
Setelah Xue Shan Shan pergi, Selir Agung Mei menatap Pangeran Li Xian dan menyadari wajah putranya tidak begitu pucat seperti biasa.
Meski begitu, Selir Agung Mei tetap merasa khawatir dan bertanya dengan prihatin. "Hari ini sudah tanggal 28, besok racunmu kambuh, kan?"
Walaupun racun yang menyerang tubuh Pangeran Li Xian dirahasiakan, tetapi hal itu tidak bisa disembunyikan dari Selir Agung Mei.
Selir Agung Mei tidak hanya tahu kapan racun tersebut akan kambuh, dia bahkan pernah beberapa kali menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ketika Pangeran Li Xian kesakitan.
Racun Pangeran Li Xian akan kambuh setiap akhir bulan sekali dan sehari sebelum kambuh, biasanya wajah sang pangeran akan sangat pucat seperi mayat hidup.
Namun, hari ini Selir Agung Mei menyadari wajah outranya tampak berbeda dari biasanya.
Tentu saja, itu berkat Xue Shan Shan.
Pangeran Li Xian mengangguk. "Hmmm, tapi kamu tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja."
Selir Agung Mei mendengus. Pangeran Li Xian memang selalu mengatakan hal yang sama, dia baik-baik saja.
Sejak kapan orang yang terkena racun akan baik-baik saja ketika racunnya kambuh?
"Tidak perlu menenangkan Ibu. " Selir Agung Mei menghela nafas dan berkata dengan lembut. "Jika kamu ingin aku tidak khawatir, maka minumlah obat dari Tabib Zhang."
Pangeran Li Xian memutar bola matanya, mengingat obat dari Tabib Zhang hanya membuatnya kesal.
Bagaimana barang menjijikkan itu disebut obat?
"Aku sudah tidak membutuhkan obat itu." Pangeran Li Xian berkata dengan tak acuh hingga membuat Selir Agung Mei menatapnya tak senang.
"Apa maksudmu?"
"Karena menantu idamanmu itu yang membantu mendetoksifikasi racunku," sahut Pangeran Li Xian, masih dengan sikap tak acuh seolah-olah bukan dirinya yang dia bicarakan. "Apa kamu tidak melihat perubahan pada diriku?"
Selir Agung Mei diam, dia tidak langsung menjawab dan hanya memperhatikan Pangeran Li Xian.
Putranya itu benar-benar tidak terlihat seperti orang sekarat!
Detik berikutnya, Selir Agung Mei mencerna kata-kata Pangeran Li Xian.
"Menantu idamanku? Shan Shan?" Selir Agung Mei menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan menuntut. "Apa yang dia lakukan padamu?"
__ADS_1
Kemudian, Pangeran Li Xian menceritakan secara singkat apa yang sudah Xue Shan Shan perbuat untuk menetralkan racun di tubuhnya.
Tentu saja, Pangeran Li Xian melewatkan perjanjiannya dengan Xue Shan Shan untuk diceritakan pada sang ibu.
Setelah mendengar penjelasan Pangeran Li Xian, Selir Agung Mei menghela nafas lega seolah-oleh beban berat yang selama ini dia pikul hilang tanpa jejak.
Pemikirannya terhadap Xue Shan Shan pun menjadi semakin baik, bahkan dia rasanya tidak sabar untuk membawa Xue Shan Shan memasuki Istana Bunga Persik sebagai menantunya dan memberikan banyak hadiah sebagai ucapan tanda terima kasih.
"Gadis baik, dia sendiri keracunan, tapi masih berusaha menyembuhkanmu." Saat mengatakan itu, ekspresi Selir Agung Mei menunjukkan kasih sayang dan ketidakberdayaan yang membuat menjadi satu.
Dia benar-benar tidak berdaya pada racun Xue Shan Shan, tetapi tetap bertekad di dalam hatinya mencari tabib terbaik untuk calon menantunya itu.
Pangeran Li Xian juga diam-diam memikirkan racun di tubuh Xue Shan Shan, tetapi dia tidak ingin perasaan khawatirnya diketahui oleh Selir Agung Mei.
"Xian'er, kamu harus memperlakukan Shan Shan dengan baik!" Suara Selir Agung Mei terdengar lembut, tetapi tersirat ketegasan.
Walaupun itu Pangeran Li Xian yang merupakan putranya, Selir Agung Mei tidak akan membiarkannya bersikap buruk pada Xue Shan Shan!
"Bukankah kamu juga harus bersikap baik padanya?" Pangeran Li Xian bertanya dengan ekspresi serius, menyembunyikan banyak makna di wajah datarnya.
Selir Agung Mei segera mengangguk dan berkata dengan kedua alis yang berkerut. "Tentu saja, apa menurutmu perlakuanku tidak begitu baik pada Shan Shan?"
Selir Agung Mei menyipitkan matanya, dia tiba-tiba teringat bahwa sebelumnya Pangeran Li Xian mengatakan ingin berbicara padanya.
Hanya dengan melihat ekspresi putranya, Selir Agung Mei menyadari bahwa hal yang ingin dia katakan pastilah bersaing dengan Xue Shan Shan.
"Apa yang harus ibu lakukan?"
"Ibu memang sangat bijaksana." Senyum tipis langsung terbit di wajah Pangeran Li Xian. "Karena aku sudah memberikan menantu untuk ibu dan Nona Xue juga sudah mendetoksifikasi racun putramu ini, jadi kamu harus melakukan hal yang setimpal untuknya."
Detik berikutnya, Pangeran Li Xian menatap lekat pada Selir Agung Mei. "Bagaimana menurut Ibu?"
"Katakan saja, kenapa jadi bertele-tele begini?" Selir Agung mendengus dan langsung berkata dengan tidak sabar. "Ibu pasti akan melakukan apa pun untukmu"
"Bukan untukku, tapi untuk Nona Xue." Meski benar untuk dirinya, Pangeran Li Xian tetap meralat kata-kata Selir Agung Mei seolah-olah wanita itu memang mengatakan hal yang salah.
Kemudian, dia kembali membuka mulutnya dan berkata, "Cegah ayah mencarikan Selir untukku!"
Semula, Selir Agung Mei masih mengerutkan keningnya saat menanti apa yang ingin dikatakan oleh putranya hingga bersikap begitu misterius.
__ADS_1
Akhirnya, senyum cerah terbit di wajah cantik Selir Agung Mei.
Dalam sekejap, dia mengira Pangeran Li Xian mengajukan permintaan seperti itu karena tidak ingin menduakan Xue Shan Shan.
Dia yakin, putranya pasti mencintainya Xue Shan Shan.
Terlebih, saat mengingat bagaimana Pangeran Li Xian tampak bernafsu menyantap makanan saat duduk di meja yang sama dengan Xue Shan Shan.
Padahal, jangankan bernafsu makan, Pangeran Li Xian bahkan tidak pernah mau duduk dan makan semeja dengan gadis mana pun.
Xue Shan Shan adalah yang pertama.
Sementara itu, apa yang ada dipikiran Selir Agung Mei sangat berbeda dengan pemikiran Pangeran Li Xian.
Dia tidak merasa memiliki perasaan khusus pada Xue Shan Shan, dia hanya tidak ingin hidup dengan banyak wanita.
Itu sangat merepotkan!
Sebelumnya, dia berhasil meminta pada Kaisar agar menjadikan Xue Shan Shan sebagai istri sah, bukannya selir.
Namun, dia yakin ide untuk mencarikan selir belum dilupakan oleh Kaisar.
Bagaimanapun, setiap Pangeran harus memiliki istri dan selir demi memperbanyak keturunan.
Jadi, Pangeran Li Xian sengaja ingin memanfaatkan kekuasaan Selir Agung Mei agar mencegah Kaisar mencarikan selir untuknya.
Bagaimanapun, Kaisar tidak akan menolak keinginannya wanita kesayangannya, kan?
Dia juga sengaja menggunakan nama Xue Shan Shan seolah-olah semua yang dia lakukan adalah demi gadis itu.
"Tenang saja, selama kamu tidak ingin memiliki selir, maka Kaisar pun tidak bisa memaksamu." Selir Agung Mei segera menjawab dan menambahkan, "Ibu akan memastikan hanya Xue Shan Shan satu-satunya wanita yang ada di Istana Wanshou!"
Pangeran Li Xian kembali tersenyum, tetapi senyumannya kali ini tampak lebih lebar. "Aku mengandalkan Ibu."
***
Segini dulu ya, Ges.
Hari ini Hayati beneran lelah dan rencananya mau libur nulis, tapi entah kenapa jadi gak enak hati karena khawatir kalian nunggu kelanjutan kisah Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian hehehe ....
__ADS_1