Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Lawan yang Sepadan


__ADS_3

Begitu keluar dari Aula Mu'an, Nyonya Diana meminta Xue Shan Shan kembali ke Paviliun Bulan, sementara dia kembali ke kediaman sendiri.


Xue Shan Shan tidak membantah, dia membiarkan saja ibunya kembali dan beristirahat.


Saat tiba di Paviliun Bulan, Lin Mei mengeluh dan mencibir, "Sudah seperti ini baru mereka ingat bahwa Nyonya adalah nyonya rumah, selama ini mereka anggap apa?"


Mendengarnya, Xue Shan Shan tersenyum sinis.


Bahkan, Lin Mei yang sedikit lemot bisa memiliki pemikiran seperti itu.


"Benar, bisa sekali Nona Kedua ingin menjebak Nyonya Diana." Tidak seperti Lin Mei, Qing Ke lebih berpikiran tajam.


Dia bisa melihat dan membaca gerak-geriknya Xue Yuwen yang ingin mendapatkan keadilannya untuk ibunya, tetapi tidak berani mengambil resiko.


Mendengar itu, Lin Mei langsung memasang ekspresi khawatir di wajahnya. "Meskipun sekarang nyonya terbukti tidak bersalah, apa mereka akan tetap mengejar nyonya untuk menyalahkannya?"


"Tidak akan." Minglang berbicara tak acuh, dia juga mendengar semua pembicaraan mereka selama di Aula Mu'an.


Biasanya, dia jarang mengutarakan pendapatnya. Akan tetapi, dia langsung ikut berkomentar setelah mendengar kata-kata Lin Mei. "Kalau mereka masih memiliki keraguan pada nyonya, mereka tidak akan membiarkan nyonya dan nona pergi."


Lin Mei dan Qing Ke mengangguk setuju.


"Menurut kalian, sebenarnya siapa yang memberikan racun ini?" Lin Mei bertanya dengan heran.


"Yura Chen." Xue Shan Shan dan Minglang berbicara bersamaan.


Lin Mei dan Qing Ke sama-sama tertegun, terlihat jelas bahwa mereka kebingungan.


Xue Shan Shan melirik Minglang, dia tidak merasa heran jika Minglang bisa menebak hal itu.


Bagaimanapun, orang-orang yang ada pernah bekerja di sisi Pangeran Li Xian pasti tidak hanya memiliki ketangkasan dalam berkelahi, tetapi juga berpikir.


Ya, Minglang adalah pengawal yang diutus oleh Pangeran Li Xian untuk memata-matai Xue Shan Shan.


Bisa dikatakan, Minglang datang di saat yang tepat.


Saat itu, Xue Shan Shan baru saja membuang semua pelayan dan pengawal yang tidak berguna di sisinya.


Pangeran Li Xian yakin, Xue Shan Shan pasti membutuhkan seseorang yang dapat diandalkan.


Dan Minglang adalah orangnya!


Meski tahu, Xue Shan Shan juga tidak berniat membuka misi Minglang atau pun mengusir pria itu pergi.

__ADS_1


Setidaknya, Minglang benar-benar berguna baginya.


Minglang juga membalas tatapan Xue Shan Shan, tetapi dia segera menundukkan kepalanya, menandakan bahwa dia tidak ingin menjelaskan apa pun.


"Lin Mei, ambilkan secangkir teh kemari."


Lin Mei segera menuangkan secangkir teh dan berjalan menghampiri Xue Shan Shan.


Gadis itu mengulurkan jari telunjuk dan mengetuk bibir cangkir, lalu menarik tangannya kembali.


Dalam sekejap, teh yang semua berwana kekuningan berubah menjadi warna gelap!


"Ini ...."


Lin Mei dan Qing Ke tercengang, sementara Minglang tetap tenang meskipun diterpa keterkejutan.


Trik seperti ini tidak pernah dipertunjukkan dan nona muda tidak mungkin mempelajarinya.


Namun, ....


Seketika, pikiran Minglang penuh dengan pertanyaan kenapa Xue Shan Shan bisa melakukannya.


Mata Lin Mei membelalak, dia tampak tidak percaya.


Xue Shan Shan mengulurkan jari telunjuk dan menggesek kukunya, membuat Minglang, Lin Mei dan Qing ke dengan jelas melihat serbuk merah berjatuhan.


"Nona." Qing Ke menelan air liurnya. "Ini?"


"Salah satu kemungkinan adalah ada racun yang disembunyikan di kuku Yura Chen." Xue Shan Shan berbicara dengan tenang. "Jika aku mau, aku bisa saja menangkap basah Yura Chen karena sekeras apa pun dia mencuci tangan, racun yang tersisa di kukunya tidak mungkin bisa disingkirkan dengan mudah."


Lin Mei dan Qing Ke saling bertatapan lagi, hal-hal yang dikatakan oleh Xue Shan Shan jelas jauh dari pemahaman mereka.


"Minglang, nanti ajarkan mereka tentang hal ini. Mereka harus bisa memahami hal-hal semacam ini karena berada di sisiku."


Minglang mengangguk patuh.


Lin Mei mengerutkan keningnya, lalu bertanya dengan heran. "Kalau begitu, kenapa kamu tidak mengungkap kejahatan Yura Chen?"


"Apa untungnya untukku," sahut Xue Shan Shan tak acuh. "Biarkan saja Yura Chen mau melakukan apa pun, asal dia tidak menjadikan ibuku kambing hitam."


Mendengar itu, Minglang tertawa dingin. "Mana mungkin dia berani melibatkan Nyonya Diana, sementara penyambung nyawanya ada pada Nona Besar."


Dengan kata lain, nyawa Yura Chen ada di tangan Xue Shan Shan!

__ADS_1


Jika Yura Chen berani macam-macam, nyawa jadi taruhannya!


"Penyambung nyawa?" Lin Mei dan Qing Ke mengerutkan kening mereka.


Minglang hanya diam, dia tidak berniat menjelaskan apa pun pada keduanya tentang bagaimana Xue Shan Shan dengan mudahnya mengendalikan Yura Chen menggunakan racun.


Awalnya, Xue Shan Shan tidak peduli saat mengetahui Xue Jingguo akan membawa seorang wanita ke Kediaman Xue untuk diangkat menjadi selir.


Namun, begitu mengetahui wanita yang dibawa tidak sederhana, Xue Shan Shan diam-diam memberikan racun yang bereaksi setiap awal bulan pada Yura Chen.


"Lagipula, ini hanya sebagian kecil trik yang dimainkan para wanita untuk berebut suami." Xue Shan Shan kembali berkata dengan tak acuh.


Kemudian, cahaya redup melintas di mata Xue Shan Shan. "Jika aku mengungkap trik Yura Chen, bukankah itu terlalu menguntungkan bagi Selir Faye?"


Xue Shan Shan tersenyum miring, dia tidak semurah hati itu!


Sebelumnya, Selir Faye melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Nyonya Diana.


Mulai hari ini, Selir Faye menemukan lawan yang sepadan!


Apa yang ditabur, itulah yang dia tuai!


Pada akhirnya, seperti yang sudah diprediksi oleh Xue Shan Shan, persidangan di Aula Mu'an tidak mendapatkan hasil yang memuaskan bagi Xue Yuwen karena dia tidak berhasil menemukan bukti, apalagi pelakunya.


Di kediamannya, Selir Faye tampak sangat pucat.


Karena masalah teh bunga safflower, tubuhnya mengalami banyak kerusakan.


Lilu membantunya bangun dan membiarkannya bersandar di bantal, lalu bertanya, "Nyonya, kamu tidak mau tidur lagi?"


"Tidak, aku sudah cukup tidur." Selir Faye menggeleng sambil menyentuh perutnya dan menatap Lilu saat bertanya, "Apa kamu berhasil menyelidikinya?"


Wajah Lilu menjadi serius, dia menggeleng dan menjawab, "Tidak ada hasil. Tuan sudah mengutus orang untuk menyelidikinya, tetapi baik pihak Paviliun Diana mau pun Taman Fixie tidak terbukti terlibat dalam masalah ini."


"Tidak terlibat?" Selir Faye tertawa dingin. "Kelahiran anakku bukankah akan menjadi batu sandungan bagi mereka?"


"Nyonya, saya pikir Nyonya Diana tidak akan melakukan hal ini." Lilu membawakan secangkir air panas dan memberikannya pada Selir Faye sambil berkata dengan suara rendah. "Kalau Nyonya Diana benar-benar menganggap bayi yang kamu kandung adalah batu sandungan, bukankah seharusnya dia melakukannya sejak kamu hamil Nona Kedua?"


Selir Faye menganggukkan kepalanya. "Kata-katamu memang masuk akal, aku juga tahu karakter Diana Lee. Hal ini tidak tampak seperti sesuatu yang akan dilakukan olehnya. Jadi, apa menurutmu pelakunya adalah Yura Chen?"


Lilu berpikir sejenak, lalu menggelengkan kepalanya. "Semua orang di kediaman ini bisa melihat bagaimana perhatian Tuan terhadap kehamilanmu, Yura Chen seharusnya tahu juga. Jadi, kurasa dia tidak sebodoh itu. Karena kalau sampai ketahuan, dia pasti akan kehilangan cinta kasih Tuan dan hidupnya di sini pun tidak akan mudah."


Mendengar penjelasan Lulu, Selir Faye merasa agak kacau. "Kalau begitu, siapa pun bukan pelakunya. Apa teh bunga safflower dalam sup penenang itu palsu?"

__ADS_1


__ADS_2