Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Hanya Luka Kecil


__ADS_3

"Sayangku ...." Xue Shan Shan langsung berlari dan melompat ke orang yang ada di depan pintu.


Xue Shan Shan mengangkat kepalanya dan melihat Pangeran Li Xian yang tiba-tiba muncul di hadapannya itu, sulit baginya untuk menyembunyikan kebahagiaannya.


Aku sedang tidak bermimpi, kan?


Xue Shan Shan dengan hati-hati mencolek wajah pria itu seolah-olah takut menghancurkan mimpinya.


'Ternyata bukan mimpi, dia masih di sini.' ujar Xue Shan Shan di dalam hati.


Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah tersenyum bahagia.


Pangeran Li Xian menghentikan kekacauan di perbatasan lebih awal dan langsung menuju ke tempat penginapan Xue Shan Shan.


Pada saat ini, Pangeran Li Xian sedang melihat wajah kecil yang familier dan dia rindukan.


Seketika, kehangatan menyelimuti hatinya dan dia pun menatap gadis itu dengan penuh kasih sayang.


"Ya, apa kamu merindukanku?" Ekspresi Pangeran Li Xian memang tampak dingin, tetapi nada bicaranya sangat lembut.


"Rindu." Xue Shan Shan menjawab sambil menganggukkan kepalanya.


Awalnya, Xue Shan Shan mengira dia harus menunggu lima sampai enam hari lagi baru bisa bertemu Pangeran Li Xian.


Namun, tidak disangka pria itu datang lebih awal.


Mendengar jawaban Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian tersenyum dan membungkuk untuk mencium bibir gadis itu.


Saat Pangeran Li Xian mengangkat kepala, dia merasa seperti seseorang sedang melihatnya, dia pun mengalihkan pandangannya ke arah orang itu.


Di belakang, mulut Kakek Ye menganga lebar karena terkejut, dia bahkan tidak bisa berpikir.


Apa ini ....


Apa mungkin otakku bermasalah?


Ternyata, orang yang biasanya tidak tertarik dengan urusan duniawi, akan terlihat seperti ini ketika jatuh cinta.


"Kenapa kamu masih berdiri di sini? Apa kamu tidak mau pulang?" Xue Shan Shan sama sekali tidak merasa sungkan untuk mengusir Kakek Ye.


Pria tua itu tersenyum canggung. "Iya, iya, aku pergi sekarang."


Detik berikutnya, Kakek Ye segera membuka jendela hendak memanjat keluar. Namun, saat kakinya baru naik, Kakek Ye menoleh ke belakang untuk memastikan lagi.


Pada akhirnya, mau tidak mau dia berkata, "Shan Shan, kamu harus menahan diri ya. Jangan sampai mempengaruhi ujian besok."


Xue Shan Shan menajamkan tatapannya ke arah Kakek Ye sambil berkata, 'Apa menurutmu ini sangat lucu?'


Begitu Kakek Ye pergi, hanya Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan yang tersisa.


Seperti kata pepatah, berpisah sehari rasanya seperti tiga tahun.


Dua orang ini sudah tidak bertemu selama setengah bulan, Xue Shan Shan seperti lebah kecil yang terus-terusan berkeliaran di sekitar Pangeran Li Xian.


"Apa kamu ingin mandi dulu?" Xue Shan Shan menyadari bahwa lingkaran mata Pangeran Li Xian tampak hitam, dia terlihat sedikit lelah.


"Nanti saja," sahut Pangeran Li Xian, lalu lanjut berkata, "Beritahu aku dulu, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Pangeran Li Xian mengulurkan tangan dan membelai poni Xue Shan Shan dengan gerakan lembut.


Meski sudah ada orang yang senantiasa memberitahukan kabar Xue Shan Shan padanya selama ini, Pangeran Li Xian masih ingin mendengarnya secara langsung dari gadis itu.


Pangeran Li Xian sangat menyukai Xue Shan Shan yang terus berbicara dengan penuh semangat.


Dulu, Pangeran Li Xian sama sekali tidak bisa memahami kenapa suasana hati seseorang bisa berubah jadi baik setelah bertemu.


Sekarang, Pangeran Li Xian malah semakin ketagihan setelah merasakannya sendiri.


"Tentu saja tidak begitu baik, aku tidak berselera makan, juga tidak nyenyak tidur ketika tidak ada kamu di sisiku ...." Xue Shan Shan berbicara dengan suara lembut dan sedikit manja.


Jawaban Xue Shan Shan membuat Pangeran Li Xian tertawa, gadis itu memang terlalu pintar merayu orang.

__ADS_1


"Selain itu, tunggu ...." Ketika Xue Shan Shan ingin berbicara, dia merasa ada yang tidak beres.


Dia mengalihkan pandangannya ke tubuh Pangeran Li Xian dan berhenti di lengan pria itu.


"Cepat lepas bajumu!" Xue Shan Shan tampak cemas.


"Shan Shan ...." Pangeran Li Xian tiba-tiba merasa kepalanya sakit.


Xue Shan Shan berdiri dan langsung mengulurkan tangannya untuk melepas ikat pinggang Pangeran Li Xian dengan gerakan lembut.


Pangeran Li Xian segera menggenggam pergelangan tangan Xue Shan Shan.


"Kamu terluka, kan?" Xue Shan Shan sangat sensitif dengan bau darah.


Saat ini, bau tersebut samar-samar tercium olehnya seolah-olah memberitahu bahwa Pangeran Li Xian tengah terluka.


Sepertinya, Pangeran Li Xian sudah terbiasa, jadi dia berkata dengan santai. "Hanya luka kecil."


Xue Shan Shan mendorong tangan Pangeran Li Xian dan lanjut melepaskan ikat pinggangnya, kemudian membuka mantel pria itu.


Sesuai dugaannya, Xue Shan Shan melihat baju dalam berwarna putih milik Pangeran Li Xian sudah ternodai oleh bercak darah


Di saat Xue Shan Shan membuka baju putihnya, dia melihat lengan Pangeran Li Xian terbungkus perban putih hingga ke bahu.


Xue Shan Shan mengernyitkan keningnya.


Teringat dirinya menggelantung di tubuh Pangeran Li Xian, takut di saat itulah lukanya robek.


Karena itu, Xue Shan Shan langsung menyalahkan dirinya sendiri di dalam hati.


"Jangan bergerak, biar aku periksa." Xue Shan Shan berbicara sambil melepaskan perban itu.


Setelah memeriksa dengan jelas, ternyata luka tersebut disebabkan oleh semacam senjata sabit dan area lukanya juga tidak besar.


Namun, di saat sayang diatas habis tersebut ditarik, lukanya akan robek besar.


Xue Shan Shan melihat luka itu sambil mengomel pada Pangeran Li Xian. "Sudah tahu sedang terluka, Kenapa tidak mendorong ku tadi? Lihatlah, lukamu sudah robek besar."


"Tidak apa-apa." Mana mungkin Pangeran Li Xian tega mendorong Xue Shan Shan.


Seketika, Xue Shan Shan merasa sakit hati dan kasihan pada Pangeran Li Xian.


"Bagaimana bisa terluka?" tanya Xue Shan Shan sambil berjalan ke lemari pakaian dan mengeluarkan kotak obat.


"Aku yang tidak berhati-hati," sahut Pangeran Li Xian dengan tenang seolah-olah sedang membicarakan masalah sepele.


Sebenarnya, Pangeran Li Xian yang telah menyepelekan kelicikan musuhnya.


Mendengar jawaban Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan tidak mengatakan apa pun lagi.


Dia hanya kembali mengobati luka Pangeran Li Xian dengan terampil.


Setelah membalut luka, Xue Shan Shan memperingati Pangeran Li Xian. "Lukamu tidak boleh terkena air."


"Ya," sahut Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan sekali lagi melihat sekilas lengan Pangeran Li Xian dan berkata di dalam hati. "Tangan kanannya yang terluka, jadi ...."


"Bukankah jadi tidak leluasa jika ingin mandi?" Xue Shan Shan bertanya dengan sungguh-sungguh.


Pangeran Li Xian tertawa kecil dan berkata, "Sepertinya iya."


"Kalau begitu ...." Xue Shan Shan mengerucutkan bibirnya dan kembali berkata, "Aku akan meminta Wei Shu untuk membantumu mandi."


Pangeran Li Xian terdiam, bukan kata-kata itu yang ingin dia dengar dari Xue Shan Shan.


Setelah berbicara, Xue Shan Shan pun berjalan keluar.


Pangeran Li Xian mengangkat alisnya, lalu menekan-nekan pelipisnya sembari berkata, "Tidak perlu, aku bisa sendiri."

__ADS_1


Begitu selesai bicara, Pangeran Li Xian menambahkan. "Menggunakan tangan kiri juga bisa."


"Baiklah." Xue Shan Shan langsung percaya pada ucapan Pangeran Li Xian.


Tidak lama kemudian, setelah mengisi air panas ke dalam baik yang telah terisi dengan air dingin, Xue Shan Shan berjalan keluar.


Begitu keluar, Xue Shan Shan bertemu dengan Wei Shu.


"Putri Pangeran." Wei Shu menyapa Xue Shan Shan dengan sopan.


Sebelumnya, sikap Wei Shu dan pengawal lainnya yang ada di sisi Pangeran Li Xian terhadap Xue Shan Shan, sama dinginnya seperti majikan mereka.


Namun, begitu sang pangeran mengakui hubungannya dengan Xue Shan Shan, mereka pun mulai merubah sikap dan penggilan terhadap Xue Shan Shan.


Keesokan harinya, Pangeran Li Xian langsung menaikkan gaji mereka semua tiga kali lipat lebih besar.


"Bagaimana Yang Mulia bisa terluka? Apa yang kalian hadapi kali ini saat di perbatasan?" Xue Shan Shan bertanya dengan ekspresi dingin.


Untuk sesaat, Wei Shu terdiam.


Sebagai seorang bawahan, ada beberapa hal yang tidak bisa Wei Shu dan yang lainnya katakan kepada orang lain tanpa izin sang pangeran.


"Yang Mulia terluka agak serius, aku perlu tahu bagaimana dia terluka agar bisa memberikan obat yang tepat untuknya." Xue Shan Shan tahu Wei Shu enggan mengatakan yang sejujurnya, jadi dia pun mulai mengelabui pria itu.


Wei Shu merenung sejenak, sebelum akhirnya memberitahu Xue Shan Shan dengan perlahan. "Karena ketahuan ingin memberontak, Kerajaan Qin dipaksa menyerahkan dua kotanya kepada Negara Yuzhou sebagai kompensasi. Namun, ternyata mereka memasang jebakan di dalam Kota Houwei Kota Yao. Demi melindungi nyawa rakyat, Yang Mulia pergi menyelesaikan masalah ini sendirian.i"


"Begitu sampai di sana, orang-orang dari Kerajaan Qin sangat licin, mereka meminta seseorang untuk berpakaian seperti Putri Pangeran. Karena khawatir, Yang Mulia tanpa pikir panjang langsung pergi hingga akhirnya dia dilukai oleh mereka."


Mendengar itu, Xue Shan Shan mengerutkan alisnya. "Mereka sangat tidak tahu malu!"


Xue Shan Shan sama sekali tidak menyangka bahwa Pangeran Li Xian bisa masuk ke dalam jebakan masalahnya karena kebohongan yang diciptakan oleh orang-orang Kerajaan Qin.


Melihat raut wajah Xue Shan Shan yang agak buruk, Wei Shu menambahkan lagi. "Namun, masalah di sana sudah diselesaikan, jadi Putri Pangeran tidak perlu khawatir lagi."


"Terima kasih, kamu pergilah istirahat lebih awal."


Setelah berterima kasih pada Wei Shu, Xue Shan Shan kembali ke kamar.


Di dalam kamar, Pangeran Li Xian sudah selesai mandi dan sedang berpakaian.


Saat melihat tangan kanan Pangeran Li Xian tidak bisa diangkat, Xue Shan Shan segera mendekat untuk mengulurkan bantuan.


Xue Shan Shan mencoba mengatakan sesuatu beberapa kali, tapi dia merasa lebih baik berpura-pura tidak tahu.


"Besok aku akan pergi ke Sekte Xingyun untuk mengikuti ujian," ujar Xue Shan Shan yang sengaja mencari topik pembicaraan.


Pangeran Li Xian tertegun, sebelum akhirnya bertanya, "Menurutmu, ujian itu sulit atau tidak?"


"Aku tidak tahu, aku hanya ingin menambah pengalaman. Setelah ujian selesai, kita pulang, ya?" Xue Shan Shan tersenyum sembari menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan berbinar-binar.


Pangeran Li Xian sedikit mengangguk dan menjawab, "Baik."


"Setelah pulang ke rumah, aku akan mendetoksifikasi sisa racun yang ada di dalam tubuhmu sekaligus," kata Xue Shan Shan lagi.


Sekarang, Xue Shan Shan sudah mempunyai Pusat Pengobatan Grenie, dia bisa melakukan transfusi darah untuk Pangeran Li Xian sehingga tidak perlu melakukan pengobatan jangka panjang lagi.


Pangeran Li Xian tidak menyangka dengan kata-kata Xue Shan Shan, tetapi gadis itu selalu punya batasan ketika melakukan sesuatu sehingga dia tidak bertanya lagi.


Lagipula, dia cukup lelah setelah melakukan perjalanan jauh selama beberapa hari.


"Tidurlah lebih awal." Pangeran Li Xian menepuk-nepuk punggung Xue Shan Shan dengan lembut.


Gadis itu mengangguk.


Detik berikutnya, gadis itu tiba-tiba tersadar dan merasa ada yang salah.


Sepertinya, di kamar itu hanya ada satu ranjang.


Tunggu dulu, sepertinya ....

__ADS_1


__ADS_2