
"Apa kamu tuli? Aku menyuruhmu menyingkir ke tempat asalmu! Jangan mengganggu Kakak Sulungku makan!" Lei Zhen meninggikan suaranya.
Di dalam dunia persilatan, memang ada istilah kakak pertama sampai seterusnya disesuaikan menurut umur, tetapi tak menutup kemungkinan juga berdasarkan keahlian masing-masing.
Karena Xue Shan Shan ilmu beladirinya di atas Lei Zhen, maka dia bisa dianggap sebagai kakak pertama atau kakak sulung.
Mendengar suara tinggi Lei Zhen, Xue Shan Shan diam-diam menutup telinganya.
Nama Lei Zhen memang sesuai dengan karakternya, dia seperti terompet kecil.
"Dasar lancang! Berani sekali kamu berbicara kepada Nona Pertama Keluarga Qing seperti itu!"
Beriringan dengan suara itu, beberapa pengawal di belakang Qing Yuyao sudah mencabut pedang mereka.
Seketika, aula kedai arak itu kental dengan aura membunuh.
"Loh, apa kalian ingin bertarung? Apa Keluarga Qing berpikir bahwa ini adalah Kota Yifeng? Setelah meninggalkan kota Yifeng, memangnya siapa Keluarga Qing?" Mu Ruhua juga tertawa.
Di masa sekarang, Keluarga Qing yang kecil saja bersikap begitu arogan.
Xue Shan Shan mengangkat alisnya, melihat dari situasi ini, dia menyadari bahwa anak buahnya dapat menangani masalah ini sendirian.
Baiklah, aku tidak usah turun tangan dulu.
"Apa Istri Kakak Senior tahu usaha Keluarga Qing?" Xue Shan Shan bertanya pada Xiangxiang yang ada di sebelahnya.
Xiangxiang tersenyum dan berkata, "Kepala Keluarga Qing, Qing Shengxiong bersaudara angkat dengan Ketua Liang dari Sekte Xingyun. Selama ini, mereka berkuasa di dunia persilatan dengan mengandalkan nama Sekte Xingyun. Jadi, baik sekte kecil maupun akademi kecil harus menghormati Keluarga Qing."
Ternyata begitu ....
Ternyata, mereka hanya meminjam kewibawaan orang.
Xue Shan Shan tersenyum miring.
Mereka sama sekali tidak perlu ditakuti.
"Pelayan, aku lapar, sajikan semua hidangan di kedaimu." Xue Shan Shan berbicara pada pelayan di pintu yang baru saja bangkit dari lantai.
Pelayan itu tertegun sejenak, sebelum akhirnya berlari menuju ke arah dapur.
"Kalian bandit dari mana?! Hari ini, aku akan menunjukkan kepada kalian kekuatan Keluarga Qing!" Saking marahnya, hidung Qing Yuyao tampan kembang kempis.
Dengan lambaian tangannya, sebuah pita nila terbang keluar dari lengan bajunya. Pita yang diwarnai dengan kekuatan batin memancarkan warna nila, seperti ular air yang meliuk-liuk dan langsung menyerang ke arah Xue Shan Shan.
"Shan Shan!" Fu Qiqi dan Fu Qingyue sama-sama berteriak, keduanya sedikit ketakutan melihat adegan di depan mata mereka.
Begitu selesai berteriak, mereka mendengar suara desiran angin yang bersamaan dengan terhunusnya pedang panjang hijau di tangan Qianning.
Pedang berkilau setajam kilat, memancarkan Aura yang tajam.
Jari-jari Qing Yuyao mengumpulkan energi ketika pita berkekuatan batin di tangannya berbalik arah melilit bilah pedang.
Namun, lilitan pita itu dipantulkan oleh energi pedang yang kuat.
"Pedang Giok Hijau!" Kakak seperguruan tertua Keluarga Qing, Qing Yi sangat terkejut hingga mulutnya menganga lebar.
__ADS_1
"Apa?!"
Qing Yuyao dan kakaknya yang bernama Qing Fengjue juga terkejut dan tertegun sejenak.
Pedang Giok Hijau adalah pedang dewa yang terbuat dari kayu hijau es, juga diasah dengan baja halus sehingga sangat tajam.
Beberapa tahun yang lalu, ketika pedang itu muncul, Kepala Keluarga Qing ingin mendapatkannya juga.
Namun, dari informasi yang mereka dapatkan bahwa pedang itu telah diambil oleh pria bermarga Pei.
Sekarang, bagaimana pedang itu bisa muncul di tangan seorang wanita?
"Sungguh menarik! Kebetulan sekali! Kalau hari ini aku bisa sekalian mengambil kembali pedang itu, aku yakin ayah pasti akan sangat senang." Qing Yuyao tersenyum kegirangan dan penuh percaya diri seolah-olah sudah melihat dirinya bisa mengalahkan Qianning dan membawa Pedang Giok Hijau yang diinginkan ayahnya kembali ke Kota Yifeng.
Mengambil kembali?
Xue Shan Shan sudah lama tidak bertemu orang yang tidak tahu malu seperti ini.
Orang Keluarga Qing bahkan berani mengatai mereka adalah para bandit.
Xue Shan Shan mendengus sinis, sementara Qianning telah terpancing amarah akibat kata-kata Qing Yuyao.
Setelah hening sesaat, Qianning mengambil inisiatif untuk menyerang.
Seperti angin puyuh, dia mengarahkan pedangnya ke arah Qing Yuyao.
Tanpa sadar, Qing Yuyao mundur selangkah.
Sementara itu, Qing Yi, Qing We, Qing Dan dan Qing Si, empat saudara seperguruan yang berada di belakang Qing Yuyao segera menghadang Qianning.
Namun, Qianning justru menggunakan jurus kejam. Setiap jurus, membawa aura membunuh yang membuat orang merasa tertekan. Sekali pun dikepung oleh 4 orang, dia sama sekali tidak kalah.
"Sosok master yang menduduki peringkat 10 itu memang hebat ...." Fu Qingyue berseru kagum.
Qing Yuyao mengerutkan keningnya sembari menghardik dengan marah. "Dasar kelompok sampah!"
Setelah berbicara demikian, pita di tangannya kembali terayun dan mengarah ke arah Xue Shan Shan.
'Sialan! Apa kamu benar-benar ingin mencari masalah?' Xue Shan Shan bergumam sambil menatap tajam pada Qing Yuyao, dia bahkan menggertakkan giginya juga.
Dia benar-benar tidak ingin turun tangan, tetapi Qing Yuyao yang sudah memaksanya.
Xue Shan Shan menepuk meja, tempat sumpit di atas meja dalam sekejap sudah terbang ke udara.
Tepat ketika sumpit di dalamnya akan jatuh ke lantai, seberkas cahaya tampak di telapak tangan Xue Shan Shan.
Seketika, sumpit-sumpit yang hampir terjatuh itu pun terpaku di udara.
Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah melambaikan telapak tangannya hingga sumpit yang berantakan pun berbaris lurus ke satu arah.
Seperti panah, sumpit itu mengarah ke arah Qing Yuyao.
Tentu saja, Qing Yuyao sangat terkejut hingga mulutnya menganga lebar.
Sebelum sempat bereaksi, Qing Yuyao sudah ditarik ke samping oleh Qing Fengjue.
__ADS_1
Namun, tetap ada dua sumpit yang menembus bahu dan lengan Qing Fengjue yang membuat pemuda itu mundur dua langkah.
Sumpit yang tersisa pun pada akhirnya langsung terbang menuju ke arah pengunjung lain hingga suara teriakan ketakutan terdengar di seluruh penjuru ruangan di kedai arak.
Tatapan Xue Shan Shan berubah, lalu aliran energi sejati lainnya mengalir keluar.
Dalam sekejap, sumpit-sempit itu pun kehilangan energinya dan mulai berjatuhan ke lantai.
Qing Yuyao sangat ketakutan sehingga tidak bisa berbicara, dia menatap Qing Fengjue dengan tubuh yang sudah dibasahi keringat dingin.
Qing Fengjue menyentuh luka di bahunya dengan wajah pucat, dia tidak menyangka bahwa sekelompok orang itu adalah para master.
Sepertinya, mereka telah mendapatkan masalah besar!
"Bang, bang, bang, bang!"
Begitu Qianning melepaskan cahaya pedang, pedang panjang di tangan empat bersaudara seperguruan Keluarga Qing pun terjatuh ke lantai.
Kebersamaan dengan itu, bahu mereka masing-masing masing-masing sudah dilukai oleh Qianning.
Setelah menyelesaikan misinya, Pedang Giok Hijau itu pun kembali sarangnya.
Saat Qianning berjalan kembali ke posisinya, kecuali Qing Yuyao, semua orang di Keluarga Qing sudah terluka.
Lei Zhen yang masih memegang parang ditangannya sedang memperhatikan sekeliling sambil berpikir. 'Eh, ini ....'
Aku belum sempat bertarung, kenapa pertarungan mana sudah berakhir?
Sekarang, yang tersisa hanyalah seorang gadis muda.
Aku harus menebas gadis ini atau tidak?
Menyudahi pemikirannya, Lei Zhen menatap Qianning dengan tatapan takjub saat memuji dengan tulus. "Kakak, jurus apa yang baru saja kamu gunakan? Hebat sekali!"
Tidak hanya Lei Zhen, bahkan Fu Qiqi, Fu Qingyue dan rekan-rekannya dari pasar budak juga merasa sangat takjub dan tidak menyangka apa yang terjadi barusan.
Sumpit biasa terlihat seperti memiliki vitalitas di tangan Xue Shan Shan, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau mereka tertusuk sumpit itu.
Xue Shan Shan mengangkat alisnya.
Hal seperti itu dapat dia lakukan karena jurus serpihan meteor yang pernah diajarkan oleh Kakek Ye pada pertemuan singkat mereka terakhir kali.
Di saat kritis, jurus itu lumayan berguna.
"Hanya satu hal yang biasa kamu tidak perlu dibanggakan, tidak perlu dibanggakan!" Xue Shan Shan mengatakan tidak perlu dibanggakan, tetapi dia jelas terlihat sangat bangga.
Meski demikian, dia tetap tersenyum malu-malu.
Setelah selesai berbicara, dia kembali mengalihkan pandangannya pada Keluarga Qing.
Melihat tatapan itu, Qing Fengjue merasa sangat ketakutan. Bahkan, rasa sakit di bahunya membuatnya dapat merasakan dengan jelas bahwa tulang di bahunya seperti sudah hancur.
Sementara itu, 4 bersaudara seperguruan lainnya yang terluka karena Pedang Giok Hijau juga masih terus meneteskan darah.
Kali ini, mereka benar-benar sudah membuat masalah besar!
__ADS_1
"Qing Yuyao, kamu masih berencana mau makan di sini?" Xue Shan Shan berbicara sembari menunjuk meja yang dia duduki.