
Bersama pelayan istana, Xue Shan Shan dan Fu Qingyue pergi ke sebuah kamar untuk berganti pakaian, sementara Minglang dan Da Bingzhi dengan waspada melihat sekitar, tidak membiarkan apa pun lewat dari pandangan mereka.
"Setelah Putri Channel dan Nona Fu selesai berganti pakaian, Anda berdua bisa kembali melalui jalan yang sama. Perut hamba sungguh sakit, jadi hamba minta maaf dan minta izin pergi dulu."
Mendekati suara pelayan itu bergetar seperti benar-benar sedang sakit perut yang tidak tertahankan, Fu Qingyue melambaikan tangannya sambil berkata, "Baiklah, kamu boleh pergi."
Setelah pelayan istana itu pergi, pintu kembali ditutup.
Tepat ketika Fu Qingyue ingin melepaskan pakaiannya, Xue Shan Shan dengan gesit menahannya.
Detik berikutnya, terdengar suara dari arah jendela, sebelum akhirnya terlihat lima pria yang sedang duduk dan tertawa di jendela sambil melihat Xue Shan Shan dan Fu Qingyue.
"Nona bangsawan memang berbeda."
"Apa yang ingin kalian lakukan?" Fu Qingyue mengerutkan keningnya dan dengan cepat menarik Xue Shan Shan ke belakang tubuhnya demi melindungi gadis itu. "Siapa Kalian? Beraninya kalian masuk istana tanpa izin!"
Pria yang menjadi pemimpin ddj antara lima pria itu berperawakan kurus, dengan mata merah dia melihat ke arah Xue Shan Shan dan Fu Qingyue sampai mulutnya hampir mengeluarkan liur. "Hahahaha ... siapa kami? Kami adalah orang yang akan membuat kalian bahagia!"
Setelah mengatakan itu, dia bergegas menghampiri Xue Shan Shan dan Fu Qingyue.
Dengan cepat, Xue Shan Shan menarik Fu Qingyue ke arah jendela dan bersamaan dengan itu, dia melihat sosok pria berpakaian kuning.
Bukankah itu Putra Mahkota?
Kemudian, Xue Shan Shan melihat ke arah lain dan menemukan di sana juga ada sosok Putri Amber yang memakai gaun merah.
Xue Shan Shan tersenyum miring. 'Tidak heran mereka begitu berani, ternyata sudah mendapat dukungan dari Putra Mahkota dan Putri Amber.'
Minglang dan Da Bingzhi bergegas membantu, tetapi keduanya malah jatuh ke tanah sebelum bisa melakukan apa pun.
"Putri ...." Wajah Minglang memucat dan ada kepanikan di matanya. "Senikto."
Senikto yang tidak berbau dan tidak berwarna itu tidak ada saat mereka masuk ke sana.
Itu artinya ....
Orang-orang bajingann itu membawa senikto.
"Hahaha!" Si pemimpin tertawa licik. "Sepertinya, obat ini tidak buruk."
__ADS_1
Dia kembali menjentikkan pakaiannya, sebelum akhirnya senikto jatuh seperti debu.
Jelas saja, senikto itu di bawa melalui pakaian dan terbang ditiup angin.
Dan tentunya, mereka sudah meminum penawarnya.
Jika tidak, bagaimana mungkin mereka bisa baik-baik saja, sementara Xue Shan Shan dan kawan-kawannya terpengaruhi.
Xue Shan Shan dengan cepat berkata, "Grenie, penawarnya!"
Grenie pun dengan cepat mengeluarkan penawar senikto, tetapi pil yang ada di tangan Xue Shan Shan dan hendak dimasukkan ke dalam mulut sudah lebih dulu dijatuhkan oleh pria ca bul itu.
"Pelayan! Cepat, cepat!"
"Shan Shan, pergilah dulu!" Tubuh Fu Qingyue juga sudah lemah, tetapi sebisa mungkin dia ingin menyelamatkan Xue Shan Shan. "Shan Shan?"
Meski lemah, kondisi Xue Shan Shan jauh lebih baik karena setidaknya, dia masih bisa berdiri.
Namun, dia tidak bis bergerak setengah langkah pun.
"Shan Shan! Shan Shan!" Grenie juga berteriak dengan panik di dalam benak Xue Shan Shan, tetapi benar-benar tidak ada yang bisa dia lakukan.
"Hahaha ... jangan melawan karena tidak ada gunanya! Teman-teman, aku mau gadis yang ini!" Pria ca bul itu meraih lengan Xue Shan Shan dan membawakan ke dalam pelukannya ....
Mendengar suara-suara dari dalam kamar, Putra Mahkota tersenyum puas, lalu berbalik pergi menuju aula istana.
Pada saat bersamaan, Putri Amber yang memiliki ide untuk melumpuhkan Xue Shan Shan menggunakan senikto, juga tersenyum puas.
Beruntung, dia bisa mendapatkan bubuk ajaib itu dari Xue Yuwen. Jika tidak, mana mungkin dia bisa dengan mudah menjebak Xue Shan Shan.
Di dalam perjalanannya, Putra Mahkota justru bertemu dengan pria yang sangat tidak ingin dia temui. "Adik Kedua, kamu mau ke mana?"
"Kaisar memanggilku," kata Pangeran Li Xian dengan datar.
"Apa Ayah ada di Taman Istana juga?" Putra Mahkota mengerutkan keningnya karena setahu dirinya, Kaisar sedang berada di Aula Istana saat dia pergi menyelesaikan masalah Xue Shan Shan. "Kalau begitu, biar aku antarkan Adik Kedua ke sana."
"Hmmmm, semua orang sedang menikmati bunga di sana," sahut Pangeran Li Xian lagi masih dengan nada dan ekspresi datar. "Aku bisa pergi sendiri."
Dengan kata-katanya itu, Pangeran Li Xian jelas mengisyaratkan bahwa Putra Mahkota tidak perlu mengantarkannya.
__ADS_1
Sebelum pergi, Pangeran Li Xian hanya melirik sekilas ke arah Putra Mahkota dengan penuh makna.
Sementara itu, Putra Mahkota yang tahu bagaimana sifat Pangeran Li Xian juga tidak ingin mendesak dan hanya bisa tersenyum, lalu memilih pergi dari sana.
"Yang Mulia, saya tidak melihat Putri Changning." Wei Shu mengerutkan keningnya. "Saya mendengar bahwa Putri Changning dan Nona Fu pergi mengganti pakaian, tapi masih belum kembali sampai sekarang."
Pangeran Li Xian juga mengerutkan keningnya dengan perasaan cemas yang tiba-tiba merasuki jiwanya. "Cepat periksa!"
Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah melompat dan menghilang dari tempatnya berdiri.
Setelah memberi isyarat ke tempat yang gelap, Wei Shu menghela nafas dan dengan pasrah mengikuti Pangeran Li Xian.
Namun, Xue Shan Shan dan yang lainnya sudah sangat lemas di lantai.
Tidak ada yang bisa mereka lakukan, selain memelototi para baji ngan itu.
Mata pria ca bul itu bersinar dan dengan buru-buru merobek pakaian Xue Shan Shan.
Fu Qingyue ingin bergegas membantu Xue Shan Shan, tetapi tubuhnya masih tidak bis digerakkan.
Bahkan, Minglang sudah menggigit bibirnya sampai berdarah. Dia ingin menggunakan kekuatan batinnya untuk melawan khasiat obat, tetapi tidak ada gunanya.
"Ah!"
Di sisi lain, ada seorang pria yang mendekati Da Bingzhi.
Dalam sekejap, kamar menjadi sangat kacau.
Tidak ada ekspresi apa pun di wajah Xue Shan Shan, dia hanya menatap pria yang merobek pakaiannya.
Dengan mengerahkan seluruh tenaga, Xue Shan Shan mengangkat dan membanting tangannya ke meja yang ada di sebelahnya.
Seketika, gelang di tangannya langsung pecah.
Melihat pakaian sudah dirobek, beberapa orang itu sudah memejamkan mata dengan pasrah.
Tiba-tiba ....
Bam!
__ADS_1
Suara keras langsung terdengar, sebelum akhirnya para pria baji ngan itu jatuh ke lantai, sedangkan Fu Qingyue dan yang lainnya sudah pingsan.
"Kamu, apa yang kamu lakukan?!" Pria ca bul itu berteriak dengan panik, dia melihat tangan Xue Shan Shan memegang pecahan teko dan menggores lengannya sendiri hingga berdarah.