
Xue Shan Shan berhenti, sebelum akhirnya menoleh dan melihat enam pria berdiri di belakangnya dengan soroton mata jahat.
Berhadapan dengan mereka, Xue Shan Shan menunjukkan ekspresi panik dan melangkah mundur. "Kalian, apa yang ingin kalian lakukan?"
"Tentu saja, kami ingin memanjakan Anda, Putri Changning. Anda sangat cantik. Ayo, biarkan aku mencium Anda dulu." Zhu Dao menggosok tangannya dan berjalan menuju ke arah Xue Shan Shan dengan tangan terbuka.
Xue Shan Shan menahan diri agar tidak menendang Zhu Dao sampai mati, dia malah menutup mulutnya dengan ekspresi yang semakin ketakutan. "Tolong jangan mendekat."
Setelah berbicara, Xue Shan Shan diam-diam menebarkan bubuk tersembunyi di telapak tangannya yang melambai ke arah para penjahat itu.
Setelah keenam pria jahat itu menghirup bubuk tersebut, mereka berubah dalam sekejap dengan pikiran yang kacau.
Pada saat ini, Xue Shan Shan mendengar jentikan hari.
Segera, sebuah seringai muncul di wajahnya dan dia pun berlari dengan cepat menjauh dari gang.
Bersamaan dengan itu, datanglah Xue Yuwen dan Putao yang ingin menyaksikan Xue Shan Shan dilecehkan.
Namun, tidak diduga malah merekalah yang diincar oleh keenam pria itu.
Melihat dua wanita di depannya, Zhu Dao yang memiliki tatapan buram karena efek obat dari Xue Shan Shan, masih tersenyum genit sambil berkata, "Putri, Anda sungguh baik. Demi memuaskan kami, Anda bahkan membawa pelayan juga."
Setelah berbicara, Zhu Dao dan yang lainnya langsung mengulurkan tangan dan mendekati Xue Yuwen juga Putao.
Seketika, Xue Yuwen dan Putao langsung panik.
"Jangan mendekat, atau aku akan membunuh kalian semua!" Xue Yuwen berteriak, menatap keenam pria itu dengan tatapan membunuh.
Akan tetapi, tidak ada satu pun dari pria itu yang gentar dengan ancaman Xue Yuwen.
Bahkan, Zhu Dao semakin tidak sabar menerkam Xue Yuwen. "Putri, bunuhlah kami dalam kenikmatan."
Menyadari keenam pria itu dalam keadaan linglung, Xue Yuwen tidak ingin membuang waktunya untuk menyadarkan mereka.
Lagipula, dia juga takut dirinya akan dinodai oleh mereka semua.
Bagaimanapun, sebagai calon Putri Mahkota, dia harus menjadi gadis suci dan hanya boleh disentuh oleh Putra Mahkota.
Memikirkan hal itu, Xue Yuwen tidak punya pilihan selain menarik dan mendorong Putao ke arah keenam pria itu, sebelum akhirnya dia melarikan diri.
"Nona, apa yang Anda lakukan?"
"Nona, tolong hamba!"
"Nona ...."
Raungan dan permohonan dari Putao tidak membuat Xue Yuwen menghentikan langkahnya, gadis itu bahkan tidak berniat melihat ke belakang hanya untuk memastikan apanyang terjadi pada pelayan pribadinya.
Bahkan, tidak ada rasa bersalah, apalagi penyesalan di benak Xue Yuwen atas apa yang baru saja dia lakukan.
Baginya, sebagai seorang pelayan, sudah menjadi kewajiban mereka untuk mengorbankan diri sendiri demi sang majikan.
Itu berlaku bagi Putao juga!
__ADS_1
Setelah beberapa saat, sejumlah besar langkah kaki datang dari luar gang.
"Apa benar Dalang hari ini membuat promosi beli satu gratis dua? Menurutmu, apa dia salah minum obat?"
"Tidak salah lagi, ayo cepat. Kalau terlambat, kita bisa tidak kebagian nanti."
"Benar, apalagi roti buatan Dalang sangat enak."
"Aku tidak menyangka Dalang akan mengobral rotinya di hari biasa, tapi ini memang sangat menggiurkan!"
Saat langkah kaki semakin dekat, terdengar raungan yang menggetarkan langit dan bumi hingga menusuk hati semua orang.
Ketika orang-orang yang berniat membeli biskuit mendengar teriakan itu, mereka semua ketakutan. Akan tetapi, langkah kaki mereka tetap mendekati sumber suara.
Saat melihat pemandangan yang tidak senonoh di depan mereka, orang-orang itu menganga kaget. Bahkan, beberapa wanita paruh baya menutupi mata mereka dengan malu.
Ya ampun!
Di siang bolong begini?
"Astaga, bukankah itu pelayan di samping Nona Kedua Xue? Mengapa dia bersama sekelompok pria?" Seorang wanita tua mengenali sosok Putao yang ditindih oleh Zhu Dao dengan dikelilingi dan dibelai beberapa pria lainnya.
Mendengar kata-kata itu, semua orang menoleh.
Mereka melihat total ada enam pria degan pakaian yang sudah berantakan sedang menggerayangi satu wanita ....
"Benar, itu adalah Putao, pelayan Nona Kedua Xue!"
"Astaga, bagaimana Keluarga Xue mendidik pelayan mereka?! Pelayan itu tidak hanya melakukan dengan banyak pria, tapi juga senang melakukan hal yang tidak pantas di jalanan. Sangat tidak bermoral!"
"Cepat laporkan pada Biro Hukum! Aku juga mau pulang, sudah tidak berselera membeli dan makan roti lagi."
Perlahan, beberapa orang yang sudah tidak tahan dengan penanda itu, segera membubarkan diri.
Di tempat yang tidak jauh dari sana, Xue Shan Shan juga melihat pemandangan yang membuat matanya ternodai.
Xue Shan Shan memutar bola mata dan menggelengkan kepalanya. "Adikku benar-benar kejam, bahkan pada orang yang selama ini membantunya."
Di samping, Lin Mei juga melihat segalanya dan merasa tidak tega pada Putao. Meski demikian, dia juga tidak berniat membantu.
Bagaimanapun, itu sudah konsekuensi Putao karena melayani orang yang salah.
'Lagipula, jika bukan Putao, maka mungkin saja Nona Besar yang akan ada di posisi menyedihkan itu.' Lin Mei berbicara di dalam hati sambil memandangi Putao dengan penuh kebencian. 'Ini adalah hukuman untukmu karena berani menjebak nonaku.'
'Putao, semoga dewa memberkatimu.'
Bersamaan dengan itu, Lin Mei juga bersyukur di dalam hatinya karena melayani nona yang baik seperti Xue Shan Shan.
Tidak lama kemudian, terdengar serangkaian langkah kaki yang datang dari luar dan terlihat barisan petugas Biro Investigasi yang berjalan cepat ke arah para pembuat obat itu.
Sampai petugas mendekat, keenam pria itu masih saja melayani Putao hingga urat biru muncul di dahi gadis itu.
Dengan suara gemetar, Putao berteriak, "Tolong, tolong ...."
__ADS_1
"Petugas, bawa pergi semua baji ngan jalanan ini!"
Setelah beberapa saat, Putao, Zhu Dao dan yang lainnya ditangkap dan dibawa ke Biro Investigasi.
Setelah rakyat sadar kembali, mereka benar-benar kehabisan kata-kata. "Siapa sangka Keluarga Xue menyimpan orang yang seperti itu."
"Kalau itu aku, pelayan yang tidak bermoral seperti itu sudah kuhukum penggal."
"Sudahlah, jangan bicarakan lagi. Kalau tidak, kita bisa terlambat membeli roti panggang Dalang."
Begitu saja, semua orang pergi meninggalkan tempat kejadian dan menuju ke arah Toko Roti Dalang.
Tentu saja, Dalang sebagai pemilik toko kebingungan saat diserbu oleh banyak orang yang datang sambil meminta gratisan dua roti karena sudah membeli satu.
"Siapa bilang, hari ini aku mempromosikan roti panggangku beli satu gratis dua? Kalian semua bermimpi di siang bolong, ya?"
Seketika, semua orang terdiam.
Siapa yang menyebarkan kabar palsu ini?
Biro Investigasi ....
Ketika para pria bayaran itu dibawa ke ruang investigasi, mereka masih dalam keadaan linglung.
Setelah beberapa baskom air dingin disiramkan ke tubuh mereka, barulah Zhu Dao dan yang lainnya tersadar.
Sementara itu, Putao yang menangis sambil memeluk erat kainnya dibiarkan duduk di sudut ruangan.
Di luar pintu, ada juga banyak penonton yang melihat.
Bagaimanapun, hal semacam ini belum pernah terjadi di ibukota.
Saat ini, Zhu Dao yang sudah terbangun melihat ke arah Putao.
Melihat gadis yang sebelumnya berdiri di samping Xue Yuwen dan saat ini sedang menangis dengan begitu menyedihkan, Zhu Dao mengerutkan kedua alisnya hingga hampir menyatu. "Nona, kenapa kamu di sini?"
"Diam kamu!"
Putao tidak hanya merasa sakit di sekujur tubuhnya, tetapi juga sangat sakit hati karena merasa dikhianati oleh nonanya sendiri.
Ketika mendengar pertanyaan Zhu Dao, dia rasanya ingin membunuh para baji ngan yang sudah merusak hidupnya.
"Kenapa? Kamu juga sudah bergabung?" Zhu Dao bertanya untuk menguji.
Dia pikir, kejahatan mereka yang ingin menjebak Xue Shan Shan sudah terungkap.
Itu sebabnya, mereka ada di ruang investigasi.
Namun, di mana Nona Kedua?
Mungkinkah dia berhasil lolos berkat bantuan Tuan Xue dan menjadikan gadis pelayan ini sebagai kambing hitam?
Memikirkan semua itu, Zhu Dao menepuk pahanya dengan mata yang terbuka lebar. 'Gawat!'
__ADS_1
Xue Shan Shan adalah putri sah dari Kediaman Xue, gadis kesayangan Keluarga Perdana Menteri dan calon istri Yang Mulia Pangeran Li Xian, bahkan menantu idaman Selir Agung Mei!
Sekarang, setelah semuanya terungkap, bisakah kami tetap hidup?