia menyadari titik nadinya telah ditotok. Kemudian, kedua pria berbaju hitam itu secara kompak memukul Xue Jinggou sampai pingsan. Detik berikutnya, mereka melompat keluar dari jendela sambil menggotong Xue Jinggou di kedua kaki dan tangan.


Begitu tiba di tepi sungai daerah pinggiran sungai, pria berbaju hitam langsung melemparkan Xue Jinggou ke tanah.


Rasa sakit membuat Xue Jinggou tersadar, dia pun meringis kesakitan.


Detik berikutnya, setelah tahu di mana dia berada, Xue Jinggou segera berdiri dan menatap orang di depannya dengan hati-hati.


Xue Jinggou melihat sekeliling dan melihat pria berbaju hitam mengatakan sesuatu kepada seorang pria berbaju putih dengan penuh hormat.


Saat ini, dia tahu bahwa pria berbaju putih adalah dalangnya.


Xue Jinggou menarik nafas dalam-dalam dan memaksa untuk menenangkan diri, dia berkata dengan perlahan-lahan. "Yang Mulia, apakah aku pernah menyinggung Anda?"


Pria berbaju putih itu berbalik, wajah tampan tak tertandingi di bawah sinar bulan itu tidak lain adalah Pangeran Li Xian.


"Sepertinya, Tuan Xue masih mengenaliku." Nada bicara Pangeran Li Xian datar dan tidak ada sedikit pun emosi di matanya.


Xue Jinggou berpikir keras untuk mengingat kembali, dia sepertinya tidak menyinggung Pangeran Li Xian. Ketika memikirkannya, perasaannya menjadi sedikit rileks. "Apakah saya boleh tahu mengapa Yang Mulia Pangeran Li Xian membawa saya kemari?"


Saat ini, Xue Jinggou masih belum tahu bahwa bukan hanya Pangeran Li Xian yang mengincarnya, tetapi juga Pangeran Li An Xie.


"Tuan Xue sudah bercerai dengan Nyonya Lee, tapi kenapa masih mengganggunya?"


Sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li An Xie juga menggunakan alasan yang sama ketika menginginkan nyawa Xue Jinggou.


Saat ini, Pangeran Li An Xie sudah tahu bahwa Pangeran Li Xian turun tangan sendiri untuk mengurus Xue Jinggou, jadi dia tidak ikut pergi. Terlebih, dia juga sedang menemani Diana Lee.


Xue Jinggou tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu segera membalas, "Apa maksud ucapan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Saya tidak mengerti. Selain itu, saya telah kehilangan jabatan. Jadi, Anda bisa memanggil nama saya saja."


"Tidak apa-apa jika Tuan Xue tidak ingin mengatakannya, tapi aku jelas memiliki bukti. Jika tidak, mana mungkin aku menegur Tuan Xue."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah mencabut pedang di pinggang Wei Shu. Cahaya yang dipantulkan oleh pisang itu menyilaukan mata Xue Jinggou.


Pria itu segera melangkah mundur sembari menatap Pangeran Li Xian , dia bertanya-tanya seberapa besar pulangnya untuk melarikan diri.


Namun, Xue Jinggou malah sudah merasakan dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi.


Kecepatan Pangeran Li Xian terlalu cepat!


Xue Jinggou bahkan tidak melihat dengan jelas kapan Pangeran Li Xian menghunuskan pedang hingga lehernya tiba-tiba telah terasa dingin, dia pun menyadari dirinya tidak bisa bergerak lagi.


Saat ini, Xue Jinggou mengerti bahwa Pangeran Li Xian benar-benar menginginkan hidupnya.


Namun, kenapa?


"Yang Mulia Pangeran Li Xian, kita tidak memiliki dendam, mengapa kamu ingin membunuhku?" Xue Jinggou berusaha bertanya dengan sisa nafas yang dia miliki, dia pun menatap dengan mata terbelalak, raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan dan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Dia hanya bisa menelan ludah sambil menatap Pangeran Li Xian, seolah-olah ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan keberanian pada dirinya sendiri.


Xue Jinggou terkejut. "Memangnya karena Diana Lee? Yang Mulia Pangeran Li Xian melakukan ini demi dia?"


Xue Jinggou tidak berpikir, bahkan tidak percaya bahwa Pangeran Li Xian begitu haus darah terhadapnya hanya karena Diana Lee.


Padahal, pikirannya itu memang benar. Pangeran Li Xian sangat ingin membunuh dirinya karena dia itu telah mengganggu Diana Lee.


Lebih tepatnya, tindakan Pangeran Li Xian ini mewakili Xue Shan Shan yang sangat ingin membunuh Xue Jinggou, tetapi sesekali masih terpikirkan hubungan darah mereka.


Raut wajah Xue Jinggou menjadi suram karena kata-kata Xue Jinggou, jejak kemarahan melintas di sorot matanya.


Bruk!


Xue Jinggou terduduk di tanah dan merayap mundur, dia berusaha untuk menghindari pedang di tangan Pangeran Li Xian.


Sang pangeran mengangkat alisnya dan berkata dengan datar. "Aku melakukan ini memang demi Nyonya Diana, tapi lebih tepatnya, demi putrimu —calon istriku!"


Setelah berterus terang, Pangeran Li Xian langsung menusuk dada Xue Jinggou dengan kejam.


Rasa sakit menyebabkan Xue Jinggou berteriak keras, darah mengalir di pedang dan menetes ke tanah.


Xue Jinggou ketakutan dan berteriak, "Yang Mulia Pangeran Li Xian, jika putriku adalah calon istrimu, kenapa kamu membunuhku? Aku adalah calon ayah mertuamu!"


"Jika demikian, aku harus bertanya pada Tuan Xue ... apa yang sudah kamu lakukan pada Shan Shan .... " Pangeran Li Xian mencabut pedangnya dan menusuknya sekali lagi ke dada Xue Jinggou.


"Jika Shan Shan saja tidak sudi memiliki ayah sepertimu, maka aku juga tidak ingin Tuan Xue menjadi ayah mertuaku."


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya menatap Xue Jinggou yang sudah tinggal menghembuskan nafas terakhir, dia bergumam, "Awalnya, aku ingin membiarkanmu tetap hidup. Namun, sayang sekali, seharusnya kamu tidak mengganggu kehidupan mereka."


"Shan Shan memang putrimu, jadi lebih baik tanganku saja yang ternoda oleh darah ini."


Pangeran Li Xian membuang pedang di tangannya, lalu menyeka darah di tangannya. Dia membelakangi cahaya bulan dan berkata dengan datar. "Bersihkan semua ini."


"Baik." Wei Shu menatap punggung Pangeran Li Xian, matanya penuh dengan kekaguman.


Tuan yang dingin dan kejam seperti ini adalah tuan yang sebenarnya!

__ADS_1


Xue Jinggou dengan cepat berbalik, dia langsung menghindari kedua tangan yang terukur ke arahnya dan mencoba menendang salah satu dari mereka.


Namun, pria berbaju hitam itu langsung menangkis tendangan Xue Jinggou.


Bagaimanapun, pria berbaju hitam berdua, sementara dirinya hanya seorang diri sehingga sudah jelas kalah jumlah.


Xue Jinggou terkejut, dia menyadari titik nadinya telah ditotok. Kemudian, kedua pria berbaju hitam itu secara kompak memukul Xue Jinggou sampai pingsan. Detik berikutnya, mereka melompat keluar dari jendela sambil menggotong Xue Jinggou di kedua kaki dan tangan.


Begitu tiba di tepi sungai daerah pinggiran sungai, pria berbaju hitam langsung melemparkan Xue Jinggou ke tanah.


Rasa sakit membuat Xue Jinggou tersadar, dia pun meringis kesakitan.


Detik berikutnya, setelah tahu di mana dia berada, Xue Jinggou segera berdiri dan menatap orang di depannya dengan hati-hati.


Xue Jinggou melihat sekeliling dan melihat pria berbaju hitam mengatakan sesuatu kepada seorang pria berbaju putih dengan penuh hormat.


Saat ini, dia tahu bahwa pria berbaju putih adalah dalangnya.


Xue Jinggou menarik nafas dalam-dalam dan memaksa untuk menenangkan diri, dia berkata dengan perlahan-lahan. "Yang Mulia, apakah aku pernah menyinggung Anda?"


Pria berbaju putih itu berbalik, wajah tampan tak tertandingi di bawah sinar bulan itu tidak lain adalah Pangeran Li Xian.


"Sepertinya, Tuan Xue masih mengenaliku." Nada bicara Pangeran Li Xian datar dan tidak ada sedikit pun emosi di matanya.


Xue Jinggou berpikir keras untuk mengingat kembali, dia sepertinya tidak menyinggung Pangeran Li Xian. Ketika memikirkannya, perasaannya menjadi sedikit rileks. "Apakah saya boleh tahu mengapa Yang Mulia Pangeran Li Xian membawa saya kemari?"


Saat ini, Xue Jinggou masih belum tahu bahwa bukan hanya Pangeran Li Xian yang mengincarnya, tetapi juga Pangeran Li An Xie.


"Tuan Xue sudah bercerai dengan Nyonya Lee, tapi kenapa masih mengganggunya?"


Sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li An Xie juga menggunakan alasan yang sama ketika menginginkan nyawa Xue Jinggou.


Saat ini, Pangeran Li An Xie sudah tahu bahwa Pangeran Li Xian turun tangan sendiri untuk mengurus Xue Jinggou, jadi dia tidak ikut pergi. Terlebih, dia juga sedang menemani Diana Lee.


Xue Jinggou tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu segera membalas, "Apa maksud ucapan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Saya tidak mengerti. Selain itu, saya telah kehilangan jabatan. Jadi, Anda bisa memanggil nama saya saja."


"Tidak apa-apa jika Tuan Xue tidak ingin mengatakannya, tapi aku jelas memiliki bukti. Jika tidak, mana mungkin aku menegur Tuan Xue."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah mencabut pedang di pinggang Wei Shu. Cahaya yang dipantulkan oleh pisang itu menyilaukan mata Xue Jinggou.


Pria itu segera melangkah mundur sembari menatap Pangeran Li Xian , dia bertanya-tanya seberapa besar pulangnya untuk melarikan diri.


Namun, Xue Jinggou malah sudah merasakan dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi.


Kecepatan Pangeran Li Xian terlalu cepat!


Xue Jinggou bahkan tidak melihat dengan jelas kapan Pangeran Li Xian menghunuskan pedang hingga lehernya tiba-tiba telah terasa dingin, dia pun menyadari dirinya tidak bisa bergerak lagi.


Saat ini, Xue Jinggou mengerti bahwa Pangeran Li Xian benar-benar menginginkan hidupnya.


Namun, kenapa?


"Yang Mulia Pangeran Li Xian, kita tidak memiliki dendam, mengapa kamu ingin membunuhku?" Xue Jinggou berusaha bertanya dengan sisa nafas yang dia miliki, dia pun menatap dengan mata terbelalak, raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan dan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Dia hanya bisa menelan ludah sambil menatap Pangeran Li Xian, seolah-olah ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan keberanian pada dirinya sendiri.


Xue Jinggou terkejut. "Memangnya karena Diana Lee? Yang Mulia Pangeran Li Xian melakukan ini demi dia?"


Xue Jinggou tidak berpikir, bahkan tidak percaya bahwa Pangeran Li Xian begitu haus darah terhadapnya hanya karena Diana Lee.


Padahal, pikirannya itu memang benar. Pangeran Li Xian sangat ingin membunuh dirinya karena dia itu telah mengganggu Diana Lee.


Lebih tepatnya, tindakan Pangeran Li Xian ini mewakili Xue Shan Shan yang sangat ingin membunuh Xue Jinggou, tetapi sesekali masih terpikirkan hubungan darah mereka.


Raut wajah Xue Jinggou menjadi suram karena kata-kata Xue Jinggou, jejak kemarahan melintas di sorot matanya.


Bruk!


Xue Jinggou terduduk di tanah dan merayap mundur, dia berusaha untuk menghindari pedang di tangan Pangeran Li Xian.


Sang pangeran mengangkat alisnya dan berkata dengan datar. "Aku melakukan ini memang demi Nyonya Diana, tapi lebih tepatnya, demi putrimu —calon istriku!"


Setelah berterus terang, Pangeran Li Xian langsung menusuk dada Xue Jinggou dengan kejam.


Rasa sakit menyebabkan Xue Jinggou berteriak keras, darah mengalir di pedang dan menetes ke tanah.


Xue Jinggou ketakutan dan berteriak, "Yang Mulia Pangeran Li Xian, jika putriku adalah calon istrimu, kenapa kamu membunuhku? Aku adalah calon ayah mertuamu!"


"Jika demikian, aku harus bertanya pada Tuan Xue ... apa yang sudah kamu lakukan pada Shan Shan .... " Pangeran Li Xian mencabut pedangnya dan menusuknya sekali lagi ke dada Xue Jinggou.


"Jika Shan Shan saja tidak sudi memiliki ayah sepertimu, maka aku juga tidak ingin Tuan Xue menjadi ayah mertuaku."


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya menatap Xue Jinggou yang sudah tinggal menghembuskan nafas terakhir, dia bergumam, "Awalnya, aku ingin membiarkanmu tetap hidup. Namun, sayang sekali, seharusnya kamu tidak mengganggu kehidupan mereka."


"Shan Shan memang putrimu, jadi lebih baik tanganku saja yang ternoda oleh darah ini."


Pangeran Li Xian membuang pedang di tangannya, lalu menyeka darah di tangannya. Dia membelakangi cahaya bulan dan berkata dengan datar. "Bersihkan semua ini."


"Baik." Wei Shu menatap punggung Pangeran Li Xian, matanya penuh dengan kekaguman.


Tuan yang dingin dan kejam seperti ini adalah tuan yang sebenarnya!


Xue Jinggou dengan cepat berbalik, dia langsung menghindari kedua tangan yang terukur ke arahnya dan mencoba menendang salah satu dari mereka.


Namun, pria berbaju hitam itu langsung menangkis tendangan Xue Jinggou.


Bagaimanapun, pria berbaju hitam berdua, sementara dirinya hanya seorang diri sehingga sudah jelas kalah jumlah.


Xue Jinggou terkejut, dia menyadari titik nadinya telah ditotok. Kemudian, kedua pria berbaju hitam itu secara kompak memukul Xue Jinggou sampai pingsan. Detik berikutnya, mereka melompat keluar dari jendela sambil menggotong Xue Jinggou di kedua kaki dan tangan.


Begitu tiba di tepi sungai daerah pinggiran sungai, pria berbaju hitam langsung melemparkan Xue Jinggou ke tanah.


Rasa sakit membuat Xue Jinggou tersadar, dia pun meringis kesakitan.


Detik berikutnya, setelah tahu di mana dia berada, Xue Jinggou segera berdiri dan menatap orang di depannya dengan hati-hati.


Xue Jinggou melihat sekeliling dan melihat pria berbaju hitam mengatakan sesuatu kepada seorang pria berbaju putih dengan penuh hormat.


Saat ini, dia tahu bahwa pria berbaju putih adalah dalangnya.


Xue Jinggou menarik nafas dalam-dalam dan memaksa untuk menenangkan diri, dia berkata dengan perlahan-lahan. "Yang Mulia, apakah aku pernah menyinggung Anda?"


Pria berbaju putih itu berbalik, wajah tampan tak tertandingi di bawah sinar bulan itu tidak lain adalah Pangeran Li Xian.


"Sepertinya, Tuan Xue masih mengenaliku." Nada bicara Pangeran Li Xian datar dan tidak ada sedikit pun emosi di matanya.


Xue Jinggou berpikir keras untuk mengingat kembali, dia sepertinya tidak menyinggung Pangeran Li Xian. Ketika memikirkannya, perasaannya menjadi sedikit rileks. "Apakah saya boleh tahu mengapa Yang Mulia Pangeran Li Xian membawa saya kemari?"


Saat ini, Xue Jinggou masih belum tahu bahwa bukan hanya Pangeran Li Xian yang mengincarnya, tetapi juga Pangeran Li An Xie.


"Tuan Xue sudah bercerai dengan Nyonya Lee, tapi kenapa masih mengganggunya?"


Sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li An Xie juga menggunakan alasan yang sama ketika menginginkan nyawa Xue Jinggou.


Saat ini, Pangeran Li An Xie sudah tahu bahwa Pangeran Li Xian turun tangan sendiri untuk mengurus Xue Jinggou, jadi dia tidak ikut pergi. Terlebih, dia juga sedang menemani Diana Lee.


Xue Jinggou tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu segera membalas, "Apa maksud ucapan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Saya tidak mengerti. Selain itu, saya telah kehilangan jabatan. Jadi, Anda bisa memanggil nama saya saja."


"Tidak apa-apa jika Tuan Xue tidak ingin mengatakannya, tapi aku jelas memiliki bukti. Jika tidak, mana mungkin aku menegur Tuan Xue."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah mencabut pedang di pinggang Wei Shu. Cahaya yang dipantulkan oleh pisang itu menyilaukan mata Xue Jinggou.


Pria itu segera melangkah mundur sembari menatap Pangeran Li Xian , dia bertanya-tanya seberapa besar pulangnya untuk melarikan diri.


Namun, Xue Jinggou malah sudah merasakan dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi.


Kecepatan Pangeran Li Xian terlalu cepat!


Xue Jinggou bahkan tidak melihat dengan jelas kapan Pangeran Li Xian menghunuskan pedang hingga lehernya tiba-tiba telah terasa dingin, dia pun menyadari dirinya tidak bisa bergerak lagi.


Saat ini, Xue Jinggou mengerti bahwa Pangeran Li Xian benar-benar menginginkan hidupnya.


Namun, kenapa?


"Yang Mulia Pangeran Li Xian, kita tidak memiliki dendam, mengapa kamu ingin membunuhku?" Xue Jinggou berusaha bertanya dengan sisa nafas yang dia miliki, dia pun menatap dengan mata terbelalak, raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan dan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Dia hanya bisa menelan ludah sambil menatap Pangeran Li Xian, seolah-olah ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan keberanian pada dirinya sendiri.


Xue Jinggou terkejut. "Memangnya karena Diana Lee? Yang Mulia Pangeran Li Xian melakukan ini demi dia?"


Xue Jinggou tidak berpikir, bahkan tidak percaya bahwa Pangeran Li Xian begitu haus darah terhadapnya hanya karena Diana Lee.


Padahal, pikirannya itu memang benar. Pangeran Li Xian sangat ingin membunuh dirinya karena dia itu telah mengganggu Diana Lee.


Lebih tepatnya, tindakan Pangeran Li Xian ini mewakili Xue Shan Shan yang sangat ingin membunuh Xue Jinggou, tetapi sesekali masih terpikirkan hubungan darah mereka.


Raut wajah Xue Jinggou menjadi suram karena kata-kata Xue Jinggou, jejak kemarahan melintas di sorot matanya.


Bruk!


Xue Jinggou terduduk di tanah dan merayap mundur, dia berusaha untuk menghindari pedang di tangan Pangeran Li Xian.


Sang pangeran mengangkat alisnya dan berkata dengan datar. "Aku melakukan ini memang demi Nyonya Diana, tapi lebih tepatnya, demi putrimu —calon istriku!"


Setelah berterus terang, Pangeran Li Xian langsung menusuk dada Xue Jinggou dengan kejam.


Rasa sakit menyebabkan Xue Jinggou berteriak keras, darah mengalir di pedang dan menetes ke tanah.


Xue Jinggou ketakutan dan berteriak, "Yang Mulia Pangeran Li Xian, jika putriku adalah calon istrimu, kenapa kamu membunuhku? Aku adalah calon ayah mertuamu!"


"Jika demikian, aku harus bertanya pada Tuan Xue ... apa yang sudah kamu lakukan pada Shan Shan .... " Pangeran Li Xian mencabut pedangnya dan menusuknya sekali lagi ke dada Xue Jinggou.


"Jika Shan Shan saja tidak sudi memiliki ayah sepertimu, maka aku juga tidak ingin Tuan Xue menjadi ayah mertuaku."


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya menatap Xue Jinggou yang sudah tinggal menghembuskan nafas terakhir, dia bergumam, "Awalnya, aku ingin membiarkanmu tetap hidup. Namun, sayang sekali, seharusnya kamu tidak mengganggu kehidupan mereka."


"Shan Shan memang putrimu, jadi lebih baik tanganku saja yang ternoda oleh darah ini."


Pangeran Li Xian membuang pedang di tangannya, lalu menyeka darah di tangannya. Dia membelakangi cahaya bulan dan berkata dengan datar. "Bersihkan semua ini."


"Baik." Wei Shu menatap punggung Pangeran Li Xian, matanya penuh dengan kekaguman.


Tuan yang dingin dan kejam seperti ini adalah tuan yang sebenarnya!

__ADS_1


Xue Jinggou dengan cepat berbalik, dia langsung menghindari kedua tangan yang terukur ke arahnya dan mencoba menendang salah satu dari mereka.


Namun, pria berbaju hitam itu langsung menangkis tendangan Xue Jinggou.


Bagaimanapun, pria berbaju hitam berdua, sementara dirinya hanya seorang diri sehingga sudah jelas kalah jumlah.


Xue Jinggou terkejut, dia menyadari titik nadinya telah ditotok. Kemudian, kedua pria berbaju hitam itu secara kompak memukul Xue Jinggou sampai pingsan. Detik berikutnya, mereka melompat keluar dari jendela sambil menggotong Xue Jinggou di kedua kaki dan tangan.


Begitu tiba di tepi sungai daerah pinggiran sungai, pria berbaju hitam langsung melemparkan Xue Jinggou ke tanah.


Rasa sakit membuat Xue Jinggou tersadar, dia pun meringis kesakitan.


Detik berikutnya, setelah tahu di mana dia berada, Xue Jinggou segera berdiri dan menatap orang di depannya dengan hati-hati.


Xue Jinggou melihat sekeliling dan melihat pria berbaju hitam mengatakan sesuatu kepada seorang pria berbaju putih dengan penuh hormat.


Saat ini, dia tahu bahwa pria berbaju putih adalah dalangnya.


Xue Jinggou menarik nafas dalam-dalam dan memaksa untuk menenangkan diri, dia berkata dengan perlahan-lahan. "Yang Mulia, apakah aku pernah menyinggung Anda?"


Pria berbaju putih itu berbalik, wajah tampan tak tertandingi di bawah sinar bulan itu tidak lain adalah Pangeran Li Xian.


"Sepertinya, Tuan Xue masih mengenaliku." Nada bicara Pangeran Li Xian datar dan tidak ada sedikit pun emosi di matanya.


Xue Jinggou berpikir keras untuk mengingat kembali, dia sepertinya tidak menyinggung Pangeran Li Xian. Ketika memikirkannya, perasaannya menjadi sedikit rileks. "Apakah saya boleh tahu mengapa Yang Mulia Pangeran Li Xian membawa saya kemari?"


Saat ini, Xue Jinggou masih belum tahu bahwa bukan hanya Pangeran Li Xian yang mengincarnya, tetapi juga Pangeran Li An Xie.


"Tuan Xue sudah bercerai dengan Nyonya Lee, tapi kenapa masih mengganggunya?"


Sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li An Xie juga menggunakan alasan yang sama ketika menginginkan nyawa Xue Jinggou.


Saat ini, Pangeran Li An Xie sudah tahu bahwa Pangeran Li Xian turun tangan sendiri untuk mengurus Xue Jinggou, jadi dia tidak ikut pergi. Terlebih, dia juga sedang menemani Diana Lee.


Xue Jinggou tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu segera membalas, "Apa maksud ucapan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Saya tidak mengerti. Selain itu, saya telah kehilangan jabatan. Jadi, Anda bisa memanggil nama saya saja."


"Tidak apa-apa jika Tuan Xue tidak ingin mengatakannya, tapi aku jelas memiliki bukti. Jika tidak, mana mungkin aku menegur Tuan Xue."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah mencabut pedang di pinggang Wei Shu. Cahaya yang dipantulkan oleh pisang itu menyilaukan mata Xue Jinggou.


Pria itu segera melangkah mundur sembari menatap Pangeran Li Xian , dia bertanya-tanya seberapa besar pulangnya untuk melarikan diri.


Namun, Xue Jinggou malah sudah merasakan dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi.


Kecepatan Pangeran Li Xian terlalu cepat!


Xue Jinggou bahkan tidak melihat dengan jelas kapan Pangeran Li Xian menghunuskan pedang hingga lehernya tiba-tiba telah terasa dingin, dia pun menyadari dirinya tidak bisa bergerak lagi.


Saat ini, Xue Jinggou mengerti bahwa Pangeran Li Xian benar-benar menginginkan hidupnya.


Namun, kenapa?


"Yang Mulia Pangeran Li Xian, kita tidak memiliki dendam, mengapa kamu ingin membunuhku?" Xue Jinggou berusaha bertanya dengan sisa nafas yang dia miliki, dia pun menatap dengan mata terbelalak, raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan dan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Dia hanya bisa menelan ludah sambil menatap Pangeran Li Xian, seolah-olah ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan keberanian pada dirinya sendiri.


Xue Jinggou terkejut. "Memangnya karena Diana Lee? Yang Mulia Pangeran Li Xian melakukan ini demi dia?"


Xue Jinggou tidak berpikir, bahkan tidak percaya bahwa Pangeran Li Xian begitu haus darah terhadapnya hanya karena Diana Lee.


Padahal, pikirannya itu memang benar. Pangeran Li Xian sangat ingin membunuh dirinya karena dia itu telah mengganggu Diana Lee.


Lebih tepatnya, tindakan Pangeran Li Xian ini mewakili Xue Shan Shan yang sangat ingin membunuh Xue Jinggou, tetapi sesekali masih terpikirkan hubungan darah mereka.


Raut wajah Xue Jinggou menjadi suram karena kata-kata Xue Jinggou, jejak kemarahan melintas di sorot matanya.


Bruk!


Xue Jinggou terduduk di tanah dan merayap mundur, dia berusaha untuk menghindari pedang di tangan Pangeran Li Xian.


Sang pangeran mengangkat alisnya dan berkata dengan datar. "Aku melakukan ini memang demi Nyonya Diana, tapi lebih tepatnya, demi putrimu —calon istriku!"


Setelah berterus terang, Pangeran Li Xian langsung menusuk dada Xue Jinggou dengan kejam.


Rasa sakit menyebabkan Xue Jinggou berteriak keras, darah mengalir di pedang dan menetes ke tanah.


Xue Jinggou ketakutan dan berteriak, "Yang Mulia Pangeran Li Xian, jika putriku adalah calon istrimu, kenapa kamu membunuhku? Aku adalah calon ayah mertuamu!"


"Jika demikian, aku harus bertanya pada Tuan Xue ... apa yang sudah kamu lakukan pada Shan Shan .... " Pangeran Li Xian mencabut pedangnya dan menusuknya sekali lagi ke dada Xue Jinggou.


"Jika Shan Shan saja tidak sudi memiliki ayah sepertimu, maka aku juga tidak ingin Tuan Xue menjadi ayah mertuaku."


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya menatap Xue Jinggou yang sudah tinggal menghembuskan nafas terakhir, dia bergumam, "Awalnya, aku ingin membiarkanmu tetap hidup. Namun, sayang sekali, seharusnya kamu tidak mengganggu kehidupan mereka."


"Shan Shan memang putrimu, jadi lebih baik tanganku saja yang ternoda oleh darah ini."


Pangeran Li Xian membuang pedang di tangannya, lalu menyeka darah di tangannya. Dia membelakangi cahaya bulan dan berkata dengan datar. "Bersihkan semua ini."


"Baik." Wei Shu menatap punggung Pangeran Li Xian, matanya penuh dengan kekaguman.


Tuan yang dingin dan kejam seperti ini adalah tuan yang sebenarnya!


Xue Jinggou dengan cepat berbalik, dia langsung menghindari kedua tangan yang terukur ke arahnya dan mencoba menendang salah satu dari mereka.


Namun, pria berbaju hitam itu langsung menangkis tendangan Xue Jinggou.


Bagaimanapun, pria berbaju hitam berdua, sementara dirinya hanya seorang diri sehingga sudah jelas kalah jumlah.


Xue Jinggou terkejut, dia menyadari titik nadinya telah ditotok. Kemudian, kedua pria berbaju hitam itu secara kompak memukul Xue Jinggou sampai pingsan. Detik berikutnya, mereka melompat keluar dari jendela sambil menggotong Xue Jinggou di kedua kaki dan tangan.


Begitu tiba di tepi sungai daerah pinggiran sungai, pria berbaju hitam langsung melemparkan Xue Jinggou ke tanah.


Rasa sakit membuat Xue Jinggou tersadar, dia pun meringis kesakitan.


Detik berikutnya, setelah tahu di mana dia berada, Xue Jinggou segera berdiri dan menatap orang di depannya dengan hati-hati.


Xue Jinggou melihat sekeliling dan melihat pria berbaju hitam mengatakan sesuatu kepada seorang pria berbaju putih dengan penuh hormat.


Saat ini, dia tahu bahwa pria berbaju putih adalah dalangnya.


Xue Jinggou menarik nafas dalam-dalam dan memaksa untuk menenangkan diri, dia berkata dengan perlahan-lahan. "Yang Mulia, apakah aku pernah menyinggung Anda?"


Pria berbaju putih itu berbalik, wajah tampan tak tertandingi di bawah sinar bulan itu tidak lain adalah Pangeran Li Xian.


"Sepertinya, Tuan Xue masih mengenaliku." Nada bicara Pangeran Li Xian datar dan tidak ada sedikit pun emosi di matanya.


Xue Jinggou berpikir keras untuk mengingat kembali, dia sepertinya tidak menyinggung Pangeran Li Xian. Ketika memikirkannya, perasaannya menjadi sedikit rileks. "Apakah saya boleh tahu mengapa Yang Mulia Pangeran Li Xian membawa saya kemari?"


Saat ini, Xue Jinggou masih belum tahu bahwa bukan hanya Pangeran Li Xian yang mengincarnya, tetapi juga Pangeran Li An Xie.


"Tuan Xue sudah bercerai dengan Nyonya Lee, tapi kenapa masih mengganggunya?"


Sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li An Xie juga menggunakan alasan yang sama ketika menginginkan nyawa Xue Jinggou.


Saat ini, Pangeran Li An Xie sudah tahu bahwa Pangeran Li Xian turun tangan sendiri untuk mengurus Xue Jinggou, jadi dia tidak ikut pergi. Terlebih, dia juga sedang menemani Diana Lee.


Xue Jinggou tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu segera membalas, "Apa maksud ucapan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Saya tidak mengerti. Selain itu, saya telah kehilangan jabatan. Jadi, Anda bisa memanggil nama saya saja."


"Tidak apa-apa jika Tuan Xue tidak ingin mengatakannya, tapi aku jelas memiliki bukti. Jika tidak, mana mungkin aku menegur Tuan Xue."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah mencabut pedang di pinggang Wei Shu. Cahaya yang dipantulkan oleh pisang itu menyilaukan mata Xue Jinggou.


Pria itu segera melangkah mundur sembari menatap Pangeran Li Xian , dia bertanya-tanya seberapa besar pulangnya untuk melarikan diri.


Namun, Xue Jinggou malah sudah merasakan dirinya sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi.


Kecepatan Pangeran Li Xian terlalu cepat!


Xue Jinggou bahkan tidak melihat dengan jelas kapan Pangeran Li Xian menghunuskan pedang hingga lehernya tiba-tiba telah terasa dingin, dia pun menyadari dirinya tidak bisa bergerak lagi.


Saat ini, Xue Jinggou mengerti bahwa Pangeran Li Xian benar-benar menginginkan hidupnya.


Namun, kenapa?


"Yang Mulia Pangeran Li Xian, kita tidak memiliki dendam, mengapa kamu ingin membunuhku?" Xue Jinggou berusaha bertanya dengan sisa nafas yang dia miliki, dia pun menatap dengan mata terbelalak, raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan dan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Dia hanya bisa menelan ludah sambil menatap Pangeran Li Xian, seolah-olah ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan keberanian pada dirinya sendiri.


Xue Jinggou terkejut. "Memangnya karena Diana Lee? Yang Mulia Pangeran Li Xian melakukan ini demi dia?"


Xue Jinggou tidak berpikir, bahkan tidak percaya bahwa Pangeran Li Xian begitu haus darah terhadapnya hanya karena Diana Lee.


Padahal, pikirannya itu memang benar. Pangeran Li Xian sangat ingin membunuh dirinya karena dia itu telah mengganggu Diana Lee.


Lebih tepatnya, tindakan Pangeran Li Xian ini mewakili Xue Shan Shan yang sangat ingin membunuh Xue Jinggou, tetapi sesekali masih terpikirkan hubungan darah mereka.


Raut wajah Xue Jinggou menjadi suram karena kata-kata Xue Jinggou, jejak kemarahan melintas di sorot matanya.


Bruk!


Xue Jinggou terduduk di tanah dan merayap mundur, dia berusaha untuk menghindari pedang di tangan Pangeran Li Xian.


Sang pangeran mengangkat alisnya dan berkata dengan datar. "Aku melakukan ini memang demi Nyonya Diana, tapi lebih tepatnya, demi putrimu —calon istriku!"


Setelah berterus terang, Pangeran Li Xian langsung menusuk dada Xue Jinggou dengan kejam.


Rasa sakit menyebabkan Xue Jinggou berteriak keras, darah mengalir di pedang dan menetes ke tanah.


Xue Jinggou ketakutan dan berteriak, "Yang Mulia Pangeran Li Xian, jika putriku adalah calon istrimu, kenapa kamu membunuhku? Aku adalah calon ayah mertuamu!"


"Jika demikian, aku harus bertanya pada Tuan Xue ... apa yang sudah kamu lakukan pada Shan Shan .... " Pangeran Li Xian mencabut pedangnya dan menusuknya sekali lagi ke dada Xue Jinggou.


"Jika Shan Shan saja tidak sudi memiliki ayah sepertimu, maka aku juga tidak ingin Tuan Xue menjadi ayah mertuaku."


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya menatap Xue Jinggou yang sudah tinggal menghembuskan nafas terakhir, dia bergumam, "Awalnya, aku ingin membiarkanmu tetap hidup. Namun, sayang sekali, seharusnya kamu tidak mengganggu kehidupan mereka."


"Shan Shan memang putrimu, jadi lebih baik tanganku saja yang ternoda oleh darah ini."


Pangeran Li Xian membuang pedang di tangannya, lalu menyeka darah di tangannya. Dia membelakangi cahaya bulan dan berkata dengan datar. "Bersihkan semua ini."


"Baik." Wei Shu menatap punggung Pangeran Li Xian, matanya penuh dengan kekaguman.


Tuan yang dingin dan kejam seperti ini adalah tuan yang sebenarnya!

__ADS_1


__ADS_2