
"Tentu saja, banyak orang di sekitar pada saat itu. Jadi, Tuan bisa menyelidikinya sendiri."
Xue Jingguo menghela nafas dan berkata dengan perlahan. "Lilu hanya berusaha melindungi bunga plum milik Selir Faye yang memintanya dariku sejak lama dan sangat menyukainya. Kamu juga, kenapa harus memotong bunga plum, padahal ada banyak bunga lain di taman."
Melihat ekspresi sedih Yura Chen, Xue Jingguo berusaha membujuknya. "Sudah, sudah. Jangan sedih lagi, untung saja kamu sekarang tidak apa-apa. Selir Faye juga sedang hamil, jadi jangan biarkan hal kecil ini membuatnya bersedih."
Xue Jingguo kemudian kembali berkata sambil tersenyum. "Aku memiliki batu giok yang sangat indah. Aku akan meminta seseorang membuatkan sepasang anting-anting untukmu."
Hati Yura Chen perlahan-lahan menjadi dingin setelah mendengar kata demi kata yang Xue Jingguo ucapkan.
Pada akhirnya, hati Xue Jingguo masih saja ada pada Selir Faye.
Ternyata, yang dikatakan Xue Shan Shan bahwa Selir Faye adalah orang nomor satu dan paling penting bagi Xue Jingguo adalah fakta!
Meski demikian, Yura Chen menunjukkan senyuman di wajahnya. "Tuan memang yang terbaik."
Sambil mengelus perutnya sendiri, dia mengambil nafas dalam-dalam.
Anakku, Ibu tidak akan membiarkanmu mati seperti ini!
Keesokan harinya, Xue Shan Shan mengunjungi Paviliun Diana dan melihat Su Qiu membawa tonik menuju ke Taman Fixie.
Memang tidak ada hal penting, tetapi Xue Shan Shan bisa melihat ibunya terlihat sangat bersemangat meski tampak lebih kurus dari biasanya.
"Ibu, besok adalah ulang tahunku." Xue Shan Shan mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyum manis. "Bagaimana kalau aku makan berdua saja bersama Ibu?"
Nyonya Diana tersenyum lembut, dia tahu Xue Shan Shan tidak suka keramaian sehingga tidak menginginkan pesta. "Tentu saja boleh."
Hanya saja, ada perubahan pada rencananya karena pada esok harinya, pintu gerbang Kediaman Xue dibuka untuk menyambut orang-orang dari Kediaman Perdana Menteri yang membawa beberapa kotak ukuran besar.
Melihat itu, mata Selir Faye tampak berbinar dan dia bergegas mendekat. "Apa semua ini dikirim oleh Kediaman Perdana Menteri?"
Sambil berbicara, Selir Faye membuka beberapa kotak dan melihat barang berharga yang langka, yaitu kain indah di hingga matanga menyetorkan keserakahan dalam sekejap.
"Lilu, bawa semuanya masuk ke dalam gudang "
"Tunggu!" Bibi Merry yang merupakan pengurus rumah Kediaman Perdana Menteri mengerutkan alis, dia menatap Selir Faye dan berkata, "Ini semua adalah hadiah ulang tahun Nona Besar, kenapa harus dibawa ke gudang Kediaman Xue?"
__ADS_1
Ekspresi canggung langsung muncul di wajah Selir Faye dan Lilu yang berada di sebelah segera berkata, "Bibi Merry sudah salah paham, Selir Faye bermaksud untuk menyimpan semua ini ke dalam gudang terlebih dulu. Setelah menghitung semua barang dengan benar, semua ini akan dipindahkan ke gudang kecil Nona Besar."
Setelah mendengar penjelasan Lilu, eskpresi di wajah Bibi Merry tidak berubah. "Namun, nyonya tua kami berpesan bahwa barang-barang ini harus diantarkan langsung ke tangan Nona Besar." Sambil berkata, Bibi Merry memberi perintah pada orang-orang di belakangnya. "Angkat dan bawa ke Paviliun Bulan."
Melihat Bibi Merry pergi bersama orang-orang itu tanpa memperdulikan keberadaannya, Selir Faye mengepalkan tangannya dan mendengus, "Apa hebatnya? Pada akhirnya, semua barang-barang ini hanya akan menjadi milik anakku!"
"Benar yang Selir Faye katakan. Barang-barang ini tentu saja akan menjadi milik putramu!"
Jelas, Lilu yakin bahwa bayi di dalam perut Selir Faye adalah laki-laki.
"Kurasa belum tentu." Entah sejak kapan, Yura Chen sudah berada di belakang mereka dan menampilkan senyuman mengejek di wajahnya. "Semua ini untuk Nona Besar, jadi tentu saja akan kelak akan menjadi maharnya."
Selir Faye menahan emosinya dan mempertahankan senyum palsu di wajahnya, dia melirik Yura Chen dan pandangannya tiba-tiba jatuh pada perut wanita itu. "Aku belum mengucapkan selamat pada Nona Chen. Selamat untuk kehamilanmu, selamat juga sebentar lagi kamu akan diangkat menjadi selir tuan."
Tentu saja, ucapan selamat dari Selir Faye tidak tulus.
Bagaimana mungkin dia bisa bersikap tulus pada wanita yang menjadi saingan cintanya?
Terlebih, Yura Chen sudah hamil dan akan segera diangkat menjadi selir.
"Tidak perlu, justru aku segar berterima kasih pada Selir Faye dan Lilu. Kalau bukan karena kalian menyentuhku, aku tidak akan tahu bahwa aku hamil." Saat berbicara, Yura Chen tertawa sedikit. "Kebetulan aku ingin pergi memberikan hadiah untuk Nona Besar, jadi aku pergi dulu."
"Selir Faye, perkataan ini tidak boleh diucapkan sembarangan!" Lilu segera menyela Selir Faye dan melihat ke sekeliling.
Setelah melihat tidak da siapa pun di dekat mereka, Lilu kembali memperingatkannya dengan berbisik, "Nyonya, kita sekarang sedang di luar. Jika kata-katamu didengar oleh tuan, itu akan sangat fatal."
Begitu mendengar kata-kata Lilu, Selir Faye tersadar kembali, lalu geebatuk ringan dan berjalan ke tempat tinggal Xue Shan Shan.
Sementara itu, Xue Shan Shan sudah melihat semua isi di dalam kotak yang dikirimkan oleh Kediaman Perdana Menteri dan yakin bahwa itu semua dipersiapkan oleh nenek dan kedua bibi, serta kakak sepupunya.
Wajah Xue Shan Shan penuh dengan senyum ceria, dia pun berkata dengan manis pada Bibi Merry. "Terima kasih pada Bibi Merry yang telah menyuruh orang mengantarnya kemari. Maaf sudah merepotkan Bibi Merry."
Bibi Merry menunjukkan ekspresi penuh kasih di wajahnya, dia tidak menghiraukan Selir Faye sama sekali. "Hehe yang penting Nona Besar menyukainya."
Sambil berbicara, Bibi Merry menyerahkan sebuah dafrar kepada Xue Shan Shan. "Nona, coba periksa dulu. Kalau tidak ada masalah, saya akan kembali sekarang.h"
Lin Mei yang berada di samping segera memasukkan kantung yang ke tangan Bibi Merry.
__ADS_1
Ketika Bibi Merry hendak menolak, dia mendengar Xue Shan Shan berkata sambil tersenyum. "Bibi Merry telah bekerja keras, bawalah semua orang untuk makan-makan. Hari ini adalah ulang tahunku, aku ingin semua orang ikut senang."
Setelah mendengarnya, Bibi Merry menerimanya. "Kalau begitu, terima kasih banyak, Nona."
Bibi Merry memberi hormat, lalu membawa para bawahannya pergi.
Xue Shan Shan melihat Lin Mei membuka kotak dan memilah barang dengan wajah yang terlihat senang. "Banyak sekali kain yang terlihat bagus, aku bisa membuat lebih banyak pakaian untuk Nona."
"Kamu dan Minglang ambil masing-masing satu rol, lalu simpan kain berwarna hijau muda itu untuk Qing Ke." Xue Shan Shan duduk di kursi dan menopang dagunya dengan satu tangan di meja, lalu memberi perintah sambil tersenyum. "Kain merah terang untuk ibuku dan kuning angsa untuk Nona Chen."
"Baik." Mengetahui tidak ada bagian untuk Selir Faye, Lin Mei sangat senang.
Awalnya, Minglang ingin memilih kain berwarna hitam, tetapi Xue Shan Shan langsung berkata, "Kamu adalah pelayan di sisiku, jadi pakailah pakaian yang sedikit terang dan warna putih cukup bagus untukmu. Aku jamin, tidak akan ada yang mengataimu karena hal itu."
Tangan Minglang berhenti, dia mengambil kain berwarna putih dan sedikit senyuman muncul di matanya yang selalu tampak dingin.
Sesaat kemudian, Yura Chen datang dan memberi Xue Shan Shan barang yang dia buat sendiri dan sangat senang saat memegang kain pemberian gadis itu.
Selir Faye juga datang dan berkata dengan senyuman. "aku dengar Nona Besar tidak ingin mengadakan pesta meriah, tapi menurutku sebaiknya kita mengadakan perjamuan makan bersama, bagaimana?"
Xue Shan Shan menatap Selir Faye, dia hanya mengangguk untuk menyetujui saran wanita itu.
Jika menolak, dia yakin Selir Faye tidak akan diam dan perjamuan ini juga pasti akan diselipkan trik licik yang mungkin saja ditujukan kepada Yura Chen.
Meskipun tahu niat Selir Faye, Xue Shan Shan hanya diam saja dan tersenyum misterius.
Setelah meninggalkan gelang giok untuk Xue Shan Shan sebagai hadiah, Selir Faye pergi bersama Lilu.
Begitu meninggalkan Paviliun Bulan, senyuman di wajah Selir Faye langsung hilang tanpa jejak dan dia pun mencibir, "Sepertinya, Nona Besar sedang merendahkan aku! Dia memberikan wanita jalan itu kain, tapi tidak memberikan apa pun padaku."
Lilu tidak menyahut.
Selir Faye memutar bola matanya. "Kalau begitu, perjamuan ini diatur sembarangan saja."
Lilu tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan langsung pergi untuk mempersiapkan segalanya.
Melihat Yura Chen masih di hadapannya, Xue Shan Shan bertanya, "Apa ada urusan?"
__ADS_1
Yura Chen langsung mengangguk, tetapi saat ingin berbicara, suara Da Bingzhi terdengar dari arah luar.
"Nona Besar, Nona Kedua sudah datang."