Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Terlalu Meremehkannya


__ADS_3

Ketika pria itu menundukkan kepala, tiba-tiba dia menemukan plakat giok di semak-semak.


'Qing.'


Kata itulah yang tertulis di atas plakat yang kini berada di tangan pria itu.


Pada saat ini, terdengar suara langkah kaki yang berjalan tergesa-gesa mendekati dirinya. Saat pemimpin kelompok melihat pria itu duduk di tanah, dia pun segera berlutut. "Hamba telah lalai menjalankan tugas, mohon Yang Mulia Putra Mahkota menghukum hamba."


Pria itu menggenggam plakat giok di tangannya dengan erat, lalu menyipitkan matanya dan berbicara sambil tertawa kecil. "Begitu aku keluar dari kerajaan, anak buah kakakku sudah tidak sabar untuk membunuhku."


"Huh, aku terlalu meremehkannya." Pria itu tersenyum, tetapi sorot matanya jelas menunjukkan ketajaman.


"Oh iya, aku perlu kamu membantuku untuk memeriksa identitas seseorang."


Pengawak itu mengangguk patuh.


"Coba kamu periksa, apa ada seorang wanita dari Keluarga Qing yang datang ke Qianjing?"


***


Setelah Xue Shan Shan meninggalkan pinggiran kota, dia melihat Qianning yang datang mencarinya.


Begitu Fu Qingyue kembali ke penginapan tanpa Xue Shan Shan, dia langsung menanyakan apa yang terjadi dan segera mencari gadis itu. "Tuan Putri, Nona Kedua Fu sudah kembali ke penginapan dengan selamat."


Mendengar itu, Xue Shan Shan dan Fu Qiqi sama-sama menghela nafas lega.


"Pakaianmu ...." Qianning tiba-tiba saja melihat rok Xue Shan Shan terdapat noda darah.


"Tidak apa-apa, bukan darahku."


Setelah tinggal di penginapan selama tiga hari, akhirnya hari perjamuan pun tiba.


Xue Shan Shan dan kelompoknya meninggalkan penginapan untuk pergi ke Sekte Xingyun yang tersembunyi di pinggiran kota dan didirikan di pegunungan Kota Qianjing.


Ketika Xue Shan Shan tiba, hanya sebuah plakat Sekte Xingyun dan beberapa pilar yang terlihat dari kejauhan.


Di belakang pilar, awan menutupi kabut, ada kabut di mana-mana yang dipenuhi dengan hamparan putih luas hingga tidak bisa melihat apapun.


Pada saat ini, ada banyak orang yang berdiri di depan gerbang dengan memegang plakat undangan.


Kalau dinilai satu per satu, mereka semua memakai pakaian bagus dan hampir semuanya datang dari keluarga terkenal.


Di gerbang, Zhao Lin bertugas memeriksa undangan. Setelah memastikan tidak ada masalah, dia melambaikan tangannya untuk memberikan kode agar formasi di dekat pintu gerbang dibuka.


Setelah keluarga yang memenuhi syarat berjalan masuk, sosok mereka langsung menghilang dalam kabut putih.


"Seperti yang diharapkan dari Sekte Xingyun, mau masuk saja sangat sulit daripada pergi ke langit." Lei Zhen menghela nafas dan berbicara sambil melihat formasi yang ada di depan sana.


Xue Shan Shan melirik Lei Zhen, teringat pria itu mengatakan bahwa Kakek Ye mungkin ada di Sekte Xingyun.


Seketika, Xue Shan Shan merasa itu sedikit bermasalah.


Sekte Xingyun sangat besar, ke mana aku harus mencari orang tua itu?

__ADS_1


Aku berharap Kakek Tua itu bisa bertahan, jangan sampai terjadi sesuatu padanya.


Bagaimanapun, sudah hampir sebulan sejak pertemuan terakhir kali.


Dia sedikit merindukan orang tua itu.


Ketika giliran Xue Shan Shan untuk diperiksa, Zhao Lin teringat insiden pembakaran terakhir kali di paviliun yang membuatnya kurang percaya diri.


Karena itu, dia hanya melirik plakat undangan dengan santai dan membiarkan Xue Shan Shan Shan beserta rombongannya masuk.


Begitu memasuki formasi penghalang, Xue Shan Shan melihat pemandangan di depannya sambil berseru pelan.


Pemandangan yang terlihat adalah puncak gunung yang hijau dan curam dengan satu demi satu bangunan kuno, keempat sisi gunung dikelilingi sungai dan dinaungi pohon bambu bagaikan lukisan pemandangan yang indah.


Di depan, dari waktu ke waktu, beberapa murid Sekte Xingyun yang mengenakan seragam berjalan melewati mereka hingga Xue Shan Shan merasa seolah-olah sedang berada di dunia lain.


"Wakil Ketua Sekte Xianyue, silakan ikut saya." Seorang murid datang untuk memandu Xue Shan Shan da rombongannya ke tempat perjamuan ulang tahun.


Xue Shan Shan mengangguk dan mengikuti murid itu, sementara Lei Zhen dan yang lainnya juga mengikutinya satu per satu.


Tempat perjamuan ulang tahun terletak di belakang gunung yang ada air terjun, awan berkabut dan tetesan air memercik, menampilkan suasana yang berbeda.


Di sekitar, sudah ada banyak kepala keluarga dan ketua sekte yang saling mengobrol dan menanya kabar.


Dalam sekejap, Xue Shan Shan yang berkali-kali didatangi oleh beberapa ketua sekte dan kepala keluarga, perlahan mengenali mereka semua.


"Kak Qing, sudah lama kita tidak bertemu." Pada saat ini, suara beberapa orang pria terdengar dari luar.


Pemimpinnya adalah pria paruh baya yang tinggi besar, tapi Xue Shan melihat ada yang salah dari caranya berjalan, jelas terlihat dia terluka.


Melihat sekali lagi, Xue Shan Shan menyadari bahwa pria itu adalah Qing Shengxiong yang dipukulinya hingga terhempas hari itu.


Memikirkan hari itu, Xue Shan Shan teringat oada plakat yang dia temui.


Sial, entah hilang ke mana barang berharga itu.


Padahal, aku bisa menjualnya dengan harga bagus.


Sayang sekali!


Di samping Qing Shengxiong adalah Qing Fengjue dan Qing Yuyao yang mengenakan cadar.


Hari ini, Qing Yuyao mengenakan gaun brokat berwarna hijau muda, sosoknya terlihat anggun. Karena mengenakan cadar, dia sengaja merias matanya. Meski hanya sepasang mata yang terlihat, orang masih mengira bahwa di bawah cadar ada wajah yang sangat memikat.


Hanya Xue Shan Shan dan yang lainnnya yang tahu bahwa tidak ada wajah memikat di balik cadar itu, melainkan beberapa luka melepuh.


Namun, tempat yang melepuh tidak boleh dirias. Jika tidak, luka akan semakin mudah terinfeksi hingga menyebabkan kerusakan yang lebih fatal.


Sebenarnya, Xue Shan Shan ingin mengingatkan Qing Yuyao bahwa luka perlu diberi udara sejuk dan menutupinya dengan cadar akan mempermudah penularan.


Hanya saja, Xue Shan Shan tidak ingin repot-repot mengingatkannya.


Biarkan saja gelembung besar di wajah Qing Yuyao bertambah banyak secara alami.

__ADS_1


Qing Shengxiong dan yang lainnya saling menyapa, hanya kedua bersaudara Qing yang tampak tidak berminat.


Ketika hendak duduk, Qing Yuyao tiba-tiba berhenti karena melihat Xue Shan Shan dan yang lainnya.


Mengapa monster-monster ini ada di sini?


Xue Shan Shan menangkap tatapan Qing Yuyao, jadi dia mengangkat alis ke arahnya.


Qing Fengjue juga memperhatikan ini, dia segera menekan bahu Qing Yuyao dan berbisik. "Yuyao, jangan membuat masalah. Bahkan, Ayah juga bukan lawan mereka."


Tentu saja, Qing Yuyao juga tahu kenyataan ini.


Hanya saja, dia ingin tahu apa identitas kelompok monster itu.


Bagaimanapun, mereka sekeluarga sudah dipukuli, jadi biarkan dia tahu siapa yang telah memukuli mereka.


"Kak Qing, mati aku perkenalkan padamu ... yang di depan ini adalah wakil Ketua Sekte Xianyue." Seorang ketua sekte yang baru saja berkenalan dengan Xue Shan Shan dan rombongannya, tiba-tiba mengajak Qing Shengxiong ke tempat Sekte Xianyue.


Awalnya, ketika Qing Shengxiong mendengar tentang orang dari Sekte Xiangyue, sebuah senyuman langsung muncul di wajahnya.


Namun, saat menoleh dan mendapati Xue Shan Shan adalah orang yang diperkenalkan padanya, senyumannya langsung membeku.


"Kak Qing, Kak Qing, kenapa kamu melamun?" Melihat Qing Shengxiong tiba-tiba berhenti bergerak, ketua sekte itu mendorong bahunya.


Qing Shengxiong kembali sadar, setelah bertemu dengan tatapan Xue Shan Shan, dia tiba-tiba merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


Hari itu, iblis kecil inilah yang telah memukuliku dengan kejam.


Dia Wakil Ketua Sekte Xiangyue?


Bukankah Sekte Xianyue selalu fokus pada praktik ilmu pengobatan? Sejak kapan diam-diam juga mengajarkan ilmu bela diri?


"Ternyata, kepala Keluarga Qing, senang bertemu dengan Anda." Ketika Qing Shengxiong tertegun, Xue Shan Shan mengambil inisiatif untuk menyapa.


Saat ini, Qing Shengxiong merasa sangat tidak nyaman.


Akhirnya, dia tersenyum terpaksa dan menggertakkan gigi sambil berkata, "Wakil Ketua Sekte, senang bertemu denganmu juga."


Setelah menyapa, dia kembali ke tempat duduk Keluarga Qing dengan marah.


Setelah duduk, mata Qing Yuyao melirik. "Ayah, dia ternyata dari Sekte Xiangyue ... kita tidak boleh menyinggungnya."


Sekte Xiangyue dan Xingyun adalah sekte teratas, dibandingkan dengan mereka, Keluarga Qing hanyalah keluarga kecil.


Sama sekali tidak pantas untuk dibandingkan.


Tiba-tiba, Qing Yuyao merasa bersedih.


Setelah meninggalkan Keluarga Qing dan Kota Yifeng, dia mulai menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa.


Hanya saja, dia tidak bisa menerima kekesalan ini.


Qing Shengxiong tentu saja tahu bahwa putrinya merasa tertekan, dia melirik sang putri dan menepuk punggung tangannya. "Untuk apa kamu panik? Kalau tidak bisa mengatasinya, secara alami akan ada yang bisa mengatasinya."

__ADS_1


__ADS_2