Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Hatiku Berdarah


__ADS_3

"Yu Faye, aku mengira kamu adalah wanita yang baik, tidak kusangka kamu menipuku selama bertahun-tahun! Sejak awal, kamu tidak bisa menoleransi Diana dan Shan Shan." Xue Jingguo berbicara dengan dingin pada Selir Faye, tatapannya penuh dengan kekecewaan.


"Sebelumnya, kamu mengatakan asal bersamaku, kamu sudah sangat puas. Kamu juga mengatakan tidak peduli pada status, tapi ternyata semua itu palsu!"


Detik berikutnya, Xue Jingguo menendang Selir Faye dengan satu kaki, nafasnya pun tampak terengah-engah.


"Ibu ...." Xue Yuwen segera membantu Selir Faye untuk bangun, dia menatap Xue Jingguo saat berkata "Ayah, masalah sudah seperti ini menyalahkan Ibu juga tidak ada gunanya, lebih baik kita pikirkan bagaimana menghadapi situasi sulit ini. Mungkin, orang-orang wali kota akan segera tiba."


Kata-kata Xue Yuwen membuat mata Xue Jingguo berkedut,, tetapi Yura Chen justru berkata, "Apa yang sulit dari masalah ini? Biarkan saja Selir Faye menanggung perbuatannya sendiri!"


"Bibi Chen!" Xue Yuwen menatap Yura Chen, lalu berkata dengan penuh tekanan. "Nasib ibu biar ayah yang menentukan, tolong jangan menabur perselisihan di sini!"


"Aku hanya memberi saran." Yura Chen mengangkat bahunya tak acuh, lalu mendekati Xue Jingguo dan berbisik di telinga Xue Jingguo.


Seketika, mata Xue Jingguo bersinar, lalu menatap Selir Faye dalam-dalamnya.


Dulu, dia sangat mencintainya, tetapi sekarang hanya ada kebencian.


"Tuan ...." Selir faye menatap Xue Jingguo dengan air mata yang mengajak sungai.


Namun, hati Xue Jingguo sudah terlanjur dingin. "Biarlah kamu yang menanggung semua tuduhan, aku akan mencari cara untuk menyelamatkanmu nanti ...."


Selir Faye menatap Xue Jingguo dengan tidak percaya, hatinya pun tiba-tiba mati.


Inilah pria yang terus mengatakan mencintaiku?


Dalam sekejap, angan Selir Faye untuk menjadi istri sah pun telah sirna.


Bahkan, keinginan Xue Yuwen untuk menjadi anak sah juga tidak bisa terwujud.


Namun, di dalam hati Xue Yuwen sudah memikirkan cara lain. Jika dia berusaha mempertahankan ibunya yang sudah dicap sebagai penjahat, takutnya jangankan Putri Mahkota, bahkan jadi selir saja tidak layak.


Saat Selir Faye hendak membuka mulut, Xue Yuwen sudah lebih dulu bertindak


"Ibu, jangan marah." Xue Yuwen memeluk ibunya, lalu membisikkan sesuatu di telinga ibunya.

__ADS_1


Setelah itu, Selir Faye mengangkat kepala dan menatap Xue Yuwen dengan senyum pahit.


Hatinya benar-benar mati, air mata sudah meluncur bebas dari pelupuk matanya.


Kemudian, dia berlutut sambil menggenggam ujung baju Xue Jingguo. "Tuan, Tuan sudah menuduhku! Apa Tuan tidak tahu isi hatiku? Aku benar-benar tulus terhadap Tuan! Apa pun bisa aku lakukan demi Tuan."


"Aku tidak menginginkan nanya rumah, yang aku inginkan hanyalah hati Tuan! Aku iri pada Nyonya dan Nona Besar. Karena Tuan memiliki anak dengan wanita lain, hatiku berdarah."


"Aku salah, aku tidak seharusnya mencelakai Nona Besar. Tuan, tolong ampunilah aku kali ini!"


"Ayah, ibu sudah tahu kesalahannya." Xue Yuwen berjalan mendekati ayahnya dengan wajah bersimbah air mata. "Ayah, ibu melakukan kesalahan ini karena terlalu peduli pada Ayah. Kalau ibu tidak menyayangi Ayah, dia tidak akan peduli dengan berapa banyak wanita yang Ayah miliki."


"Ayah, coba pikirkan, bukankah begitu?"


Selir Faye jelas memahami hati Xue Jingguo yang bisa dibujuk dengan beberapa kata manis, apalagi kata-kata Xue Yuwen berhasil membuatnya sedikit melunak.


Namun, wajahnya tampak masih dingin. "Jika kamu tahu kesalahanmu, kelak tidak boleh melakukannya lagi!"


"Tuan, aku tahu ini kesalahanku, aku pasti tidak akan melakukannya lagi. Aku tidak berani!" Sambil berbicara, Selir Faye bangkit berdiri.


Selir Faye langsung mengaku semua adalah perbuatannya sendiri hingga dia langsung ditangkap dan dibawa untuk diinvestigasi.


Melihat kejadian ini, Xue Jingguo beranjak pergi sementara Yura Chen tertawa dingin dan berkata, "Nona Kedua memang hebat."


Xue Yuwen melirik Yura Chen sekilas, dia tidak memasukkan kata-kata wanita itu ke dalam hati dan justru pergi dari sana.


Setelah tiba di kamarnya, Xue Yuwen langsung menulis surat. "Putao, pastikan suratnya terkirim!"


"Baik!"


Dua hari kemudian, Xue Shan Shan yang baru saja makan malam bersama keluarga besar Perdana Menteri, sudah kembali ke kamarnya dan mendengarkan laporan kasus dari Qing Ke.


"Nona, selama dua hari ini saya mengikuti Nona Kedua, dia semakin gencar menemui Pangeran Mahkota. Bahkan, mengirimkan banyak barang ke Kediaman Pangeran Mahkota."


Mendengar itu, Xue Shan Shan mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


Qing Ke kembali melanjutkan. "Entah kebetulan atau bukan, dua hari lalu Nona Kedua bertemu dengan bandit dan diselamatkan oleh Putra Mahkota yang baru saja menyelesaikan masa hukumannya."


Xue Shan Shan tercengang, dia pun mendengus dingin. "Bisa-bisanya ada yang percaya dengan drama konyol seperti ini."


"Namun, harus kuakui, adikku itu benar-benar hebat! Dia tidak hanya menjebak ibunya, tetapi juga mendapatkan perhatian Putra Mahkota."


"Sudahlah, pergi ke Istana Wanshou saja." Xue Shan Shan sudah berdiri dari posisi duduknya dan merapikan rambutnya sedikit. "Xue Yuwen terlalu senggang, aku akan mencari sesuatu untuk dikerjakan oleh Putra Mahkota!"


Minglang dan Lin Mei yang senantiasa berada di sisi Xue Shan Shan tidak beraksi, dia berpikir apa hubungan di antara keduanya?


Mereka baru paham ketika Qing Ke menjelaskan, "Jika ada yang dilakukan Putra Mahkota, bagaimana dia bisa meladeni Nona Kedua?"


Harus diakui bahwa Qing Ke adalah pelayan yang paling cerdas dari semua pelayan di sisi Xue Shan Shan.


Di Kediaman Pangeran Li Xian, lampu minyak di ruang kerja masih menyala.


Begitu mendengar suara langkah kaki di luar, mata Wei Shu berbinar. "Putri Changning sudah datang."


"Emmmm." Pangeran Li Xian meletakkan buku di tangannya, kelelahan di matanya pun hilang dalam sekejap.


Begitu masuk, Xue Shan Shan melihat Pangeran Li Xian mengangkat kepalanya. "Yang Mulia, bagaimana kalau kita melakukan sedikit hal jahat?"


Detik berikutnya, Xue Shan Shan menghampiri meja Pangeran Li Xian dengan penuh minat. Dia mengambil kertas, lalu mengambil kuas dan mulai merangkai kata di atas kertas.


"Wei Shu, siapkan dua mangkuk mi, aku ingin pakai telur goreng!"


"Baik!" Wei Shu bergegas keluar seolah-olah dia baru saja mendapatkan perintah langsung dari Pangeran Li Xian yang membuatnya harus patuh.


Saat ini, mata Xue Shan Shan yang jernih bersinar sangat terang seperti bintang-bintang di langit.


Kelicikan di mata Xue Shan Shan membuatnya terlihat sedikit lincah.


Dengan tangannya yang halus, dia menuliskan beberapa nama di atas kertas.


"Lihat!" Xue Shan Shan meletakan kuas dan menunjukkan apa yang dia tulis pada Pangeran Li Xian. "Putra Mahkota."

__ADS_1


Pangeran Li Xian bertanya dengan tenang. "Bagaimana kamu ingin melakukannya?"


__ADS_2