
Setelah mengantarkan kepergian orang-orang dari pasar budak, Xue Shan Shan mengambil jalan memutar untuk pergi ke Kediaman Pangeran Li Xian.
Ketika sang pangeran melompat turun dari loteng, dia melihat Xue Shan Shan melompat ke Paviliun Huayi dengan wajah bahagia yang tidak bisa disembunyikan.
"Sudah selesai?" Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan.
"Sudah." Xue Shan Shan mengangguk dengan senyum lebar di wajahnya. "Aku meminta sepuluh juta tael dari Qin Lang untuk barang-barang yang harganya kurang dari lima puluh teal."
"Hmmmm, bagus sekali." Mata Pangeran Li Xian menunjukkan apresiasi.
Gadis kecil ini akhirnya mengerti untuk meminta harga yang tinggi.
"Aku sedikit malu." Xue Shan Shan tersenyum malu-malu pada Pangeran Li Xian.
"Ayo, makan." Pangeran Li Xian langsung membawa Xue Shan Shan pergi ke meja makan yang sudah dipenuhi dengan berbagai macam hidangan.
Xue Shan Shan benar-benar kelaparan, terlebih dia baru saja bekerja keras untuk mendetoksifikasi racun Qin Lang. Jadi, tenaganya terkuras habis bersamaan dengan perut yang keroncongan.
Setelah dia hampir selesai makan, Pangeran Li Xian malah menuangkan semangkuk sup dan menyerahkannya kepadanya.
Xue Shan Shan tidak menolak, dia menyesap sup sambil menatap Pangeran Li Xian dan berkata, "Qin Lang tidak mungkin bisa memiliki anak di masa depan."
"Benarkah?" Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan penuh minat.
"Ya, aku melihat sorot matanya tadi seperti ingin bangun dan memakanku hidup-hidup. Bagaimanapun, dia pasti berpikir garis keturunannya akan terputus tanpa memiliki seorang putra." Xue Shan Shan meremehkan pemikiran seperti ini.
Mendengar penjelasan Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian memasang ekspresi sinis.
"Apa kamu juga berpikir akan lebih baik memiliki seorang putra?" Xue Shan Shan memandang Pangeran Li Xian.
Berdasarkan identitas Pangeran Li Xian, dia mungkin juga merasa harus memiliki seorang putra untuk mewarisi bisnis keluarganya.
"Tidak peduli anak perempuan atau laki-laki, aku tidak keberatan." Pangeran Li Xian bicara sambil duduk bersandar dengan santai.
Sebelumnya, dia bahkan tidak pernah berpikir untuk memiliki anak.
Namun, dia baru-baru ini mulai memikirkannya.
Dia berpikir bahwa memiliki anak perempuan bukanlah hal buruk, mungkin putrinya akan semanis Xue Shan Shan.
Mendengar jawaban Pangeran Li Xian, bibir Xue Shan Shan menyungging senyum.
"Kamu masih mau makan yang itu baru-baru ini?" Pangeran Li Xian teringat sesuatu, menyesuaikan dengan suasana hatinya.
Xue Shan Shan bingung. "Apa itu?"
"Pil untuk mewujudkan impianmu." Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan yang kebingungan, kata-katanya pun terkesan bercanda.
Xue Shan Shan memakin tercengang dengan eskpresi bingung.
Mewujudkan impian?
Pil?
Tunggu sebentar ....
Pikiran Xue Shan Shan langsung melayang keajaiban di mana dia berada di dalam kereta kuda Pangeran Li Xian sambil memakan sekantong besar biskut.
Karena takut Pangeran Li Xian akan salah paham, Xue Shan Shan mengatakan bahwa yang dia makan adalah untuk menyehatkan tubuhnya dan memfasilitasinya kehamilannya di masa depan.
Sekarang, Xue Shan Shan mulai menyesal dengan perkataannya yang mempermalukan diri sendiri.
__ADS_1
"Sebenarnya, apa yang aku makan hari itu hanyalah sejenis permen. Itu bukan pil, juga bukan sesuatu ... yang kalau dimakan bisa ...." Semakin lama berbicara, suara Xue Shan Shan semakin kecil.
Pangeran Li Xian mengangkat alisnya sedikit. "Oh?"
"Ya." Xue Shan Shan mengangguk setuju.
Pangeran Li Xian tertawa kecil sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala Xue Shan Shan, lalu berkata dengan nada menggoda. "Sebenarnya, aku bisa membantumu mewujudkan impian ini."
Xue Shan Shan membeku, dia kemudian hanya bisa bergumam di dalam hati. 'Aku belum siap, kenapa begitu tiba-tiba?'
Dalam sekejap, Xue Shan Shan tersipu malu hingga rasanya dia sangat ingin bersembunyi di bawah meja.
Tampaknya, sangat menyenangkan bagi Pangeran Li Xian untuk menggoda Xue Shan Shan. Dia menahan senyuman dan berbicara, "Aku tiba-tiba juga menginginkan anak perempuan."
Hei, hei, hei!
Sudah cukup!
Pada akhirnya, Xue Shan Shan sangat malu hingga dia mengangkat kepalanya dan mengedipkan matanya sambil berkata, "Bagaimana kalau kamu menjadikanmu anak angkat saja? Aku akan memanggilmu ayah."
Melihat Pangeran Li Xian terbungkam, suasana hati Xue Shan Shan mulai membaik dan langsung tertawa.
Setelah duduk sebentar, Xue Shan Shan hendak kembali ke Kediaman Perdana Menteri.
"Aku antar kamu pulang."
"Baiklah."
Ketika kereta berhenti di pintu masuk Kediaman Perdana Menteri, bibir Xue Shan Shan sudah merah dan bengkak lagi sehingga dia menatap marah pada seorang pria yang menjadi tersangka dan tengah tersenyum bahagia.
"Apa kamu punya hobi aneh, seperti berciuman di kereta?" Xue Shan Shan menyerukan suara hatinya yang tersiksa.
Pangeran Li Xian mengangkat kepalanya dan memainkan sehelai rambut Xue Shan Shan di tangannya. "Di mana pun aku suka, asal bersamamu. Kamu mau mencobanya?"
Xue Shan Shan langsung melompat keluar tanpa menghiraukan kata-kata Pangeran Li Xian yang semakin menggila.
Pangeran Li Xian hanya melihat sosok yang menghilang ke dalam Kediaman Perdana Menteri, senyumannya pun melebar.
Setelah kembali, Xue Shan Shan langsung disambut oleh keluarganya dan dilempari berbagai macam pertanyaan.
Terutama, tentang kondisi Qin Lang.
Setelah mengatakan semuanya sudah selesai dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Xue Shan Shan barulah diberikan izin kembali ke kamarnya.
Saat malam hari, Xue Shan Shan diam-diam menyelinap ke penginapan Qin Lang hanya untuk menemui Putri Amber.
Dia harus segera memainkan drama dan mengakhiri semuanya dengan cepat.
Bagaimanapun, sampah masyarakat tidak boleh dibiarkan berkeliaran terlalu lama, hanya akan membuat polusi.
Saat ini, Putri Amber yang sedang demam tinggi dengan luka cambuk yang membengkak dan mengeluarkan nanah, tampak tengah berbaring di lantai.
Di sisinya, Xiao Xing sudah diizinkan untuk menjenguk dan merawat luka Putri Amber.
"Tuan Putri, kita seharusnya memanggil tabib. Lukamu harus segera diobati." Xiao Xing tidak tega melihat kondisi Putri Amber yang sangat menyedihkan.
"Tidak, jangan panggilkan tabib. Jangan biarkan siapa pun tahu tentang keadaanku saat ini."
Jika diketahui seorang putri dicambuk, Kaisar dan seluruh rakyat Negara Yuzhou mungkin saja akan marah.
Namun, begitu semua orang tahu alasannya dicambuk adalah karena telah ceroboh ingin membunuh Xue Shan Shan dan malah mencelakai Pangeran Kerajaan Qin, masalahnya akan menjadi lebih rumit.
__ADS_1
Dia tidak hanya akan mendapatkan kemarahan rakyat Negara Yuzhou, tetapi juga dari Kerajaan Qin.
Lagipula, hal ini juga sangat memalukan!
Pada akhirnya, Xiao Xing hanya bisa mengobati Putri Amber dengan alat dan obat seadanya.
Saat Xiao Xing sedang sibuk dengan tugasnya, tiba-tiba saja Xue Shan Shan sudah ada di dalam ruangan dengan melompat dari jendela.
Putri Amber dan Xiao Xing terkejut, sebelum akhirnya memasang ekspresi penuh kebencian.
"Untuk apa kamu di sini?" Meski tidak suka dengan kehadiran Xue Shan Shan, Putri Amber juga tidak berniat membuat keributan. "Keluar!"
Bagaimanapun, Qin Lang saat ini masih dalam suasana hati yang kurang baik, jadi dia harus sebisa mungkin membuat keberadaannya samar-samar agar tidak menjadi sasaran kemarahan pria keji itu.
Mengabaikan tatapan kebencian dari Putri Amber yang mengenakan pakaian compang-camping bernoda darah dan hanya terbalut mantel tipis.
"Putri, pergilah. Putri Amber sedang tidak enak badan, jadi jangan membuat keributan di sini." Xiao Xing juga sangat membenci Xue Shan Shan, tetapi dia juga tidak ingin ada kerbutan yang mungkin bisa membuatnya celaka juga.
Xue Shan Shan tidak memperdulikan Xiao Xian, dia hanya melihat tubuh Putri Amber yang penuh luka diam-diam merasa Qin Lang benar-benar kejam.
Padahal, mereka baru saja berhubungan intim pada sehari sebelumnya. Akan tetapi, dalam sekejap mata Qin Lang sudah memukuli Putri Amber hingga separah ini.
Benar-benar tidak mengerti untuk menyayangi wanita cantik.
"Memangnya siapa kamu, berani menyuruhku keluar? Aku di sini untuk mengobati majikanmu atas perintah Pangeran Qin." Xue Shan Shan memasang ekspresi enggan seolah-olah dia sangat terpaksa datang karena diperintahkan oleh Qin Lang.
Padahal, dia datang murni karena keinginannya sendiri.
Xiao Xing dan Putri Amber sama-sama terdiam,mereka jelas mendengar titah Qin Lang sebelumnya untuk membersihkan dan mengobati luka.
Hanya saja, mereka tidak menyangka bahwa Qin Lang akan mengutus Xue Shan Shan.
Tidakkah pria itu takut Xue Shan Shan akan menghabiskan uangnya untuk membayar biaya pengobatan Putri Amber?
Setelah dipikir-pikir kembali, Putri Amber semakin tidak yakin Qin Lang akan rela menggelontorkan uang untuknya.
Hanya bisa mengandalkan diri sendiri.
Tanpa Putri Amber dan Xiao Xing ketahui, Xue Shan Shan saat itu tengah berbaik hati datang memberikan pengobatan tanpa memungut biaya sepeser pun.
"Kalau aku pergi, bisakah kamu mengobati luka Putri Amber? Bisakah kamu menjamin tidak akan ada bekas luka di tubuh Putri Amber? Bisakah kamu menjamin lukanya tidak akan terinfeksi? Kalau dia meninggal, bisakah kamu bertanggung jawab?" Xue Shan Shan berbicara sambil melirik jijik pada Xiao Xing.
Xue Shan Shan menyadari gadis pelayan itu memiliki aura energi yang kuat di tubuhnya dan bisa menebak bahwa dialah yang sudah menyelinap untuk melepaskan kelabang beracun ke kamarnya.
Xiao Xing terdiam seribu bahasa oleh kata-kata Xue Shan Shan.
Saat ini, Putri Amber sudah hampir pingsan karena kesakitan.
Bersamaan dengan itu, dia juga tahu bahwa Xue Shan Shan tidak memiliki niat baik, tidak akan pernah!
Hanya saja, dia teringat bahwa gadis itu adalah murid Ketua Sekte Xianyue, Liu Jili dan telah menyelamatkan Qin Lang beberapa saat lalu.
Karena itu, dia memiliki sedikit prasangka baik dan harapan terhadap Xue Shan Shan.
Lagipula, dia tidak boleh mati!
Kalau dia mati, bukankah Xue Shan Shan yang akan mendapatkan manfaat?
Namun, ....
"Berapa banyak biaya yang kamu inginkan untuk pengobatan ini?" Putri Amber teringat bahwa Xue Shan Shan telah menjarah banyak uang Qin Lang hingga pria itu mungkin saja akan segera jatuh miskin.
__ADS_1
Bukankah Xue Shan Shan akan akan melakukan hal yang sama padanya?