Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kamu adalah Milikku


__ADS_3

Menyadari kenyataan yang menakutkan ini, hati Xue Shan Shan gemetaran hingga setengah tubuhnya mati rasa seperti tersengat listrik.


Dengan tubuh kaku, dia melirik ke samping.


Ternyata benar, wajah Pangeran Li Xian yang menekannya sedang menempel di lehernya.


Segera, Xue Shan Shan mendorong Pangeran Li Xian menjauh dan langsung berdiri dengan rona merah mewarnai kedua pipinya.


Dia memelototi Pangeran Li Xian. "Apa yang kamu lakukan?"


Orang yang sudah hampir mati keracunan masih sempat-sempatnya menggoda seorang gadis!


Memangnya, dia punya kemampuan untuk itu?


Melihat penampilan malu dan marah Xue Shan Shan, Pangeran Li menjulurkan lidahnya dan menjilat tetes darah terakhir di bibirnya. Dia menatap gadis itu dengan lekat, lalu bibirnya terbuka ringan. "Manis."


Seketika, Xue Shan Shan merasa sesuatu meledak di dalam dirinya.


Matanya pun terpaku pada bibir merah Pangeran Li Xian yang mengatakan darahnya manis.


Darahnya ... Pangeran Li Xian sedang menjilati darahnya ....


Gila!


Xue Shan Shan langsung memunggungi Pangeran Li Xian dan segera mengeluarkan cermin kecil dari lengan bajunya hanya untuk memeriksa telinganya.


Dia melihat ada sebuah anting bertahtakan permata merah darah yang berbentuk aneh dan seukuran kuku sudah terpasang di daun telinga kanannya yang halus.


Permata itu transparan dan merah cemerlang seolah-olah ada darah yang mengalir di dalamnya.


Xue Shan Shan menyentuh anting itu dan rasanya dingin sampai ke tulang, tidak seperti permata biasa.


"Apa ini?" Xue Shan Shan ingin mengalihkan kejadian canggung tadi.


Lagipula, setelah mengetahui sisi abnormal Pangeran Li Xian, dia tidak bisa lagi memperlakukannya seperti orang normal.


Pangeran Li Xian bersandar dengan santai sembari memiringkan kepalanya sedikit, Pasaman bibirnya yang berwarna merah darah di wajah pucatnya membuatnya terlihat bengis, tetapi juga sesuci awan putih.


"Itu ...." Pangeran Li Xian memandang Xue Shan Shan dengan santai dan tersenyum. "Bukti bahwa kamu adalah milikku."


Xue Shan Shan diam-diam melotot. Dia benar-benar pria abnormal yang suka mengendalikan!


Seharusnya, lambang cinta tidak perlu sampai menggunakan ide buruk seperti ini dan cukup hanya dengan saling bertukar barang.


Sekarang, semua sudah disepakati dan Xue Shan Shan pun berniat pergi.

__ADS_1


Tepat ketika dia akan beranjak, Kepala Pelayan Chen tiba-tiba saja berbalik. "Pangeran, kue sudah siap."


Kue itu sudah siap sejak beberapa menit yang lalu, tetapi dia mengulur waktu dan kembali di saat yang tepat.


Terkadang, anak muda terlalu bersemangat sehingga sering tidak tahu harus mengendalikan diri.


Oleh karena itu, dia sebagai orang yang lebih tua harus sering mengingatkan.


Mendengar kata 'kue', Xue Shan Shan menelan kembali niatnya untuk kembali ke Kediaman Xue dan menatap Kepala Pelayan Chen dengan berbinar.


Bahkan, aroma kue yang dibawa mendekat membuat perutnya kembali berbunyi.


Melihat beberapa hidangan lezat di letakkan di atas meja, Xue Shan Shan memegangi perutnya, sedangkan kedua matanya yang besar menatap dengan tak sabar ingin segera melahap isi piring.


Koki di Istana Wanshou memang kuat biasa, tidak kalah dari koki istana yang ada di Kediaman Perdana Menteri.


"Putri Changning sepertinya sangat kelaparan, kan?"


Melihat gadis kecil yang terlihat rakus, Kepala Pelayan Chen segera mengerahkan mangkuk dan sumpit seraya berkata dengan iba. "Cepat makanlah."


Pangeran juga benar-benar, padahal dia sudah tahu Xue Shan Shan kelaparan. Dia bukannya memberi perhatian, malah membuatnya menderu.


Mengingat bagaimana Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan bermesraan sebelumnya, Kepala Pelayan Chen takut membuat mereka canggung


Karena itu, dia segera pergi setelah menyuguhkan hidangan dengan tangannya sendiri.


Ketika hendak makan, Xue Shan Shan tiba-tiba teringat sesuatu. Dia pun mendongak, lalu menatap Pangeran Li Xian. "Apa Pangeran mau makan?"


"Aku tidak lapar."


Begitu kata-kata itu dilontarkan oleh Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya tanpa sungkan.


Pangeran Li Xian terdiam, sementara Xue Shan Shan tidak sempat lagi memperdulikannya karena tadi dia hanya basa-basi.


Bagaimanapun, perutnya sudah memainkan musik keroncong sepanjang pagi dan kini, dia harus merawat perut kecilnya sebaik mungkin.


Pangeran Li Xian hanya duduk diam sembari menyaksikan Xue Shan Shan makan tanpa memperhatikan keadaan sekitar seolah-olah tempat itu bukanlah tempat yang menjadi saksi pembunuhan sadis.


Beruntung, Wei Shu sudah membersihkan seadanya gazebo itu hingga tidak ada satu pun mayat yang terlihat.


Pada saat itu, Xue Shan Shan benar-benar tidak terpengaruh dengan keadaan di sekelilingnya, dia hanya fokus makan.


Meski makan dengan cepat, dia tidak terlihat mengenaskan. Bahkan, sikapnya tampak lebih elegan dan mulai daripada Putri di istana.


"Dendam apa yang kamu miliki terhadap Li Chenyu?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Pangeran Li Xian yang begitu tiba-tiba, Xue Shan Shan membeku.


Setelah beberapa saat, Xue Shan Shan menghela nafas.


Bisa dikatakan, Pangeran Li Xian mengetahui banyak tentang dirinya dan bisa dipastikan juga, pria itu pasti sudah menyelidiki dirinya secara menyeluruh.


Jika tidak, mana mungkin Pangeran Li Xian bisa menebak dengan sempurna rencana yang dia susun dalam diam.


Lagipula, kebenciannya pada Pangeran Mahkota memang cukup membingungkan siapa pun.


Namun, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


Apa yang sebaiknya dia lakukan?


Xue Shan Shan Mariah terdiam, bahkan hidangan di depannya teeasabtak lagi menggugah selera.


Dia mengangkat kepalanya untuk menatap Pangeran Li Xian, lalu mengerucutkan bibirnya. "Aku tidak ingin mengatakannya."


Suara Xue Shan Shan terdengar murusng dan tidak senang, tetapi Pangeran Li Xian malah tertawa.


Pria itu mengangkat pandangannya untuk menatap Wei Shu, lalu berkata, "Antar tamu!"


Suara Pangeran Li Xian terdengar acuh tak acuh, serta terkesan menjaga jarak seolah-olah yang tersenyum dan berbincang dengan Xue Shan Shan beberapa saat lalu bukanlah pria ini.


Xue Shan Shan memelototi Pangeran Li Xian dengan terkejut. "Aku belum selesai makan."


Wei Shu langsung maju. "Putri Changning, silahkan pulang."


Xue Shan Shan kembali terdiam, bukankah dia hanya tidak ingin membicarakan kenangan buruknya tentang Li Chenyu? Mengapa Pangeran Li Xian marah dan merajuk seperti wanita?


Bahkan, sepertinya dia lebih sulit dihadapi daripada wanita!


"Pergi, ya pergi." Xue Shan Shan memelototinya Wei Shu dan Pangeran Li Xian dengan marah, sebelum akhirnya pergi meninggalkan Istana Wanshou.


Yang paling penting, segala macam perjanjian sudah disepakati dan perutnya juga sudah kenyang. Jadi, dia pun tidak perlu berlama-lama di sana.


Begitu tiba di Paviliun Bulan, Xue Shan Shan diamlah mengendap masuk ke dalam kamarnya karena bagaimanapun, dia pergi ke Istana Wanshou tanpa sepengetahuan siapa pun.


Kemudian, dia mulai mempelajari obat penawar untuk Pangeran Li Xian.


Sama seperti dirinya, racun di tubuh Pangeran Li Xian juga sudah sangat membandel sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetralisirnya.


Selama proses, dia juga harus menutrisi tubuh Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan mengeluarkan kuas dan kertas, lalu menuliskan daftar ramuan yang dia perlukan. Beberapa di antaranya merupakan obat-obatan yang cukup langka dan kemungkinan hanya ada di kaki gunung, lereng dan lembah, serta tempat-tempat berbahaya lainnya.

__ADS_1


Melihat gelang yang melingkar di pergelangan tangannya, Xue Shan Shan merasa segalanya menjadi lebih mudah.


Hanya saja, bagaimana caranya dia harus menghadapi benda itu ketika tiba-tiba tidak berfungsi?


__ADS_2