Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa yang Kamu Pikirkan?


__ADS_3

Sebelum Xiao Xing dibawa pergi, Pangeran Li Xian meliriknya dengan dingin. "Jaga kelakuanmu!"


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian juga melirik ke arah tempat persembunyian Putri Amber.


Tentu saja, kata-katanya juga dilayangkan untuk memperingati Putri Amber!


Kemudian, Pangeran Li Xian menggenggam tangan Xue Shan Shan dan membawanya pergi.


"Kalian, kalian tunggu pembalasanku!" Putri Amber bergumam dengan penuh kebencian dari tempat persembunyiannya.


Xue Shan Shan langsung dibawa ke dalam kereta kuda, dia melipat kedua tangannya dengan ekspresi muram.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Pangeran Li Xian mendekat sembari menatap Xue Shan Shan.


"Aku merasa tidak tampil sebaik biasanya," sahut Xue Shan Shan masih dengan wajah muram.


Pangeran Li Xian memandang Xue Shan Shan sejenak, sebelum akhirnya bersuara. "Kemari, cium aku!"


Xue Shan Shan berpikir bahwa dia salah dengar, lalu mengerutkan alisnya. "Bukankah itu perbuatan yang tidak bermoral di siang hari begini?"


"Oh?" Pangeran Li Xian mulai menyadari bahwa sifat Xue Shan Shan telah berubah total hanya dalam satu malam, dia pun telah memastikan suatu hal.


Fia benar-benar tidak bisa tidak mengkhawatirkannya Xue Shan Shan.


Setelah terdiam beberapa saat, Pangeran Li Xian kembali berkata dengan suara yang menyiratkan kekecewaan. "Apa kamu sudah tidak menyukaiku lagi."


Xue Shan Shan terbengong, lalu menjawab dengan agak kaku. "Kapan aku mengatakan sudah tidak menyukaimu lagi?"


"Kalau begitu, cium aku!" Pangeran Li Xian tiba-tiba menyadari bahwa tidak peduli seperti apa kepribadiannya, Xue Shan Shan tetaplah sangat menarik untuk digoda.


Wajah Xue Shan Shan mengusut.


Setelah melihat sekeliling, dia dengan cepat memberikan kecupan singkat di bibir Pangeran Li Xian.


Ketika Xue Shan Shan ingin kembali ke tempat duduknya semula, Pangeran Li Xian malah membawanya ke pangkuannya.


Dalam waktu yang lama, Pangeran Li Xian menguasai bibir Xue Shan Shan.


Sebelum turun dari kereta kuda, Xue Shan Shan merapikan rambut dan bajunya, lalu melotot ke arah Pangeran Li Xian dan memberikannya tatapan peringatan saat berkata, "Kalau kamu melakukannya lagi, aku tidak akan sungkan kepadamu."


Setelah itu, Xue Shan Shan langsung turun dari kereta kuda.


Pangeran Li Xian menatap kepergian Xue Shan Shan dalam diam.


Ini pertama kalinya ada yang berani bicara lancang padanya.


Namun, mau bagaimana lagi, orang itu adalah Xue Shan Shan.


Dia sama sekali tidak marah, sebaliknya dia merasa gadis itu menjadi semakin menarik.


Setelah Xue Shan Shan menghilang dari pandangannya, Pangeran Li Xian berkata, "Ke Pasar Budak!"


...


Selama dua hari belakangan, Xue Shan Shan masih dengan kepribadian barunya hingga tidak ada yang berani menyinggungnya.


Bukan hanya pelayan, bahkan anggota Keluarga Perdana Menteri juga tidak ingin mengganggunya karena berpikir Xue Shan Shan sedang membutuhkan waktu sendiri untuk memperbaiki suasana hatinya.


Sementara itu, berita tentang Xue Shan Shan yang memukul pelayan Putri Amber juga sudah tersebar.


Namun, tidak ada satu pun yang datang mencari Xue Shan Shan untuk menuntut keadilan.


Bahkan, Putri Amber yang sempat diterjang olehnya juga hanya bisa bersembunyi di kediamannya dengan alasan tidak enak badan.


Ya, Putri Amber sudah dibebaskan oleh Qin Lang. Hanya saja, tubuh wanita itu sudah remuk seolah-olah tulangnya sudah dipatahkan secara paksa.


Pria itu benar-benar baji ngan, bahkan tetap menyentuh Putri Amber yang hampir sekarat.


Demi menghindari orang-orang melihat keadaannya, Putri Amber tidak menemui siapa pun, termasuk Permaisuri dan Kaisar.


Saat ibunya datang, lagi-lagi Putri Amber memberikan alasan yang sama.


Lagipula, itu bukan hanya sekedar alasan, tetapi fakta!


Hari ini, di Kediaman Putri Changning.


Xiangxiang dan Mu Ruhua berkumpul lagi, mereka melihat Xue Shan Shan yang bersuasana hati tidak baik hingga keduanya tidak bisa menahan diri untuk tidak bergetar.


"Qin Xiang, lihatlah perbuatanmu ini. Kenapa kamu meminta Bos Besar meminum Pil Kepribadian? Aku bahkan tidak berani lagi bicara dengannya." Mu Ruhua awalnya memang takut pada Xue Shan Shan, sekarang dia semakin takut hingga tidak berani mendekati gadis itu lagi.


Di samping, Lei Zhen pun berpihak pada Mu Ruhua, tidak seperti biasanya yang selalu membela Xiangxiang.


Sepanjang pagi ini, Bos Besar masih mengabaikannya.


Sikapnya sekarang benar-benar sama persis dengan Pangeran Li Xian.


Sepasang suami istri ini pantas menjadi satu keluarga, mereka sama-sama terlihat menyeramkan.


Xiangxiang juga tidak berdaya, bahkan Lisa kemarin Pangeran Li Xian datang mencarinya secara pribadi ke Pasar Budak karena masalah ini.


"Efek Pil Kepribadian ini bertahan lima hari lagi dan semuanya akan kembali seperti semula setelah dua hari lagi. Jadi, cukup berhati-hati selama dua hari ini." Siang juga tidak bisa tidak takut pada kepribadian Xue Shan Shan yang baru.


Xue Shan Shan duduk dengan santai sambil meminum teh, dia melirik ke arah mereka ketika menyadari orang-orang itu sedang membicarakannya.


Sambil tersenyum, Mu Ruhua menarik xiangi. "Lihat Qin Xiang, cuaca hari ini sangat bagus."


"Betul, betul."


Xue Shan Shan juga melirik ke arah langit, melihat cuaca mendung yang bisa turun hujan besar kapan saja.


Terlebih, udaranya pun sangat dingin dan ada kemungkinan dalam dua hari ini salju akan turun.


Tiba-tiba, dia teringat pada Kakek Ye, pria tua yang pernah dia tolong dari para bandit gunung di saat hendak kembali dari Kota Gu.


Lei Zhen sangat bangga dengan hak ini, dia memukul dadanya sambil berkata, "Bos, koneksiku dijamin luas!"


"Oh, ya?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya. "Kalau begitu bantu aku mencari seseorang."


"Katakan saja, Bos."

__ADS_1


Xue Shan Shan terdiam sejenak dan bertanya-tanya,


Di mana si tua itu sekarang?


"Lei Zhen!" Xue Shan Shan tiba-tiba memanggil.


Lei Zhen kaget saat namanya tiba-tiba dipanggil, lalu dia dengan hati-hati berjalan mendekat Xue Shan Shan. "Ada apa, Bos?"


"Bagaimana koneksimu di dunia silat?" tanya Xue Shan Shan.


Lei Zhen sangat bangga pada hak ini, dia memukul dadanya sambil berkata, "Bos koneksiku dijamin luas!"


"Oh, ya?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya. "Bantu aku mencari seseorang."


"Katakan saja, Bos."


Xue Shan Shan berpikir sejenak dan bertanya, "Apa kamu punya tinta dan kertas? Aku akan melukisnya."


Lei Zhen mengangguk, lalu pergi dan kembali dengan membawa tinta dan kertas.


Xue Shan Shan langsung menundukkan kepalanya, lalu mulai melukis.


"Orangnya, begini kira-kira rupanya, tolong cari dia," kata Xue Shan Shan sambil menunjuk gambar yang dia lukis.


Ketiga orang itu datang menghampiri Xue Shan Shan, lalu saling memandang.


Bos, gambar ini ....


Benar-benar sangat menakjubkan!


Di kertas ini, selain bisa terlihat bahwa yang dilukisnya adalah sosok manusia, selebihnya mereka bahkan tidak bisa membedakan apa orang itu laki atau perempuan, tua atau muda!


"Apa kamu mengerti?" Xue Shan Shan memberikan satu tatapan yang tajam.


"Bisa, bisa, serahkan padaku, Bos." Lei Zhen mana mungkin berani mengatakan tidak mengerti.


Sebaiknya, dia coba cari tahu dulu.


Sepertinya, Xue Shan Shan sangat puas dengan kata-kata Lei Zhen dan menjawab, "Aku pergi dulu, kalian lanjut saja."


Setelah meninggalkan Kediaman Putri Changning, Xue Shan Shan memilih untuk berjalan kembali ke Kediaman Perdana Menteri.


Saat melewati sebuah kios yang menjual buah dan sayuran, Xue Shan Shan melihat ada seorang pria yang melirik sekeliling, sebelum akhirnya mengulurkan tangannya ke kotak uang di dalam kios ketika pemilik kios tidak memperhatikan.


Seketika, Xue Shan Shan mengangkat kakinya dan menendang pria itu.


Pemuda itu ditendang habis-habisnya, tetapi tak disangka dia malah jatuh ke kios buah dan sayur hingga menghancurkan kios tersebut.


Setelah melihat adegan itu, Xue Shan Shan pergi sambil mencibir.


"Tuan Putri Changning benar-benar kelewatan, kenapa dia main pukul?" Pemilik kios meratapi kiosnya yang telah hancur dan merasa sedih, juga kecewa.


Pemuda itu pun memanfaatkan situasi dan menangis. "Benar, bukankah aku hanya ingin membeli dua buah labu? Untuk apa dia menendangku?"


Karena semakin banyak orang yang lewat, orang-orang itu mulai mengkritiknya bersama-sama.


"Hei, sulit merubah sifat seseorang. Bukankah dia sejak awal memang begitu?"


Orang-orang itu bergosip, Xue Shan Shan telah menjadi orang jahat nomor satu di ibukota.


Sesampainya di Kediaman Perdana Menteri, pelayan yang melihatnya satu per satu mencoba yang terbaik untuk menghindarinya seolah-olah mereka telah melihat hantu.


Selama dua hari berturut-turut, Xue Shan Shan tinggal di rumah dan tidak keluar.


Namun, dalam dua hari ini dia membuat orang-orang di kediamannya sangat sibuk.


Xue Shan Shan melihat penataan di sekitarnya dan merasa tidak ada yang enak dipandang, jadi dia memerintahkan orang untuk memindahkan beberapa dekorasi paviliun, seperti pakaian, perhiasan dan lainnya.


Pada akhirnya, mereka berhenti menyibukkan diri ketika orangnya Pangeran Li Xian datang dan mengundangnya malam di Istana Wanshou.


Di dalam Kediaman Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan melihat penataan sekeliling dan berpikir, 'Kenapa aku baru menyadari selera pangeran sangat bagus?'


Tidak heran aku menyukai pria ini.


Saat makan, Pangeran Li Xian melihat Xue Shan Shan makan dengan perlahan dan untuk pertama kali di dalam hidupnya, dia merasakan kekuatan Pil Kepribadian.


Selain mengubah kepribadian, juga membuat orang tidak nafsu makan.


Untungnya, efek Pil Kepribadian ini akan menghilang besok.


"Mau makan lagi?"


Melihat Xue Shan Shan sudah makan semangkuk kecil, Pangeran Li Xian meletakkan sumpit dan menatap gadis itu.


Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku sedang diet. Akan mudah gemuk jika makan terlalu banyak."


Gemuk?


Mendengarkan itu, sudut bibir Pangeran Li Xian sedikit menyunggingkan senyum.


Sejak kapan gadis kecil ini begitu memikirkan tubuh?


Pangeran Li Xian ingat, belum lama ini Xue Shan Shan bahkan masih menambah nasi lagi setelah menghabiskan dua mangkuk nasi. Dia dengan penuh percaya diri mengatakan usianya baru enam belas tahun dan masih dalam masa pertumbuhan.


"Makan lebih banyak, kamu tidak gemuk." Pangeran Li Xian memberikan beberapa sayuran lagi dan menaruhnya di mangkuk kecil yang ada di hadapan Xue Shan Shan.


"Saat aku gemuk nanti, kamu mungkin tidak akan mengatakan itu, bahkan akan mengejekku," kata Xue Shan Shan sambil melototi Pangeran Li Xian.


"Di matamu, apa aku orang seperti itu?" Pangeran Li Xian bertanya dengan tenang.


Xue Shan Shan mendengus. "Mulut pria itu, penipu!"


Mendengar kosa kata baru keluar dari mulut Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian tersenyum. "Mulutku hanya akan menciummu, tidak akan menipumu!"


Xue Shan Shan langsung dibuat terdiam dan tidak bisa berkata-kata.


Pria ini, dia terbang begitu saja setelah jatuh cinta.


Setelah melirik aneh ke rah Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan berdiri dan berkata ingin berjalan-jalan untuk mencerna makanan.

__ADS_1


Saat berjalan, Xue Shan Shan mendapatkan kabar bahwa Nyonya Diana mengalami kecelakaan.


Xue Shan Shan bergegas kembali dan begitu tiba di Kediaman Perdana Menteri, dia mendapati tempat itu sudah sangat kacau dan dipenuhi oleh orang-orang yang berlalu-lalang.


Di belakang, Pangeran Li Xian hanya berdiri diam dengan aura dingin mencekam yang menguar dari sekujur tubuhnya.


"Ibuku kenapa? Siapa yang mencelakainya?" Xue Shan Shan menatap orang-orang di sana dengan dingin.


Akhir-akhir ini, bahkan Lin Mei pun merasa takut pada Xue Shan Shan.


Namun, hanya dia yang memberanikan diri untuk berbicara. "Nona, Nyonya Diana ditusuk dengan pisau oleh Xiao Xing saat sedang keluar."


Xiao Xing lagi!


Seharusnya, dia tidak melepaskan Xiao Xing terakhir kali


Xue Shan Shan menggertakkan giginya, dia tidak sempat memikirkan apa pun tentang Xiao Xing lagi dan segera masuk ke dalam kamar ibunya.


Di sana, kakek, nenek, bahkan kedua paman dan bibinya suda menangis melihat Tabib Zhang dan beberapa tabib lainnya berusaha menghentikan darah Nyonya Diana yang sudah tidak sadarkan diri.


Saat ini, Xue Shan Shan juga tidak berencana menenangkan semua orang, dia hanya mendekati ibunya dengan tenang.


Padahal, di dalam hatinya Xue Shan Shan sangat panik.


"Adik seperguruan, kondisi Nyonya Diana sangat tidak baik, darahnya terus mengalir dan sulit dihentikan." Tabib Zhang juga agak panik, tetapi dia merasa sedikit lega begitu melihat Xue Shan Shan.


Gadis itu pergi mendekati Nyonya Diana, lalu memeriksa kondisinya.


Keadaan Nyonya Diana memang sangat kritis, denyut nadinya bahkan tidak stabil.


Jika pendarahan tidak segera dihentikan, Xue Shan Shan tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada ibunya.


Xue Shan Shan segera berlari keluar dan tidak lama kemudian, dia kembali dengan membawa masuk kotak obat yang sangat besar.


"Kalian semua, keluarlah! Biarkan aku yang menangani ibuku." Xue Shan Shan mengeluarkan suara dingin, tatapannya bahkan terasa lebih dingin daripada cuaca saat itu.


"Shan Shan, apa yang akan kamu lakukan?" Nyonya Tua Lee terkejut


"Operasi."


"Apa?!"


Semua orang di dalam ruangan sangat terkejut, tidak terkecuali Pangeran Li Xian.


Operasi memang bisa menyelamatkan orang terluka, tetapi juga sangat berbahaya.


Nyonya Tua Lee dan yang lainnya ingin membantah kata-kata Xue Shan Shan, tetapi Pangeran Li Xian yang sejak awal setia mengikuti gadis itu menggelengkan kepala dan berkata dengan datar. "Percaya saja padanya!"


Mendengar itu, semua orang dengan enggan mempercayai Xue Shan Shan.


Bagaimanapun, gadis itu tidak mungkin mencelakai ibunya sendiri dan pasti akan melakukannya yang terbaik.


Di bawah pengawasan Pangeran Li Xian, semua orang keluar, kecuali Tabib Zhang yang diminta tetap tinggal oleh Xue Shan Shan untuk membantunya.


Semua orang menunggu dalam keadaan khawatir, bahkan Nyonya Tua Lee dan kedua menantunya tidak berhenti menangis.


Lee Zhejiang yang masih bisa bersikap sedikit tenang, menatap para pelayan. "Siapkan tempat untuk Yang Mulia Pangeran Li Xian!"


Lee Zhejiang berpikir tidak mungkin membiarkan Pangeran Li Xian yang agung terus berdiri seperti mereka yang menunggu di luar dalam keadaan tak menentu.


"Tidak perlu, aku menunggu di sini saja." Pangeran Li Xian menanggapi seadanya, orang lain juga tidak memaksa.


Lagipula, fokus mereka saat ini hanya tertuju pada Nyonya Diana yang sedang sekarat.


Entah sudah berapa lama, akhirnya Xue Shan Shan berjalan keluar dengan ekspresi kelelahan.


Melihat Xue Shan Shan berjalan keluar dengan hampir seluruh tubuh dinodai oleh darah, semua orang tampak begedik ngeri.


"Shan Shan, bagaimana ... keadaan ibumu?" Nyonya Tua Lee sangat khawatir sehingga bertanya dengan tergagap.


"Aku hanya bisa bilang bahwa ibu masih hidup." Xue Shan Shan tidak berniat menjelaskan panjang lebar.


Saat ini, Nyonya Diana hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri dan akan tersadar setelah efek obat hilang sepenuhnya.


Mungkin, dianjuga akan merasa sangat kesakitan pada saat itu.


Mendengar kenyataan Nyonya Diana masih hidup, semua orang menghela nafas lega.


Kemudahan, pelayan di samping bertanya dengan hati-hati. "Tuan Putri, apa yang harus kami lakukan selanjutnya?"


"Kalian yang tidak berkepentingan pergi saja. Selain itu, jangan ada yang masuk ke dalam ruangan, biarkan aku yang menangani tempat ini selama beberapa hari."


Pada akhirnya, Nyonya Tua Lee dan yang lainnya hanya bisa mendengarkan instruksi Xue Shan Shan dengan pasrah.


Bagaimanapun, mereka pikir tidak menemui Nyonya Diana untuk saat ini adalah hal yang paling baik.


Nyonya Diana memerlukan waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri, jadi tidak perlu mengganggunya.


Setelah memberi instruksi, Xue Shan Shan tiba-tiba teringat pada Xiao Xing dan dengan sinis berkata, ",Cari dan tangkap Xiao Xing hidup-hidup, bawa dia ke hadapanku!"


Pada saat ini, Xiao Xing melarikan diri seperti seorang buronan, dia bahkan sudah berlari sampai ke gerbang ibukota.


Begitu melihat ada penyewa kereta kuda, Xiao Xing mengeluarkan uang peraknya. "Cepat, antarkan aku meninggalkan ibukota!"


Sebelum sempat menginjakkan kakinya ke kereta kuda, dampak beberapa pengawal melompat keluar dari udara. Bahkan, dua buah pedang sudah bertengger di depan leher Xiao Xing.


Dalam sekejap, seluruh tubuh Xiao Xing sudah dikelilingi oleh rasa dingin.


Habislah aku!


Tidak lama kemudian, Xiao Xing sudah dibawa ke aula besar Kediaman Perdana Menteri.


Pada saat ini, aula sudah dipenuhi orang-orang.


Xiao Xing bergidik ngeri ketika menemukan bahwa Pangeran Li Xian si penguasa akhirat di dunia fana juga ada di sana.


Saat ini, banyak yang memandang penuh amarah pada Xiao Xing. Bahkan, para pelayan yang bekerja untuk Nyonya Diana juga rasanya ingin menerjang gadis itu hingga mati.


"Xiao Xing, sebelumnya kamu bersama Putri Amber berkali-kali mencoba menjebakku. Bahkan, terakhir kali kamu juga ingin mencelakai aku. Namun, aku terpaksa melepaskanmu karena beberapa hal. Tidak disangka, kali ini kamu cari mati sendiri!"

__ADS_1


__ADS_2